Legenda Abadi: Edin Dzeko dan Ambisi Besar di Piala Dunia 2026 pada Usia 40 Tahun

Aris Setiawan | SuaraInfo
12 Jun 2026, 23:25 WIB
Legenda Abadi: Edin Dzeko dan Ambisi Besar di Piala Dunia 2026 pada Usia 40 Tahun

SuaraInfo — Di tengah hingar-bingar persiapan turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat, sebuah narasi luar biasa muncul dari kamp pelatihan Timnas Bosnia dan Herzegovina. Edin Dzeko, sang striker veteran yang sering dijuluki sebagai ‘The Bosnian Diamond’, bersiap mengukir sejarah baru. Di usianya yang telah menyentuh angka 40 tahun, Dzeko tidak hanya sekadar hadir sebagai pelengkap tim, melainkan sebagai pilar utama yang siap mengguncang panggung Piala Dunia 2026.

Kehadiran Dzeko di turnamen edisi kali ini memicu decak kagum sekaligus rasa tidak percaya di kalangan pecinta sepak bola internasional. Bagaimana mungkin seorang penyerang tengah, yang posisinya menuntut ketahanan fisik dan kecepatan luar biasa, masih mampu bersaing di level tertinggi saat usianya sudah memasuki kepala empat? Bagi Dzeko, ini adalah sebuah keajaiban yang ia jemput melalui kerja keras yang tak kenal lelah.

Rekor dan Jejak Langkah Sang Veteran

Dalam daftar pemain tertua yang akan berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, nama Edin Dzeko bertengger dengan gagah. Dengan usia tepat 40 tahun 86 hari saat turnamen dimulai, ia mencatatkan diri sebagai pemain outfield (pemain non-kiper) tertua ketiga di kompetisi ini. Ia hanya kalah senior dari dua raksasa sepak bola lainnya, yakni Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, yang juga masih menolak untuk tunduk pada faktor usia.

Baca Juga Misteri Kursi Kosong di Laga Korea Selatan vs Ceko: Klaim FIFA vs Realita di Stadion Akron
Misteri Kursi Kosong di Laga Korea Selatan vs Ceko: Klaim FIFA vs Realita di Stadion Akron

Dzeko sendiri mengaku tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan tetap mengenakan seragam kebesaran negaranya di ajang sebesar Piala Dunia pada usia selarut ini. “Jujur saja, saya tidak menyangka akan masih bermain di usia 40 tahun,” ungkap Dzeko dalam sebuah wawancara eksklusif. Namun, kenyataan berkata lain. Ketajamannya di depan gawang seolah tidak tergerus waktu, terbukti dengan keberhasilannya membawa Schalke 04 kembali promosi ke kasta tertinggi Bundesliga Jerman sebelum berangkat menuju turnamen akbar ini.

Rahasia di Balik Umur Panjang Karier Dzeko

Banyak pihak bertanya-tanya, apa rahasia di balik awet mudanya seorang Edin Dzeko? Sang kapten menjelaskan bahwa kunci utamanya bukanlah sihir, melainkan kedisiplinan ekstrem terhadap tubuhnya sendiri. Ia sadar bahwa mesin biologisnya tidak lagi sama dengan saat ia masih membela Wolfsburg atau Manchester City belasan tahun silam.

“Saya sangat mendengarkan apa yang dikatakan tubuh saya. Saya melakukan banyak pekerjaan tambahan, baik sebelum maupun sesudah sesi latihan rutin,” jelas Dzeko. Ia memaparkan rutinitas yang mungkin akan membuat pemain muda sekalipun merasa lelah. Dzeko seringkali datang ke pusat kebugaran 30 hingga 45 menit lebih awal hanya untuk melakukan pemanasan spesifik dan langkah-langkah pencegahan cedera.

Baca Juga Misi ‘The Last Dance’ Antoine Griezmann: Atletico Madrid Bidik Takhta Liga Champions sebagai Kado Perpisahan Termegah
Misi ‘The Last Dance’ Antoine Griezmann: Atletico Madrid Bidik Takhta Liga Champions sebagai Kado Perpisahan Termegah

Tidak berhenti di situ, setelah sesi latihan tim berakhir dan pemain lain mungkin sudah berada di ruang ganti, Dzeko tetap tinggal. Ia menghabiskan satu jam tambahan untuk melakukan pemulihan, peregangan, dan berbagai prosedur medis guna memastikan kaki-kakinya tetap bugar. “Mungkin ketika Anda masih muda, Anda tidak terlalu memikirkan hal-hal kecil seperti ini. Tapi di usia saya, ini adalah kewajiban untuk bisa tetap berada di level tertinggi kompetisi internasional,” tambahnya.

Misi Besar di Grup B: Menantang Arus

Piala Dunia 2026 akan menjadi partisipasi kedua bagi Bosnia dan Herzegovina sepanjang sejarah mereka, setelah debut pada tahun 2014 di Brasil. Menariknya, Dzeko juga merupakan bagian dari skuad tersebut dan bahkan berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Kembali setelah 12 tahun absen, Bosnia kini tergabung di Grup B yang cukup menantang.

Mereka dijadwalkan akan bersaing dengan Swiss yang dikenal solid, Kanada yang memiliki kecepatan luar biasa, serta Qatar yang memiliki persiapan matang. Pertandingan perdana melawan Timnas Kanada pada Sabtu dini hari WIB akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kepemimpinan Dzeko di lapangan hijau. Sebagai pemain paling senior di tim, ia memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar mencetak gol.

Baca Juga Skenario Gila Tiket Liga Champions Serie A: Drama Empat Raksasa di Giornata Pamungkas
Skenario Gila Tiket Liga Champions Serie A: Drama Empat Raksasa di Giornata Pamungkas

Menjadi Mentor bagi Generasi Baru

Di balik ambisi pribadinya, Edin Dzeko menyadari peran krusialnya sebagai mentor. Timnas Bosnia saat ini sedang dihuni oleh talenta-talenta muda yang haus akan pengalaman. Kehadiran Dzeko di ruang ganti memberikan rasa tenang dan kepercayaan diri bagi rekan-rekan setimnya yang banyak di antaranya berusia hampir separuh darinya.

“Saya adalah pemain tertua, dan itu datang dengan tanggung jawab besar. Saya merasa sangat bangga bisa memimpin generasi hebat ini sebagai kapten mereka,” ujar pemain yang pernah malang melintang di Serie A bersama AS Roma dan Inter Milan tersebut. Ia meyakini bahwa pengalaman bermain di Piala Dunia akan mengubah cara pandang rekan-rekan mudanya terhadap karier sepak bola mereka secara permanen.

Bagi rakyat Bosnia, Dzeko bukan sekadar atlet, ia adalah simbol ketangguhan bangsa. Di tengah transisi generasi, ia tetap berdiri tegak sebagai jembatan antara masa lalu yang gemilang dan masa depan yang menjanjikan. Edin Dzeko ingin memastikan bahwa warisan yang ia tinggalkan nanti bukan hanya deretan trofi, melainkan mentalitas pemenang yang akan terus hidup dalam diri para pemain muda Bosnia.

Baca Juga Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Alami Cedera Saat Sassuolo Benamkan AC Milan, Begini Kondisi Terbaru Sang Bek
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Alami Cedera Saat Sassuolo Benamkan AC Milan, Begini Kondisi Terbaru Sang Bek

Penutup Karier yang Manis?

Banyak pengamat memprediksi bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung dansa terakhir bagi sang legenda. Jika ia berhasil membawa Bosnia melangkah jauh di turnamen ini, itu akan menjadi penutup karier yang sangat manis bagi pemain yang telah memberikan segalanya untuk negara. Namun, melihat dedikasinya yang luar biasa, tidak ada yang berani menjamin bahwa ia akan berhenti setelah ini.

Dzeko telah membuktikan bahwa batasan usia seringkali hanyalah konstruksi pikiran. Dengan perawatan tubuh yang tepat, disiplin mental, dan cinta yang besar terhadap profesi, seorang jurnalis olahraga profesional pun akan setuju bahwa apa yang dilakukan Dzeko adalah bukti nyata dari dedikasi tanpa batas. Mari kita nantikan, kejutan apalagi yang akan diberikan oleh sang ‘Berlian dari Sarajevo’ ini di rumput hijau Stadion Piala Dunia nanti.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *