Drama di Old Trafford: Arne Slot Tuding VAR ‘Pilih Kasih’ Usai Liverpool Takluk dari Manchester United

Aris Setiawan | SuaraInfo
04 Mei 2026, 13:26 WIB
Drama di Old Trafford: Arne Slot Tuding VAR 'Pilih Kasih' Usai Liverpool Takluk dari Manchester United

SuaraInfo — Atmosfer panas menyelimuti Theater of Dreams pada pekan ke-35 Premier League musim 2025/2026. Pertempuran klasik antara dua raksasa Inggris, Manchester United melawan Liverpool, menyajikan drama lima gol yang menguras emosi. Namun, alih-alih merayakan kualitas permainan di lapangan, perhatian publik justru tersedot pada kemarahan manajer Liverpool, Arne Slot, yang merasa timnya kembali menjadi korban ketidakadilan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Old Trafford pada Minggu malam tersebut, Liverpool harus pulang dengan kepala tertunduk setelah kalah tipis 3-2. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi kubu Merseyside Merah, mengingat mereka sempat menunjukkan semangat juang tinggi untuk mengejar ketertinggalan dua gol. Namun, keputusan wasit dan tim VAR di balik layar dianggap Slot sebagai faktor penentu yang merusak momentum timnya.

Jalannya Pertandingan: Kejar-kejaran Skor di Old Trafford

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi khas rivalitas Manchester United dan Liverpool. Baru enam menit laga berjalan, publik tuan rumah sudah bersorak ketika Matheus Cunha berhasil membobol gawang tim tamu. Gol cepat ini seolah meruntuhkan skema permainan yang telah disusun Arne Slot sejak awal. Tekanan Setan Merah tidak berhenti di situ; pada menit ke-14, Benjamin Sesko menggandakan keunggulan United, sebuah gol yang nantinya akan menjadi sumbu utama kontroversi dalam laga ini.

Baca Juga Misi Dominasi Garuda Muda: Analisis Mendalam Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste di Piala AFF 2026
Misi Dominasi Garuda Muda: Analisis Mendalam Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Memasuki babak kedua, Liverpool tampil beda. Mereka menunjukkan karakter pantang menyerah yang selama ini menjadi identitas klub. Dominik Szoboszlai memperkecil ketertinggalan pada menit ke-47 melalui sepakan terukur, disusul oleh gol penyama kedudukan dari Cody Gakpo pada menit ke-56. Skor 2-2 membuat laga semakin mendidih, namun Kobbie Mainoo muncul sebagai pahlawan United melalui golnya di menit ke-77 yang memastikan kemenangan 3-2 untuk tuan rumah.

Titik Balik Kontroversial: Gol Benjamin Sesko

Inti dari kekecewaan Arne Slot berakar pada gol kedua Manchester United yang dicetak oleh Benjamin Sesko. Dalam tayangan ulang, bola terlihat sempat mengenai lengan pemain United sebelum akhirnya masuk ke gawang. Meskipun VAR melakukan peninjauan yang cukup lama dan mendalam, wasit tetap pada keputusan awalnya untuk mengesahkan gol tersebut, menganggap tidak terjadi pelanggaran handball yang disengaja atau signifikan.

Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain Liverpool di lapangan. Slot, yang biasanya tampak tenang di pinggir lapangan, tidak mampu menyembunyikan kekesalannya. Menurutnya, pergerakan bola yang berubah arah secara tidak wajar adalah bukti nyata adanya kontak dengan tangan. Ia menilai bahwa jika teknologi VAR digunakan untuk mencari kebenaran, maka seharusnya gol tersebut dibatalkan demi integritas pertandingan.

Baca Juga Drama di Santiago Bernabeu: Saat Kylian Mbappe Diteriaki Fans Sendiri di Tengah Kemenangan Real Madrid
Drama di Santiago Bernabeu: Saat Kylian Mbappe Diteriaki Fans Sendiri di Tengah Kemenangan Real Madrid

Analisis Arne Slot: Bukan Sekadar Kebetulan

Pasca pertandingan, dalam sesi konferensi pers yang emosional, Arne Slot meluapkan unek-uneknya. Ia menuding adanya pola yang konsisten di mana keputusan penting VAR selalu merugikan timnya. “Jika itu sentuhan oleh Sesko—yang menurut hemat saya memang terjadi—maka kita harus berdebat apakah itu cukup untuk membatalkan gol. Dalam olahraga ini, arah bola tidak akan berubah tanpa kontak,” ujar Slot dengan nada retoris.

Manajer asal Belanda ini melanjutkan bahwa dirinya tidak lagi terkejut dengan intervensi teknologi yang menurutnya tidak memihak. “Sepanjang musim, ceritanya selalu sama. Jika ada intervensi VAR, hasilnya hampir pasti merugikan kami. Ini bukan lagi soal satu atau dua kejadian, tapi sudah menjadi tren yang mengkhawatirkan bagi kami,” tambahnya, merujuk pada beberapa insiden di pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Perbandingan dengan Insiden Internasional dan Domestik

Untuk memperkuat argumennya, Slot membawa memori tentang pertandingan melawan PSG di kompetisi lain. Ia menyoroti bagaimana Alexis Mac Allister dijatuhi hukuman penalti hanya karena sentuhan ringan yang kemudian diverifikasi oleh VAR, sementara dalam kasus di Old Trafford ini, aturan seolah-olah ditarik ulur. Ketidakkonsistenan ini dianggapnya sebagai beban psikologis tambahan bagi para pemainnya yang berjuang di lapangan.

Baca Juga Mengintip Panggung Panas 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Hadapi Tantangan Jepang, Belanda Siap Mengudara Pagi Hari
Mengintip Panggung Panas 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Hadapi Tantangan Jepang, Belanda Siap Mengudara Pagi Hari

“Minggu lalu, lawan kami mendapat penalti dengan mudah. Kali ini, wasit menghentikan permainan ketika pemain United cedera di luar lapangan, memberikan mereka waktu bernapas. Namun, minggu lalu saat kiper kami tergeletak membutuhkan perawatan, permainan justru diperintahkan untuk terus berjalan. Di mana letak standarisasinya?” tanya Slot dengan nada penuh kekecewaan terhadap otoritas wasit liga.

Dampak Bagi Klasemen dan Mentalitas Tim

Kekalahan dari Manchester United di pekan ke-35 ini tentu menjadi hantaman berat bagi ambisi Liverpool di papan atas klasemen. Di sisa musim yang semakin menipis, kehilangan tiga poin dengan cara yang dianggap tidak adil bisa merusak mentalitas ruang ganti. Slot kini memiliki tugas berat untuk memulihkan kepercayaan diri anak asuhnya sebelum laga krusial berikutnya.

Di sisi lain, Manchester United memanfaatkan kemenangan ini untuk memperkokoh posisi mereka dan memberikan tekanan kepada rival-rival lainnya. Bagi pendukung United, kemenangan ini adalah bukti ketajaman lini depan mereka, terlepas dari perdebatan VAR yang ada. Namun bagi pencinta sepak bola netral, insiden ini kembali membuka ruang diskusi lebar tentang efektivitas dan transparansi penggunaan teknologi dalam menjaga keadilan di lapangan hijau.

Baca Juga Bom Waktu Meledak di Skuad Singa Teranga: Pape Gueye Nyatakan Boikot Timnas Senegal Selama Staf Pelatih Tak Diganti
Bom Waktu Meledak di Skuad Singa Teranga: Pape Gueye Nyatakan Boikot Timnas Senegal Selama Staf Pelatih Tak Diganti

Masa Depan VAR di Liga Inggris

Keluhan Arne Slot ini diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam tinjauan mingguan badan wasit Inggris (PGMOL). Desakan untuk transparansi audio VAR dan standarisasi keputusan handball kian menguat seiring dengan banyaknya manajer yang menyuarakan ketidakpuasan serupa. Arne Slot mungkin saja terancam sanksi akibat komentarnya yang pedas, namun pesannya sudah sampai ke telinga publik: sepak bola butuh keadilan yang presisi, bukan sekadar teknologi yang menambah birokrasi di lapangan.

Pertandingan antara Manchester United dan Liverpool selalu lebih dari sekadar skor akhir. Ini adalah tentang kehormatan, gengsi, dan kali ini, tentang perlawanan terhadap sistem yang dianggap cacat. Liverpool harus segera bangkit, sementara perdebatan mengenai gol Benjamin Sesko dipastikan akan terus bergulir di media-media olahraga hingga beberapa pekan ke depan.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *