Drama Comeback di Turin: Inter Milan Buang Keunggulan Dua Gol Saat Hadapi Torino

Aris Setiawan | SuaraInfo
27 Apr 2026, 01:37 WIB
Drama Comeback di Turin: Inter Milan Buang Keunggulan Dua Gol Saat Hadapi Torino

SuaraInfo — Stadion Torino menjadi saksi bisu sebuah laga yang penuh dengan drama dan emosi pada lanjutan Liga Italia pekan ini. Inter Milan, yang datang dengan ambisi besar untuk mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen, justru harus rela berbagi angka setelah dipaksa bermain imbang 2-2 oleh tuan rumah Torino. Meski sempat memimpin dua gol terlebih dahulu, skuat asuhan Simone Inzaghi gagal mempertahankan konsentrasi di menit-menit krusial babak kedua.

Pertandingan yang berlangsung pada Minggu malam WIB ini menyuguhkan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Inter Milan yang tengah berada dalam tren positif langsung mengambil inisiatif serangan. Dalam sepuluh menit awal, lini tengah Nerazzurri yang dikomandoi oleh Nicolo Barella tampak sangat dominan, mengurung pertahanan Torino yang dijaga ketat oleh Saul Coco dan kawan-kawan. Serangan demi serangan dibangun dengan rapi, menunjukkan kelas mereka sebagai kandidat terkuat peraih Scudetto musim ini.

Dominasi Awal dan Gol Pembuka Marcus Thuram

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. Berawal dari skema serangan balik yang cepat dan terukur, Marcus Thuram menunjukkan kelasnya sebagai striker papan atas. Penyerang asal Prancis tersebut berhasil memanfaatkan celah di lini belakang Torino untuk menyarangkan bola ke gawang yang dikawal oleh Paleari. Gol ini sontak membuat pendukung tim tamu bersorak, sekaligus memberikan tekanan psikologis yang berat bagi tim Granata.

Baca Juga Mutiara Hitam Guncang Dunia: Indonesia Tembus Final IFA7 World Championship 2026 Usai Tekuk Brasil
Mutiara Hitam Guncang Dunia: Indonesia Tembus Final IFA7 World Championship 2026 Usai Tekuk Brasil

Setelah unggul satu gol, Inter tidak mengendurkan serangan. Mereka terus mencari celah untuk menggandakan keunggulan. Namun, Torino yang tidak ingin malu di depan pendukung sendiri mulai memberikan perlawanan sengit. Duel-duel fisik di lini tengah antara Gineitis dan Barella seringkali terjadi, membuat wasit harus bekerja ekstra keras untuk menjaga jalannya pertandingan tetap kondusif. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Inter Milan tetap bertahan.

Yann Bisseck Memperlebar Jarak di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap menjaga ritme permainan mereka. Tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Yann Bisseck, bek muda yang tampil impresif dalam beberapa laga terakhir, berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan situasi bola mati, Bisseck dengan cerdik memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang lawan. Keunggulan 2-0 seolah memberikan rasa aman bagi para pemain Inter.

Pada titik ini, banyak pihak memprediksi bahwa Inter Milan akan pulang dengan poin penuh dengan mudah. Dominasi mereka di lapangan sangat terlihat, dengan penguasaan bola yang mencapai lebih dari 60 persen. Namun, sepak bola selalu punya kejutan tersendiri, terutama saat menghadapi tim dengan semangat juang tinggi seperti Torino yang tidak pernah menyerah hingga peluit panjang berbunyi.

Baca Juga Keajaiban Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026: Rekor 16 Gol dalam 16 Laga yang Menggetarkan Dunia
Keajaiban Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026: Rekor 16 Gol dalam 16 Laga yang Menggetarkan Dunia

Kebangkitan Torino dan Gol Balasan Giovanni Simeone

Torino mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan saat memasuki menit ke-70. Ivan Juric melakukan beberapa perubahan taktik yang terbukti efektif. Giovanni Simeone, yang masuk dengan energi baru, berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Yann Sommer, Simeone dengan insting predatornya berhasil menyambar bola liar. Gol ini menjadi titik balik bagi mentalitas pemain Torino.

Atmosfer stadion langsung berubah drastis. Dukungan suporter tuan rumah kian membahana, memberikan suntikan energi tambahan bagi para pemain Torino. Di sisi lain, lini pertahanan Inter Milan mulai tampak goyah. Kehilangan fokus dalam mengantisipasi serangan balik cepat menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh skuat asuhan Inzaghi di sisa waktu pertandingan.

Eksekusi Penalti Nikola Vlasic Buyarkan Kemenangan Inter

Petaka bagi Inter Milan akhirnya benar-benar terjadi pada menit ke-79. Sebuah pelanggaran di dalam kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih untuk Torino. Nikola Vlasic yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangan kerasnya ke arah sudut gawang gagal diantisipasi oleh Sommer, mengubah skor menjadi imbang 2-2. Stadion Torino bergemuruh merayakan keberhasilan timnya menyamakan kedudukan.

Baca Juga Miroslav Klose Beri Restu: Lionel Messi dan Ambisi Melampaui Rekor Gol Abadi Piala Dunia
Miroslav Klose Beri Restu: Lionel Messi dan Ambisi Melampaui Rekor Gol Abadi Piala Dunia

Di sisa waktu pertandingan, Inter Milan mencoba untuk kembali unggul dengan memasukkan beberapa pemain menyerang tambahan. Namun, Torino bertahan dengan sangat rapat dan disiplin. Serangan-serangan sporadis dari Lautaro Martinez dan kawan-kawan selalu patah di lini tengah atau di tangan Paleari yang tampil gemilang di bawah mistar gawang. Skor imbang 2-2 pun bertahan hingga laga usai.

Implikasi di Klasemen Sementara Liga Italia

Hasil imbang ini memang masih menempatkan Inter Milan di puncak klasemen dengan raihan 79 poin. Mereka masih unggul 10 angka dari pesaing terdekatnya, Napoli. Namun, kegagalan meraih poin penuh di Turin tentu menjadi catatan merah bagi Simone Inzaghi, terutama dalam hal menjaga konsentrasi saat sudah unggul jauh. Perburuan gelar juara atau Scudetto musim ini masih terbuka, meski Inter tetap menjadi favorit utama.

Sementara itu, bagi Torino, hasil ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Tambahan satu poin membawa mereka ke urutan ke-13 dengan total 41 poin. Keberhasilan menahan imbang pemimpin klasemen setelah tertinggal dua gol akan menjadi modal moral yang sangat berharga bagi Torino dalam menatap laga-laga selanjutnya di sisa musim ini.

Baca Juga Prediksi MotoGP Hungaria 2026: Ambisi Marc Marquez Akhiri Puasa Gelar Main Race di Sirkuit Balaton Park
Prediksi MotoGP Hungaria 2026: Ambisi Marc Marquez Akhiri Puasa Gelar Main Race di Sirkuit Balaton Park

Susunan Pemain dan Catatan Taktis

Torino turun dengan formasi yang cukup solid, mengandalkan Paleari di bawah mistar. Barisan pertahanan yang diisi oleh Lazaro, Saul Coco, Ismajli, Ebosse, dan Obrador bekerja keras sepanjang laga. Di lini tengah, kontribusi Gineitis, Ilkhan, dan Vlasic sangat krusial dalam memutus aliran bola Inter. Sementara duet Simeone dan Adams di lini depan berhasil merepotkan barisan pertahanan Inter di babak kedua.

Di kubu Inter Milan, Yann Sommer tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Lini belakang diisi oleh Darmian, Bisseck, Akanji, Carlos Augusto, dan Dimarco. Di tengah, kehadiran Barella, Susic, dan Zielinski sebenarnya mampu mengontrol jalannya laga di awal. Namun, penurunan intensitas di pertengahan babak kedua menjadi celah yang dimanfaatkan lawan. Marcus Thuram dan Bonny di lini depan sudah bekerja maksimal, namun dukungan dari lini kedua yang memudar di akhir laga membuat Inter gagal mencetak gol kemenangan.

Pertandingan ini memberikan pelajaran berharga bagi Simone Inzaghi bahwa di kompetisi seketat Liga Italia, tidak ada ruang untuk rasa puas diri sebelum pertandingan benar-benar berakhir. Inter harus segera berbenah untuk menghadapi pertandingan berikutnya guna memastikan langkah mereka menuju tangga juara tidak terhambat oleh kesalahan-kesalahan elementer seperti yang terjadi di markas Torino kali ini.

Baca Juga Mengintip Panggung Panas 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Hadapi Tantangan Jepang, Belanda Siap Mengudara Pagi Hari
Mengintip Panggung Panas 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Hadapi Tantangan Jepang, Belanda Siap Mengudara Pagi Hari
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *