Dominasi Albiceleste di Dallas: Argentina Sapu Bersih Fase Grup, Drama Enam Gol Warnai Kelolosan Austria dan Aljazair

Aris Setiawan | SuaraInfo
28 Jun 2026, 11:25 WIB
Dominasi Albiceleste di Dallas: Argentina Sapu Bersih Fase Grup, Drama Enam Gol Warnai Kelolosan Austria dan Aljazair

SuaraInfo — Panggung megah Piala Dunia 2026 terus menyajikan tontonan kelas dunia yang menguras emosi para pecinta sepak bola di seluruh jagat raya. Di bawah langit Dallas yang cerah, sang juara bertahan Argentina kembali mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat peraih trofi emas. Meski sudah memastikan tiket ke fase gugur, armada asuhan Lionel Scaloni tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan membungkam perlawanan gigih Yordania lewat kemenangan meyakinkan 3-1. Pertandingan ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan panggung pembuktian bagi kedalaman skuat La Albiceleste.

Simfoni Tango Tanpa Sang Maestro di Awal Laga

Bertempat di Dallas Stadium pada Minggu pagi waktu setempat, Argentina turun ke lapangan dengan komposisi yang sedikit berbeda. Lionel Scaloni memilih untuk mengistirahatkan Lionel Messi di bangku cadangan, memberikan kesempatan bagi para pemain muda dan pelapis untuk menunjukkan taringnya. Namun, absennya sang kapten di menit-menit awal tidak lantas melunturkan dominasi Tim Tango. Sejak peluit pertama dibunyikan, aliran bola pendek yang menjadi ciri khas Argentina langsung mengurung pertahanan Yordania.

Baca Juga Skenario Juara LaLiga: Barcelona Menanti Mahkota Saat Real Madrid Terjepit di Cornella-El Prat
Skenario Juara LaLiga: Barcelona Menanti Mahkota Saat Real Madrid Terjepit di Cornella-El Prat

Baru tujuh menit laga berjalan, publik Dallas hampir saja bersorak ketika Giovani Lo Celso berhasil menyarangkan bola ke gawang Yordania. Sayangnya, selebrasi tersebut harus tertunda karena hakim garis telah lebih dulu mengangkat bendera tanda offside. Meski demikian, tekanan Argentina tak surut. Mereka terus menggempur sisi sayap Yordania yang dijaga ketat oleh Haddad dan Abu Dahab.

Kebuntuan yang Pecah di Menit ke-19

Upaya tak kenal lelah Argentina akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-19. Berawal dari pelanggaran di dekat area terlarang, Giovani Lo Celso mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor tendangan bebas. Dengan akurasi yang mematikan, bola melengkung melewati pagar betis dan bersarang tepat di pojok kanan gawang Yordania. Kiper Yazeed Abulaila hanya bisa terpaku menyaksikan jalanya bola, skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Argentina.

Memasuki menit ke-31, drama VAR (Video Assistant Referee) kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah kemelut di kotak penalti, pemain Yordania Nizar Al Rashdan dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi saat mencoba menghalau bola, yang justru mengenai kepala Marco Senesi. Wasit yang meninjau tayangan ulang melalui monitor di pinggir lapangan akhirnya menunjuk titik putih. Lautaro Martinez yang maju sebagai algojo melepaskan sepakan keras ke arah berlawanan dari gerak tipu Abulaila. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, menggambarkan betapa dominannya penguasaan bola Argentina yang mencapai lebih dari 65 persen.

Baca Juga Harry Kane Beri Prediksi Panas Final Liga Champions: Paris Saint-Germain Lebih Unggul Dibanding Arsenal?
Harry Kane Beri Prediksi Panas Final Liga Champions: Paris Saint-Germain Lebih Unggul Dibanding Arsenal?

Sihir Messi yang Menyempurnakan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Argentina sempat mengira mereka telah menambah keunggulan lewat sontekan Lo Celso setelah menerima umpan tarik manis dari Lautaro Martinez. Namun, lagi-lagi VAR membatalkan gol tersebut karena Martinez dianggap telah berada dalam posisi offside sebelum melepaskan umpan. Yordania yang tak mau menyerah begitu saja, memberikan kejutan di menit ke-55. Melalui skema serangan balik cepat, Ehsan Haddad mengirimkan umpan silang akurat yang diselesaikan dengan sempurna oleh Mousa Al-Tamari. Gol ini sempat membangkitkan asa bagi tim asal Timur Tengah tersebut.

Namun, harapan Yordania untuk menyamakan kedudukan seketika sirna saat Lionel Scaloni memasukkan Lionel Messi pada menit ke-60 untuk menggantikan Lautaro Martinez. Masuknya Messi membawa perubahan atmosfer yang luar biasa di dalam stadion. Hanya butuh beberapa sentuhan bagi sang megabintang untuk kembali menghidupkan kreativitas serangan Argentina. Puncaknya, sebuah pelanggaran di luar kotak penalti memberikan kesempatan bagi Messi untuk menunjukkan keahliannya. Lewat tendangan bebas yang sangat identik dengan dirinya, Messi mengirimkan bola melewati pagar hidup dan meluncur mulus ke dalam gawang. Gol tersebut menutup laga dengan skor 3-1 sekaligus memastikan poin sempurna bagi Argentina di Grup J.

Baca Juga Polemik Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool: Dejan Lovren Tuding Arne Slot Sebagai Biang Keladi
Polemik Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool: Dejan Lovren Tuding Arne Slot Sebagai Biang Keladi

Hujan Gol di Kansas City: Austria vs Aljazair

Sementara itu, pertandingan lain di Grup J yang mempertemukan Austria melawan Aljazair di Kansas City Stadium berlangsung tak kalah dramatis. Jika laga di Dallas adalah tentang dominasi kelas, maka laga di Kansas adalah tentang determinasi dan pantang menyerah. Kedua tim tampil habis-habisan demi mengamankan tempat di babak 32 besar.

Austria unggul lebih dulu melalui aksi bomber veteran Marko Arnautovic pada menit ke-28. Namun, Aljazair yang dijuluki Rubah Gurun berhasil menyamakan kedudukan tepat sebelum jeda melalui Rafik Belghali. Babak kedua pun berubah menjadi festival gol. Marcel Sabitzer membawa Austria kembali memimpin di menit ke-55, tetapi kegembiraan Das Team hanya bertahan lima menit sebelum Riyad Mahrez mencetak gol balasan yang mengubah skor menjadi 2-2.

Menjelang akhir pertandingan, tensi semakin memanas. Riyad Mahrez mencetak gol keduanya (brace) untuk membawa Aljazair berbalik unggul. Namun, kemenangan di depan mata Aljazair sirna di menit-menit akhir waktu tambahan ketika Sasa Kalajdzic mencetak gol penyeimbang melalui sundulan mautnya. Skor akhir 3-3 memastikan kedua tim tetap melangkah ke fase berikutnya.

Baca Juga Arsenal Juara Liga Inggris: Akhiri Dahaga 22 Tahun, The Gunners Raih Trofi, Badge Emas, dan Bonus Triliunan
Arsenal Juara Liga Inggris: Akhiri Dahaga 22 Tahun, The Gunners Raih Trofi, Badge Emas, dan Bonus Triliunan

Klasemen Akhir Grup J dan Peta Persaingan Fase Gugur

Dengan hasil pertandingan ini, Argentina kokoh di puncak klasemen Grup J dengan koleksi 9 poin sempurna dari tiga kemenangan. Mereka tampil sangat produktif dan menunjukkan pertahanan yang solid, menjadikannya salah satu tim yang paling diwaspadai di fase 32 besar. Di sisi lain, Austria berhak menduduki posisi runner-up dengan raihan 4 poin, unggul selisih gol dari Aljazair yang juga mengoleksi poin yang sama.

Kabar baik juga datang bagi Aljazair, di mana hasil imbang ini sudah cukup untuk membawa mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik. Sedangkan Yordania harus pulang dengan kepala tegak meski berada di dasar klasemen tanpa raihan poin. Keberhasilan tiga tim dari Grup J untuk melaju ke fase sistem gugur menunjukkan betapa kompetitifnya persaingan di sepak bola modern saat ini.

Kini, perhatian beralih ke babak 32 besar, di mana kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Argentina dengan Messi-nya mungkin terlihat tak terhentikan, namun drama antara Austria dan Aljazair membuktikan bahwa dalam sepak bola, semangat juang bisa meruntuhkan prediksi apa pun di atas kertas. Mari kita nantikan keajaiban selanjutnya di tanah Amerika Utara!

Baca Juga Guncangan Sejarah di Piala Dunia 2026: Untuk Pertama Kalinya, Tak Ada Nama Pemain Real Madrid di Skuad Timnas Spanyol
Guncangan Sejarah di Piala Dunia 2026: Untuk Pertama Kalinya, Tak Ada Nama Pemain Real Madrid di Skuad Timnas Spanyol
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *