Viki, Saksi Bisu Sejarah: Mengenal Kura-kura Raksasa Berusia 103 Tahun di Faunaland Ancol
SuaraInfo — Di tengah hiruk-pikuk megapolitan Jakarta yang terus berlari mengejar modernitas, terselip sebuah sudut tenang di kawasan Ecopark Ancol di mana waktu seolah berhenti berputar. Di sanalah, dalam rimbunnya vegetasi yang menyerupai hutan tropis, hidup seorang saksi bisu sejarah yang telah melintasi satu abad perjalanan zaman. Namanya Viki, seekor kura-kura raksasa yang kini telah menginjak usia 103 tahun, menjadi penghuni paling senior sekaligus paling dihormati di Faunaland Ancol.
Menapak Tilas Jejak Viki, Sang Raksasa dari Masa Lalu
Bertemu dengan Viki bukan sekadar melihat koleksi kebun binatang biasa; ini adalah pengalaman spiritual bertemu dengan makhluk yang lahir pada tahun 1922. Bayangkan saja, saat Viki pertama kali menetas ke dunia, peta politik global masih sangat berbeda, dan Indonesia masih jauh dari kata merdeka. Kini, dengan bobot tubuh yang masif dan cangkang yang legam, Viki tetap bugar, menghabiskan hari-harinya dengan tenang di Jalan Pantai Indah, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Tim redaksi kami berkesempatan berbincang dengan Daus, salah satu penjaga satwa atau zookeeper yang mendedikasikan waktunya untuk merawat koleksi kura-kura darat raksasa ini. Menurut Daus, Viki bukan sekadar hewan peliharaan lembaga konservasi, melainkan ikon yang mengajarkan kita tentang ketenangan dan daya tahan hidup. Kehadirannya menjadi magnet bagi pengunjung yang penasaran ingin melihat secara langsung bagaimana rupa hewan yang mampu hidup melampaui usia rata-rata manusia.
Mengenal Spesies Aldabra: Raksasa Terbesar Kedua di Dunia
Viki merupakan spesies kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea). Bagi para pencinta herpetologi, nama ini tentu tidak asing. Kura-kura Aldabra menyandang predikat sebagai spesies kura-kura darat terbesar kedua di planet bumi, hanya kalah satu tingkat di bawah kerabat jauhnya, kura-kura raksasa dari Kepulauan Galapagos. Habitat aslinya berada di Atol Aldabra, bagian dari Kepulauan Seychelles di Samudra Hindia.
Di Faunaland, Viki tidak sendirian dalam menjalani masa tuanya. Ia ditemani oleh dua ekor kura-kura Aldabra lainnya yang jauh lebih muda, yaitu Bela yang berusia 22 tahun dan Tejo yang baru menginjak usia 8 tahun. Meski berasal dari spesies yang sama, perbedaan ukuran antara Viki dan Tejo sangat mencolok, menunjukkan betapa panjang proses pertumbuhan yang harus dilalui satwa ini untuk mencapai ukuran raksasa. Selain trio Aldabra tersebut, ada pula Darlis, seekor kura-kura Pardalis atau kura-kura tutul yang memiliki corak cangkang yang eksotis dan indah.
Ritual Perawatan: Dari ‘Spa Air’ hingga Pengaturan Suhu Tubuh
Merawat makhluk yang sudah hidup lebih dari seabad tentu mendatangkan tantangan yang unik. Namun, bagi Daus dan tim medis di Faunaland, kuncinya terletak pada konsistensi dan pemahaman mendalam terhadap biologi satwa tersebut. Salah satu fakta menarik yang sering mengejutkan pengunjung adalah bahwa kura-kura darat seperti Viki sama sekali tidak bisa berenang. Berbeda dengan penyu yang menghabiskan hidup di laut, kura-kura Aldabra adalah penghuni daratan sejati.
Meski tidak bisa berenang, air tetap menjadi elemen krusial bagi kesejahteraan mereka. Setiap hari, para penjaga rutin memberikan sesi ‘spa air’ berupa penyemprotan atau memandikan kura-kura tersebut. Ritual ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan mekanisme penting untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap stabil. Mengingat kura-kura adalah hewan berdarah dingin (ektoterm), cuaca Jakarta yang terik bisa menjadi sangat menantang bagi mereka. Jika matahari sedang bersinar sangat menyengat, frekuensi penyemprotan akan ditambah untuk mencegah dehidrasi dan kepanasan atau heatstroke pada satwa.
Rahasia Diet dan Kesehatan Pencernaan Sang Legenda
Selain pengaturan suhu, pola makan menjadi pilar utama kesehatan Viki. Banyak yang mengira bahwa memberi makan kura-kura cukup dengan sayur-sayuran hijau yang melimpah. Namun, Daus menjelaskan adanya rahasia khusus dalam menu harian mereka. Di dekat gua buatan yang menjadi rumah mereka, tim penjaga menyiapkan hamparan sayuran hijau segar dan irisan wortel yang diletakkan di atas tanah berbatu.
“Kami harus sangat teliti dalam menyusun menu. Jika hanya diberikan sayuran terus-menerus, feses atau kotoran mereka akan cenderung encer atau lembek, yang menandakan pencernaan yang kurang optimal,” jelas Daus. Oleh karena itu, diet mereka harus diseimbangkan dengan asupan rumput kering atau serat kasar dalam jumlah yang cukup. Serat dari rumput inilah yang berfungsi memadatkan kotoran mereka dan memastikan saluran pencernaan sang satwa langka ini tetap sehat di usia senjanya.
Harapan Hidup yang Melampaui Dua Abad
Salah satu aspek yang paling mengagumkan dari kura-kura Aldabra adalah umur panjang mereka. Secara teoritis, spesies ini diketahui mampu hidup hingga lebih dari 200 tahun. Artinya, di usia 103 tahun, Viki sebenarnya baru saja melewati separuh dari potensi usianya. Ia masih berada di masa ‘pertengahan’ hidupnya jika dirawat dengan benar.
Daus memaparkan bahwa kura-kura yang hidup di bawah pengawasan lembaga konservasi atau kebun binatang profesional cenderung memiliki harapan hidup yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang berada di alam liar. Hal ini dikarenakan faktor keamanan dari predator, ketersediaan pangan yang terjamin, serta intervensi medis yang cepat. Di habitat aslinya, ancaman dari pemangsa atau perubahan iklim ekstrem seringkali memangkas usia satwa-satwa ini sebelum mencapai potensi maksimalnya.
Sistem Pemantauan Medis yang Ketat
Kesehatan Viki dipantau secara sistematis oleh tim dokter hewan Faunaland. Salah satu indikator kesehatan paling sederhana namun akurat yang diperhatikan oleh penjaga adalah nafsu makan. Jika Viki menunjukkan tanda-tanda lesu atau enggan menyentuh makanannya, tim medis akan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Selain observasi harian, prosedur laboratorium juga dijalankan secara rutin. Setiap tiga bulan sekali, sampel kotoran Viki dan kura-kura lainnya diambil untuk diuji. Langkah preventif ini sangat penting untuk mendeteksi keberadaan parasit internal atau infeksi bakteri sejak dini. Dengan sistem perawatan yang terintegrasi ini, tidak mengherankan jika Viki tetap tampak gagah dan berwibawa meski usianya sudah melampaui satu abad.
Edukasi Melalui Kedekatan dengan Satwa
Kehadiran Viki di Faunaland Ancol bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebagai media edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya konservasi alam. Melihat secara langsung betapa lambatnya pertumbuhan kura-kura ini membuat kita sadar bahwa sekali sebuah spesies punah, dibutuhkan waktu ratusan tahun atau bahkan mustahil untuk memulihkannya kembali.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi bertemu langsung dengan saksi sejarah yang masih bernapas ini, Viki menunggu dengan tenang di kediamannya di Ecopark Ancol. Mengunjungi Viki adalah sebuah pengingat bahwa di balik cangkang keras dan gerakan yang lamban, terdapat filosofi tentang kesabaran dan ketangguhan dalam menghadapi ujian waktu. Sebuah pelajaran hidup yang berharga dari seekor raksasa berusia 103 tahun.