Arsenal Juara Liga Inggris 2025/26: Parade Merah di London Utara dan Balasan Menohok Declan Rice untuk Para ‘Haters’

Aris Setiawan | SuaraInfo
01 Jun 2026, 21:25 WIB
Arsenal Juara Liga Inggris 2025/26: Parade Merah di London Utara dan Balasan Menohok Declan Rice untuk Para 'Haters'

SuaraInfo — Gema sorak-sorai ribuan pendukung setia Arsenal memecah kesunyian London Utara pada Minggu (31/5), saat bus atap terbuka yang membawa skuat juara melintasi lautan manusia berbaju merah. Parade ini bukan sekadar seremoni biasa; ini adalah perayaan atas berakhirnya dahaga gelar selama 22 tahun yang menyesakkan. Namun, di balik kemeriahan tersebut, terselip sebuah narasi rivalitas yang memanas di media sosial, di mana bintang lapangan tengah Arsenal, Declan Rice, memberikan respons pedas terhadap sindiran klub-klub rival.

Pesta Pora di Tengah Luka Liga Champions

Arsenal resmi merayakan keberhasilan mereka merajai kompetisi Liga Inggris musim 2025/26. Momen ini menjadi sangat emosional karena terjadi hanya berselang satu hari setelah mereka harus menelan pil pahit di kancah Eropa. Seperti diketahui, The Gunners baru saja mengalami kekalahan dramatis dari PSG melalui drama adu penalti di final Liga Champions. Meski trofi Si Kuping Lebar gagal dibawa pulang ke Emirates Stadium, pencapaian di kancah domestik tetap dianggap sebagai prestasi monumental bagi anak asuh Mikel Arteta.

Baca Juga Ambisi Setan Merah di Bawah Kendali Carrick: Mengulas Lengkap Kalender Manchester United Musim 2026/2027
Ambisi Setan Merah di Bawah Kendali Carrick: Mengulas Lengkap Kalender Manchester United Musim 2026/2027

Ribuan suporter tumpah ruah ke jalanan, mengubah setiap sudut kota menjadi lautan merah-putih. Sejak pagi hari, para fans telah bersiap dengan spanduk, syal, dan nyanyian kebanggaan mereka. Keberhasilan memenangkan liga setelah penantian lebih dari dua dekade—terakhir kali dirasakan pada musim Invincibles 2003/04—menjadi bukti bahwa proyek jangka panjang Mikel Arteta akhirnya membuahkan hasil yang paling manis.

Perang Urat Syaraf di Media Sosial

Namun, sebagaimana kesuksesan selalu mengundang perdebatan, kegagalan Arsenal di final Liga Champions menjadi celah bagi para rival untuk melancarkan serangan. Klub-klub besar Inggris lainnya seolah tak mau memberikan panggung sepenuhnya bagi Arsenal untuk berpesta. Chelsea, misalnya, melalui akun media sosial resminya langsung mengunggah foto trofi Liga Champions yang terpajang rapi di Stamford Bridge, sebuah pengingat bahwa mereka masih unggul dalam koleksi trofi Eropa di London.

Tak mau ketinggalan, Nottingham Forest juga ikut memanaskan suasana. Klub legendaris tersebut mengunggah kenangan masa jaya mereka saat menjuarai Liga Champions di era 1980-an. Aksi saling sindir ini mencerminkan betapa tingginya tensi persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris, di mana kegagalan tim lain seringkali menjadi komoditas untuk memanjakan basis penggemar masing-masing.

Baca Juga Masa Depan Ibrahima Konate di Anfield Abu-abu: Alasan Mengejutkan di Balik Penolakan Kontrak Baru
Masa Depan Ibrahima Konate di Anfield Abu-abu: Alasan Mengejutkan di Balik Penolakan Kontrak Baru

Reaksi Keras Noni Madueke dan Declan Rice

Mendapat serangan bertubi-tubi di jagat maya, para pemain Arsenal tidak tinggal diam. Penyerang sayap mereka, Noni Madueke, menjadi salah satu pemain pertama yang meluncurkan serangan balik. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Madueke memamerkan foto dirinya yang tengah mengangkat trofi Premier League dengan bangga. Ia menuliskan caption yang cukup provokatif: “Juara! Sementara yang lain sibuk nge-tweet dan posting,” tulisnya, menyindir para rival yang hanya bisa membanggakan masa lalu di saat Arsenal tengah merayakan kejayaan masa kini.

Komentar tersebut kian panas ketika Declan Rice ikut nimbrung. Pemain yang menjadi jenderal lapangan tengah Arsenal sepanjang musim ini memberikan komentar pendek namun menohok di unggahan Madueke. “Yang lain pada iri,” tulis Rice lengkap dengan emoji tertawa. Pernyataan Rice ini seolah merangkum perasaan seluruh skuat Arsenal yang merasa bahwa kritik dan sindiran tersebut hanyalah bentuk kecemburuan atas dominasi mereka di liga musim ini.

Analisis Perjalanan Musim Arsenal: Antara Dominasi dan Penantian

Keberhasilan Arsenal musim ini memang tidak datang dengan mudah. Di bawah asuhan Arteta, tim ini telah bertransformasi menjadi kekuatan yang sangat stabil. Meski sempat terjungkal di final Carabao Cup setelah dikalahkan Manchester City dengan skor 0-2, Arsenal menunjukkan mentalitas baja di kompetisi liga. Konsistensi mereka dalam memetik poin demi poin, terutama dalam laga-laga krusial melawan tim big six, menjadi kunci utama keberhasilan mereka.

Baca Juga Disiplin Tanpa Kompromi: Mengapa Harry Kane dan Skuad Inggris Rela ‘Cabut’ Lebih Awal dari Konser Demi Aturan Tuchel
Disiplin Tanpa Kompromi: Mengapa Harry Kane dan Skuad Inggris Rela ‘Cabut’ Lebih Awal dari Konser Demi Aturan Tuchel

Bagi Declan Rice sendiri, musim ini adalah pembuktian kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Sejak kepindahannya ke London Utara, ia telah memberikan dimensi baru dalam permainan tim, memberikan perlindungan bagi lini belakang sekaligus menjadi inisiator serangan yang handal. Keberaniannya menyuarakan pembelaan terhadap timnya di media sosial juga menunjukkan bahwa ia kini telah menjadi pemimpin sejati di ruang ganti The Gunners.

Menatap Masa Depan: Ambisi Lebih Banyak Gelar

Parade juara ini diharapkan bukan menjadi puncak akhir, melainkan awal dari era baru dominasi Arsenal. Dalam sebuah sesi wawancara di atas bus parade, Declan Rice sempat memberikan janji manis kepada para fans yang memadati jalanan. Ia menegaskan bahwa skuat saat ini memiliki rasa lapar yang luar biasa untuk terus meraih trofi. “Tahun depan, kami akan kembali ke sini dengan lebih banyak trofi lagi,” serunya yang langsung disambut sorakan meriah dari para pendukung.

Meskipun trofi Liga Champions masih menjadi mimpi yang tertunda, pencapaian musim ini memberikan fondasi yang sangat kuat. Arsenal kini bukan lagi tim yang hanya bersaing untuk posisi empat besar, melainkan tim yang setiap musimnya menjadi kandidat kuat peraih gelar juara. Dengan skuat yang mayoritas diisi oleh pemain muda potensial dan tambahan tenaga di jendela transfer mendatang, London Utara tampaknya akan tetap memerah untuk waktu yang cukup lama.

Baca Juga Optimisme Thomas Tuchel: Mengapa Timnas Inggris Akan Jauh Lebih Ganas di Fase Gugur Piala Dunia 2026
Optimisme Thomas Tuchel: Mengapa Timnas Inggris Akan Jauh Lebih Ganas di Fase Gugur Piala Dunia 2026

Kesimpulan: Kemenangan yang Menutup Segala Kritik

Pada akhirnya, parade di London Utara ini adalah jawaban telak atas segala keraguan. Meskipun sindiran dari Chelsea, Nottingham Forest, atau rival lainnya terus mengalir, fakta di papan klasemen tidak bisa dibohongi. Arsenal adalah raja Inggris untuk musim 2025/26. Keberanian Declan Rice dan rekan-rekannya dalam menghadapi tekanan, baik di lapangan maupun di media sosial, menunjukkan kedewasaan tim yang telah siap untuk merajai panggung sepak bola dunia.

Perjalanan panjang selama 22 tahun telah berakhir, namun bagi publik Emirates, ini barulah permulaan dari babak baru yang lebih gemilang. Seperti yang dikatakan Rice, biarlah mereka yang lain tetap iri, sementara Arsenal terus melaju mengukir sejarah baru di bawah langit London.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *