Mewujudkan Masyarakat Bugar: KORMI Luncurkan Gerakan Indonesia Aktif Sebagai Napas Baru Olahraga Nasional

Aris Setiawan | SuaraInfo
14 Mei 2026, 09:32 WIB
Mewujudkan Masyarakat Bugar: KORMI Luncurkan Gerakan Indonesia Aktif Sebagai Napas Baru Olahraga Nasional

SuaraInfo — Di tengah pergeseran gaya hidup modern yang menuntut mobilitas tinggi namun sering kali terjebak dalam pola hidup sedenter, urgensi untuk kembali bergerak menjadi sebuah keharusan. Menjawab tantangan tersebut, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) secara resmi meluncurkan Pedoman Nasional Gerakan Indonesia Aktif. Inisiatif ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah langkah strategis untuk membumikan kembali olahraga masyarakat agar lebih dikenal, dicintai, dan dipraktikkan oleh seluruh lapisan warga di tanah air.

Bertempat di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, peluncuran ini menandai babak baru dalam pengelolaan kesehatan publik melalui aktivitas fisik yang terukur. Gerakan Indonesia Aktif dirancang sebagai peta jalan bagi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi fisik mereka, yang pada akhirnya akan bermuara pada terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh dan berdaya saing tinggi secara fisik.

Filosofi di Balik Gerakan Indonesia Aktif

Ketua Umum KORMI, Adil Hakim, dalam keterangannya menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga memiliki korelasi langsung dengan produktivitas nasional. Menurutnya, ketika masyarakat memiliki tubuh yang sehat dan bugar, beban negara terhadap biaya kesehatan dapat ditekan secara signifikan. Namun, lebih dari sekadar hitungan ekonomi, olahraga adalah instrumen pembangunan karakter bangsa.

Baca Juga Dominasi Tanpa Batas Erling Haaland: Menakar Ketajaman Sang Predator di Puncak Top Skor Liga Inggris
Dominasi Tanpa Batas Erling Haaland: Menakar Ketajaman Sang Predator di Puncak Top Skor Liga Inggris

“Selama ini, kita harus melihat bahwa olahraga masyarakat memiliki peran yang sangat fundamental. Ini bukan hanya tentang berkeringat atau menggerakkan otot, melainkan tentang membangun kegembiraan, memupuk interaksi sosial, dan menjaga kebugaran kolektif,” ujar Adil dalam sesi jumpa pers yang berlangsung hangat pada Rabu (13/5/2026). Ia menambahkan bahwa melalui gerakan yang terstruktur, nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan dapat tumbuh subur dari lingkungan terkecil hingga ke tingkat nasional.

Mendukung Visi Indonesia Emas 2045

Peluncuran pedoman ini juga menjadi bagian integral dari dukungan KORMI terhadap rencana jangka panjang pemerintah. Pembangunan olahraga kini telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Hal ini diperkuat dengan payung hukum Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik secara sistematis.

Dengan adanya target Indonesia Emas 2045, pemerintah menyadari bahwa kesehatan masyarakat adalah fondasi utama. Tanpa fisik yang bugar, cita-cita untuk menjadi negara maju akan sulit tercapai. Oleh karena itu, Gerakan Indonesia Aktif hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan pemerintah pusat dengan implementasi di lapangan, memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses dan motivasi untuk bergerak.

Baca Juga Misi Mustahil di Emirates: Burnley Tolak Jadi ‘Karpet Merah’ bagi Arsenal dalam Perburuan Gelar Liga Inggris
Misi Mustahil di Emirates: Burnley Tolak Jadi ‘Karpet Merah’ bagi Arsenal dalam Perburuan Gelar Liga Inggris

Keberagaman Cabang Olahraga di Bawah Naungan KORMI

Salah satu keunikan dari KORMI adalah inklusivitasnya terhadap berbagai jenis aktivitas fisik yang mungkin tidak masuk dalam kategori olahraga prestasi konvensional namun memiliki basis massa yang besar. Beberapa cabang olahraga (cabor) yang bernaung di bawah KORMI mencerminkan keragaman minat masyarakat modern, mulai dari aspek tradisional hingga tren urban kekinian.

  • Pencak Silat Budaya: Menjaga warisan leluhur melalui gerakan yang sarat akan makna filosofis.
  • E-sport: Mengakomodasi perkembangan teknologi melalui kompetisi ketangkasan mental dan koordinasi.
  • Skateboard dan Parkour: Menyediakan ruang bagi anak muda urban untuk berekspresi secara kreatif di ruang publik.
  • Sepatu Roda Rekreasi dan Street Soccer: Menjadikan fasilitas umum sebagai arena gaya hidup sehat yang menyenangkan.
  • Yoga dan Senam Kebugaran: Menargetkan kesehatan holistik yang mencakup pikiran dan tubuh.

Kehadiran berbagai cabor ini membuktikan bahwa olahraga tidak harus kaku. KORMI ingin menunjukkan bahwa bergerak bisa dilakukan dengan cara apa pun yang disenangi, asalkan dilakukan secara konsisten dan membawa dampak positif bagi tubuh.

Baca Juga Misteri di Foxborough: Alasan di Balik Keputusan Berani Norwegia Mencadangkan Haaland dan Odegaard Saat Dihancurkan Prancis
Misteri di Foxborough: Alasan di Balik Keputusan Berani Norwegia Mencadangkan Haaland dan Odegaard Saat Dihancurkan Prancis

Dampak Ekonomi dan Sektor Sport Tourism

Lebih jauh, Adil Hakim memaparkan bahwa Gerakan Indonesia Aktif memiliki dimensi ekonomi yang sangat luas. Dengan semakin masifnya kegiatan olahraga di tingkat akar rumput, sektor sport tourism atau wisata olahraga diharapkan dapat terdongkrak. Turnamen tingkat desa, festival olahraga rekreasi, hingga pertemuan komunitas besar di daerah-daerah dapat menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari sektor penginapan, kuliner, hingga UMKM peralatan olahraga.

“Kita ingin melihat olahraga menjadi penggerak ekonomi hingga ke tingkat desa. Ketika ada acara olahraga masyarakat, ekonomi di sekitarnya harus hidup. Ini adalah efek domino yang kita harapkan dari gerakan yang terstruktur ini,” jelas Adil. Dengan demikian, olahraga tidak hanya memberikan kesehatan bagi pelaku, tetapi juga kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Kolaborasi Strategis dan Keberlanjutan

KORMI menyadari bahwa gerakan sebesar ini tidak dapat dilakukan sendirian. Oleh karena itu, mereka merangkul kementerian-kementerian terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kemenpora, untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan. Salah satu agenda jangka pendek yang sedang dipersiapkan adalah penguatan program olahraga di area Car Free Day (CFD) di berbagai kota.

Baca Juga Misi Rahasia Pedro di Lazio: Upaya ‘Mustahil’ Memboyong Lionel Messi hingga David De Gea ke Olimpico
Misi Rahasia Pedro di Lazio: Upaya ‘Mustahil’ Memboyong Lionel Messi hingga David De Gea ke Olimpico

Program di area CFD ini diprakarsai oleh Kemenpora sebagai sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Di sana, masyarakat tidak hanya sekadar berjalan santai, tetapi akan diperkenalkan dengan berbagai teknik olahraga yang benar dan menyenangkan melalui aktivasi-aktivasi yang disiapkan oleh KORMI. Harapannya, frekuensi berolahraga masyarakat tidak hanya terjadi saat akhir pekan, tetapi menjadi kebutuhan harian.

“Indonesia Aktif ini akan berlangsung terus-menerus. Kami ingin menjadikan olahraga bukan lagi sekadar tren atau gaya hidup yang sesaat, melainkan sebuah kebutuhan hidup primer. Seperti halnya makan dan minum, bergerak harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita,” pungkas Adil Hakim dengan nada optimis.

Dengan peluncuran Pedoman Nasional ini, KORMI telah meletakkan batu pertama bagi transformasi kesehatan masyarakat Indonesia. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi dan memastikan pesan ini sampai ke pelosok negeri, sehingga cita-cita menuju masyarakat Indonesia yang aktif, sehat, dan produktif dapat benar-benar terwujud dalam waktu dekat.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *