Mengintip Garasi Mewah Widiyanti Putri: Ketika Mercedes-Benz Rp 2 Miliar Menjadi Koleksi ‘Termurah’ Sang Menteri
SuaraInfo — Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) selalu menjadi jendela bagi publik untuk melihat sisi lain dari para pejabat negeri, tak terkecuali bagi sosok Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja kementerian, perhatian justru teralihkan pada daftar aset yang terparkir rapi di garasi pribadinya. Bukan sekadar kendaraan fungsional, koleksi otomotif sang menteri mencerminkan standar kemewahan tingkat tinggi, di mana unit yang paling murah sekalipun memiliki banderol harga yang mampu membuat dahi berkerut: Rp 2,3 miliar.
Widiyanti Putri, yang dikenal sebagai salah satu menteri terkaya di jajaran kabinet saat ini, baru saja memperbarui laporan kekayaannya. Dalam catatan resmi tersebut, total kekayaannya menembus angka fantastis, yakni sekitar Rp 6 triliun. Dari sekian banyak aset, sektor alat transportasi dan mesin menjadi salah satu yang paling mencolok. Bagaimana tidak, total nilai dari enam unit mobil yang ia miliki mencapai angka Rp 24,102 miliar. Menariknya, dalam jajaran koleksi ini, tidak ditemukan satu pun mobil dengan harga ratusan juta rupiah. Semua berada di kelas mobil mewah premium dengan spesifikasi yang luar biasa.
Mercedes-Benz S63: Si ‘Bungsu’ yang Tak Murahan
Berdasarkan data yang dihimpun dari e-LHKPN KPK per 27 Maret 2026, unit yang menyandang predikat ‘termurah’ di garasi Widiyanti adalah sebuah Mercedes-Benz S63 tahun produksi 2014. Meskipun dalam konteks koleksinya dianggap yang paling ekonomis dengan nilai taksiran Rp 2,334 miliar, mobil ini sejatinya adalah monster di jalan raya. S-Class seri ini bukan sekadar sedan mewah biasa yang digunakan untuk kenyamanan di kursi belakang, melainkan sebuah high-performance sedan yang lahir dari tangan dingin divisi AMG.
Di balik kap mesinnya, Mercedes-Benz S63 ini dibekali jantung pacu V8 biturbo berkapasitas 5.5 liter. Mesin ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 577 daya kuda dengan torsi puncak mencapai 664 lb-ft. Kekuatan sebesar itu disalurkan melalui sistem penggerak roda empat yang dirancang khusus untuk performa tinggi, memastikan mobil tetap stabil meski dipacu dalam kecepatan ekstrem. Untuk urusan transmisi, mobil ini menggunakan sistem Speedshift MCT 7 percepatan yang memberikan perpindahan gigi yang presisi dan responsif.
Tidak hanya soal kecepatan, aspek kenyamanan dan keamanan juga menjadi prioritas. Pengemudi diberikan keleluasaan untuk memilih tiga mode transmisi, yakni Controlled Efficiency (C) untuk berkendara harian yang lebih halus, Sport (S) untuk karakter yang lebih agresif, dan Manual (M). Ditambah dengan fitur ‘Intelligent Drive’ dan night view assist plus, Mercedes-Benz S63 ini tetap menjadi standar teknologi otomotif yang relevan meski sudah berusia satu dekade.
Duo Bentley: Representasi Kemewahan Aristokrat Inggris
Beranjak dari merek Jerman, Widiyanti Putri juga menunjukkan kecintaannya pada estetika otomotif Britania Raya melalui dua unit Bentley. Pertama adalah Bentley Continental GT tahun 2011 yang ditaksir bernilai Rp 2,4 miliar. Continental GT dikenal sebagai simbol grand tourer sejati, menggabungkan performa mesin W12 yang bertenaga dengan interior yang dikerjakan secara manual oleh pengrajin terbaik.
Koleksi kedua dari merek ini jauh lebih modern dan prestisius, yakni Bentley Flying Spur W12 tahun 2022. Dengan nilai Rp 4,418 miliar, mobil ini merupakan perpaduan antara limusin mewah dan mobil sport. Flying Spur menawarkan ruang kabin yang sangat senyap dengan material kulit dan kayu kelas satu, menjadikannya pilihan ideal bagi individu yang menghargai privasi dan kenyamanan tingkat tinggi di tengah kemacetan Jakarta.
Dominasi Lexus: Kenyamanan dan Teknologi Hybrid Masa Depan
Tidak hanya terpaku pada merek Eropa, garasi sang menteri juga dihiasi oleh raksasa otomotif Jepang, Lexus. Widiyanti tampaknya sangat memperhatikan tren kendaraan ramah lingkungan dengan memilih varian hybrid. Tercatat ada dua unit Lexus terbaru tahun produksi 2024, yakni Lexus LM350H senilai Rp 2,5 miliar dan Lexus LS500H dengan nilai Rp 3,65 miliar.
Lexus LM350H sering kali dijuluki sebagai ‘istana berjalan’ karena kenyamanan kabinnya yang menyerupai kabin pesawat first class. Sementara itu, LS500H merupakan kasta tertinggi dari jajaran sedan Lexus yang menawarkan kehalusan berkendara luar biasa berkat sistem teknologi hybrid tercanggih di kelasnya. Pemilihan dua unit ini menunjukkan bahwa efisiensi dan kecanggihan teknologi menjadi pertimbangan penting dalam menyusun daftar koleksinya.
Mercedes-Benz G63 2025: Sang Mahakarya di Puncak Daftar
Puncak dari segala kemewahan di garasi Widiyanti Putri adalah Mercedes-Benz G63 keluaran terbaru tahun 2025. Mobil yang sering disebut sebagai G-Wagon ini memiliki nilai taksiran yang fantastis, yakni Rp 8,8 miliar. G63 bukan sekadar kendaraan off-road, melainkan simbol status sosial yang tak terbantahkan. Dengan desain kotak yang ikonik namun tetap modern, mobil ini menjadi unit termahal yang dilaporkan dalam LHKPN terbarunya.
Kepemilikan G63 tahun 2025 ini sekaligus menandakan adanya pembaruan signifikan dalam koleksinya. Meskipun jumlah unit mobil yang ia miliki berkurang dari tujuh unit pada tahun sebelumnya menjadi enam unit saat ini, secara total nilai justru mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini membuktikan bahwa sang menteri lebih memilih untuk melakukan konsolidasi aset ke arah kendaraan yang lebih bernilai tinggi dan eksklusif.
Analisis Perubahan Kekayaan: Kualitas di Atas Kuantitas
Ada fakta menarik jika kita membandingkan laporan tahun lalu dengan tahun ini. Pada periode sebelumnya, Widiyanti melaporkan kepemilikan tujuh unit mobil dengan total nilai Rp 19,643 miliar. Namun, dalam laporan terbaru, meski jumlah unitnya menyusut menjadi enam, nilainya justru melonjak naik sekitar Rp 4,4 miliar menjadi Rp 24,102 miliar.
Pergeseran ini mencerminkan strategi manajemen aset yang sangat terukur. Dengan menjual unit-unit lama dan menggantinya dengan model terbaru seperti Lexus LM350H 2024 dan Mercedes-Benz G63 2025, nilai investasi otomotifnya justru semakin kokoh. Bagi publik, hal ini menjadi gambaran betapa kuatnya posisi finansial sang menteri, yang latar belakangnya memang berasal dari kalangan pengusaha sukses sebelum mengabdikan diri di pemerintahan.
Transparansi dan Harapan Publik
Keterbukaan informasi mengenai harta kekayaan pejabat melalui LHKPN adalah pilar penting dalam menjaga integritas pemerintahan. Meski koleksi mobil mewah ini terlihat sangat kontras dengan kondisi ekonomi masyarakat umum, transparansi yang ditunjukkan Widiyanti Putri patut diapresiasi. Hal ini memastikan bahwa seluruh aset yang dimiliki merupakan hasil dari jerih payah profesional sebelum dan selama menjabat, yang telah terverifikasi oleh lembaga berwenang.
Sebagai Menteri Pariwisata, publik tentu berharap kekayaan dan koneksi yang dimiliki Widiyanti dapat dikonversi menjadi kebijakan-kebijakan strategis yang mampu membangkitkan sektor pariwisata Indonesia. Di balik kemewahan Mercedes, Bentley, dan Lexus yang terparkir di garasinya, tersampir tanggung jawab besar untuk membawa industri pariwisata nasional menuju kancah dunia yang lebih gemilang.
Pada akhirnya, koleksi kendaraan ini bukan hanya sekadar deretan angka di atas kertas laporan KPK, melainkan representasi dari sebuah perjalanan karier dan selera personal yang tinggi. Bagi para pecinta otomotif, mengintip garasi sang menteri adalah sebuah studi tentang bagaimana teknologi, kemewahan, dan prestise berpadu dalam satu wadah yang sangat eksklusif.