Sindiran Pedas Media Vietnam: Sebut Skuad ‘King Indo’ Tanpa Jay Idzes dkk Hanyalah Macan Ompong di Piala AFF 2026

Aris Setiawan | SuaraInfo
21 Mei 2026, 19:26 WIB
Sindiran Pedas Media Vietnam: Sebut Skuad 'King Indo' Tanpa Jay Idzes dkk Hanyalah Macan Ompong di Piala AFF 2026

SuaraInfo — Atmosfer sepak bola Asia Tenggara kembali memanas jelang bergulirnya turnamen bergengsi antarnegara ASEAN. Namun, kali ini tensi tidak hanya meningkat di atas lapangan hijau, melainkan juga di ruang-ruang redaksi media olahraga internasional. Skuad Garuda, yang kini akrab dengan julukan ‘King Indo’, mendadak menjadi sasaran empuk kritik tajam dan sikap meremehkan dari media Vietnam. Sorotan tajam ini muncul tak lama setelah daftar resmi pemain untuk persiapan Piala AFF 2026 dirilis ke publik.

Tim Nasional Indonesia dinilai akan kehilangan taringnya dalam kompetisi mendatang. Penilaian miring ini didasarkan pada komposisi pemain yang dipanggil, di mana deretan bintang papan atas yang merumput di liga-liga top Eropa dipastikan absen. Media Vietnam secara terbuka menyebut bahwa tanpa kehadiran sosok pemimpin seperti Jay Idzes dan kawan-kawan, kekuatan Indonesia tak lebih dari sekadar tim medioker yang mudah untuk ditaklukkan.

Psywar Tajam dari Negeri Naga Biru

Ketegangan antara Indonesia dan Vietnam memang bukan barang baru dalam kancah sepak bola Asia Tenggara. Namun, menjelang Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Agustus mendatang, media Vietnam, Thanh Nien, melancarkan provokasi yang cukup berani. Mereka menyoroti keputusan Timnas Indonesia yang hanya membawa skuad yang dianggap lapis kedua atau tidak dalam kondisi kekuatan penuh.

Baca Juga Disiplin Tanpa Kompromi: Mengapa Harry Kane dan Skuad Inggris Rela ‘Cabut’ Lebih Awal dari Konser Demi Aturan Tuchel
Disiplin Tanpa Kompromi: Mengapa Harry Kane dan Skuad Inggris Rela ‘Cabut’ Lebih Awal dari Konser Demi Aturan Tuchel

Dalam analisisnya, Thanh Nien menyebut bahwa daftar 23 pemain yang disiapkan untuk pemusatan latihan (TC) menunjukkan penurunan kualitas yang signifikan. Mereka secara spesifik membandingkan level kompetisi tempat para pemain Indonesia bernaung dengan kualitas pemain yang dimiliki oleh Timnas Vietnam. Narasi yang dibangun adalah bahwa Indonesia sedang melakukan perjudian besar dengan mengandalkan pemain yang mayoritas bermain di liga domestik.

Marselino Ferdinan: Harapan Tunggal di Tengah Kepungan Kritik

Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah minimnya pemain ‘abroad’ atau pemain yang merumput di luar negeri dalam daftar tersebut. Dari 23 nama yang dipanggil oleh pelatih John Herdman, hanya Marselino Ferdinan yang tercatat masih aktif membela klub di luar Indonesia, yakni AS Trencin di Slovakia. Hal ini dianggap sebagai titik lemah yang sangat mencolok oleh pihak lawan.

“Hanya ada satu pemain yang saat ini bermain di luar negeri, yaitu gelandang pengatur serangan Marselino Ferdinan. Namun, perlu diingat bahwa AS Trencin bukanlah klub raksasa di Eropa Timur,” tulis Thanh Nien dalam laporannya yang dikutip oleh SuaraInfo. Mereka mencoba mengecilkan pencapaian Marselino dengan membandingkannya secara langsung dengan kiper mereka, Nguyen Filip, yang memiliki rekam jejak panjang di Liga Republik Ceko—sebuah kompetisi yang mereka klaim memiliki level jauh di atas Liga Slovakia.

Baca Juga Portugal Tundukkan Chile 2-1: Drama Kartu Merah Rafael Leao Mewarnai Kemenangan A Selecao
Portugal Tundukkan Chile 2-1: Drama Kartu Merah Rafael Leao Mewarnai Kemenangan A Selecao

Perdebatan Kualitas Pemain Naturalisasi di Liga Lokal

Tidak berhenti di situ, media Vietnam juga menyasar para pemain naturalisasi Indonesia yang kini berkompetisi di Liga 1. Nama-nama beken seperti Shayne Pattynama, Thom Haye, Marc Klok, hingga penyerang muda Jens Raven tidak luput dari komentar pedas. Menurut mereka, meskipun para pemain ini memiliki latar belakang pendidikan sepak bola Eropa, bermain di kompetisi lokal Indonesia dianggap menurunkan standar permainan mereka.

“Banyak pemain naturalisasi di Indonesia yang bermain untuk klub-klub di negeri kepulauan ini, namun kemampuan mereka saat ini kami nilai tidak lebih baik daripada pemain asli Vietnam,” lanjut tulisan tersebut. Mereka berargumen bahwa keunggulan postur tubuh yang dulu menjadi momok bagi tim-tim Asia Tenggara kini tidak lagi menjadi faktor pembeda. Vietnam mengklaim bahwa di bawah regenerasi terbaru, fisik para pemain mereka telah meningkat drastis, sehingga duel udara maupun fisik bukan lagi masalah besar.

Daftar Absensi Bintang yang Melemahkan Garuda

Penyebab utama dari nada skeptis media Vietnam ini adalah keputusan tim kepelatihan untuk menyimpan tenaga-tenaga utama Indonesia. Pemain-pemain yang menjadi tulang punggung di Kualifikasi Piala Dunia, seperti Jay Idzes (Sassuolo), Kevin Diks (Monchengladbach), dan kiper tangguh Maarten Paes (Ajax), dipastikan tidak akan turun di Piala AFF 2026. Mereka hanya diproyeksikan untuk tampil pada agenda FIFA Matchday melawan Oman di bulan Juni.

Baca Juga Indonesian Downhill 2026: Menakar Nyali di Lintasan Terjal dan Evolusi Balap Sepeda Gunung Nasional
Indonesian Downhill 2026: Menakar Nyali di Lintasan Terjal dan Evolusi Balap Sepeda Gunung Nasional

Daftar pemain yang absen memang sangat mentereng dan cukup untuk membuat nyali lawan ciut jika mereka bergabung. Berikut adalah beberapa nama besar yang tidak diikutsertakan karena kendala jadwal klub:

  • Emil Audero (Cremonese, Italia)
  • Justin Hubner (Fortuna Sittard, Belanda)
  • Calvin Verdonk (Lille, Prancis)
  • Nathan Tjoe-A-On (Willem II, Belanda)
  • Joey Pelupessy (Lommel, Belgia)
  • Ragnar Oratmangoen (Dender, Belgia)
  • Miliano Jonathans (Excelsior, Belanda)

Kehilangan hampir satu lusin pemain berkualitas Eropa ini membuat media Vietnam percaya diri bahwa dominasi sepak bola Vietnam akan kembali terlihat saat kedua tim bertemu di fase grup nanti.

Strategi John Herdman dan Reaksi Publik Indonesia

Meskipun diremehkan, PSSI dan pelatih John Herdman tampaknya memiliki rencana jangka panjang yang lebih besar. Penggunaan pemain yang mayoritas berbasis di liga domestik untuk turnamen sekelas Piala AFF bisa jadi merupakan strategi untuk memberikan jam terbang serta menguji kedalaman skuad sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat di level Asia.

Namun, di sisi lain, publik sepak bola tanah air tentu berharap julukan ‘King Indo’ bukan hanya sekadar hiasan media sosial. Kemenangan atas Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Brunei Darussalam di Grup A menjadi harga mati untuk membuktikan bahwa kualitas sepak bola Indonesia tidak hanya bergantung pada pemain-pemain yang merumput di Eropa semata.

Baca Juga Harry Kane Jadi Pahlawan, Inggris Tundukkan Selandia Baru dalam Uji Coba Piala Dunia 2026
Harry Kane Jadi Pahlawan, Inggris Tundukkan Selandia Baru dalam Uji Coba Piala Dunia 2026

Kesimpulan: Pembuktian di Atas Rumput

Pada akhirnya, statistik di atas kertas dan klaim media massa hanyalah bumbu penyedap sebelum peluit pertama dibunyikan. Timnas Indonesia memiliki sejarah panjang dalam membalikkan prediksi negatif. Meskipun tanpa kehadiran Jay Idzes dan bintang Eropa lainnya, semangat juang pemain-pemain seperti Thom Haye dan Marselino Ferdinan diharapkan mampu membungkam segala kritik dari negara tetangga.

Akankah skuad Indonesia mampu membuktikan bahwa mereka tetap perkasa meski tanpa kekuatan penuh? Ataukah prediksi media Vietnam akan menjadi kenyataan pahit bagi pendukung Garuda? Kita tunggu pembuktiannya di ajang Piala AFF 2026 mendatang. Satu hal yang pasti, genderang perang urat syaraf telah ditabuh, dan kini bola berada di kaki para punggawa Merah Putih.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *