Ambisi Besar Indonesia Menuju Panggung Dunia: Tekad AFI dan Dukungan PSSI untuk Bidding Piala Dunia Futsal 2028
SuaraInfo — Gema olahraga futsal di tanah air nampaknya akan segera memasuki babak baru yang lebih prestisius. Bukan sekadar merajai level Asia Tenggara, Indonesia kini memasang target yang jauh lebih tinggi: menjadi episentrum futsal dunia. Langkah berani ini ditegaskan oleh Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) yang secara resmi menyatakan keseriusannya untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Ambisi besar ini pun tidak bertepuk sebelah tangan, karena PSSI telah memberikan lampu hijau serta komitmen penuh untuk membawa mandat ini ke meja hijau FIFA.
Visi Strategis di Balik Kongres Biasa AFI
Momentum bersejarah ini mencuat dalam gelaran Kongres Biasa AFI yang dilangsungkan di Jakarta pada Selasa (12/5/2026). Di tengah suasana yang optimis, wacana Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga lima lawan lima terbesar di dunia itu menjadi topik hangat yang dibahas secara mendalam. Kehadiran Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam forum tersebut semakin mempertegas bahwa proyek ini bukan sekadar angan-angan belaka, melainkan sebuah rencana strategis nasional.
Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya siap membuka jalur komunikasi diplomatik dengan induk organisasi sepak bola dunia, FIFA. Dukungan dari federasi tertinggi sepak bola tanah air ini menjadi modal krusial, mengingat proses bidding untuk Piala Dunia Futsal memerlukan lobi-lobi internasional yang kuat serta jaminan infrastruktur yang memadai. Indonesia ingin memanfaatkan tren positif kebangkitan tim nasional futsal yang prestasinya kian mentereng di kancah internasional.
Michael Sianipar: Momentum Adalah Kunci
Ketua Umum AFI, Michael Sianipar, dalam keterangannya menjelaskan bahwa aspirasi ini lahir dari keinginan kolektif para pegiat futsal di seluruh nusantara. Menurutnya, kesuksesan Indonesia saat menjadi tuan rumah turnamen level Asia (AFC) beberapa waktu lalu telah memberikan kepercayaan diri yang luar biasa bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan ajang dengan skala yang jauh lebih masif.
“Satu hal yang krusial dan dibahas secara intens dalam forum kongres tadi adalah kesiapan Indonesia untuk melakukan bidding Piala Dunia. Kami saat ini masih dalam posisi berharap sembari terus mengikuti setiap detail proses yang ditetapkan oleh FIFA. Pak Erick Thohir pun sudah menyampaikan secara langsung di hadapan peserta kongres bahwa PSSI telah membawa aspirasi ini ke forum FIFA,” ujar Michael dengan nada optimis.
Ia menambahkan bahwa meski keputusan akhir ada di tangan FIFA, antusiasme masyarakat futsal Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Gairah yang besar ini diharapkan menjadi faktor pembeda yang bisa meyakinkan FIFA bahwa Indonesia adalah pasar sekaligus tuan rumah yang ideal untuk futsal Indonesia dan dunia.
Menakar Peluang di Tengah Persaingan Global
Menjadi tuan rumah Piala Dunia tentu bukan perkara mudah. Indonesia diprediksi akan menghadapi persaingan ketat dari negara-negara yang memiliki tradisi futsal sangat kuat. Nama-nama seperti Spanyol, Maroko, hingga Kuwait disebut-sebut juga mengincar posisi yang sama untuk edisi 2028. Spanyol dikenal sebagai raksasa futsal Eropa, sementara Maroko sedang dalam masa keemasan prestasi futsal mereka di Afrika dan dunia.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa FIFA seringkali memberikan kesempatan kepada negara-negara yang dianggap sebagai kekuatan baru atau memiliki perkembangan olahraga yang pesat namun bukan merupakan kekuatan tradisional sepak bola lapangan besar. Negara-negara seperti Uzbekistan, Kolombia, Lithuania, hingga Hong Kong pernah dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal. Hal ini memberikan angin segar bagi Indonesia bahwa peluang untuk terpilih sangat terbuka lebar, asalkan persiapan dilakukan secara komprehensif.
Transformasi dan Profesionalisme AFI
Langkah besar menuju Piala Dunia ini juga bertepatan dengan transformasi internal organisasi, di mana FFI kini telah resmi bersulih nama menjadi Asosiasi Futsal Indonesia (AFI). Rebranding ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan simbol semangat baru untuk mengelola futsal dengan cara yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada prestasi dunia.
AFI menyadari bahwa untuk menjadi tuan rumah yang baik, diperlukan standar pengelolaan kompetisi domestik yang tinggi. Dengan dukungan Erick Thohir yang memiliki jaringan luas di olahraga internasional, AFI optimis bisa memenuhi standar ketat yang ditetapkan FIFA, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan penonton, hingga fasilitas penyiaran global.
Dampak Jangka Panjang bagi Olahraga Nasional
Jika Indonesia berhasil memenangkan bidding ini, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para atlet futsal, tetapi juga pada ekosistem olahraga nasional secara keseluruhan. Penyelenggaraan event kelas dunia akan mendorong percepatan pembangunan fasilitas olahraga berstandar internasional di berbagai kota. Selain itu, sektor sport tourism dipastikan akan melonjak drastis dengan kedatangan ribuan pendukung dari berbagai belahan dunia.
Secara teknis, menjadi tuan rumah otomatis akan memberikan tiket bagi Timnas Futsal Indonesia untuk berlaga di putaran final. Ini adalah jalur yang paling realistis bagi Garuda untuk merasakan atmosfer kompetisi tertinggi, sekaligus menjadi panggung bagi para pemain lokal untuk menunjukkan bakat mereka kepada pemandu bakat internasional.
Menunggu Keputusan dari Zurich
Meskipun AFI sangat berhasrat untuk tahun 2028, Michael Sianipar menegaskan bahwa pihaknya tetap akan bersikap realistis. Jika memang tahun 2028 belum menjadi rezeki Indonesia, AFI tidak akan patah arang. Mereka akan tetap konsisten membangun fondasi futsal yang kuat agar di masa depan, entah itu 2032 atau setelahnya, Indonesia selalu siap ketika panggilan untuk menjadi tuan rumah itu datang.
“Kalaupun tidak di tahun 2028, kami pastikan bahwa dalam waktu dekat kami akan terus bersiap. Intinya, kapanpun FIFA memberikan lampu hijau, infrastruktur dan semangat kami sudah siap sepenuhnya,” pungkas Michael.
Kini, bola panas berada di tangan FIFA di Zurich. Seluruh masyarakat pecinta futsal di tanah air tentu berharap agar diplomasi olahraga yang dijalankan PSSI dan AFI mampu membuahkan hasil manis, membawa trofi Piala Dunia Futsal untuk pertama kalinya ke tanah air, bukan hanya sebagai peserta, melainkan sebagai penyelenggara yang membanggakan.