Gara-Gara Power Bank, Pesawat easyJet Dialihkan: Menguak Bahaya Tersembunyi Baterai Lithium di Penerbangan

Dimas Pratama | SuaraInfo
26 Mei 2026, 15:26 WIB
Gara-Gara Power Bank, Pesawat easyJet Dialihkan: Menguak Bahaya Tersembunyi Baterai Lithium di Penerbangan

SuaraInfo — Langit malam di atas wilayah Eropa tiba-tiba menjadi saksi dari sebuah keputusan krusial dalam dunia penerbangan. Sebuah perjalanan yang seharusnya berakhir di London, harus berganti haluan menuju Italia akibat sebuah perangkat kecil yang sering kita bawa sehari-hari: power bank. Insiden ini kembali mengingatkan publik betapa ketatnya prosedur keselamatan di dalam kabin pesawat, terutama yang berkaitan dengan perangkat elektronik bertenaga baterai.

Kronologi Pengalihan Rute Penerbangan easyJet EZY2618

Penerbangan easyJet dengan nomor penerbangan EZY2618 awalnya dijadwalkan membawa penumpang dari Hurghada, sebuah destinasi wisata populer di pesisir Laut Merah, Mesir, menuju Bandara London Luton. Perjalanan yang terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026 ini, terpantau berjalan normal pada awalnya. Berdasarkan data dari pelacak penerbangan FlightAware, pesawat Airbus tersebut sempat terbang stabil di ketinggian jelajah 36.000 kaki atau sekitar 10.980 meter di atas permukaan laut.

Namun, ketenangan di dalam kabin berubah setelah pesawat menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam. Sebuah laporan dari awak kabin memaksa sang kapten untuk mengambil keputusan cepat namun sulit. Pesawat yang sedang melaju menuju Inggris itu tiba-tiba melakukan manuver perubahan rute yang tidak direncanakan. Destinasi baru ditetapkan: Bandara Rome Fiumicino, Italia.

Baca Juga Farewell DXB: Mengapa Bandara Tersibuk di Dunia Akan Ditutup pada 2035?
Farewell DXB: Mengapa Bandara Tersibuk di Dunia Akan Ditutup pada 2035?

Pesawat tersebut akhirnya mendarat dengan selamat di Roma pada pukul 23.33 waktu setempat. Pendaratan darurat ini dilakukan bukan karena kegagalan mesin atau cuaca buruk, melainkan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi ancaman kebakaran yang berasal dari laporan penggunaan power bank di tempat yang tidak semestinya.

Laporan Penumpang dan Tindakan Cepat Awak Kabin

Kejadian ini bermula ketika salah satu penumpang melapor kepada kru pesawat bahwa ada penumpang lain yang sedang mengisi daya perangkat elektronik menggunakan power bank di dalam bagasi kabin. Dalam dunia keselamatan penerbangan, tindakan mengisi daya perangkat tanpa pengawasan, apalagi di dalam kompartemen bagasi, dianggap sebagai risiko kebakaran yang sangat serius.

Manajemen easyJet dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa kapten pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat sesuai dengan protokol operasional standar yang berlaku. Maskapai menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keselamatan penumpang dan kru. “Keselamatan pelanggan dan kru adalah prioritas tertinggi bagi kami. Kami mengoperasikan armada kami sesuai dengan pedoman ketat dari pabrikan pesawat,” ujar perwakilan maskapai tersebut.

Baca Juga Daratan yang Hilang: Nestapa Abrasi Pantai Monggalan Klungkung dan Ancaman bagi Warga Pesisir
Daratan yang Hilang: Nestapa Abrasi Pantai Monggalan Klungkung dan Ancaman bagi Warga Pesisir

Setelah mendarat di Roma, para penumpang tidak langsung melanjutkan perjalanan. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak maskapai menyediakan akomodasi hotel dan makanan bagi seluruh penumpang untuk bermalam di Italia. Perjalanan menuju London Luton baru dilanjutkan keesokan harinya menggunakan penerbangan pengganti.

Mengapa Power Bank Begitu Ditakuti di Dalam Pesawat?

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa sebuah pengisi daya portabel bisa menyebabkan pesawat sebesar Airbus dialihkan rutenya? Jawabannya terletak pada komponen utama alat tersebut, yakni baterai lithium-ion. Meskipun efisien dalam menyimpan energi, baterai jenis ini memiliki karakteristik kimiawi yang sangat sensitif terhadap panas dan tekanan.

Baterai lithium-ion dapat mengalami fenomena yang disebut thermal runaway. Ini adalah kondisi di mana sel baterai mengalami panas berlebih (overheating) yang tidak terkendali, yang kemudian dapat memicu ledakan kecil atau api yang sangat sulit dipadamkan dengan alat pemadam api biasa di pesawat. Jika hal ini terjadi di dalam bagasi yang tertutup, kru akan kesulitan untuk mendeteksi dan menangani sumber api dengan cepat.

Baca Juga Dilema Keselamatan dan Etika: Menguak Tabir Perusakan Shelter Emergency Gunung Merbabu via Gancik
Dilema Keselamatan dan Etika: Menguak Tabir Perusakan Shelter Emergency Gunung Merbabu via Gancik

Oleh karena itu, organisasi internasional seperti ICAO (International Civil Aviation Organization) telah menetapkan aturan global yang melarang penempatan power bank di bagasi terdaftar (bagasi bawah pesawat) dan sangat membatasi penggunaannya di dalam kabin. Mengisi daya perangkat menggunakan peralatan elektronik tambahan selama terbang sering kali dilarang oleh banyak maskapai untuk menghindari risiko hubungan arus pendek.

Perbandingan Aturan Berbagai Maskapai Dunia

Insiden easyJet ini bukanlah kasus pertama yang memicu perhatian global. Berbagai maskapai internasional kini mulai menerapkan aturan yang lebih spesifik dan ketat terkait penggunaan gadget. Sebagai contoh, Singapore Airlines secara tegas melarang penumpang menggunakan power bank selama penerbangan berlangsung. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko panas berlebih saat proses transfer energi terjadi.

Di sisi lain, maskapai asal Amerika Serikat, Southwest Airlines, memiliki kebijakan yang sedikit berbeda namun tetap mengedepankan pengawasan. Mereka mewajibkan setiap perangkat elektronik yang sedang digunakan atau diisi daya harus tetap terlihat oleh penumpang dan kru, tidak boleh ditutupi oleh selimut atau diletakkan di dalam kantong kursi yang dapat memerangkap panas.

Baca Juga Menimbang Ulang Langit Bali: Di Balik Wacana Gedung 45 Meter dan Ancaman Hilangnya Identitas Budaya
Menimbang Ulang Langit Bali: Di Balik Wacana Gedung 45 Meter dan Ancaman Hilangnya Identitas Budaya

Data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan adanya tren peningkatan insiden terkait baterai di udara. Meski kasus yang berujung pada kecelakaan fatal sangat jarang terjadi, ratusan laporan mengenai baterai yang berasap atau terbakar setiap tahunnya membuat otoritas penerbangan terus memperbarui regulasi mereka.

Tips Aman Membawa Gadget dan Power Bank Saat Terbang

Bagi Anda yang sering bepergian menggunakan pesawat, memahami aturan mengenai gadget dan teknologi sangatlah penting demi kelancaran perjalanan. Berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  • Jangan Pernah Taruh di Bagasi: Pastikan semua power bank dan baterai cadangan dibawa ke dalam kabin (carry-on bag). Jangan sekali-kali memasukkannya ke dalam koper yang masuk ke bagasi pesawat.
  • Perhatikan Kapasitas: Umumnya, power bank dengan kapasitas di bawah 100Wh (sekitar 27.000 mAh) diperbolehkan tanpa izin khusus. Jika di atas itu, Anda wajib melapor ke maskapai.
  • Hindari Mengisi Daya Saat Terbang: Sangat disarankan untuk mengisi penuh daya perangkat Anda sebelum naik ke pesawat. Jika memang terpaksa menggunakan power bank, pastikan perangkat tersebut berada dalam pengawasan penuh dan tidak dalam kondisi tertutup.
  • Segera Lapor Jika Panas: Jika Anda merasakan gadget atau power bank Anda menjadi sangat panas, mengeluarkan bau aneh, atau berubah bentuk, segera panggil awak kabin. Jangan mencoba menanganinya sendiri dengan menyiramkan air.

Keselamatan di udara adalah tanggung jawab bersama. Keputusan kapten easyJet untuk mendarat di Roma mungkin terasa mengganggu jadwal perjalanan para penumpang, namun langkah pencegahan tersebut jauh lebih berharga daripada risiko yang mungkin terjadi jika api muncul di ketinggian 36.000 kaki. Tetaplah menjadi penumpang yang cerdas dan patuhi segala tips traveling dan regulasi demi kenyamanan kita bersama.

Baca Juga Hormati Ruang Pribadi: Mengapa Pramugari Dunia Kini Mendesak Penumpang untuk Menjaga Tangan
Hormati Ruang Pribadi: Mengapa Pramugari Dunia Kini Mendesak Penumpang untuk Menjaga Tangan
Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *