Drama Wembley! Manchester City Comeback Dramatis Atas Southampton Demi Tiket Final Piala FA

Aris Setiawan | SuaraInfo
26 Apr 2026, 01:33 WIB
Drama Wembley! Manchester City Comeback Dramatis Atas Southampton Demi Tiket Final Piala FA

SuaraInfo — Stadion Wembley kembali menjadi saksi bisu sebuah drama kolosal dalam kancah sepak bola Inggris. Manchester City, sang raksasa yang dikenal dengan dominasi taktisnya, harus menguras keringat lebih dalam saat menghadapi kegigihan Southampton dalam laga semifinal Piala FA musim 2025/2026. Melalui pertarungan yang penuh emosi dan determinasi, The Citizens akhirnya berhasil membalikkan keadaan untuk mengunci kemenangan tipis 2-1, sekaligus memastikan satu tempat di partai puncak turnamen tertua di dunia tersebut.

Pertandingan yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) ini menyajikan tontonan yang jauh dari kata membosankan. Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Pep Guardiola langsung mengambil inisiatif serangan, berusaha mencari celah di lini pertahanan Southampton yang dikenal sangat disiplin dalam menjaga kedalaman. Namun, perjalanan Manchester City menuju final tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang. Southampton, yang datang sebagai tim non-unggulan, memberikan perlawanan sengit yang membuat publik Wembley berdecak kagum.

Kebuntuan di Babak Pertama: Benteng Kokoh Southampton

Memasuki sepuluh menit awal, City menunjukkan kelasnya dengan penguasaan bola yang mencapai lebih dari 70 persen. Aliran bola dari kaki ke kaki yang diperagakan oleh Mateo Kovacic dan Tijjani Reijnders berkali-kali mencoba membelah barisan belakang The Saints. Peluang emas pertama muncul pada menit ke-19. Mateo Kovacic melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti, namun sayang, bola masih meluncur tipis di sisi kiri gawang Southampton yang dikawal ketat oleh Daniel Peretz.

Baca Juga Kabar Terbaru Cedera Reno Salampessy: Akankah Sang Mesin Gol Absen di Semifinal Piala AFF U-19 2026?
Kabar Terbaru Cedera Reno Salampessy: Akankah Sang Mesin Gol Absen di Semifinal Piala AFF U-19 2026?

Southampton bukannya tanpa perlawanan. Di bawah arahan taktis yang matang, mereka menumpuk pemain di area tengah untuk meredam kreativitas Phil Foden. Strategi ini terbukti efektif. Meski City terus menekan, peluang bersih sangat sulit didapatkan. Pada menit ke-35, Omar Marmoush hampir saja mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang lincah ini mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti, namun aksi heroik Daniel Peretz yang melakukan blok krusial berhasil menyelamatkan gawang Southampton dari kebobolan.

Tak lama berselang, giliran Tijjani Reijnders yang mencoba peruntungannya. Pemain tengah berbakat ini melepaskan tembakan melengkung yang sayangnya masih melebar. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, papan skor tetap menunjukkan angka kacamata 0-0. Terlihat jelas raut frustrasi di wajah para pemain City saat mereka menuju ruang ganti, sementara para penggawa Southampton tampak lebih percaya diri dengan keberhasilan mereka menjaga kesucian gawang.

Intensitas Meningkat di Paruh Kedua

Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak sedikit pun menurun. City justru semakin meningkatkan intensitas serangan mereka. Baru tujuh menit berjalan, tepatnya di menit ke-52, Omar Marmoush kembali menebar ancaman melalui sundulan kepala setelah menerima umpan silang akurat. Namun, dewi fortuna belum memihak padanya karena bola masih belum menemui sasaran yang tepat. Dua menit kemudian, giliran bintang timnas Inggris, Phil Foden, yang mencoba memecah kebuntuan lewat situasi bola mati, namun tendangan bebasnya masih melambung tinggi di atas mistar.

Baca Juga Eksplorasi Keindahan Yogyakarta Melalui Jogja Run D-City 2026: Panduan Lengkap, Rute Ikonik, dan Total Hadiah Fantastis
Eksplorasi Keindahan Yogyakarta Melalui Jogja Run D-City 2026: Panduan Lengkap, Rute Ikonik, dan Total Hadiah Fantastis

Southampton yang terus-menerus ditekan mulai mencoba mencari celah lewat serangan balik cepat. Pada menit ke-55, sebuah transisi kilat membawa Ross Stewart ke depan area pertahanan City. Ia melepaskan tembakan keras, namun kiper muda berbakat James Trafford berhasil menangkap bola dengan sangat tenang. Momen ini menjadi alarm bagi lini belakang City bahwa lawan mereka memiliki serangan balik yang mematikan.

Perubahan taktik dilakukan oleh kedua kubu untuk memecah kebuntuan. Guardiola memasukkan darah segar seperti Savinho dan Jeremy Doku untuk menambah daya dobrak dari sektor sayap. Kehadiran Savinho langsung memberikan dampak instan pada menit ke-64 saat ia melepaskan tembakan tajam yang memaksa Peretz melakukan penyelamatan gemilang lainnya. Begitu pula dengan Nico Gonzalez yang nyaris mencetak gol di menit ke-72 sebelum kembali digagalkan oleh kiper Southampton tersebut.

Kejutan Pahit dan Kebangkitan Sang Juara

Drama yang sesungguhnya dimulai saat pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir. Ketika City asyik menyerang, Southampton justru memberikan kejutan pahit bagi pendukung Manchester Biru. Melalui skema transisi yang sangat rapi di menit ke-79, Kuryu Matsuki melepaskan umpan matang kepada Finn Azaz. Dengan kontrol yang sempurna, Azaz melepaskan tembakan jarak jauh yang melesat indah ke sudut kanan atas gawang Trafford. Gol! Southampton unggul 1-0 dan Wembley bergemuruh menyambut kejutan dari sang kuda hitam.

Baca Juga Air Mata di Horsens: Perjuangan Rachel/Febi Belum Cukup, Langkah Tim Uber Indonesia Terhenti di Semifinal
Air Mata di Horsens: Perjuangan Rachel/Febi Belum Cukup, Langkah Tim Uber Indonesia Terhenti di Semifinal

Tertinggal di menit-menit krusial tak membuat mental juara City runtuh. Sebaliknya, mereka menunjukkan karakter sesungguhnya sebagai tim besar. Hanya butuh tiga menit bagi City untuk merespons. Pada menit ke-82, Jeremy Doku yang baru masuk di babak kedua melakukan penetrasi dari sisi kiri. Ia melepaskan tembakan spekulasi dari jarak jauh yang mengenai salah satu pemain bertahan Southampton. Bola yang berbelok arah itu pun bersarang di gawang Peretz tanpa bisa diantisipasi. Skor menjadi imbang 1-1.

Momentum kini sepenuhnya berada di tangan City. Menjelang akhir laga, tepatnya menit ke-87, sebuah kerja sama apik antara Doku dan Nico Gonzalez berbuah manis. Doku menyodorkan umpan pendek di depan kotak penalti kepada Gonzalez. Tanpa kontrol lama, pemain internasional Argentina itu melepaskan ‘roket’ kaki kiri yang menghujam deras ke sudut atas gawang Southampton. Peretz hanya bisa terpaku melihat bola masuk ke gawangnya. Manchester City berbalik unggul 2-1 dalam waktu hanya lima menit.

Menatap Final di Wembley

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Manchester City 2-1. Hasil ini memastikan mereka akan kembali ke Wembley pada 16 Mei mendatang untuk melakoni partai final Piala FA. Mereka kini tinggal menunggu pemenang antara Chelsea vs Leeds United yang dijadwalkan bertanding pada Minggu malam. Bagi Southampton, meski harus tersingkir, penampilan gigih mereka patut mendapatkan apresiasi tinggi karena berhasil merepotkan salah satu tim terbaik dunia.

Baca Juga Paradoks Invincibles: Jose Mourinho Ukir Rekor Tanpa Kalah di Benfica Namun Gagal Bawa Pulang Trofi Liga
Paradoks Invincibles: Jose Mourinho Ukir Rekor Tanpa Kalah di Benfica Namun Gagal Bawa Pulang Trofi Liga

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Pep Guardiola memuji ketangguhan mental anak asuhnya. “Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Southampton bertahan dengan sangat baik, namun karakter yang ditunjukkan para pemain saya di sepuluh menit terakhir sangat luar biasa. Inilah sepak bola, kita harus berjuang hingga detik terakhir,” ungkapnya dengan bangga. Kemenangan ini juga semakin menjaga asa City untuk meraih trofi musim ini, sekaligus membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuat yang sangat mumpuni meski harus melakukan rotasi pemain di tengah jadwal yang padat.

Susunan Pemain Kedua Tim

Manchester City: Trafford; Ait-Nouri (O’Reilly 71′), Ake, Stones, Nunes; Kovacic (Doku 58′), Gonzalez; Foden (Savinho 58′), Reijnders (Silva 85′), Cherki; Marmoush (Haaland 71′).

Southampton: Peretz; Welington (Matsuki 76′), Wood, Harwood-Bellis, Bree (Archer 89′), Fellows (Edozie 89′); Scienza, Jander, Bragg (Charles 61′), Azaz; Stewart (Larin 61′).

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *