Ambisi Jakarta Menembus Top 50 Kota Global: Misi Besar Pramono Anung di Usia ke-499

Dimas Pratama | SuaraInfo
10 Mei 2026, 15:27 WIB
Ambisi Jakarta Menembus Top 50 Kota Global: Misi Besar Pramono Anung di Usia ke-499

SuaraInfo — Menjelang perayaan hari jadinya yang ke-499, wajah Jakarta kian bersolek dengan ambisi yang melangit. Ibu kota Indonesia ini tidak lagi sekadar ingin menjadi pusat administrasi nasional, melainkan memantapkan langkah untuk diakui sebagai salah satu pemain utama di panggung internasional. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka membeberkan peta jalan ambisius untuk membawa Jakarta menembus daftar 50 besar kota global dunia dalam waktu dekat.

Dalam sebuah perhelatan meriah di kawasan Plaza Festival, Jakarta, pada Minggu (10/5/2026), Pramono meresmikan dua agenda besar sekaligus: Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta. Di hadapan kerumunan warga dan jajaran pejabat, sang gubernur merefleksikan capaian kota ini yang kian mendaki tangga prestise global. Narasi yang dibangun bukan sekadar mimpi, melainkan data yang menunjukkan tren positif selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno, atau yang akrab disapa Bang Dul.

Mendaki Tangga Prestise: Dari Peringkat 74 Menuju 50 Besar

Transformasi sebuah kota tidak terjadi dalam semalam, namun akselerasi yang ditunjukkan Jakarta belakangan ini cukup mencuri perhatian dunia. Pramono mengungkapkan bahwa saat ia pertama kali menjabat, Jakarta berada di posisi 74 dari 156 kota dunia dalam indeks kota global. Namun, hanya dalam kurun waktu 10 bulan, efektivitas kebijakan mulai terasa dengan kenaikan peringkat ke posisi 71.

Baca Juga Lupakan Bali Sejenak! Ini 7 Destinasi Rahasia Indonesia yang Jauh Lebih Eksotis dan Menantang
Lupakan Bali Sejenak! Ini 7 Destinasi Rahasia Indonesia yang Jauh Lebih Eksotis dan Menantang

“Alhamdulillah, dalam waktu yang relatif singkat, kita sudah naik menjadi 71. Tapi kami tidak ingin berhenti di situ. Kami menargetkan mudah-mudahan di akhir masa jabatan saya dan Bang Dul, Jakarta bisa bertransformasi menjadi bagian dari 50 kota global terbaik di dunia,” ujar Pramono dengan nada optimis. Target ini dianggap realistis mengingat berbagai perbaikan infrastruktur dan layanan publik yang terus dipacu demi kenyamanan warga serta daya tarik investasi asing.

Keamanan: Modal Utama Jakarta Menjadi Destinasi Dunia

Salah satu pilar utama yang mendasari optimisme Pramono adalah faktor keamanan. Sebuah kota global mustahil dapat berkembang tanpa adanya jaminan rasa aman bagi penghuni maupun pengunjungnya. Dalam laporannya, Pramono menyebutkan sebuah prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya: Jakarta kini menduduki peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara (ASEAN), hanya kalah dari Singapura.

“Ini adalah kali pertama dalam sejarah Jakarta berada di peringkat kedua. Biasanya kita tertahan di peringkat kelima atau keenam, sering kali tertinggal dari kota-kota seperti Bangkok dan Kuala Lumpur. Sekarang, fakta berbicara bahwa Jakarta jauh lebih aman dan kondusif bagi siapa saja,” tegasnya. Keberhasilan menjaga stabilitas keamanan ini dianggap sebagai magnet kuat untuk menarik talenta global dan perusahaan multinasional agar mau beroperasi di jantung Indonesia.

Baca Juga Jakarta Bidik Turis China: PHRI Bersiap Tancap Gas Dukung Promosi Masif di Xiamen dan Shanghai
Jakarta Bidik Turis China: PHRI Bersiap Tancap Gas Dukung Promosi Masif di Xiamen dan Shanghai

Perang Melawan Kekumuhan: Penurunan Drastis RW Kumuh

Selain aspek keamanan dan citra global, Pramono juga menyoroti masalah fundamental di dalam kota, yakni kawasan permukiman. Isu kawasan kumuh yang selama bertahun-tahun menjadi noda bagi estetika Jakarta kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, terjadi penurunan drastis pada jumlah RW kumuh di Jakarta.

Jika pada tahun 2017 tercatat ada sekitar 445 RW yang masuk dalam kategori kumuh dari total 2.900-an RW, kini angka tersebut menyusut hingga lebih dari 52 persen. Saat ini, tercatat hanya tersisa sekitar 211 RW kumuh yang masih dalam proses penanganan. Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan humanis dan intervensi fisik yang dilakukan secara intensif oleh pemerintah daerah.

Apresiasi untuk Para Pejuang Lapangan: Gerwis, PKK, dan Jumantik

Menariknya, Pramono tidak mengambil seluruh kredit atas keberhasilan tersebut untuk dirinya sendiri. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perempuan hebat Jakarta yang bergerak di akar rumput. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Wanita Sosialis (Gerwis), PKK, hingga para kader Jumantik, disebut sebagai pahlawan sesungguhnya di balik penurunan angka kawasan kumuh.

Baca Juga Menjelajahi Taman Kampung Kandang: Oase Berundak di Jagakarsa yang Menjadi Magnet Baru Rekreasi Keluarga
Menjelajahi Taman Kampung Kandang: Oase Berundak di Jagakarsa yang Menjadi Magnet Baru Rekreasi Keluarga

“Merekalah yang setiap hari berada di lapangan, menyentuh langsung akar permasalahan, dan memastikan program pemerintah berjalan di tingkat RW. Berkat kerja keras ibu-ibu ini, banyak wilayah yang dulunya tidak tertangani, kini menjadi lebih tertata dan bersih,” tambahnya. Kolaborasi antara kebijakan top-down dan gerakan bottom-up ini menjadi kunci sukses transformasi sosial di Jakarta.

Revolusi Pengelolaan Sampah: Dari Limbah Menjadi Berkah

Menyambut usia ke-499, Jakarta juga meluncurkan gerakan revolusioner dalam pengelolaan limbah melalui Gerakan Pilah Sampah. Pramono menyadari bahwa sampah Jakarta adalah tantangan kronis yang membutuhkan solusi radikal dan kolaboratif. Dalam inisiatif ini, Pemerintah Provinsi Jakarta menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kita ingin menjadikan gerakan pilah sampah ini sebagai budaya baru bagi warga Jakarta. Bukan sekadar membuang, tapi memilah sejak dari sumbernya. Harapan saya, persoalan sampah yang menghantui Jakarta dari waktu ke waktu bisa segera terselesaikan dengan pendekatan ekonomi sirkular, di mana sampah bisa diubah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi atau cuan,” jelas Pramono.

Baca Juga Berantas Pungli di Berastagi: Polisi Amankan Pelaku Pemalakan Wisatawan di Pemandian Air Panas Doulu
Berantas Pungli di Berastagi: Polisi Amankan Pelaku Pemalakan Wisatawan di Pemandian Air Panas Doulu

Mewujudkan Ikon Baru dan Masa Depan Jakarta

Ambisi menjadikan Jakarta kota global juga mencakup pengembangan ikon-ikon kota baru yang lebih modern dan manusiawi. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah transformasi kawasan Rasuna Said menjadi ikon baru yang mencerminkan semangat kemajuan Jakarta. Dengan perpaduan antara transportasi publik yang terintegrasi, ruang terbuka hijau, dan pusat bisnis, kawasan ini diharapkan menjadi wajah baru Jakarta di mata dunia.

Menutup sambutannya, Gubernur Pramono secara resmi membuka rangkaian acara menuju hari ulang tahun kota. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Minggu tanggal 10 Mei tahun 2026, deklarasi gerakan pilah sampah sekaligus pencanangan hari ulang tahun ke-499 kota Jakarta dimulai. Jaga Jakarta bersih, pilah sampah. Secara resmi saya nyatakan dimulai,” pungkasnya disambut riuh tepuk tangan warga.

Perjalanan Jakarta menuju usia emas 500 tahun tinggal selangkah lagi. Dengan target masuk 50 kota global, penurunan angka kriminalitas, pengurangan kawasan kumuh, dan tata kelola sampah yang lebih modern, Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung sedang berupaya keras membuktikan bahwa kota ini mampu bersaing dengan metropolis besar lainnya di dunia. Semua mata kini tertuju pada Jakarta, menanti apakah visi besar ini akan terwujud sepenuhnya saat lilin ulang tahun ke-500 dinyalakan kelak.

Baca Juga Petaka Puntung Rokok di Labuan Bajo: Mengulas Kronologi Kebakaran Bukit Silvia dan Ancaman Ekosistem Wisata
Petaka Puntung Rokok di Labuan Bajo: Mengulas Kronologi Kebakaran Bukit Silvia dan Ancaman Ekosistem Wisata
Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *