Spektakuler! Veda Ega Pratama Ukir Comeback Manis di Moto3 Catalunya 2026, Tembus 10 Besar dari Grid Belakang
SuaraInfo — Sirkuit Catalunya kembali menjadi saksi bisu drama kecepatan tinggi yang mendebarkan dalam lanjutan seri Moto3 2026. Di tengah persaingan elit para pembalap muda dunia, talenta emas Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mencatatkan performa yang sulit dipercaya. Meski harus mengawali balapan dari barisan belakang, pemuda asal Gunungkidul ini menunjukkan mentalitas baja dengan merangsek ke barisan depan dan mengamankan posisi kedelapan dalam balapan yang berlangsung dramatis tersebut.
Mimpi Buruk Kualifikasi dan Tekanan di Garis Start
Perjalanan Veda di seri Moto3 Catalunya kali ini tidaklah mudah. Sesi kualifikasi yang berlangsung sehari sebelumnya menjadi tantangan besar bagi tim Honda Team Asia. Kesulitan dalam menemukan set-up motor yang pas dengan temperatur aspal Catalunya yang cukup menantang membuat Veda tidak mampu mencatatkan waktu terbaik. Alhasil, ia harus puas memulai balapan dari posisi ke-20, sebuah posisi yang secara matematis sangat sulit untuk menembus zona poin.
Memulai balapan dari grid ke-20 berarti Veda harus berhadapan dengan kerumunan pembalap di tikungan pertama yang sangat berisiko. Namun, ketenangan yang ditunjukkan oleh didikan Astra Honda Racing School ini patut diacungi jempol. Di saat banyak pembalap muda cenderung terburu-buru dan melakukan kesalahan fatal di awal lomba, Veda tetap fokus pada strategi besar yang telah disusun oleh tim teknisnya.
Aksi ‘Rocket Start’ dan Konsistensi Lap demi Lap
Saat lampu hijau padam, Veda Pratama langsung tancap gas. Dengan reaksi yang luar biasa cepat, ia berhasil melewati beberapa pembalap sekaligus sebelum memasuki tikungan pertama. Keberaniannya dalam mengambil jalur dalam yang sempit membuahkan hasil instan. Hanya dalam satu lap saja, Veda sudah berhasil memperbaiki posisinya secara signifikan, melesat dari posisi 20 ke urutan 12. Aksi ini menjadi salah satu highlight utama dalam hasil balap Veda Pratama kali ini.
Memasuki lap-lap awal, Veda tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Pada lap ketiga, ia kembali menunjukkan kelasnya dengan naik ke posisi ke-11. Konsistensi lap time yang ia torehkan sangat stabil, bahkan dalam beberapa sektor ia mampu mencatatkan waktu yang bersaing dengan para pembalap di grup depan. Kepercayaan dirinya semakin meningkat saat ia berhasil menembus urutan kesembilan pada lap keenam, membuktikan bahwa motor Honda Team Asia miliknya memiliki ritme balap yang kompetitif.
Fluktuasi Persaingan di Tengah Lintasan
Namun, balapan Moto3 tidak pernah berjalan linier. Karakter sirkuit Catalunya yang memiliki lintasan lurus panjang seringkali membuat strategi slipstream menjadi kunci. Veda sempat mengalami momen sulit di pertengahan balap, tepatnya pada lap ke-11, di mana ia harus turun kembali ke posisi 11 akibat tekanan dari grup pengejar yang sangat agresif. Di kelas Moto3, selisih antar pembalap yang sangat tipis membuat kesalahan kecil sekalipun bisa berakibat pada kehilangan beberapa posisi dalam sekejap.
Di tengah kondisi aspal yang semakin panas, manajemen ban menjadi faktor penentu. Veda tampak sangat cerdik dalam menjaga usia bannya agar tetap memiliki daya cengkeram di putaran-putaran akhir. Ia tidak memaksakan diri untuk menyerang secara membabi buta, melainkan menunggu momentum yang tepat sambil terus menempel ketat pembalap di depannya, termasuk rival regionalnya dari Malaysia.
Drama Menjelang Finis: Kemelut Jesus Rios
Mendekati penghujung balapan yang berlangsung selama 18 lap ini, tensi di lintasan semakin memuncak. Grup depan yang diisi oleh pembalap-pembalap tangguh seperti Maximo Quiles dan David Munoz terus saling serang. Sementara itu, di grup tengah tempat Veda berada, ketegangan tak kalah tinggi. Keberuntungan berpihak pada Veda di lap-lap akhir ketika terjadi insiden yang melibatkan Jesus Rios dari Rivacold Snipers Team. Terjatuhnya Rios menciptakan celah yang langsung dimanfaatkan dengan sigap oleh Veda untuk naik posisi.
Dengan fokus penuh di sisa lap terakhir, Veda berhasil mempertahankan posisinya dari kejaran Adrian Fernandez. Melintasi garis finis di posisi kedelapan bukan hanya sekadar angka, namun merupakan pencapaian luar biasa mengingat ia harus melewati 12 pembalap di sepanjang lomba. Tambahan 8 poin dari Catalunya ini sangat krusial bagi posisi Veda di klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3 musim 2026.
Persaingan dengan Hakim Danish dan Dominasi Quiles
Di sisi lain, rivalitas “Rumpun Melayu” juga menjadi bumbu menarik dalam seri ini. Hakim Danish, pembalap berbakat dari Malaysia yang membela tim Aeon Credit-MT Helmet MSI, tampil sangat impresif sejak awal balapan. Danish sempat bertarung di barisan podium, namun pada akhirnya ia harus puas finis di posisi ketujuh, tepat satu tingkat di depan Veda Pratama. Meskipun Danish gagal meraih podium perdananya musim ini, kehadirannya dan Veda di sepuluh besar membuktikan bahwa talenta Asia Tenggara kini semakin diperhitungkan di kancah motor sport global.
Podium utama Moto3 Catalunya 2026 sendiri dikuasai oleh Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team yang tampil dominan. Disusul oleh Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo di posisi kedua, dan David Munoz dari Liquid Moly Dynavold Intact GP melengkapi urutan ketiga. Ketiga pembalap ini memang menunjukkan performa konsisten sejak sesi latihan bebas, namun sorotan tetap banyak mengarah pada Veda Pratama karena aksi comeback-nya yang heroik.
Masa Depan Veda Pratama di Moto3
Keberhasilan Veda finis di posisi ke-8 di Catalunya memberikan sinyal positif bagi perkembangan kariernya. Banyak pengamat menilai bahwa Veda memiliki kemampuan adaptasi yang sangat cepat. Jika ia mampu memperbaiki performanya di sesi kualifikasi agar bisa start dari grid depan, bukan tidak mungkin podium pertama bagi Indonesia di kelas Moto3 akan segera terwujud dalam waktu dekat.
Kini, perhatian tertuju pada seri berikutnya. Tim Honda Team Asia diharapkan mampu memberikan dukungan teknis yang lebih solid agar Veda tidak lagi harus berjuang keras dari barisan belakang. Bagi para penggemar balap di tanah air, performa Veda di Catalunya adalah bukti nyata bahwa doa dan dukungan masyarakat Indonesia menjadi energi tambahan bagi sang pembalap di lintasan balap internasional.
Hasil Lengkap Moto3 Catalunya 2026
Berikut adalah urutan lengkap pembalap yang berhasil menyentuh garis finis di sirkuit Catalunya:
- 1. Maximo Quiles
- 2. Alvaro Carpe
- 3. David Munoz
- 4. Brian Uriarte
- 5. David Almansa
- 6. Marco Morelli
- 7. Hakim Danish
- 8. Veda Ega Pratama
- 9. Adrian Fernandez
- 10. Casey O’Gorman
- 11. Eddie O’Shea
- 12. Valentín Perrone
- 13. Adrian Cruces
- 14. Matteo Bertelle
- 15. Ryusei Yamanaka
- 16. Joel Esteban
- 17. Rico Salmela
- 18. Joel Kelso
- 19. Scott Ogden
- 20. Ruche Moodley
- 21. Guido Pini
- 22. Zen Mitani
- 23. Leo Rammerstorfer
- 24. Cormac Buchanan
Dengan berakhirnya seri Catalunya ini, persaingan di papan klasemen semakin memanas. Veda Ega Pratama kini mengalihkan fokusnya untuk persiapan seri mendatang, membawa modal kepercayaan diri yang tinggi dari hasil gemilang di Spanyol. Tetap pantau perkembangan terbaru berita balap motor dunia hanya di portal berita olahraga terpercaya.