Harry Kane Menggila, Inggris Taklukkan Kroasia 4-2 dalam Drama Pembuka Grup L Piala Dunia 2026
SuaraInfo — Arlington menjadi saksi bisu kebangkitan sang raksasa Eropa saat tim nasional Inggris memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang mengesankan. Dalam laga pembuka Grup L yang berlangsung di AT&T Stadium, Texas, Amerika Serikat, The Three Lions sukses membungkam perlawanan sengit Kroasia dengan skor meyakinkan 4-2. Sang kapten, Harry Kane, menjadi bintang lapangan dengan torehan dua gol krusial yang membuktikan bahwa ketajamannya belum pudar dimakan usia.
Dominasi Awal dan Drama Titik Putih
Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Kroasia hampir mengejutkan pertahanan Inggris melalui skema bola mati. Ivan Perisic mengirimkan umpan lambung presisi dari sepak pojok yang disambut oleh tandukan Josip Sutalo. Beruntung bagi Inggris, bola masih melambung tipis di atas mistar gawang yang dijaga Jordan Pickford. Ancaman ini menjadi alarm bagi barisan pertahanan Inggris yang dikomandoi John Stones untuk tetap waspada.
Memasuki menit ke-12, petaka menghampiri Kroasia. Akselerasi eksplosif Noni Madueke di sisi kanan memaksa legenda hidup Luka Modric melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Harry Kane maju sebagai algojo. Ada momen ketegangan saat wasit meminta penalti diulang, namun Kane menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menceploskan bola kembali ke gawang Dominik Livakovic pada kesempatan kedua. Skor 1-0 untuk keunggulan Inggris.
Kroasia tidak tinggal diam. Tim besutan Zlatko Dalic ini mencoba merespons cepat. Petar Musa mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti pada menit ke-14, namun penyelesaian akhirnya masih mampu diblok oleh barisan belakang Inggris yang tampil disiplin. Pertarungan lini tengah yang melibatkan Declan Rice dan Luka Modric membuat tempo pertandingan semakin memanas.
Saling Balas Gol di Paruh Pertama
Inggris terus menekan untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-31, Madueke kembali menjadi momok bagi pertahanan Kroasia. Ia berhasil lolos di sisi kanan dan mengirimkan umpan silang mendatar yang sangat berbahaya menuju Jude Bellingham. Sayangnya, bola berhasil disapu oleh bek Kroasia tepat sebelum Bellingham menyonteknya masuk ke gawang.
Justru Kroasia yang berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-26. Berawal dari penetrasi Petar Sucic di sisi kanan, ia mengirimkan umpan tarik yang sangat akurat. Martin Baturina yang muncul dari lini kedua melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok kiri gawang Pickford. Skor berubah menjadi imbang 1-1, membuat seisi stadion bergemuruh.
Menjelang akhir babak pertama, Inggris kembali memegang kendali. Pada menit ke-42, sebuah skema sepak pojok yang diambil oleh Declan Rice menjadi kunci. Bola melambung ke tiang jauh dan disambut dengan tandukan tajam oleh Harry Kane yang tak terkawal. Livakovic hanya bisa terpaku melihat bola masuk ke gawangnya untuk kedua kali. Namun, kegembiraan Inggris sedikit terganggu saat di masa injury time babak pertama, Ivan Perisic berhasil melepaskan diri dan memberikan bola kepada Petar Musa. Musa dengan dingin menaklukkan Pickford, membuat skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Kebangkitan The Three Lions di Babak Kedua
Keluar dari kamar ganti, Inggris langsung tancap gas. Belum genap dua menit babak kedua berjalan, tepatnya di menit ke-47, Jude Bellingham menunjukkan kelasnya. Menerima umpan manis dari Elliott Anderson, Bellingham menggiring bola menusuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung ke pojok gawang. Gol ini seolah meruntuhkan mental para pemain Kroasia.
Dominasi Inggris semakin terlihat jelas setelah gol tersebut. Bellingham hampir mencetak gol keduanya semenit kemudian, namun kali ini Livakovic tampil gemilang dengan menepis bola. Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh anak asuh Gareth Southgate. Nico O’Reilly dan Declan Rice bergantian mengancam gawang Kroasia, namun ketangguhan Livakovic di bawah mistar menjadi penghalang utama Inggris untuk menjauh.
Kroasia sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui aksi Mario Pasalic, namun usahanya masih bisa diredam oleh Jordan Pickford. Inggris yang tampil lebih klinis akhirnya mengunci kemenangan di menit ke-85. Melalui serangan balik cepat yang diprakarsai oleh pemain pengganti, Bukayo Saka, bola dialirkan kepada Marcus Rashford di sisi kiri. Rashford melakukan cut-inside khasnya dan melepaskan tendangan mendatar yang bersarang telak di sudut bawah gawang Kroasia.
Kane Menjadi Pahlawan di Kedua Sisi Lapangan
Kemenangan 4-2 ini hampir saja ternoda di menit-menit akhir pertandingan. Bek tangguh Kroasia, Josko Gvardiol, berhasil melepaskan tembakan yang sudah melewati jangkauan Jordan Pickford. Saat bola hampir melewati garis gawang, Harry Kane muncul secara heroik untuk menyapu bola keluar. Aksi pertahanan ini melengkapi performa sempurna sang kapten malam itu.
Dengan hasil ini, Inggris untuk sementara memimpin klasemen Grup L Piala Dunia 2026 dengan perolehan tiga poin. Sebaliknya, Kroasia harus puas berada di dasar klasemen sambil menunggu hasil pertandingan antara Ghana melawan Panama. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inggris yang bertekad mengakhiri puasa gelar internasional mereka di turnamen edisi kali ini.
Susunan Pemain Kedua Tim
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, John Stones (Marc Guehi 87′), Nico O’Reilly; Elliott Anderson, Declan Rice (Morgan Rogers 72′); Noni Madueke (Bukayo Saka 72′), Jude Bellingham (Djed Spence 79′), Anthony Gordon (Marcus Rashford 72′); Harry Kane.
Kroasia (4-3-3): Dominik Livakovic; Josip Sutalo, Luka Vuskovic, Josko Gvardiol, Josip Stanisic; Luka Modric (Mateo Kovacic 58′), Mario Pasalic (Andrej Kramaric 78′), Ivan Perisic; Petar Sucic, Martin Baturina (Nikola Vlasic 78′), Petar Musa.
Pertandingan ini membuktikan bahwa kombinasi pemain muda berbakat seperti Bellingham dan Madueke dengan pemain berpengalaman seperti Kane menjadi senjata mematikan bagi Inggris. Bagi Kroasia, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Zlatko Dalic, terutama dalam mengantisipasi serangan balik dan bola mati lawan jika ingin melaju lebih jauh di kompetisi ini.