Eksodus Besar-Besaran: Puluhan Ribu Wisatawan Malaysia Padati Thailand Selatan Saat Libur Idul Adha, Ekonomi Lokal Melejit!

Dimas Pratama | SuaraInfo
28 Mei 2026, 07:26 WIB
Eksodus Besar-Besaran: Puluhan Ribu Wisatawan Malaysia Padati Thailand Selatan Saat Libur Idul Adha, Ekonomi Lokal Melej

SuaraInfo — Gelombang wisatawan mancanegara dilaporkan tengah membanjiri wilayah Selatan Thailand, menciptakan pemandangan kontras di pintu-pintu perbatasan darat. Fenomena ini dipicu oleh momen libur panjang Idul Adha serta rangkaian hari libur nasional lainnya yang dimanfaatkan oleh warga negara tetangga, khususnya Malaysia, untuk berlibur ke Negeri Gajah Putih.

Berdasarkan laporan terkini, diperkirakan sekitar 30.000 wisatawan asal Malaysia masuk ke Thailand dalam kurun waktu yang singkat ini. Lonjakan drastis ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah injeksi ekonomi yang luar biasa bagi sektor pariwisata Thailand Selatan. Otoritas setempat memproyeksikan total belanja wisatawan selama periode ini mampu menembus angka 600 juta baht, atau setara dengan kurang lebih Rp 268 miliar.

Magnet Pariwisata Thailand Selatan bagi Pelancong Regional

Presiden Thailand-Southeast Asia Halal Trade and Tourism Association, Aida Oujeh, mengungkapkan bahwa antusiasme pelancong tahun ini sangat luar biasa. Beliau mencatat bahwa rata-rata satu orang wisatawan Malaysia diperkirakan akan membelanjakan dana sekitar 20.000 baht atau setara Rp 10 juta selama menghabiskan waktu di wilayah selatan.

Baca Juga 8 Destinasi Wisata Hits di Tangerang Selatan: Dari Nuansa Korea hingga Salju Alpen yang Memikat
8 Destinasi Wisata Hits di Tangerang Selatan: Dari Nuansa Korea hingga Salju Alpen yang Memikat

Angka belanja yang cukup fantastis tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga belanja produk-produk lokal. “Sebagian besar wisatawan masih memfokuskan kunjungan mereka ke lima provinsi utama di Thailand Selatan, yakni Songkhla, Pattani, Yala, Narathiwat, dan Satun,” jelas Aida. Kelima wilayah ini memang dikenal memiliki kedekatan budaya dan kemudahan akses bagi warga Malaysia yang ingin merayakan liburan Idul Adha dengan suasana baru.

Hat Yai: Kota Favorit yang Tak Pernah Sepi

Dari sekian banyak destinasi, kota Hat Yai di Provinsi Songkhla tetap berdiri kokoh sebagai magnet utama. Kota ini seolah menjadi “rumah kedua” bagi para pelancong lintas batas. Laporan internal industri perhotelan menunjukkan angka yang mencengangkan: tingkat hunian hotel di Hat Yai telah menyentuh angka 90%.

Untuk mengantisipasi lonjakan ini, pelaku industri perhotelan telah menyiapkan sekitar 20.000 kamar hotel. Meski demikian, permintaan tetap tinggi, mengingat Hat Yai menawarkan perpaduan sempurna antara wisata belanja modern, pasar tradisional yang eksotis, serta kuliner halal yang melimpah.

Baca Juga Dilema Euforia Piala Dunia 2026 di Seattle: Antara Adrenalin Lapangan Hijau dan Risiko ‘Wisata Hijau’
Dilema Euforia Piala Dunia 2026 di Seattle: Antara Adrenalin Lapangan Hijau dan Risiko ‘Wisata Hijau’

Selain Hat Yai, wilayah Danok juga menjadi pilihan populer karena letaknya yang tepat berada di garis perbatasan, menjadikannya destinasi singkat yang praktis. Sementara itu, bagi mereka yang mendambakan keindahan alam dan ketenangan pulau, Provinsi Satun menjadi pelarian favorit untuk wisata pulau dan belanja bebas bea.

Arus Lalu Lintas yang Mengular di Perbatasan

Peningkatan jumlah kunjungan ini terlihat jelas dari antrean kendaraan yang mengular di sejumlah pos pemeriksaan. Di kompleks Immigration, Customs, Quarantine and Security (ICQS) Rantau Panjang, kendaraan pribadi maupun bus pariwisata terlihat mengantre hingga satu kilometer panjangnya.

Titik-titik masuk lainnya seperti Bukit Kayu Hitam, Padang Besar, hingga pos Kota Putra di Kedah yang terhubung langsung dengan Ban Prakob di Songkhla juga melaporkan kepadatan yang serupa. Otoritas perbatasan Thailand dan Malaysia pun harus bekerja ekstra keras untuk memastikan proses imigrasi tetap berjalan lancar meski di tengah lonjakan volume manusia.

Kehadiran Wisatawan Indonesia dan Strategi Promosi Thailand

Menariknya, tren ini tidak hanya didominasi oleh warga Malaysia. Aida Oujeh juga menyebutkan bahwa wisatawan asal Indonesia mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan di wilayah selatan Thailand pada periode yang sama. Banyak warga Indonesia yang menempuh jalur darat dari Malaysia atau penerbangan langsung menuju Thailand Selatan untuk menikmati momen libur lebaran haji.

Baca Juga Eksplosi Pariwisata Timur Tengah 2025: Arab Saudi Pimpin Revolusi Ekonomi Kawasan
Eksplosi Pariwisata Timur Tengah 2025: Arab Saudi Pimpin Revolusi Ekonomi Kawasan

Guna menjaga momentum positif ini, pemerintah Thailand tidak tinggal diam. Berbagai acara strategis telah disiapkan untuk menghibur para tamu, di antaranya:

  • Festival kuliner lintas budaya yang menyajikan hidangan khas Thailand Selatan.
  • Tur promosi destinasi tersembunyi (hidden gems) untuk mengurai kepadatan di pusat kota.
  • Penyelenggaraan Hat Yai Jazz Music Festival yang menjadi daya tarik bagi pecinta seni dan musik internasional.

Langkah-langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan, sekaligus memastikan bahwa perputaran uang di sektor ekonomi pariwisata dapat dirasakan hingga ke pelaku usaha mikro di pasar-pasar tradisional.

Catatan Penting bagi Para Pelancong

Meskipun antusiasme sedang tinggi, pemerintah Thailand tetap memberikan imbauan terkait keamanan dan kesehatan. Mengingat adanya dinamika kebijakan terkait masa bebas visa dan pengawasan ketat terhadap isu kesehatan global seperti Hantavirus, para pelancong diingatkan untuk selalu memperbarui informasi perjalanan mereka.

Eksodus wisatawan di momen Idul Adha ini membuktikan bahwa Thailand Selatan tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Sinergi antara kemudahan akses, ketersediaan fasilitas halal, dan promosi kreatif menjadi kunci utama mengapa wilayah ini selalu berhasil mencatatkan rapor hijau setiap musim liburan tiba.

Baca Juga Tragedi Mencekam di Lereng Sindoro-Sumbing: Misteri Satu Keluarga Tewas Saat Kamping di Kledung Temanggung
Tragedi Mencekam di Lereng Sindoro-Sumbing: Misteri Satu Keluarga Tewas Saat Kamping di Kledung Temanggung
Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *