Bangkit dari Kegagalan, Donny M Sabet Podium M1 di Seri II Kejurnas Rally 2026 Banjarbaru

Aris Setiawan | SuaraInfo
10 Mei 2026, 23:27 WIB
Bangkit dari Kegagalan, Donny M Sabet Podium M1 di Seri II Kejurnas Rally 2026 Banjarbaru

SuaraInfo — Deru mesin yang memekakkan telinga berpadu dengan kepulan debu merah di lintasan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi saksi bisu sebuah drama kebangkitan yang luar biasa. Seri II Kejurnas Rally 2026 yang digelar pada Minggu (10/5/2026) bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan panggung pembuktian mental bagi pereli andalan DMO Pertamax Turbo Fin+, Donny M. Setelah sempat terpuruk di hari pertama, Donny berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan posisi kedua di kelas bergengsi M1.

Awal yang Pahit di Lintasan Gravel Borneo

Perjalanan Donny M di seri kedua ini sejatinya tidak berjalan mulus. Pada hari Sabtu, awan mendung seolah menggelayuti tim DMO Pertamax Turbo Fin+. Subaru STI yang dikendarai Donny mengalami kendala teknis yang cukup serius tepat saat sedang beraksi di Special Stage (SS) 4. Masalah pada sektor drivetrain setelah melakukan aksi jumping membuat mobil kehilangan daya cengkeram dan terpaksa dinyatakan Did Not Finish (DNF).

Kegagalan di hari pertama tentu menjadi pukulan telak. Dalam kompetisi sekelas Kejurnas Rally, kehilangan poin di satu hari bisa berarti kehilangan peluang untuk naik podium. Namun, di sinilah karakter asli sebuah tim diuji. Donny mengungkapkan bahwa momen jatuhnya tim justru menjadi pemantik semangat untuk bangkit lebih kuat pada keesokan harinya.

Baca Juga Lamine Yamal Mengukir Sejarah: Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik LaLiga 2025/26 di Usia Belia
Lamine Yamal Mengukir Sejarah: Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik LaLiga 2025/26 di Usia Belia

Kerja Keras Mekanik: Di Balik Layar Kebangkitan

Dibalik kesuksesan Donny di lintasan, ada tangan-tangan dingin para mekanik yang bekerja tanpa lelah. Begitu Subaru STI ditarik kembali ke service park, tim mekanik DMO Pertamax Turbo Fin+ langsung bergerak cepat. Mereka melakukan bongkar total pada bagian gardan dan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap semua sistem mekanis mobil.

“Sabtu kemarin kita memang kurang beruntung. Subaru STI kena trouble drivetrain sewaktu jumping di SS4 dan harus DNF. Tapi tim DMO Pertamax Turbo Fin+ benar-benar luar biasa. Mekanik langsung lembur semalaman untuk memastikan mobil kembali prima,” ujar Donny saat memberikan keterangan resmi kepada media. Dedikasi tim ini menjadi fondasi utama bagi Donny untuk kembali bertarung di lintasan balap reli yang dikenal ekstrem tersebut.

Strategi Sabar: Mengatur Ritme di Atas Debu

Memasuki hari Minggu, Donny M bersama navigator setianya, Pramurahardjo, memutuskan untuk mengubah pendekatan mereka. Jika sebelumnya mereka cenderung agresif, kali ini strategi yang diterapkan adalah kesabaran dan ketelitian. Menaklukkan lintasan gravel di Borneo membutuhkan lebih dari sekadar keberanian; dibutuhkan insting yang tajam untuk membaca grip dan kondisi jalan yang terus berubah.

Baca Juga Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Menanti Drama Susulan Setelah Kemenangan Bersejarah Alex Marquez
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Menanti Drama Susulan Setelah Kemenangan Bersejarah Alex Marquez

Donny mengaku tidak langsung tancap gas di awal lomba. Ia menggunakan SS1 dan SS2 sebagai fase recovery feeling. Baginya, mendengarkan suara mesin dan merasakan respons mobil terhadap permukaan jalan jauh lebih penting daripada sekadar mencatatkan waktu tercepat di awal. Setelah merasa yakin dengan performa mobil hasil perbaikan semalam, barulah ia mulai melakukan push secara bertahap.

Revisi Pace Note dan Sinergi Navigator

Peran Pramurahardjo sebagai navigator sangat krusial dalam keberhasilan ini. Keduanya sepakat untuk merevisi pace note berdasarkan evaluasi video on board dari hari sebelumnya. Dengan data yang lebih akurat mengenai titik-titik krusial di lintasan, Donny bisa melesat dengan lebih percaya diri tanpa harus mengabaikan faktor keamanan.

“Kami belajar dari kesalahan kemarin. Pace note kami sesuaikan lagi, mana bagian yang bisa dipacu maksimal dan mana yang harus waspada. Strategi ini terbukti ampuh membuat kami bisa mengejar ketertinggalan dan akhirnya mengunci posisi P2 di kelas M1,” tambah Donny. Hasil ini sekaligus membawa angin segar bagi tim dalam perburuan poin klasemen reli nasional.

Baca Juga Prediksi El Clasico: Barcelona Bidik Kemenangan Telak 4-1 Demi Segel Gelar Juara LaLiga
Prediksi El Clasico: Barcelona Bidik Kemenangan Telak 4-1 Demi Segel Gelar Juara LaLiga

Dukungan Sponsor yang Melampaui Ekspektasi

Donny juga menyoroti peran penting para mitra strategis seperti Pertamina Pertamax Turbo, Fin+, dan Rocket Racing Bali. Baginya, dukungan yang diberikan bukan sekadar penempelan logo di bodi mobil, melainkan dukungan mental yang luar biasa. Ketika tim mengalami DNF di hari Sabtu, para sponsor justru memberikan dorongan moral agar tim tidak menyerah.

“Sponsor benar-benar memberikan kami fighting chance. Mereka tidak mundur saat kami gagal di hari pertama, justru dukungan mereka terasa lebih kencang di hari Minggu. Ini yang membuat kami merasa memiliki kewajiban untuk memberikan hasil terbaik sebagai bentuk apresiasi,” tuturnya dengan nada penuh syukur.

Sisi Lain Kompetisi: Insiden Aldio Oekon

Namun, kegembiraan tim DMO Pertamax Turbo Fin+ harus sedikit ternoda oleh nasib kurang beruntung yang dialami rekan setim Donny, Aldio Oekon. Mengendarai Hyundai i20 N Rally2, Aldio bersama Co-driver Respati Adhi harus mengakhiri perlombaan lebih awal akibat insiden serius. Mobil andalannya mengalami kerusakan berat setelah menghantam rintangan dalam kecepatan tinggi.

Baca Juga Ambisi Global Garuda: Timnas Futsal Indonesia Incar Lawan Top 10 Dunia di FIFA Match Day November
Ambisi Global Garuda: Timnas Futsal Indonesia Incar Lawan Top 10 Dunia di FIFA Match Day November

Aldio menjelaskan bahwa risiko di lintasan gravel memang sangat tinggi. Meskipun tim sudah mencatat tanda bahaya (caution) dalam pace note, kondisi lintasan yang berubah membuat antisipasi menjadi sulit. Benturan keras tersebut menyebabkan kemudi atau setir terkunci ke arah kanan, sehingga mobil tidak mungkin lagi melanjutkan kompetisi. Padahal, Aldio sempat tampil impresif dan meraih podium pada seri pertama sebelumnya.

Menatap Seri Selanjutnya dengan Optimisme

Keberhasilan Donny M meraih podium kedua di kelas M1 pada Seri II ini menjadi modal berharga bagi tim DMO Pertamax Turbo Fin+ untuk menatap seri-seri berikutnya. Dengan performa Subaru STI yang kembali kompetitif dan mentalitas tim yang sudah teruji, mereka optimis bisa terus bersaing di barisan depan.

Kejurnas Rally 2026 diprediksi akan semakin sengit. Setiap pereli dituntut tidak hanya memiliki mobil yang cepat, tetapi juga ketahanan fisik dan mental yang mumpuni. Bagi Donny M, podium di Banjarbaru adalah bukti bahwa dalam dunia reli, kegagalan hari ini hanyalah bahan bakar untuk kemenangan esok hari. Dunia otomotif Indonesia kini menanti kejutan apalagi yang akan dihadirkan oleh tim DMO di lintasan selanjutnya.

Baca Juga Luka Cody Gakpo di Tengah Badai Anfield: Mengapa Pemecatan Arne Slot Terasa Begitu Menyakitkan?
Luka Cody Gakpo di Tengah Badai Anfield: Mengapa Pemecatan Arne Slot Terasa Begitu Menyakitkan?
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *