Menjelajahi Surga Rasa di Negeri Tirai Bambu: 7 Street Food Ikonik China yang Menggugah Selera

Dimas Pratama | SuaraInfo
04 Mei 2026, 11:30 WIB
Menjelajahi Surga Rasa di Negeri Tirai Bambu: 7 Street Food Ikonik China yang Menggugah Selera

SuaraInfo — Negeri Tirai Bambu bukan sekadar destinasi yang menawarkan kemegahan Tembok Raksasa atau gemerlap gedung pencakar langit di Shanghai. Lebih dari itu, China adalah sebuah perjamuan besar bagi indra perasa. Jika Anda melangkahkan kaki ke lorong-lorong kota, aroma bumbu yang tajam, kepulan uap dari keranjang bambu, dan bunyi desis penggorengan akan menyambut Anda dalam sebuah petualangan kuliner yang tak terlupakan.

Dunia wisata kuliner di China memiliki karakter yang sangat kuat: berani, variatif, dan terkadang menantang batas keberanian kita. Dari jajanan yang menawarkan kenyamanan di pagi hari hingga camilan malam yang eksotis, setiap gigitan menyimpan cerita tradisi ribuan tahun. Bagi Anda yang berencana mengunjungi China, mencicipi makanan pinggir jalan adalah sebuah ritual wajib untuk benar-benar memahami jiwa dari negara ini.

Agar perjalanan Anda semakin bermakna dan lidah Anda tidak salah pilih, SuaraInfo telah merangkum tujuh jenis street food legendaris yang wajib masuk dalam daftar buruan Anda. Bersiaplah untuk menelusuri surga rasa di setiap sudut jalanan China.

Baca Juga Daratan yang Hilang: Nestapa Abrasi Pantai Monggalan Klungkung dan Ancaman bagi Warga Pesisir
Daratan yang Hilang: Nestapa Abrasi Pantai Monggalan Klungkung dan Ancaman bagi Warga Pesisir

1. Jianbing: Simfoni Renyah dalam Lipatan Crepe

Jika New York punya bagel dan Paris punya croissant, maka China punya Jianbing sebagai primadona sarapan. Jianbing adalah salah satu makanan tradisional yang paling dicintai oleh penduduk lokal. Pemandangan penjual Jianbing yang dengan lihai meratakan adonan gandum di atas wajan datar panas adalah atraksi tersendiri di pagi hari yang sibuk.

Crepe tipis ini biasanya diberi olesan telur, taburan daun bawang segar, ketumbar, serta saus kacang manis yang dipadukan dengan pasta cabai pedas. Kunci kelezatannya terletak pada baocui—kerupuk goreng renyah yang diletakkan di tengah sebelum crepe dilipat. Teksturnya yang kontras antara kulit yang lembut dan isian yang sangat renyah menciptakan sensasi yang sulit dilupakan. Jianbing bukan sekadar sarapan, melainkan energi yang membangkitkan semangat warga kota.

2. Baozi: Kehangatan dalam Setiap Gigitan Roti Kukus

Mungkin Anda sudah akrab dengan istilah bakpao di tanah air, namun mencicipi Baozi langsung di tempat asalnya memberikan pengalaman yang berbeda. Street food China yang satu ini hadir dalam berbagai ukuran dan isian. Ada yang seukuran genggaman tangan, ada pula yang kecil mungil dan disajikan dalam tumpukan wadah bambu.

Baca Juga Petaka Candaan di Media Sosial: Kisah Pramugari American Airlines yang Dipecat Akibat Konten Politik
Petaka Candaan di Media Sosial: Kisah Pramugari American Airlines yang Dipecat Akibat Konten Politik

Isian yang paling klasik biasanya berupa daging babi cincang yang juicy, namun bagi Anda yang mencari variasi lain, tersedia isian daging ayam, sayuran segar, hingga pasta kacang merah yang manis. Keistimewaan Baozi terletak pada rotinya yang sangat empuk dan membal, yang menyerap kaldu dari isian daging di dalamnya. Menikmati sepasang Baozi hangat di tengah suhu udara yang dingin adalah bentuk kemewahan yang sederhana.

3. Chuanr: Aroma Rempah yang Memikat dari Balik Asap

Saat matahari terbenam dan lampu-lampu neon mulai menyala, aroma asap yang harum akan menuntun Anda ke gerobak Chuanr. Ini adalah sate khas China yang awalnya dipopulerkan oleh komunitas Muslim Uighur di Xinjiang, namun kini telah menjadi budaya makan malam nasional.

Potongan daging—biasanya kambing atau sapi—ditusuk pada lidi bambu atau besi, kemudian dipanggang di atas bara api yang membara. Yang membuat Chuanr begitu istimewa adalah taburan bumbunya yang sangat royal: bubuk jintan (cumin) yang harum dan cabai kering yang pedas menyengat. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma smokey dari panggangan menjadikan Chuanr teman terbaik saat berkumpul bersama teman-teman di pinggir jalan. Jangan lupa mencari penjual yang memberikan potongan lemak di antara dagingnya untuk sensasi lumer di mulut.

Baca Juga Bungkam Membawa Petaka: Bule Rusia Dipenjara di Bali Karena Tak Laporkan Kebun Ganja Pacarnya
Bungkam Membawa Petaka: Bule Rusia Dipenjara di Bali Karena Tak Laporkan Kebun Ganja Pacarnya

4. Tanghulu: Permata Manis yang Mengkilap

Tanghulu adalah jajanan yang akan langsung menarik perhatian mata Anda. Terdiri dari barisan buah-buahan yang ditusuk sate dan dilapisi dengan sirup gula yang dikeraskan hingga menjadi bening seperti kaca. Secara tradisional, Tanghulu menggunakan buah hawthorn (shanzha) yang memiliki rasa asam sepat, menciptakan keseimbangan sempurna dengan lapisan gula yang manis luar biasa.

Namun, di era modern ini, Anda bisa menemukan Tanghulu dengan berbagai macam buah seperti stroberi, anggur, kiwi, hingga potongan jeruk. Saat menggigitnya, Anda akan merasakan sensasi ‘krak’ dari lapisan gula yang pecah, diikuti oleh ledakan kesegaran dari buah di dalamnya. Jajanan viral ini sangat populer di musim dingin, karena udara dingin menjaga lapisan gula tetap keras dan tidak mudah meleleh. Namun ingat, berhati-hatilah saat membuang tusukannya agar tidak meninggalkan sisa gula yang lengket.

5. Roujiamo: Burger Kuno dengan Cita Rasa Modern

Sering dijuluki sebagai “burger tertua di dunia”, Roujiamo berasal dari provinsi Shaanxi dan telah ada sejak ribuan tahun lalu. Berbeda dengan burger ala Barat, Roujiamo menggunakan roti pipih yang disebut mo, yang dipanggang secara tradisional hingga bagian luarnya garing namun dalamnya tetap kenyal.

Baca Juga Ledakan Okupansi Hotel New York di Piala Dunia 2026: Saat Prediksi Pesimistis Terpatahkan oleh Gairah Sepak Bola
Ledakan Okupansi Hotel New York di Piala Dunia 2026: Saat Prediksi Pesimistis Terpatahkan oleh Gairah Sepak Bola

Isiannya adalah daging yang telah dimasak lama dengan berbagai rempah rahasia hingga sangat empuk dan hancur dengan sendirinya. Penjual biasanya akan mencincang daging tersebut bersama sedikit kuah kaldunya dan memasukkannya ke dalam belahan roti. Hasilnya adalah sebuah kudapan yang juicy, gurih, dan sangat memuaskan. Roujiamo adalah bukti bahwa kesederhanaan bahan yang diproses dengan benar bisa menghasilkan rasa yang spektakuler.

6. Stinky Tofu: Tantangan Aroma bagi Sang Pemberani

Tak lengkap membahas kuliner China tanpa menyebut Stinky Tofu atau Chou Doufu. Sesuai namanya, tahu ini memiliki aroma fermentasi yang sangat kuat dan menusuk hidung, bahkan dari jarak puluhan meter sekalipun. Bagi banyak orang asing, aromanya mungkin terasa aneh, namun bagi penggemarnya, semakin bau tahu tersebut, semakin nikmat rasanya.

Tahu ini difermentasi dalam air garam khusus bersama sayuran dan bumbu selama berminggu-minggu. Setelah digoreng hingga garing, Stinky Tofu disajikan dengan saus cabai pedas, bawang putih, dan terkadang acar sayuran. Rahasia dibalik aromanya adalah rasa gurih yang mendalam (umami) yang tidak ditemukan pada tahu biasa. Jika Anda bisa mengesampingkan prasangka terhadap baunya, Anda mungkin akan jatuh cinta pada teksturnya yang krispi di luar dan lembut di dalam.

Baca Juga Menguak Tabir Magis Dataran Tinggi Dieng: 9 Fakta Sejarah dan Geografi di Balik Negeri di Atas Awan
Menguak Tabir Magis Dataran Tinggi Dieng: 9 Fakta Sejarah dan Geografi di Balik Negeri di Atas Awan

7. Xiaolongbao: Keajaiban dalam Kantung Tipis

Xiaolongbao sering kali dianggap sebagai puncak seni pembuatan pangsit di China. Meskipun sering ditemukan di restoran, Xiaolongbao juga menjadi primadona di pasar-pasar kuliner malam. Yang membuat dimsum ini begitu legendaris adalah keberadaan kuah sup panas di dalam kulit pangsit yang tipis transparan.

Cara memakannya membutuhkan teknik khusus agar Anda tidak mengalami insiden lidah terbakar. Letakkan Xiaolongbao di atas sendok bebek, gigit sedikit bagian kulitnya untuk mengeluarkan uap panas, lalu hirup kuah supnya yang kaya rasa sebelum melahap seluruh bagian pangsit. Keajaiban teknis saat membungkus kaldu beku yang kemudian mencair saat dikukus adalah alasan mengapa Xiaolongbao selalu dicari oleh para pecinta kuliner dunia.

Tips Tambahan untuk Menjelajahi Street Food di China

Menikmati makanan pinggir jalan di negara asing memerlukan sedikit strategi. Pertama, perhatikan tingkat kebersihan penjual dan carilah gerobak yang memiliki antrean panjang oleh warga lokal—itu adalah jaminan mutu. Kedua, bagi Anda yang memiliki batasan diet tertentu seperti pantangan babi (halal), jangan ragu untuk bertanya atau mencari gerobak dengan tulisan “Qingzhen” yang menandakan makanan tersebut ramah muslim.

Jangan lupa untuk selalu membawa uang tunai kecil atau menggunakan aplikasi pembayaran digital yang umum digunakan di sana. Keberanian untuk mencoba hal baru adalah kunci utama dalam menikmati pengalaman liburan yang otentik. China bukan hanya soal destinasi wisata visual, tetapi juga tentang bagaimana Anda meresapi budaya melalui lidah dan perut. Selamat berpetualang dan selamat makan!

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *