Hasil Kroasia vs Belgia: Dominasi De Rode Duivels Berlanjut, Lukaku Segel Kemenangan di Rijeka
SuaraInfo — Atmosfer panas menyelimuti Stadion HNK Rijeka saat dua kekuatan besar sepak bola Eropa, Kroasia dan Belgia, kembali dipertemukan dalam laga uji coba bergengsi. Pertandingan yang digelar pada Rabu malam ini menjadi panggung pembuktian bagi kedua tim yang tengah mematangkan strategi menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026. Belgia, yang tampil dengan koordinasi lini tengah yang solid, akhirnya sukses membawa pulang kemenangan meyakinkan 2-0 atas tuan rumah.
Pertemuan ini memiliki narasi tersendiri, mengingat ini adalah pertama kalinya kedua negara bersua kembali setelah hasil imbang tanpa gol yang menyesakkan di fase grup Piala Dunia 2022 lalu. Namun, kali ini ceritanya berbeda. Timnas Belgia yang kini ditangani dengan pendekatan lebih dinamis menunjukkan efisiensi luar biasa di depan gawang, sementara Kroasia harus meratapi sejumlah peluang emas yang membentur tiang gawang.
Dominasi Awal De Rode Duivels
Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Belgia langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kecepatan sayap yang dimotori oleh Jeremy Doku, lini pertahanan Kroasia dipaksa bekerja keras sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan, memaksa barisan belakang tuan rumah melakukan pelanggaran di area berbahaya.
Salah satu peluang pembuka lahir ketika Jeremy Doku dijatuhkan tepat di depan area D. Maxime de Cuyper yang mengambil tanggung jawab sebagai algojo tendangan bebas melepaskan tembakan melengkung yang cantik. Sayangnya, bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Dominik Livakovic. Meski belum berbuah gol, momen ini menjadi sinyal peringatan bagi Timnas Kroasia bahwa tim tamu tidak datang hanya untuk bertahan.
Visi De Bruyne dan Eksekusi Dingin Tielemans
Kebuntuan pertandingan akhirnya terpecah pada menit ke-39. Berawal dari kecerdikan Kevin de Bruyne yang mengambil tendangan bebas cepat, bola langsung dialirkan ke sisi kiri di mana Jeremy Doku sudah bersiap melakukan tusukan tajam. Doku, dengan gocekan khasnya, mengirimkan umpan tarik yang sempat diblok oleh Josip Sutalo.
Bola liar tersebut menyentuh De Cuyper sebelum akhirnya jatuh ke kaki Youri Tielemans. Dengan ketenangan seorang jenderal lapangan tengah, Tielemans melepaskan sontekan terukur yang bersarang tepat di sudut bawah gawang Kroasia. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Belgia, sekaligus membungkam ribuan pendukung tuan rumah di Rijeka.
Kroasia tidak tinggal diam. Dipimpin oleh sang maestro Luka Modric, mereka mencoba membalas sebelum turun minum. Modric hampir saja menyamakan kedudukan lewat tendangan kaki kanan menyilang yang mengarah ke tiang jauh. Namun, Thibaut Courtois membuktikan kelasnya dengan reaksi kilat untuk menepis bola ke luar lapangan, menghasilkan sepak pojok yang gagal dimanfaatkan lebih lanjut oleh Kroasia.
Drama Mistar Gawang di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, pelatih Kroasia melakukan sejumlah rotasi untuk menambah daya dobrak. Masuknya pemain-pemain seperti Luka Sucic dan Ante Budimir memberikan dampak instan pada intensitas serangan tim berjuluk Vatreni tersebut. Kroasia mulai mengurung pertahanan Belgia dan menciptakan serangkaian peluang berbahaya.
Momen paling krusial terjadi saat Luka Sucic mengirimkan umpan silang akurat dari sayap kiri. Ante Budimir yang berdiri bebas di tepi kotak 6 yard menyambut bola dengan sundulan keras. Namun, dewi fortuna belum berpihak pada tuan rumah; bola hanya membentur mistar gawang dan kembali ke lapangan pertandingan. Kegagalan ini menjadi titik balik mental bagi Kroasia yang terus berupaya mencari gol penyama kedudukan.
Di sisi lain, Belgia juga memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan melalui situasi bola mati. Youri Tielemans mengirimkan sepak pojok yang disambut oleh tandukan Hans Vanaken. Skenario yang sama terjadi, di mana bola hasil sundulannya juga menghantam mistar gawang, membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga memasuki menit-menit krusial di akhir pertandingan.
Insting Predator Romelu Lukaku
Menjelang akhir waktu normal, Kroasia melakukan upaya terakhir melalui Luka Sucic. Gelandang muda berbakat ini melepaskan tendangan kaki kiri melengkung dari luar kotak penalti yang membuat Courtois sempat terpaku. Beruntung bagi Belgia, bola melebar tipis dari tiang gawang.
Asyik menyerang membuat lini pertahanan Kroasia terbuka lebar. Pada masa injury time, sebuah serangan balik cepat dilancarkan oleh Belgia. Sebuah umpan lambung yang sangat presisi membebaskan Romelu Lukaku dari jebakan offside. Lukaku, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, menunjukkan mengapa dirinya tetap menjadi salah satu striker paling ditakuti di dunia.
Dengan kekuatan fisik dan kontrol bola yang prima, Lukaku menggiring bola ke sisi kiri kotak penalti sebelum melepaskan tembakan mendatar yang keras. Kiper pengganti Kroasia, Kotarski, tidak mampu membendung laju bola yang meluncur deras ke pojok gawang. Gol tersebut menjadi penutup pertandingan sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi Belgia.
Catatan Taktis dan Evaluasi Tim
Kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi skuad De Rode Duivels. Efektivitas transisi dari bertahan ke menyerang menjadi kunci utama keberhasilan mereka di Rijeka. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Kevin de Bruyne yang dipadukan dengan ledakan energi pemain muda seperti Doku menciptakan keseimbangan yang sulit diantisipasi lawan.
Sementara bagi Kroasia, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius. Meski mendominasi penguasaan bola di beberapa fase pertandingan dan menciptakan peluang bersih, penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama. Ketidakhadiran sosok striker murni yang klinis di depan gawang tampak jelas dalam laga ini.
Pertandingan ini juga menjadi ajang eksperimen bagi kedua pelatih dengan melakukan banyak pergantian pemain di babak kedua. Pergantian ini dimaksudkan untuk melihat kedalaman skuad serta mencoba berbagai variasi formasi sebelum terjun ke kompetisi resmi yang lebih berat.
Susunan Pemain Kedua Tim
TIMNAS KROASIA: Dominik Livakovic (Kotarski 59′), Josip Sutalo (Jakic 71′), Josip Stanisic (Marco Pasalic 58′), Luka Voskovic, Josip Gvardiol (刻ongracic 58′), Modric (Mario Pasalic 58′), Kovacic (Sucic 58′), Perisic (Moro 71′), Petar Sucic (Kramaric 71′), Petar Musa (Budimir 58′), Martin Baturina (Vlasic 71′).
TIMNAS BELGIA: Thibaut Courtois, Maxime de Cuyper, Arthur Theate, Amadou Onana (Seys 68′), Nathan Ngoy (Hanaken 68′), Alexis Saelemaekers (Winter 68′), Youri Tielemans, Kevin De Bruyne (Meunier 67′), Raskin (Witsel 79′), Jeremy Doku (Matias Fernandez 73′), Charles de Ketelaere (Romelu Lukaku 73′).
Dengan hasil ini, Belgia semakin memantapkan posisi mereka sebagai salah satu favorit dalam perburuan trofi internasional mendatang. Sementara Kroasia masih memiliki waktu untuk berbenah dan mengasah ketajaman lini serang mereka agar mampu berbicara banyak di panggung dunia.