Mimpi Eropa Chelsea Kian Menipis: Nottingham Forest Berjaya di Stamford Bridge Lewat Brace Taiwo Awoniyi

Aris Setiawan | SuaraInfo
04 Mei 2026, 23:26 WIB
Mimpi Eropa Chelsea Kian Menipis: Nottingham Forest Berjaya di Stamford Bridge Lewat Brace Taiwo Awoniyi

SuaraInfo — Harapan Chelsea untuk menapaki zona kompetisi Eropa musim depan mendapat pukulan telak setelah dipaksa menyerah di kandang sendiri oleh Nottingham Forest. Dalam laga lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026 yang berlangsung di Stamford Bridge pada Senin (4/5/2026), The Blues harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor telak 1-3. Kekalahan ini tidak hanya mencoreng wajah Chelsea di hadapan pendukungnya, tetapi juga memperlebar jarak mereka dari posisi elit klasemen.

Awal Petaka di Stamford Bridge

Pertandingan baru saja dimulai ketika kejutan besar tercipta. Belum genap dua menit laga berjalan, sorak-sorai pendukung tuan rumah dibungkam oleh aksi klinis Taiwo Awoniyi. Berawal dari skema serangan balik cepat, Dilane Bakwa melepaskan umpan silang akurat dari sisi kanan pertahanan Chelsea. Awoniyi yang berdiri tanpa pengawalan berarti berhasil menyambut bola dengan tandukan mematikan yang menghujam sudut kiri atas gawang. Kiper Robert Sanchez hanya bisa terpaku melihat bola menggetarkan jala gawangnya.

Gol cepat tersebut seakan meruntuhkan mental bertanding anak asuh The Blues. Meskipun mencoba mendominasi penguasaan bola, koordinasi antar lini Chelsea tampak berantakan. Enzo Fernandez sempat memberikan harapan melalui sebuah peluang emas di menit ke-11. Sayangnya, tendangan keras pemain asal Argentina tersebut hanya membentur tiang gawang Matz Sels, sebuah momen yang seakan menjadi pertanda buruk bagi Chelsea sepanjang sore itu.

Baca Juga Kebangkitan Srikandi Lapangan Hijau: Hydroplus Soccer League 2026 Jadi Milestone Penting Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia
Kebangkitan Srikandi Lapangan Hijau: Hydroplus Soccer League 2026 Jadi Milestone Penting Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia

Hukuman Penalti dan Frustrasi di Babak Pertama

Hanya empat menit setelah peluang Enzo yang gagal, malapetaka kembali menghampiri lini pertahanan Chelsea. Malo Gusto melakukan kesalahan fatal dengan menarik baju Taiwo Awoniyi di dalam kotak terlarang. Wasit Anthony Taylor tidak langsung menunjuk titik putih, namun setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan penalti akhirnya diberikan. Igor Jesus yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Ia sukses mengecoh Robert Sanchez yang bergerak ke arah yang salah, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Forest.

Menjelang turun minum, Chelsea sebenarnya mendapatkan kesempatan emas untuk memperkecil ketertinggalan. Duel udara di kotak penalti Forest yang melibatkan Zach Abbott dan Jesse Derry berakhir dengan pelanggaran yang membuahkan penalti bagi tuan rumah. Namun, nasib sial sepertinya memang sedang menaungi Cole Palmer. Eksekusi penaltinya yang biasanya akurat justru mampu ditepis dengan brilian oleh Matz Sels. Insiden ini juga memakan korban, di mana Derry dan Abbott harus ditarik keluar karena cedera akibat benturan keras di kepala.

Baca Juga Ambisi Setan Merah di Bawah Kendali Carrick: Mengulas Lengkap Kalender Manchester United Musim 2026/2027
Ambisi Setan Merah di Bawah Kendali Carrick: Mengulas Lengkap Kalender Manchester United Musim 2026/2027

Dominasi Nottingham Forest dan Brace Awoniyi

Memasuki babak kedua, manajer Chelsea mencoba melakukan perubahan taktik, namun Nottingham Forest justru semakin percaya diri dalam melakukan serangan balik. Terbukti pada menit ke-52, gawang Chelsea kembali bobol untuk ketiga kalinya. Taiwo Awoniyi kembali menjadi momok bagi lini belakang The Blues. Memanfaatkan umpan rendah yang presisi dari Morgan Gibbs-White, Awoniyi dengan tenang melakukan tap-in yang membuat Robert Sanchez kembali harus memungut bola dari gawangnya.

Gol tersebut sempat dianulir karena dugaan offside, namun setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, wasit mensahkan gol tersebut. Skor 0-3 membuat atmosfer di Stamford Bridge semakin mencekam. Para penggemar mulai menunjukkan rasa tidak puas mereka terhadap performa tim yang terlihat kehilangan arah dan kreativitas di lini tengah. Moises Caicedo dan kolega kesulitan menembus tembok pertahanan Forest yang dikomandoi oleh Morato.

Upaya Sia-sia dan Gol Indah Joao Pedro

Chelsea sempat mencetak gol di menit ke-73 melalui sontekan Joao Pedro setelah menerima umpan dari Marc Cucurella. Namun, selebrasi mereka terhenti seketika setelah VAR menunjukkan bahwa penyerang asal Brasil itu telah berada di posisi offside sebelum menerima bola. Frustrasi semakin terlihat di wajah para pemain Chelsea yang terus menekan namun selalu menemui jalan buntu.

Baca Juga Jonatan Christie Tersingkir Prematur di Singapore Open 2026: Sebuah Evaluasi Pahit Menuju Indonesia Open
Jonatan Christie Tersingkir Prematur di Singapore Open 2026: Sebuah Evaluasi Pahit Menuju Indonesia Open

Baru pada masa injury time, tepatnya di menit ke-90+, Chelsea akhirnya benar-benar memecah kebuntuan. Melalui skema yang hampir identik dengan gol yang dianulir sebelumnya, Marc Cucurella kembali mengirimkan umpan silang matang. Kali ini, Joao Pedro menunjukkan kelasnya dengan sebuah tendangan salto spektakuler yang menembus sudut kanan gawang Matz Sels. Meski merupakan gol yang sangat indah secara estetika, gol tersebut hanya menjadi hiburan semata karena waktu pertandingan sudah tidak lagi memihak tuan rumah.

Implikasi Klasemen: Selamat Tinggal Eropa?

Kekalahan 1-3 ini merupakan tamparan keras bagi ambisi Chelsea. Tambahan nol poin membuat mereka tertahan di urutan kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 48 poin dari 35 pertandingan. Dengan sisa laga yang kian menipis, peluang untuk menembus zona kompetisi Eropa musim depan kini tampak seperti misi yang nyaris mustahil. Inkonsistensi performa kembali menjadi masalah utama yang menghantui kubu London Barat musim ini.

Sebaliknya bagi Nottingham Forest, kemenangan ini adalah napas lega yang luar biasa. Tambahan tiga poin krusial membuat mereka naik ke urutan 16 dengan 42 poin. Forest kini mulai menjauh dari zona merah degradasi dan memberikan sinyal kuat bahwa mereka siap bertarung habis-habisan di laga-laga sisa musim. Kemenangan di Stamford Bridge ini tentu akan menjadi modal mental yang sangat berharga bagi skuat asuhan Nuno Espirito Santo tersebut.

Baca Juga Jogja Run D-City 2026: Mengukir Jejak di Jantung Yogyakarta dengan Hadiah Fantastis Puluhan Juta Rupiah
Jogja Run D-City 2026: Mengukir Jejak di Jantung Yogyakarta dengan Hadiah Fantastis Puluhan Juta Rupiah

Analisis Pasca Pertandingan

Secara taktikal, Nottingham Forest tampil sangat disiplin. Mereka membiarkan Chelsea menguasai bola namun menutup setiap celah di sepertiga akhir lapangan. Serangan balik mereka yang dimotori oleh Dilane Bakwa dan ketajaman Taiwo Awoniyi terbukti menjadi senjata mematikan yang tidak mampu diredam oleh lini belakang Chelsea yang dihuni Tosin Adarabioyo dan Trevoh Chalobah.

Bagi Chelsea, pekerjaan rumah mereka semakin menumpuk. Masalah penyelesaian akhir dan kerapuhan saat menghadapi serangan balik harus segera dibenahi jika tidak ingin mengakhiri musim dengan catatan yang lebih buruk. Penampilan Robert Sanchez di bawah mistar juga mulai dipertanyakan setelah beberapa kali tampak ragu dalam mengambil keputusan, yang akhirnya memaksa ia digantikan oleh Filip Jorgensen di pertengahan babak kedua.

  • Chelsea gagal memaksimalkan status tuan rumah meski unggul dalam penguasaan bola.
  • Taiwo Awoniyi menjadi Man of the Match dengan sumbangan dua golnya yang sangat efisien.
  • Kegagalan penalti Cole Palmer dianggap sebagai titik balik kegagalan Chelsea untuk bangkit.
  • Nottingham Forest menunjukkan pertahanan yang solid dan transisi menyerang yang sangat terencana.

Kini, publik sepak bola menunggu bagaimana Chelsea akan merespons kekalahan memalukan ini di sisa kompetisi Premier League. Apakah mereka akan mampu melakukan keajaiban di laga-laga penutup, atau justru akan semakin tenggelam dalam papan tengah klasemen?

Baca Juga Misi Kebangkitan Anthony Ginting: Membidik Top 20 Dunia dan Menata Mental di Tengah Ketatnya Persaingan
Misi Kebangkitan Anthony Ginting: Membidik Top 20 Dunia dan Menata Mental di Tengah Ketatnya Persaingan
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *