Kisah Sang Penentu Momen Krusial Berakhir: Divock Origi Resmi Gantung Sepatu di Usia 31 Tahun

Aris Setiawan | SuaraInfo
08 Jun 2026, 23:25 WIB
Kisah Sang Penentu Momen Krusial Berakhir: Divock Origi Resmi Gantung Sepatu di Usia 31 Tahun

SuaraInfo — Dunia sepak bola dikejutkan dengan kabar yang datang dari salah satu sosok paling ikonik dalam sejarah modern Liverpool FC. Divock Origi, pemain yang kerap dijuluki sebagai “jimat” keberuntungan dan spesialis pencetak gol di momen-momen mustahil, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia yang tergolong masih produktif, yakni 31 tahun.

Pengumuman emosional ini disampaikan langsung oleh sang penyerang asal Belgia melalui akun media sosial pribadinya pada Senin malam, 8 Juni 2026. Dalam unggahannya, Origi membagikan sebuah foto yang akan selalu dikenang oleh publik Anfield: momen ketika ia mengangkat trofi Si Kuping Besar, Liga Champions, setelah kemenangan bersejarah di Madrid pada tahun 2019 silam.

Misi yang Telah Usai dan Mimpi yang Terwujud

Bagi banyak pemain, pensiun di usia awal 30-an mungkin terasa terlalu dini. Namun, bagi Origi, perjalanan kariernya telah mencapai titik kepuasan yang maksimal. Dalam pesan perpisahannya yang menyentuh, ia mengungkapkan bahwa seluruh ambisinya di lapangan hijau telah terpenuhi dengan cara yang paling indah.

Baca Juga Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Alami Cedera Saat Sassuolo Benamkan AC Milan, Begini Kondisi Terbaru Sang Bek
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Alami Cedera Saat Sassuolo Benamkan AC Milan, Begini Kondisi Terbaru Sang Bek

“Tujuan saya dalam permainan ini sebagai pemain telah terpenuhi. Saya telah mewujudkan mimpi masa kecil saya untuk bermain di panggung terbesar dan memenangkan trofi-trofi paling bergengsi. Saya bersyukur kepada Tuhan atas semua perjalanan ini,” tulis Origi dalam unggahannya yang segera memicu gelombang simpati dan apresiasi dari penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Kalimat penutupnya, “The mission is complete,” seolah menegaskan bahwa ia tidak lagi memiliki hutang terhadap karier profesionalnya. Ia pergi dengan kepala tegak, meninggalkan warisan berupa gol-gol krusial yang akan terus diceritakan dari generasi ke generasi oleh pendukung The Reds.

Jejak Karier: Dari Lille hingga Puncak Dunia di Anfield

Lahir dengan bakat besar, Divock Origi memulai petualangan profesionalnya bersama klub Prancis, Lille, pada tahun 2012. Bakatnya yang menjanjikan membuat Liverpool bergerak cepat untuk mengamankan jasanya pada tahun 2014. Meskipun sempat dipinjamkan kembali ke Lille dan kemudian ke Wolfsburg di Liga Jerman, takdir Origi akhirnya tertulis dengan tinta emas di Merseyside.

Selama membela Liverpool, Origi mungkin bukan pilihan utama di lini depan yang saat itu dihuni trio mematikan Mane, Salah, dan Firmino. Namun, perannya sebagai super-sub tidak tertandingi. Dari total 175 pertandingan yang ia jalani bersama seragam merah, Origi berhasil melesakkan 41 gol. Menariknya, statistik tidak bisa merangkum betapa pentingnya kualitas gol-gol tersebut.

Baca Juga Age Clash Padel Tournament 2026: Gebrakan Baru Kompetisi Padel Berbasis Usia di Jantung Jakarta
Age Clash Padel Tournament 2026: Gebrakan Baru Kompetisi Padel Berbasis Usia di Jantung Jakarta

Siapa yang bisa melupakan gol sundulan uniknya di menit ke-96 dalam laga Derby Merseyside melawan Everton? Atau dua gol magisnya ke gawang Barcelona dalam comeback paling dramatis di semifinal Liga Champions? Puncaknya, ia memastikan kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur di final tahun 2019, sebuah gol yang mengunci gelar keenam bagi raksasa Inggris tersebut.

Koleksi Trofi yang Mengagumkan

Selama delapan tahun masa baktinya di bawah asuhan Jurgen Klopp, Origi berhasil mengoleksi enam gelar bergengsi. Prestasi ini menjadikannya salah satu pemain tersukses di era modern klub. Berikut adalah beberapa pencapaian utamanya:

  • Juara Liga Inggris (Premier League) 2019/2020
  • Juara Liga Champions UEFA 2018/2019
  • Juara Piala Dunia Antarklub FIFA 2019
  • Juara Piala Super UEFA 2019
  • Juara Piala FA 2021/2022
  • Juara Piala Liga (Carabao Cup) 2021/2022

Keberhasilan ini membuktikan bahwa dedikasi dan kesiapan mental untuk memberikan yang terbaik saat dibutuhkan adalah kunci utama Origi dalam meraih kesuksesan di level tertinggi.

Tantangan di San Siro dan Akhir Perjalanan

Setelah kontraknya berakhir di Liverpool pada tahun 2022, Origi mencoba peruntungan baru di kompetisi Liga Italia dengan bergabung bersama AC Milan. Sayangnya, perjalanan di San Siro tidak semulus yang diharapkan. Masalah kebugaran dan kesulitan beradaptasi dengan taktik Serie A membuatnya gagal mengulang performa gemilangnya di Inggris.

Baca Juga Analisis Pau Cubarsi: Mengapa Timnas Spanyol Memilih Rendah Hati Menjelang Piala Dunia 2026
Analisis Pau Cubarsi: Mengapa Timnas Spanyol Memilih Rendah Hati Menjelang Piala Dunia 2026

Sempat menjalani masa pinjaman ke Nottingham Forest pada musim 2023, nasib Origi kian tidak menentu setelah AC Milan memutuskan untuk mengakhiri kontraknya secara lebih awal pada tahun 2025. Status tanpa klub selama beberapa waktu akhirnya membawa Origi pada keputusan besar untuk mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola pada Juni 2026.

Sosok Pahlawan yang Rendah Hati

Di luar lapangan, Origi dikenal sebagai sosok yang tenang dan intelektual. Ia bukan pemain yang mengejar popularitas atau sorotan lampu kamera. Karakteristik inilah yang membuatnya sangat dicintai oleh Jurgen Klopp dan para rekan setimnya. Klopp bahkan pernah secara terbuka menyebut Origi sebagai “legenda hidup” Liverpool, bukan karena jumlah golnya, melainkan karena dampak psikologis dan kontribusi vitalnya dalam momen-momen genting.

Kini, Divock Origi bersiap melangkah ke babak baru dalam hidupnya. “Sekarang saya melangkah ke panggilan saya selanjutnya,” ungkapnya tanpa merinci apakah ia akan tetap berkecimpung di dunia sepak bola atau mengejar minat lain di luar lapangan.

Bagi para penggemar, Origi akan selalu dikenang sebagai pengingat bahwa dalam sepak bola, bukan tentang seberapa sering Anda bermain, tapi tentang seberapa besar dampak yang Anda berikan saat waktu Anda tiba di lapangan hijau. Selamat pensiun, Divock Origi. Sang legenda momen besar yang takkan pernah berjalan sendirian.

Baca Juga Optimisme Membara di Old Trafford: Mason Mount Yakin Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan
Optimisme Membara di Old Trafford: Mason Mount Yakin Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *