Misi Besar Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara: Target Operasi September 2026 dan Strategi Infrastruktur

Dimas Pratama | SuaraInfo
02 Jul 2026, 19:27 WIB
Misi Besar Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara: Target Operasi September 2026 dan Strategi Infrastruktur

SuaraInfo — Denyut nadi penerbangan di jantung Kota Bandung dipastikan akan kembali berdegup kencang dalam waktu dekat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengerahkan seluruh daya untuk mempercepat proses reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Kabar baik ini menjadi angin segar bagi warga Jawa Barat, khususnya masyarakat Kota Kembang, mengingat bandara ini dijadwalkan akan kembali melayani mobilitas udara secara komersial pada 17 September 2026 mendatang.

Langkah reaktivasi ini bukan sekadar seremoni pembukaan kembali, melainkan sebuah proyek strategis yang melibatkan serangkaian langkah teknis dan operasional yang sangat mendalam. Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), pemerintah terus memantau setiap progres, mulai dari kesiapan landasan hingga fasilitas pendukung di terminal penumpang. Dalam dua hingga tiga minggu terakhir, aktivitas di bandara yang memiliki sejarah panjang ini terlihat semakin intens, mencakup pembenahan pada sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side).

Komitmen Keselamatan dalam Reaktivasi Bertahap

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa proses ini tidak akan dilakukan secara terburu-buru tanpa perhitungan yang matang. Ia menekankan bahwa prinsip utama yang dipegang teguh adalah keselamatan, keamanan, dan kepatuhan penuh terhadap regulasi penerbangan sipil internasional. Hal ini krusial mengingat lokasi bandara yang sangat unik dan menantang.

Baca Juga Kemewahan Baru di Kota Pahlawan: Trans Luxury Hotel Surabaya Siap Sambut Tamu pada Mei 2026
Kemewahan Baru di Kota Pahlawan: Trans Luxury Hotel Surabaya Siap Sambut Tamu pada Mei 2026

“Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap. Kami telah menyetujui kajian operasional dan safety assessment yang komprehensif sebagai fondasi dasar pelaksanaan reaktivasi ini. Tugas kami adalah memastikan seluruh kebutuhan teknis dan operasional terpenuhi 100 persen sebelum transportasi udara di bandara ini kembali beroperasi secara optimal bagi publik,” ungkap Lukman dalam keterangannya baru-baru ini.

Kajian keselamatan ini menjadi sangat penting karena Bandara Husein Sastranegara memiliki karakteristik geografis yang berbeda dari bandara-bandara baru lainnya. Terletak di tengah kawasan pemukiman yang padat, setiap langkah operasional harus memperhitungkan risiko dengan sangat cermat agar tidak mengganggu aktivitas warga sekitar namun tetap efisien bagi maskapai.

Menakar Tantangan Infrastruktur dan Batasan Geografis

Menghidupkan kembali bandara di tengah kota tentu bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim teknis adalah keterbatasan lahan. Dengan posisi yang dikelilingi oleh pemukiman penduduk yang rapat, pengembangan area bandara secara horizontal hampir tidak mungkin dilakukan. Panjang landas pacu atau runway saat ini tercatat berada di angka 2.220 x 45 meter.

Baca Juga Nestapa di Balik Keindahan Rinjani: Ketika Petugas Harus Bertaruh Nyawa Meniti Tebing Demi Sampah Pendaki
Nestapa di Balik Keindahan Rinjani: Ketika Petugas Harus Bertaruh Nyawa Meniti Tebing Demi Sampah Pendaki

Angka tersebut dianggap sudah maksimal dan tidak memungkinkan untuk dilakukan perpanjangan lebih lanjut. Selain itu, status bandara yang merupakan aset bersama dengan TNI Angkatan Udara (Lanud Husein Sastranegara) menambah kompleksitas dalam pengaturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Koordinasi antara otoritas sipil dan militer menjadi kunci utama agar aktivitas penerbangan komersial dan misi pertahanan negara dapat berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.

Meski memiliki keterbatasan ruang, pemerintah tetap optimis bahwa bandara ini mampu melayani pesawat jet komersial sekelas Boeing 737-800 dan Airbus A320. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, serangkaian peningkatan infrastruktur harus segera diselesaikan. Fokus utama saat ini adalah melakukan overlay (penebalan) pada runway dan taxiway, serta rekonstruksi pada bagian apron. Struktur apron yang lama akan diperkuat dengan kombinasi rigid pavement dan flexible overlay untuk memastikan ketahanan landasan saat menahan beban pesawat jet berbadan sedang.

Peningkatan Standar Keamanan: PKP-PK Kategori 7

Aspek keamanan tidak hanya berhenti pada landasan pacu. Salah satu syarat mutlak agar pesawat jet komersial dapat mendarat adalah peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Saat ini, Ditjen Hubud tengah mengupayakan agar standar bandara naik menjadi Kategori 7.

Baca Juga Eksplorasi Mall Wisata Rongsok Depok: Labirin Harta Karun Vintage dan Kisah Inspiratif di Balik Tumpukan Barang Bekas
Eksplorasi Mall Wisata Rongsok Depok: Labirin Harta Karun Vintage dan Kisah Inspiratif di Balik Tumpukan Barang Bekas

Peningkatan kategori ini memerlukan penambahan armada kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) serta penguatan kapasitas personel di lapangan. Menariknya, dalam upaya efisiensi anggaran dan optimalisasi aset negara, Kemenhub memilih strategi mobilisasi sumber daya yang sudah ada ketimbang melakukan pengadaan baru yang memakan waktu lama.

Rencananya, unit-unit pemadam kebakaran bandara akan dipindahkan dari Bandara Kertajati (BIJB) setelah operasional pemulangan jemaah haji tahun ini selesai. Strategi “jemput bola” ini dianggap paling rasional agar target operasional pada 17 September tetap tercapai tanpa terkendala proses birokrasi pengadaan barang. Tak hanya itu, fasilitas terminal pun tak luput dari renovasi. Mulai dari perbaikan atap, sistem waterproofing untuk mencegah kebocoran saat musim hujan, hingga penyempurnaan interior guna meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke Bandung.

Dua Skenario Operasional di Masa Depan

Pemerintah telah menyiapkan dua opsi strategi operasional yang akan diterapkan di Bandara Husein Sastranegara. Opsi pertama adalah memfokuskan layanan pada pesawat baling-baling (propeller) seperti ATR72-500, serta melayani penerbangan bisnis (business aviation) dan penerbangan charter. Opsi ini dinilai paling aman jika melihat beban lingkungan dan kapasitas landasan saat ini.

Baca Juga Lupakan Bali Sejenak! Ini 7 Destinasi Rahasia Indonesia yang Jauh Lebih Eksotis dan Menantang
Lupakan Bali Sejenak! Ini 7 Destinasi Rahasia Indonesia yang Jauh Lebih Eksotis dan Menantang

Namun, opsi kedua tetap dibuka lebar, yakni mengizinkan operasional pesawat jet seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320. Untuk mengantisipasi kepadatan jadwal, pemerintah akan menerapkan sistem slot management yang sangat ketat. Dengan pengaturan slot yang presisi, kapasitas operasional bandara dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan pesawat baik di udara maupun di apron, sekaligus memastikan standar keamanan tetap terjaga sesuai regulasi internasional.

Kehadiran kembali Bandara Husein Sastranegara diharapkan dapat memicu kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata Jawa Barat. Bandung yang dikenal sebagai destinasi belanja dan kuliner tentu membutuhkan aksesibilitas yang cepat dan mudah bagi pelancong domestik maupun mancanegara. Dengan reaktivasi ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM di wilayah Bandung Raya.

“Kami berkomitmen penuh agar proses reaktivasi ini berjalan sesuai standar. Koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI AU, hingga maskapai penerbangan, terus kami perkuat. Tujuan akhirnya adalah memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat,” pungkas Lukman menutup penjelasannya.

Baca Juga Strategi Lion Group Perkuat Konektivitas: BookCabin Travel Fair Makassar Tebar Promo Tiket dan Cashback Berlimpah
Strategi Lion Group Perkuat Konektivitas: BookCabin Travel Fair Makassar Tebar Promo Tiket dan Cashback Berlimpah
Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *