Al Nassr Segel Gelar Juara Liga Arab Saudi 2025/2026: Pesta Pora di Alawwal Park, Penantian Panjang Ronaldo Berakhir Manis

Aris Setiawan | SuaraInfo
22 Mei 2026, 03:25 WIB
Al Nassr Segel Gelar Juara Liga Arab Saudi 2025/2026: Pesta Pora di Alawwal Park, Penantian Panjang Ronaldo Berakhir Man

SuaraInfo — Gemuruh sorak-sorai ribuan pendukung fanatik memecah kesunyian malam di Alawwal Park saat peluit panjang dibunyikan. Dalam sebuah drama penutup musim yang penuh emosi, Al Nassr akhirnya berhasil menahbiskan diri sebagai raja sepak bola Arab Saudi musim 2025/2026. Kepastian ini didapat setelah mereka melumat Damac dengan skor telak 4-1 pada pekan pamungkas yang berlangsung Jumat (22/5/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin biasa. Bagi sang megabintang, Cristiano Ronaldo, gelar ini merupakan pencapaian monumental sekaligus akhir dari penantian panjangnya selama empat musim berkarier di tanah Arab. Sejak kedatangannya yang fenomenal, publik selalu menanti kapan sang legenda Portugal itu akan mengangkat trofi liga domestik, dan malam ini, doa-doa tersebut terjawab dengan cara yang paling elegan.

Dominasi Alawwal Park: Ambisi Tanpa Henti Pasukan Jorge Jesus

Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas serangan yang dibangun oleh anak asuh Jorge Jesus terlihat begitu nyata. Mereka sadar bahwa kesalahan sekecil apa pun di laga terakhir ini bisa berakibat fatal bagi ambisi juara mereka. Damac, yang datang dengan beban berat untuk menghindari zona degradasi, dipaksa bermain bertahan total di area pertahanan mereka sendiri.

Baca Juga Pahit Manis Perjuangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Terganjal Politik, Tak Terkalahkan di Lapangan
Pahit Manis Perjuangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Terganjal Politik, Tak Terkalahkan di Lapangan

Selama 15 menit awal, Liga Arab Saudi menjadi saksi bagaimana Al Nassr mengurung pertahanan tim tamu. Namun, tembok pertahanan Damac sempat tampil disiplin sebelum akhirnya runtuh pada menit ke-33. Berawal dari skema sepak pojok yang terukur, Sadio Mane menunjukkan kelasnya sebagai penyerang papan atas. Pemain asal Senegal itu melompat paling tinggi untuk menyambut bola dan melepaskan sundulan mematikan yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 dan membuat stadion bergemuruh hebat.

Meski terus menekan, Al Nassr belum mampu menambah keunggulan hingga turun minum. Jorge Jesus tampak menginstruksikan pemainnya untuk tetap tenang namun tajam dalam penyelesaian akhir di babak kedua.

Babak Kedua: Showmanship Cristiano Ronaldo dan Drama VAR

Memasuki interval kedua, dominasi Al Nassr tidak mengendur sedikit pun. Namun, ada perubahan pendekatan taktis di mana tim tuan rumah bermain lebih sabar dalam membongkar rapatnya barisan belakang Damac. Hasilnya instan; pada menit ke-51, Kingsley Coman memperlebar jarak melalui aksi individu yang ciamik. Pemain sayap lincah tersebut melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang bersarang telak di pojok gawang.

Baca Juga Dominasi Albiceleste di Texas: Argentina Bungkam Honduras 2-0 Meski Tanpa Kehadiran Lionel Messi
Dominasi Albiceleste di Texas: Argentina Bungkam Honduras 2-0 Meski Tanpa Kehadiran Lionel Messi

Namun, sepak bola selalu menyajikan drama yang tak terduga. Saat Al Nassr merasa di atas angin, sebuah insiden di kotak terlarang membuat wasit harus berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR). Mohamed Simakan tertangkap kamera melakukan handball saat mencoba menghalau serangan. Morlaye Sylla yang maju sebagai eksekutor penalti Damac menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-57, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol balasan tersebut sempat membuat ketegangan merayap di bangku cadangan Al Nassr. Namun, di saat-saat kritis seperti inilah mentalitas seorang juara diuji. Cristiano Ronaldo mengambil alih panggung. Pada menit ke-62, CR7 mencetak gol indah dari sudut yang sangat sempit, mengembalikan selisih dua gol dan sekaligus membuktikan bahwa usia hanyalah angka baginya.

Puncak pesta terjadi pada menit ke-80. Ronaldo kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sontekan jarak dekat yang akurat. Gol kedua Ronaldo ini tidak hanya mengunci kemenangan 4-1 bagi Al Nassr, tetapi juga menjadi simbol dominasi mutlak mereka di liga musim ini.

Baca Juga Misi Besar Skotlandia di Piala Dunia 2026: Mengapa Scott McTominay Bukan Satu-satunya Kartu AS Steve Clarke?
Misi Besar Skotlandia di Piala Dunia 2026: Mengapa Scott McTominay Bukan Satu-satunya Kartu AS Steve Clarke?

Al Hilal: Catatan ‘Invincible’ yang Terasa Hambar

Di tempat lain, rival abadi Al Nassr, Al Hilal, harus menelan pil pahit meskipun mereka mengukir sejarah unik. Al Hilal berhasil memenangkan pertandingan terakhir mereka melawan Al Feiha dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut menjadikan Al Hilal sebagai satu-satunya tim yang tak terkalahkan sepanjang musim 2025/2026.

Namun, ironisnya, status tak terkalahkan tersebut tidak cukup untuk mengantarkan mereka ke tangga juara. Dengan koleksi 84 poin, Al Hilal harus puas berada di posisi runner-up, terpaut dua poin dari Al Nassr yang mengoleksi 86 poin. Ini menjadi bukti betapa kompetitifnya persaingan di papan atas Liga Arab Saudi tahun ini, di mana kemenangan demi kemenangan menjadi lebih krusial daripada sekadar menghindari kekalahan.

Nasib Kontras: Gelar Juara dan Kepedihan Degradasi

Kemenangan Al Nassr membawa duka mendalam bagi Damac. Kekalahan telak ini memastikan Damac terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Arab Saudi. Mereka harus rela terdegradasi ke divisi bawah setelah hanya mampu mengumpulkan 29 poin dan merosot ke posisi ke-16. Posisi mereka disalip oleh Al Riyadh yang di saat bersamaan mampu mengamankan poin krusial untuk bertahan di liga dengan total 30 poin.

Baca Juga Ketegangan di Piala Dunia 2026: Emerse Fae Kecam Kurangnya Sikap Fair Play Jerman dalam Laga Penentu di Toronto
Ketegangan di Piala Dunia 2026: Emerse Fae Kecam Kurangnya Sikap Fair Play Jerman dalam Laga Penentu di Toronto

Kontrasnya perasaan antara sorak juara di satu sisi dan tangis degradasi di sisi lain menjadi penutup yang dramatis bagi musim yang panjang ini. Bagi Damac, musim depan akan menjadi ajang pembuktian untuk segera kembali ke kasta tertinggi.

Era Baru Al Nassr dan Masa Depan Cristiano Ronaldo

Gelar juara Liga Arab Saudi 2025/2026 ini diyakini akan menjadi katalisator bagi Al Nassr untuk terus mendominasi kompetisi domestik maupun regional. Keberhasilan ini juga menjawab keraguan banyak pihak mengenai efektivitas proyek ambisius klub yang mendatangkan banyak bintang Eropa.

Bagi Ronaldo, gelar ini melengkapi lemari trofinya yang sudah sesak. Senyuman lebar terpancar dari wajahnya saat mengangkat trofi di tengah lapangan Alawwal Park. Ini adalah pembuktian bahwa ia masih memiliki taji dan mampu menjadi pemimpin yang membawa timnya menuju kejayaan. Dengan performa yang tetap stabil, pembicaraan mengenai keikutsertaannya bersama timnas Portugal di Piala Dunia 2026 pun semakin menguat.

Keberhasilan Al Nassr menutup musim dengan cara yang spektakuler ini memberikan pesan kuat kepada seluruh pesaingnya: bahwa era kuning biru telah dimulai. Kini, publik sepak bola dunia akan terus menantikan kejutan apalagi yang akan dihadirkan oleh Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di musim-musim mendatang.

Baca Juga Drama Transfer Julian Alvarez: Atletico Madrid Siap ‘Perang’ Lawan Barcelona Hingga ke Meja FIFA
Drama Transfer Julian Alvarez: Atletico Madrid Siap ‘Perang’ Lawan Barcelona Hingga ke Meja FIFA
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *