Gennaro Gattuso Resmi Melatih Lazio: Babak Baru Sang ‘Ringhio’ di Ibu Kota Italia

Aris Setiawan | SuaraInfo
24 Jun 2026, 11:26 WIB
Gennaro Gattuso Resmi Melatih Lazio: Babak Baru Sang 'Ringhio' di Ibu Kota Italia

SuaraInfo — Atmosfer sepak bola di Kota Abadi, Roma, mendadak memanas menyusul pengumuman resmi yang sangat dinanti-nantikan oleh para pendukung setia Biancocelesti. Gennaro Gattuso, sosok yang dikenal dengan julukan ‘Ringhio’ karena ketangguhan dan karakternya yang meledak-ledak, kini telah resmi didapuk sebagai nakhoda baru Lazio untuk mengarungi musim kompetisi mendatang.

Keputusan manajemen Lazio ini diambil hanya berselang singkat setelah Gattuso mengakhiri masa baktinya yang penuh drama bersama Tim Nasional Italia. Kedatangan Gattuso ke Stadion Olimpico bukan sekadar rotasi posisi manajerial biasa, melainkan sebuah pernyataan ambisi dari klub yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan setelah musim yang mengecewakan di Liga Italia.

Misi Kebangkitan Setelah Era Maurizio Sarri

Lazio menunjuk Gennaro Gattuso sebagai suksesor langsung dari Maurizio Sarri, pelatih veteran yang memutuskan untuk meninggalkan ibu kota pada akhir musim lalu demi tantangan baru bersama Atalanta. Kepergian Sarri meninggalkan lubang filosofis yang cukup besar; dari gaya bermain ‘Sarri-ball’ yang mengandalkan penguasaan bola dan operan pendek yang rumit, kini Lazio beralih ke tangan dingin Gattuso yang lebih menekankan pada intensitas, fisik, dan determinasi mental.

Baca Juga Mimpi Juara Persija Jakarta Pupus, Rizky Ridho Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam kepada Jakmania
Mimpi Juara Persija Jakarta Pupus, Rizky Ridho Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam kepada Jakmania

Langkah ini diambil setelah Lazio mengalami periode sulit di musim sebelumnya, di mana mereka hanya mampu mengakhiri kompetisi di peringkat kesembilan. Kegagalan tersebut sangat menyakitkan bagi klub sebesar Lazio karena mereka dipastikan absen dari panggung kompetisi Eropa musim depan. Dengan tidak adanya jadwal tengah pekan di kompetisi kontinental, Gattuso diharapkan bisa fokus sepenuhnya untuk membawa klub kembali ke papan atas Serie A.

Detail Kontrak dan Kepercayaan Manajemen

Manajemen S.S. Lazio tidak main-main dalam memberikan dukungan kepada pelatih barunya. Gattuso diikat dengan kontrak berdurasi dua tahun, sebuah periode yang dianggap cukup bagi sang pelatih untuk menanamkan filosofi bermainnya sekaligus merombak skuad sesuai dengan kebutuhan taktisnya. Pihak klub meyakini bahwa rekam jejak panjang Gattuso, baik sebagai pemain legendaris maupun pelatih berpengalaman, akan memberikan dampak instan pada moral pemain.

“S.S. Lazio S.p.A. dengan bangga mengumumkan penunjukan Mister Gennaro Gattuso sebagai Pelatih Kepala Tim Utama,” tulis pernyataan resmi klub dalam rilis persnya. Pihak klub juga menambahkan bahwa mereka sangat menyambut hangat kedatangan sang manajer dan percaya penuh bahwa kombinasi pengalaman, profesionalisme, serta keteguhan hati Gattuso adalah elemen kunci yang dibutuhkan klub untuk mencapai target olahraga yang telah ditetapkan.

Baca Juga Xabi Alonso Resmi Menukangi Chelsea: Ambisi Besar di Balik Proyek Ambisius Stamford Bridge
Xabi Alonso Resmi Menukangi Chelsea: Ambisi Besar di Balik Proyek Ambisius Stamford Bridge

Rekam Jejak Gattuso: Dari Kegagalan Nasional ke Ambisi Klub

Sebelum merapat ke Lazio, karier kepelatihan Gattuso sempat berada di titik nadir saat ia menangani Tim Nasional Italia. Penunjukannya di musim panas 2025 untuk menggantikan Luciano Spalletti awalnya disambut dengan optimisme tinggi. Namun, realita di lapangan berkata lain. Gattuso diberhentikan dari jabatannya pada Maret lalu setelah gagal membawa Gli Azzurri melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026. Kegagalan ini menjadi noda besar dalam kariernya, namun sekaligus menjadi motivasi tambahan baginya untuk membuktikan diri di level klub.

Lazio akan menjadi klub Italia kelima yang ditangani oleh pria berusia 46 tahun tersebut. Sebelumnya, ia telah mencicipi kursi kepelatihan di Pisa, Palermo, AC Milan, dan Napoli. Pengalamannya di Milan dan Napoli memberikan bukti bahwa ia mampu menangani tekanan di klub-klub dengan basis suporter yang fanatik dan ekspektasi yang tinggi. Hal inilah yang membuat manajemen Lazio yakin bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk meredam gejolak di ibu kota.

Baca Juga Bangkit dari Kegagalan, Donny M Sabet Podium M1 di Seri II Kejurnas Rally 2026 Banjarbaru
Bangkit dari Kegagalan, Donny M Sabet Podium M1 di Seri II Kejurnas Rally 2026 Banjarbaru

Petualangan Global Sang ‘Rhino’

Jika menilik lebih jauh ke belakang, Gattuso adalah pelatih yang tidak takut keluar dari zona nyaman. Selama 13 tahun berkarier di pinggir lapangan, ia telah menukangi total 10 klub berbeda di berbagai negara. Mulai dari petualangan awal di Swiss bersama Sion, kemudian menuju Yunani dengan OFI Crete, hingga menjajal kerasnya La Liga Spanyol bersama Valencia dan Ligue 1 Prancis bersama Marseille. Terakhir, ia juga sempat mencicipi atmosfer sepak bola Kroasia bersama Hajduk Split.

Pengalaman lintas budaya dan liga ini membentuk Gattuso menjadi pelatih yang adaptif. Di bursa transfer mendatang, ia diperkirakan akan membawa beberapa pemain yang memiliki karakteristik petarung untuk mengisi kekosongan di lini tengah Lazio, sebuah sektor yang selama ini dianggap kurang memiliki intensitas pertahanan sejak kepergian beberapa pemain pilar mereka.

Tantangan Taktis dan Transformasi Skuad

Salah satu pertanyaan besar yang membayangi penunjukan ini adalah bagaimana Gattuso akan meracik komposisi pemain Lazio saat ini. Selama ini, Lazio identik dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel namun rentan terhadap serangan balik cepat. Gattuso kemungkinan besar akan menerapkan disiplin pertahanan yang lebih ketat. Bagi Gattuso, sepak bola bukan hanya soal keindahan, melainkan soal bagaimana setiap pemain bersedia ‘berdarah-darah’ demi lambang di dada.

Baca Juga Lampu Hijau dari Senayan: PSSI Beri Restu Duel Akbar Persija vs Persib Digelar di SUGBK
Lampu Hijau dari Senayan: PSSI Beri Restu Duel Akbar Persija vs Persib Digelar di SUGBK

Ia harus segera beradaptasi dengan materi pemain yang ada, sembari memilah siapa saja yang masih memiliki komitmen tinggi untuk bertahan. Mengingat Lazio gagal ke Eropa, tantangan terbesarnya adalah menjaga pemain bintang agar tidak hengkang, sekaligus meyakinkan pemain baru bahwa proyek di bawah kepemimpinannya memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Ekspektasi Suporter dan Tekanan Ibu Kota

Menjadi pelatih di Roma tidak pernah mudah. Fans Lazio dikenal sangat vokal dan memiliki standar kesuksesan yang tinggi. Mereka merindukan kejayaan dan kemenangan di laga prestisius seperti Derby della Capitale melawan AS Roma. Gattuso, dengan karakternya yang lugas dan tanpa basa-basi, diharapkan bisa menjadi sosok pelindung sekaligus motivator bagi para pemain saat menghadapi tekanan dari luar lapangan.

Apakah Gattuso akan bertahan lama di kursi panas ini? Sejarah mencatat bahwa ia jarang bertahan lebih dari dua musim di sebuah klub. Namun, jika ia mampu memberikan hasil instan di awal musim Liga Italia 2026/2027, bukan tidak mungkin manajemen Lazio akan memberikan kepercayaan lebih lama. Publik sepak bola Italia kini menanti, apakah si ‘Badak’ bisa mengembalikan kejayaan Elang Ibu Kota, atau justru ia kembali terjebak dalam siklus pergantian pelatih yang cepat.

Baca Juga Mbappe Bungkam Permainan Kasar Paraguay: Kami Lebih Baik dalam Segala Hal!
Mbappe Bungkam Permainan Kasar Paraguay: Kami Lebih Baik dalam Segala Hal!

Kini, fokus utama Gattuso adalah segera menyusun program latihan pramusim yang intens. Dengan waktu yang cukup sebelum kompetisi resmi dimulai, ia memiliki kesempatan emas untuk membentuk tim yang sesuai dengan visinya: tim yang tidak hanya bermain sepak bola, tapi tim yang bertarung di setiap jengkal lapangan demi kemenangan.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *