Kesetiaan Sang ‘Bodyguard’: Rodrigo De Paul dan Misi Menikmati Sisa Keajaiban Lionel Messi

Aris Setiawan | SuaraInfo
03 Jul 2026, 09:25 WIB
Kesetiaan Sang 'Bodyguard': Rodrigo De Paul dan Misi Menikmati Sisa Keajaiban Lionel Messi

SuaraInfo — Di panggung megah sepak bola dunia, ada hubungan yang melampaui sekadar taktik lapangan hijau atau kontrak profesional. Di tengah hiruk-pikuk gelaran Piala Dunia 2026, narasi tentang Lionel Messi selalu menjadi magnet utama. Namun, kali ini, sudut pandang menarik datang dari sosok yang selama ini dikenal sebagai pelindung paling setia sang megabintang di lapangan, Rodrigo De Paul.

Seiring bertambahnya usia, bayang-bayang pensiun mulai mengikuti ke mana pun Messi melangkah. Dengan usia yang kini menyentuh angka 39 tahun pada 24 Juni lalu, setiap pertandingan yang dilalui pemilik delapan Ballon d’Or tersebut terasa seperti babak penutup dari sebuah simfoni yang indah. Namun, bagi De Paul, memikirkan kapan sang kapten akan menggantung sepatu adalah sebuah kesia-siaan. Baginya, tugas paling krusial saat ini bukanlah meratapi akhir, melainkan merayakan setiap detik kehadiran sang legenda.

Aura Sang Maestro di Usia Senja

Banyak yang meragukan apakah Messi masih mampu bersaing di level tertinggi saat usianya hampir menyentuh kepala empat. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Di Timnas Argentina selama kampanye Piala Dunia 2026, Messi tidak hanya sekadar hadir sebagai figur kepemimpinan. Ia masih menjadi mesin gol yang mematikan dengan torehan enam gol sejauh ini.

Baca Juga Ambisi Besar di Panggung Asia: Misi Penebusan dan Target Tinggi Timnas Voli Indonesia di Tahun 2026
Ambisi Besar di Panggung Asia: Misi Penebusan dan Target Tinggi Timnas Voli Indonesia di Tahun 2026

Ketajaman ini membuktikan bahwa kelas seorang pemain bintang tidak pernah luntur oleh waktu. Meskipun ia sempat menyatakan hanya akan bermain selama kondisi fisiknya memungkinkan dan ia merasa masih bisa berkontribusi bagi tim, konsistensi yang ia tunjukkan membuat banyak orang—termasuk rekan setimnya—lupa akan faktor usia tersebut. Bagi publik Argentina, Messi adalah oksigen, dan selama ia masih berada di lapangan, harapan akan kejayaan selalu membumbung tinggi.

De Paul: Antara Rekan Setim dan Sang Penjaga

Julukan “Bodyguard Messi” yang melekat pada Rodrigo De Paul bukanlah tanpa alasan. Gelandang Atletico Madrid ini selalu menjadi orang pertama yang pasang badan jika ada lawan yang mencoba mengintimidasi Lionel Messi. Namun, dalam sebuah wawancara mendalam baru-baru ini, De Paul mengungkapkan bahwa perannya lebih dari sekadar penjaga fisik.

“Bagi saya, yang utama adalah menikmati Leo Messi setiap harinya, sama seperti yang dilakukan oleh setiap warga Argentina,” ungkap De Paul dengan nada emosional. Ia menyadari bahwa dunia sepak bola sering kali baru menghargai sesuatu ketika hal itu sudah hilang. Karena itulah, ia memilih untuk tidak terjebak dalam spekulasi masa depan dan lebih fokus pada momen saat ini.

Baca Juga Angin Segar di Anfield: Mohamed Salah Siap Beri Kado Perpisahan Manis Sebelum Musim Berakhir
Angin Segar di Anfield: Mohamed Salah Siap Beri Kado Perpisahan Manis Sebelum Musim Berakhir

De Paul menekankan bahwa keberadaan Messi di ruang ganti memberikan energi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kehadiran sang kapten memberikan ketenangan sekaligus motivasi ekstra bagi para pemain muda yang baru merasakan atmosfer kompetisi internasional sebesar Piala Dunia.

Filosofi Menikmati Momen di Tengah Tekanan

Menjalani turnamen sebesar Piala Dunia membawa tekanan yang luar biasa, apalagi dengan status Argentina sebagai tim unggulan. Namun, De Paul melihat keberadaan Messi sebagai pengingat untuk tetap menikmati permainan. Menurutnya, menghargai kehadiran Messi adalah bagian dari menghargai kehidupan itu sendiri.

“Tentu saja kami selalu menghargai hal-hal lebih besar ketika kami menyadari bahwa kami mungkin tidak akan memilikinya lagi suatu saat nanti. Itu adalah bagian dari siklus kehidupan. Tapi saat ini, kami semua hanya ingin menikmati keberadaannya,” tambah De Paul. Ia mengajak seluruh pendukung Albiceleste untuk tidak terlalu terobsesi dengan kapan Messi akan berhenti, melainkan bersyukur atas setiap sentuhan bola yang masih bisa disaksikan.

Persahabatan yang Melampaui Batas Lapangan

Salah satu aspek yang membuat hubungan De Paul dan Messi begitu istimewa adalah ikatan persahabatan mereka di luar lapangan. De Paul mengakui bahwa menjadi teman dekat Messi adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupnya. Hubungan ini tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui berbagai ujian, mulai dari kegagalan yang menyakitkan hingga puncak kejayaan di Qatar beberapa tahun silam.

Baca Juga Mimpi Liga Champions Terkubur di London: Penyesalan Mendalam Diego Simeone dan Kegagalan Strategi Atletico Madrid
Mimpi Liga Champions Terkubur di London: Penyesalan Mendalam Diego Simeone dan Kegagalan Strategi Atletico Madrid

“Menjadi teman baik Lionel Messi itu sangat berarti bagi saya. Persahabatan adalah salah satu hal terpenting yang kami miliki dalam skuad ini,” jelasnya. De Paul merasa sangat beruntung bisa berbagi momen intim, mulai dari obrolan ringan di meja makan hingga ketegangan di lorong stadion sebelum pertandingan dimulai. Rasa bangga menyelimuti hati De Paul setiap kali ia berdiri di samping Messi saat lagu kebangsaan dikumandangkan.

Masa Depan Argentina Setelah Era Messi

Meskipun De Paul enggan membahas pensiun, publik sepak bola secara luas tentu mulai mempertanyakan bagaimana wajah sepak bola Argentina di masa depan. Piala Dunia 2026 kemungkinan besar akan menjadi turnamen besar terakhir bagi Messi. Warisan yang ia tinggalkan bukan hanya sekadar trofi di lemari pajangan, melainkan standar profesionalisme dan mentalitas juara yang telah ia tanamkan kepada generasi penerus.

Pemain seperti Julian Alvarez, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister telah belajar langsung dari sang maestro. Namun, peran De Paul sebagai jembatan emosional antara Messi dan tim tetap tak tergantikan. Ia memastikan bahwa transisi ini berjalan sealami mungkin, tanpa beban berlebihan pada pemain yang lebih muda.

Baca Juga Drama di Jerez: Marc Marquez Terkapar, Mimpi Double Winner Kandas di MotoGP Spanyol 2026
Drama di Jerez: Marc Marquez Terkapar, Mimpi Double Winner Kandas di MotoGP Spanyol 2026

Menutup Babak dengan Manis

Saat artikel ini ditulis, perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 masih berlanjut. Fokus utama tim tetaplah meraih prestasi tertinggi. Namun, di balik strategi pelatih dan statistik pertandingan, ada narasi tentang kesetiaan seorang sahabat yang ingin memberikan kado perpisahan terindah bagi sang raja sepak bola.

Rodrigo De Paul mengajarkan kita satu hal penting: bahwa di dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan ini, terkadang kita perlu berhenti sejenak untuk mengagumi keindahan yang ada di depan mata. Lionel Messi mungkin tidak akan bermain selamanya, tetapi momen-momen yang diciptakannya akan abadi dalam ingatan setiap orang yang mencintai sepak bola. Dan bagi De Paul, berada di sisi Messi dalam perjalanan ini adalah kehormatan tertinggi yang pernah ia raih dalam karier profesionalnya.

Setiap operan, setiap gol, dan setiap senyuman Messi di lapangan adalah warisan yang harus dijaga. Dan selama De Paul masih ada di sana, kita tahu bahwa sang maestro akan selalu memiliki pelindung yang siap memastikan langkahnya menuju gerbang pensiun tetap penuh dengan martabat dan kegembiraan.

Baca Juga Misi Berat Skuad Garuda di Grup Neraka Piala Asia 2027: Mampukah Indonesia Menaklukkan Raksasa Benua Kuning?
Misi Berat Skuad Garuda di Grup Neraka Piala Asia 2027: Mampukah Indonesia Menaklukkan Raksasa Benua Kuning?
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *