120 Tahun Kiprah IMI: Menakar Masa Depan Sport Tourism Indonesia Melalui IMI Awards 2025
SuaraInfo — Satu abad lebih telah berlalu sejak deru mesin pertama kali menjadi simbol pergerakan di tanah air, dan kini Ikatan Motor Indonesia (IMI) berdiri tegak merayakan hari jadinya yang ke-120 tahun. Sebuah angka yang bukan sekadar catatan usia, melainkan bukti ketangguhan organisasi dalam mengawal hobi, prestasi, hingga industri otomotif nasional. Puncak perayaan ini dikemas secara apik melalui gelaran bergengsi IMI Awards 2025 yang berlangsung di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Rabu malam.
Suasana megah menyelimuti ruangan saat ratusan insan otomotif berkumpul. Di bawah sorotan lampu panggung yang dramatis, acara ini menjadi panggung apresiasi bagi mereka yang telah berpeluh keringat di lintasan balap sepanjang tahun. IMI Awards bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah pengakuan atas dedikasi tanpa batas dari para pebalap, mekanik, hingga promotor yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah otomotif.
Selebrasi Prestasi: 300 Juara dalam Satu Malam
Malam penghargaan tersebut menjadi saksi bisu betapa luasnya spektrum olahraga motor di Indonesia. Tercatat lebih dari 300 atlet dan tokoh champion menerima penghargaan yang terbagi ke dalam lebih dari 20 kategori. Mulai dari ajang adu cepat di lintasan aspal seperti Karting, Mini GP, hingga ajang ekstrem seperti Drifting dan Slalom yang membutuhkan akurasi tingkat tinggi. Tidak ketinggalan, cabang olahraga air seperti Aquabike juga mendapatkan porsi apresiasi yang setara.
Kategori yang diberikan mencakup hampir seluruh lini, termasuk Rally, Sprint Rally, Time Rally, City Rally, hingga ajang bergengsi Indonesia Touring Car Race (ITCR). Bagi para pecinta kecepatan di lintasan tanah, penghargaan untuk kategori Motocross, Grasstrack, Speed Offroad, dan Adventure Offroad turut memeriahkan suasana. Keberagaman kategori ini menunjukkan bahwa IMI benar-benar menjadi payung besar bagi seluruh pegiat balap motor dan mobil di tanah air.
Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Suprapto, dalam sambutannya menekankan bahwa setiap trofi yang diberikan adalah simbol dari kerja keras dan sportivitas. “Selama 120 tahun, IMI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang sejarah transportasi dan olahraga di Indonesia. IMI Awards 2025 bukan sekadar malam penghargaan, tetapi juga bentuk penghormatan mendalam kami kepada seluruh insan otomotif yang tetap setia menjaga api semangat ini tetap menyala,” ujar Moreno dengan nada penuh bangga.
Misi Besar Pengembangan Sport Tourism
Di balik kemeriahan lampu panggung, terselip sebuah pesan strategis yang dibawa oleh pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Kehadirannya memberikan warna tersendiri, membawa amanat dari Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya transformasi sektor olahraga menjadi mesin penggerak ekonomi melalui konsep sport tourism.
Erick Thohir menegaskan bahwa IMI memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya mencetak pebalap berprestasi, tetapi juga menjadi arsitek dalam membangun ekosistem industri pariwisata berbasis olahraga. Menurutnya, potensi Indonesia sangat besar, namun tantangannya adalah bagaimana mengonversi acara olahraga agar tidak hanya menjadi beban pengeluaran negara (government spending), melainkan menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.
“Pemerintah ingin setiap acara olahraga, sekecil apapun itu, mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan. Kita tidak ingin hanya membuat acara lalu selesai. Kita ingin ada pertumbuhan ekonomi yang merata dari Aceh hingga Papua melalui ajang otomotif,” jelas Erick di hadapan para awak media.
Belajar dari Kesuksesan Sirkuit Mandalika
Salah satu tolok ukur kesuksesan yang sering disebut adalah kehadiran Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Sejak menggelar MotoGP pada tahun 2022, perputaran uang di kawasan tersebut telah menyentuh angka triliunan rupiah. Mandalika bukan lagi sekadar sirkuit, melainkan simbol kebangkitan sport tourism Indonesia yang diakui dunia. Di sana, muncul bibit-bibit baru seperti Veda Ega Pratama yang kini mulai menapaki karier internasional, mengikuti jejak para seniornya.
Erick Thohir mengajak IMI untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Sirkuit Mandalika, misalnya, diharapkan tidak hanya digunakan untuk ajang balap internasional setahun sekali, tetapi juga menjadi pusat pengembangan industri otomotif, mulai dari pengujian kendaraan hingga pusat riset teknologi motor sport. Dengan demikian, industri otomotif nasional dapat tumbuh selaras dengan prestasi atletnya.
Sinergi Lintas Kementerian demi Masa Depan
Langkah konkret telah diambil oleh Kemenpora dengan menjalin sinergi bersama Kementerian Pariwisata. Mereka kini tengah melakukan pendataan intensif terhadap seluruh agenda olahraga nasional hingga tahun 2029. Tujuannya jelas: sinkronisasi jadwal agar setiap event memiliki nilai jual pariwisata yang tinggi. IMI diharapkan menjadi mitra utama pemerintah dalam menyusun kalender balap yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Bayu Priawan Djokosoetono, selaku Ketua Panitia IMI Awards 2025, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan dukungan pemerintah. Ia memandang dukungan dari Menpora sebagai bahan bakar tambahan bagi IMI untuk terus berinovasi. “Kami berharap prestasi otomotif kita semakin mendunia. IMI akan terus menjadi partner strategis pemerintah untuk memastikan bahwa setiap deru mesin di lintasan balap juga berarti denyut nadi ekonomi bagi rakyat,” tutur Bayu.
Harapan Baru di Usia 120 Tahun
Sebagai organisasi yang telah melewati berbagai zaman, IMI kini ditantang untuk beradaptasi dengan era digital dan keberlanjutan lingkungan. Tantangan pengembangan kendaraan listrik di ajang balap hingga digital motorsport menjadi agenda yang mulai dilirik. Namun, esensi dari IMI tetaplah sama: persaudaraan dan prestasi.
Menutup malam yang penuh bintang tersebut, semangat yang dibawa pulang oleh para pemenang bukan sekadar piala berlapis logam, melainkan tanggung jawab untuk membawa otomotif Indonesia ke level yang lebih tinggi. Dengan sejarah 120 tahun sebagai fondasi, dan visi sport tourism sebagai kompas, IMI siap melaju kencang di lintasan masa depan.
Dukungan penuh dari tokoh-tokoh seperti Erick Thohir dan kepemimpinan Moreno Suprapto diharapkan mampu menjawab keraguan akan masa depan industri olahraga di tanah air. Kini, saatnya Indonesia bukan hanya menjadi penonton di pinggir lintasan, melainkan menjadi pemain utama dalam industri otomotif global yang dibalut dengan pesona pariwisatanya yang tiada tara.