Misi Besar Jacksen F Tiago: Membangun Fondasi Sepakbola Putri Melalui Sekolah Sepak Bola yang Terfokus
SuaraInfo — Gema kompetisi sepakbola usia dini kembali membahana di tanah Kalimantan. Kali ini, perhatian tertuju pada perhelatan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 musim 2025-2026 yang baru saja menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya. Di tengah keriuhan sorak-sorai di pinggir lapangan, muncul sebuah pesan kuat dari sang legenda, Jacksen F Tiago. Ia menegaskan bahwa masa depan srikandi sepakbola Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada turnamen sporadis, melainkan membutuhkan kehadiran Sekolah Sepak Bola (SSB) yang secara khusus mendedikasikan diri untuk pembinaan pemain putri.
Menanti Konsistensi di Lapangan Hijau Banjarmasin
Gelaran MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 ini dilangsungkan di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan. Selama periode 20 April hingga 3 Mei 2026, lapangan tersebut menjadi saksi bisu perjuangan ratusan anak perempuan yang bermimpi menjadi bintang lapangan hijau. Jacksen F Tiago, yang kini aktif memantau perkembangan bakat muda, melihat adanya urgensi besar dalam menjaga momentum ini.
Menurut Jacksen, antusiasme yang terlihat di Banjarmasin merupakan modal yang sangat berharga. Namun, modal tersebut akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan wadah latihan yang teratur. Mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut menekankan bahwa sepakbola putri membutuhkan ekosistem yang lebih serius agar kualitas permainan anak-anak ini terus meningkat secara signifikan.
Potensi Besar Kalimantan: Belajar dari Samarinda ke Banjarmasin
Jacksen membandingkan atmosfer yang ia temui di Banjarmasin dengan apa yang ia saksikan pekan sebelumnya di Samarinda. Baginya, Kalimantan telah membuktikan diri sebagai lumbung talenta yang tak pernah kering. Namun, ia juga memberikan catatan kritis bahwa tantangan utama saat ini adalah menyediakan ruang latihan yang representatif serta kompetisi yang digelar secara rutin dan berkelanjutan.
“Tujuan utama MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk memassalkan sepakbola putri di Banjarmasin. Kami sangat mengimbau agar dalam waktu dekat, lebih banyak lagi SSB yang mulai membuka mata dan fokus kepada pembinaan usia dini khusus bagi pemain putri,” ujar Jacksen dalam sebuah sesi keterangannya kepada media. Ia percaya bahwa pembentukan karakter dan teknik dasar harus dimulai sejak usia sekolah dasar.
Angka dan Fakta: Partisipasi Luar Biasa di MLSC Banjarmasin
Turnamen ini bukan sekadar ajang bermain bola biasa. Data menunjukkan partisipasi yang sangat impresif, di mana terdapat 661 peserta yang berasal dari 49 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya. Mereka terbagi ke dalam 62 tim yang kompetitif, terdiri atas 30 tim untuk Kelompok Usia (KU) 10 dan 32 tim untuk Kelompok Usia (KU) 12.
Banyaknya jumlah peserta ini mengindikasikan bahwa minat siswi sekolah dasar terhadap sepakbola sangatlah tinggi. Tantangan berikutnya bagi para pemangku kepentingan adalah bagaimana mengonversi minat ini menjadi sebuah prestasi yang terukur melalui kurikulum pelatihan yang benar di level sekolah sepak bola.
Daftar Juara: Kelahiran Bintang Baru dari Pagatan Besar dan Sungai Lulut
Persaingan di lapangan berlangsung sangat sengit. Di kategori KU 10, SDN Pagatan Besar berhasil menunjukkan dominasinya dan keluar sebagai kampiun setelah menumbangkan perlawanan gigih dari SDN Sungai Andai 4 di babak final. Kemenangan ini disambut haru oleh para pemain cilik yang telah berlatih keras demi membawa pulang trofi kemenangan.
Sementara itu, di kategori KU 12, gelar juara berhasil direnggut oleh SDN Sungai Lulut 1. Mereka sukses mengandaskan ambisi SDN Telaga Biru 1 dalam sebuah laga puncak yang penuh drama dan adu taktik. Keberhasilan sekolah-sekolah ini membuktikan bahwa dengan arahan yang tepat, bakat-bakat dari sekolah biasa pun mampu bersinar di panggung besar.
Visi Asprov PSSI Kalsel: Menjaga Keseimbangan Pendidikan dan Olahraga
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Asprov PSSI Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, turut memberikan pandangannya mengenai turnamen ini. Beliau menyampaikan bahwa pencarian bibit unggul adalah tugas jangka panjang yang harus dilakukan dengan penuh kesabaran. Namun, ia juga mengingatkan sebuah aspek penting: pendidikan formal tidak boleh ditinggalkan.
“Kita sedang mencari bibit-bibit terbaik supaya sepakbola putri Indonesia mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan. Namun, perlu diingat bahwa tugas utama adik-adik adalah belajar di sekolah. Olahraga dan gizi yang cukup adalah modal untuk hidup sehat yang akan menopang proses belajar tersebut,” tutur Hasnuryadi dengan penuh kehangatan.
Sinergi Korporasi untuk Masa Depan Srikandi Bola
Dukungan dari sektor swasta juga menjadi kunci suksesnya ajang ini. Merlin, Direktur PT Bayan Resources Tbk, menyatakan bahwa visi perusahaannya melalui program ‘Bayan Peduli’ adalah untuk berkarya nyata bagi bangsa. Melalui sepakbola, diharapkan akan lahir srikandi-srikandi masa depan yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Kami berharap ini menjadi titik awal dari sebuah pola pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan tentu saja lebih terarah. Harapan kami adalah melihat srikandi sepakbola ini tumbuh menjadi atlet profesional yang membanggakan Tanah Air,” ungkap Merlin. Sinergi antara pemerintah, federasi, legenda sepakbola, dan pihak swasta diharapkan mampu menciptakan jalur prestasi yang jelas bagi para pemain putri.
Kesimpulan: Langkah Awal Menuju Profesionalisme
Apa yang terjadi di Banjarmasin adalah sebuah cerminan kecil dari harapan besar sepakbola nasional. Pesan Jacksen F Tiago tentang pentingnya SSB khusus putri adalah sebuah panggilan bagi para penggiat olahraga untuk mulai memikirkan infrastruktur pembinaan yang lebih inklusif. Tanpa adanya kompetisi rutin dan pelatihan yang terstandarisasi, potensi besar yang dimiliki anak-anak di daerah akan sulit mencapai puncaknya.
MilkLife Soccer Challenge telah membuka pintu, kini tinggal bagaimana masyarakat sepakbola Indonesia menyambut tantangan tersebut. Apakah kita siap melihat lebih banyak srikandi bola muncul dari pelosok negeri? Jawabannya terletak pada konsistensi pembinaan yang kita bangun mulai hari ini.