Kericuhan Parepare Tak Surutkan Langkah Persib: Satu Poin Lagi Menuju Takhta Juara Super League 2025/2026

Aris Setiawan | SuaraInfo
18 Mei 2026, 15:25 WIB
Kericuhan Parepare Tak Surutkan Langkah Persib: Satu Poin Lagi Menuju Takhta Juara Super League 2025/2026

SuaraInfo — Drama mencekam menyelimuti berakhirnya laga pekan ke-33 Super League 2025/2026 antara PSM Makassar dan Persib Bandung. Kemenangan dramatis yang diraih Maung Bandung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, harus dibayar dengan suasana panas setelah peluit panjang berbunyi. Meski sempat terjadi aksi masuknya penonton ke dalam lapangan yang mengancam keselamatan pemain, manajemen Persib memastikan bahwa seluruh anggota tim kini dalam kondisi aman dan mulai mengalihkan fokus total untuk mengunci gelar juara di laga pamungkas.

Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) itu sejatinya menjadi tontonan sepak bola tingkat tinggi. Persib Bandung yang datang dengan ambisi mempertahankan puncak klasemen, sempat tertahan imbang 1-1 oleh perlawanan gigih skuat Juku Eja. Namun, mentalitas juara berbicara di penghujung laga. Julio Cesar menjadi pahlawan berkat gol penentunya di masa injury time, sekaligus membungkam ribuan pendukung tuan rumah melalui skor akhir 2-1.

Kronologi Ketegangan di Stadion Gelora BJ Habibie

Kekecewaan pendukung tuan rumah tampaknya tak terbendung setelah tim kesayangan mereka kalah di detik-detik terakhir. Sesaat setelah pertandingan usai, suasana stadion yang semula tertib berubah menjadi kacau. Sejumlah oknum suporter merangsek masuk ke dalam area lapangan (pitch invasion), menciptakan situasi yang mengancam keamanan para pemain dan ofisial yang masih berada di tengah lapangan.

Baca Juga Prediksi Berani Wayne Rooney di Piala Dunia 2026: Akankah Terjadi All-European Final antara Inggris dan Spanyol?
Prediksi Berani Wayne Rooney di Piala Dunia 2026: Akankah Terjadi All-European Final antara Inggris dan Spanyol?

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial dan pantauan tim di lapangan, situasi sempat memanas ketika beberapa individu mencoba mendekati barisan pemain Persib yang tengah merayakan kemenangan. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah ketika pemain senior Achmad Jufriyanto terlihat menjadi sasaran provokasi hingga dugaan aksi kekerasan fisik berupa tendangan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Petugas keamanan segera bertindak cepat dengan membentuk pagar betis untuk melindungi para pemain menuju lorong ruang ganti. Intensitas massa yang cukup besar sempat membuat evakuasi berjalan sedikit terhambat, namun beruntung tidak ada insiden yang berujung pada cedera serius bagi penggawa Pangeran Biru.

Pernyataan Resmi Manajemen Persib: Semua Personel Aman

Menanggapi kekhawatiran publik, khususnya para pendukung setia Persib (Bobotoh), manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) segera merilis pernyataan resmi untuk memberikan ketenangan. Head of Communication PT PBB, Adhi Pratama, menegaskan bahwa meskipun situasi di lapangan cukup mencekam, protokol keselamatan tim telah dijalankan dengan sangat baik.

Baca Juga Keajaiban Stadium of Light: Sunderland Ukir Sejarah Sebagai Tim Promosi Terbaik di Premier League 2025/2026
Keajaiban Stadium of Light: Sunderland Ukir Sejarah Sebagai Tim Promosi Terbaik di Premier League 2025/2026

“Alhamdulillah, kami memastikan seluruh pemain, tim pelatih, official, dan rombongan Persib Bandung berada dalam kondisi aman, sehat, serta tidak mengalami cedera setelah pertandingan melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare,” ungkap Adhi dalam keterangannya yang diterima secara eksklusif. Ia menambahkan bahwa prioritas utama manajemen dalam setiap laga tandang adalah keselamatan seluruh anggota tim, tanpa terkecuali.

Adhi juga mengapresiasi kerja sama tim keamanan stadion dan pihak kepolisian yang segera melakukan langkah-langkah mitigasi di lapangan. Penyesuaian situasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar rombongan bisa kembali ke hotel tanpa gangguan lebih lanjut. Kejadian ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara liga terkait standarisasi pengamanan stadion di momen-momen krusial akhir musim.

Skenario Juara: Menghitung Peluang di Pekan Terakhir

Kemenangan di Parepare bukan sekadar tambahan tiga poin biasa. Hasil ini menempatkan Persib di posisi yang sangat diuntungkan dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026. Dengan koleksi 78 poin, Maung Bandung kini memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri, unggul dua angka dari rival terdekat mereka, Borneo FC Samarinda.

Baca Juga Benteng Allianz Runtuh: Bayern Munich Kebobolan 11 Gol dalam 3 Laga, Sinyal Bahaya Jelang Duel PSG
Benteng Allianz Runtuh: Bayern Munich Kebobolan 11 Gol dalam 3 Laga, Sinyal Bahaya Jelang Duel PSG

Borneo FC sendiri baru saja terpeleset setelah ditahan imbang oleh Persijap Jepara, hasil yang membuat selisih poin melebar. Persaingan kini tinggal menyisakan satu pertandingan tersisa bagi kedua tim. Skenario juara bagi Persib pun kini terlihat sangat sederhana namun tetap menuntut konsentrasi penuh:

  • Jika Persib menang atas Persijap Jepara di laga terakhir, mereka resmi menjadi juara tanpa peduli hasil Borneo FC.
  • Jika Persib bermain imbang, mereka tetap juara karena keunggulan poin yang tidak akan terkejar meskipun Borneo FC memenangi laga terakhirnya melawan Madura United.
  • Jika Persib kalah, mereka harus berharap Borneo FC gagal memetik kemenangan penuh di pertandingan pamungkas mereka.

Dengan kondisi tersebut, Persib sejatinya hanya membutuhkan tambahan minimal satu poin untuk memastikan trofi liga kembali ke Kota Bandung. Tekanan besar kini berada di pundak pelatih dan pemain untuk tetap menjaga fokus dan tidak terbuai dengan keunggulan poin saat ini.

Persiapan Menuju Pesta di GBLA

Alih-alih meratapi insiden di Parepare, skuat asuhan Bojan Hodak kini memilih untuk memulihkan kondisi fisik dan mental. Pertandingan terakhir melawan Persijap Jepara dijadwalkan akan digelar pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dukungan puluhan ribu Bobotoh dipastikan akan menjadi suntikan energi luar biasa bagi tim untuk menyegel gelar juara.

Baca Juga Terganjal Kasus Masa Lalu, Breel Embolo Dilarang Masuk Amerika Serikat Jelang Kick-off Piala Dunia 2026
Terganjal Kasus Masa Lalu, Breel Embolo Dilarang Masuk Amerika Serikat Jelang Kick-off Piala Dunia 2026

“Saat ini fokus Persib sepenuhnya diarahkan pada proses pemulihan kondisi pemain serta persiapan menghadapi pertandingan terakhir musim ini. Kami ingin mengakhiri musim ini dengan kepala tegak dan memberikan kegembiraan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat di GBLA nanti,” tutur Adhi Pratama menutup keterangannya.

Keamanan di GBLA juga dipastikan akan diperketat guna menghindari kejadian serupa seperti di Parepare. Manajemen ingin memastikan bahwa momen penyerahan trofi, jika berhasil diraih, akan berjalan dengan khidmat, tertib, dan menjadi pesta sepak bola yang sesungguhnya tanpa ada noda kerusuhan.

Menjaga Marwah Sepak Bola Indonesia

Insiden di Parepare kembali menjadi pengingat bagi seluruh elemen sepak bola tanah air bahwa sportivitas harus berada di atas segalanya. Fanatisme yang berlebihan hingga menjurus pada tindakan anarkis tidak hanya merugikan tim yang didukung, tetapi juga mencoreng citra sepak bola Indonesia yang tengah berupaya bangkit di kancah internasional.

Para pengamat sepak bola berharap agar operator liga dan PSSI memberikan evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan laga-laga berisiko tinggi. Terlepas dari kericuhan tersebut, perjalanan Persib Bandung musim ini patut diapresiasi. Konsistensi mereka dalam menghadapi tekanan, baik di dalam maupun di luar lapangan, membuktikan bahwa mereka memang layak menjadi kandidat terkuat peraih takhta juara musim ini.

Baca Juga Age Clash Padel Tournament 2026: Gebrakan Baru Kompetisi Padel Berbasis Usia di Jantung Jakarta
Age Clash Padel Tournament 2026: Gebrakan Baru Kompetisi Padel Berbasis Usia di Jantung Jakarta

Kini, seluruh mata tertuju ke Bandung. Akankah Maung Bandung berhasil menuntaskan misi sucinya, ataukah ada drama lain yang menanti di akhir kompetisi? Satu hal yang pasti, perjuangan Persib belum berakhir hingga peluit panjang di GBLA dibunyikan pekan depan.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *