Aksi Kompak Tiga Raksasa: Persib, Persebaya, dan Persija Larang Flare di Pekan Terakhir Super League

Aris Setiawan | SuaraInfo
20 Mei 2026, 17:26 WIB
Aksi Kompak Tiga Raksasa: Persib, Persebaya, dan Persija Larang Flare di Pekan Terakhir Super League

SuaraInfo — Pekan terakhir Super League musim 2025/2026 diprediksi akan menjadi panggung emosional bagi para pecinta sepak bola di tanah air. Namun, di tengah euforia yang meluap, sebuah narasi tegas muncul dari tiga poros kekuatan sepak bola Indonesia: Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Ketiga klub legendaris ini secara serentak menggaungkan kampanye anti-flare demi menjaga integritas pertandingan dan memastikan keselamatan seluruh elemen di stadion.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pertandingan pekan ke-34 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) mendatang bukan sekadar laga biasa, melainkan babak penutup yang akan menentukan sejarah baru. Persib Bandung bersiap menjamu Persijap Jepara di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persebaya akan berhadapan dengan Persik Kediri, sementara Persija Jakarta bakal menyambut Semen Padang FC di kemegahan Jakarta International Stadium (JIS).

Siaga Satu di Pekan Pamungkas

Atmosfer sepak bola Indonesia selalu memiliki daya tarik yang magis, terutama saat memasuki fase akhir kompetisi. Ribuan pasang mata akan tertuju pada lapangan hijau, dan tribun dipastikan akan penuh sesak oleh suporter yang ingin menyaksikan tim kesayangan mereka bertarung untuk terakhir kalinya musim ini. Namun, sejarah mencatat bahwa laga penutup sering kali dinodai oleh penggunaan cerawat atau flare, petasan, hingga kembang api yang dianggap sebagai bentuk perayaan namun justru membahayakan.

Baca Juga Bom Waktu Meledak di Skuad Singa Teranga: Pape Gueye Nyatakan Boikot Timnas Senegal Selama Staf Pelatih Tak Diganti
Bom Waktu Meledak di Skuad Singa Teranga: Pape Gueye Nyatakan Boikot Timnas Senegal Selama Staf Pelatih Tak Diganti

Ketiga manajemen klub menyadari sepenuhnya bahwa euforia yang tidak terkontrol bisa berujung pada sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI. Oleh karena itu, kampanye larangan flare ini dilakukan secara masif melalui berbagai kanal komunikasi klub. Tujuannya satu: memastikan pertandingan berjalan lancar tanpa interupsi asap yang menyesakkan dada.

Persib Bandung: Rayakan Gelar Juara Tanpa Noda

Bagi Persib Bandung, laga melawan Persijap bukan sekadar formalitas. Ada potensi besar perayaan gelar juara di hadapan publik sendiri. Namun, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, memberikan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa momen angkat piala jangan sampai tercoreng oleh asap flare yang bisa membubarkan prosesi sakral tersebut.

“Kami sangat melarang adanya penggunaan flare, petasan, dan segala macam barang sejenisnya. Spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala nanti,” tegas Adhitia. Menurutnya, prosesi perayaan baru benar-benar dianggap selesai dan aman ketika piala sudah diangkat dan seluruh elemen tim masuk kembali ke ruang ganti. Adhitia juga mengingatkan bahwa keberadaan flare bukan hanya melanggar regulasi Liga Indonesia, tetapi juga berisiko tinggi terhadap kesehatan pemain dan penonton di stadion.

Baca Juga Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Malam Ini: Duel Sengit Portugal dan Big Match Inggris vs Kroasia
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Malam Ini: Duel Sengit Portugal dan Big Match Inggris vs Kroasia

Asap yang dihasilkan oleh flare di Stadion GBLA dikhawatirkan dapat mengganggu jarak pandang wasit. Jika wasit merasa pertandingan tidak lagi aman secara visual, laga bisa dihentikan, dan ini tentu akan merugikan Persib secara teknis maupun reputasi.

Persebaya Surabaya: Menjaga Martabat di Kota Pahlawan

Beralih ke Surabaya, manajemen Persebaya juga tidak mau kalah dalam urusan penegakan disiplin. Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvino, melayangkan imbauan tulus kepada para Bonek agar merayakan akhir musim dengan cara yang lebih bermartabat dan aman. Baginya, keselamatan nyawa lebih berharga daripada kepuasan sesaat membakar flare.

“Ini adalah hajat kita bersama, perayaan kita semua. Kami memohon dengan sangat, utamakan keselamatan. Selama proses perayaan, tolong ikuti aturan dan regulasi yang berlaku,” ujar Jonathan. Ia menekankan bahwa dukungan total dari tribun adalah energi bagi tim, namun dukungan tersebut tidak boleh berubah menjadi ancaman keselamatan bagi anak-anak, wanita, dan lansia yang turut hadir mendukung Bajul Ijo.

Persebaya ingin membuktikan bahwa suporter mereka telah berevolusi menjadi lebih dewasa dan mampu menjaga ketertiban, meskipun adrenalin di akhir musim sedang berada di puncaknya.

Baca Juga Keajaiban di Jerez: Aksi Heroik Veda Ega Pratama Tembus Enam Besar Moto3 Spanyol 2026
Keajaiban di Jerez: Aksi Heroik Veda Ega Pratama Tembus Enam Besar Moto3 Spanyol 2026

Persija Jakarta: Bayang-bayang Denda Ratusan Juta

Di ibu kota, Persija Jakarta memiliki kekhawatiran yang berbeda namun tetap berujung pada satu titik: kepatuhan regulasi. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Tauhid Indrasjarief atau yang akrab disapa Bung Ferry, mengungkapkan sisi finansial yang bisa sangat membebani klub jika pelanggaran flare terjadi di Jakarta International Stadium.

“Regulasinya sangat jelas dan tetap berlaku. Berdasarkan koordinasi kami dengan pihak Liga, satu flare saja dendanya bisa mencapai Rp10 juta. Jika jumlahnya banyak atau terjadi secara masif, denda tersebut bisa membengkak hingga Rp250 juta,” tutur Tauhid dengan nada serius. Bagi klub, uang sebesar itu tentu lebih baik dialokasikan untuk pengembangan tim daripada harus disetorkan sebagai denda akibat keteledoran oknum suporter.

Persija yang baru saja kembali “pulang” ke JIS tentu ingin menjaga fasilitas kelas dunia tersebut dari kerusakan maupun polusi asap yang bisa merusak sistem sirkulasi udara stadion yang canggih.

Mengapa Flare Begitu Dilarang?

Mungkin banyak suporter bertanya-tanya, mengapa benda kecil seperti flare begitu ditakuti oleh federasi dan pengelola liga. Secara teknis, flare menghasilkan panas yang sangat tinggi yang bisa memicu kebakaran jika mengenai material yang mudah terbakar. Selain itu, kandungan kimia dalam asap flare sangat beracun jika terhirup dalam jangka waktu tertentu, terutama di lingkungan stadion yang padat.

Baca Juga Misteri ‘Kutukan’ Sang Jawara: Menakar Peluang Kebangkitan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026
Misteri ‘Kutukan’ Sang Jawara: Menakar Peluang Kebangkitan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026

Dari sisi regulasi Super League 2026, penggunaan flare dianggap sebagai pelanggaran keamanan serius. Federasi ingin menciptakan citra sepak bola Indonesia yang ramah keluarga (family friendly). Dengan hilangnya asap di stadion, diharapkan lebih banyak orang tua yang berani membawa anak-anak mereka untuk merasakan atmosfer pertandingan langsung tanpa rasa takut akan sesak napas atau kericuhan.

Harapan untuk Penutup Musim yang Manis

Kesepakatan tidak tertulis antara Persib, Persebaya, dan Persija ini diharapkan menjadi pemantik bagi klub-klub lain untuk menerapkan standar yang sama. Akhir musim seharusnya menjadi panggung kegembiraan, bukan ajang untuk pamer keberanian melanggar aturan. Para pemain telah berjuang keras selama satu musim penuh, dan hadiah terbaik bagi mereka adalah dukungan suara yang lantang dari tribun, bukan kepulan asap yang menutup pandangan.

Mari kita jadikan pekan terakhir Super League 2025/2026 sebagai tonggak baru kedewasaan suporter sepak bola Indonesia. Dukung dengan hati, rayakan dengan harmoni, dan biarkan lapangan hijau menjadi satu-satunya fokus perhatian di hari Sabtu nanti. Tanpa flare, sepak bola Indonesia akan tetap menyala dengan prestasinya sendiri.

Baca Juga Drama Houston Stadium: Transformasi Casemiro dari Sosok ‘Lawak’ Menjadi Pahlawan Kemenangan Brasil atas Jepang
Drama Houston Stadium: Transformasi Casemiro dari Sosok ‘Lawak’ Menjadi Pahlawan Kemenangan Brasil atas Jepang
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *