Momen Ikonik di London Colney: Saat Gary Neville Dihadiahi Jersey Arsenal oleh Mikel Arteta dan Josh Kroenke

Aris Setiawan | SuaraInfo
28 Mei 2026, 09:25 WIB
Momen Ikonik di London Colney: Saat Gary Neville Dihadiahi Jersey Arsenal oleh Mikel Arteta dan Josh Kroenke

SuaraInfo — Dunia sepak bola Inggris baru-baru ini dihangatkan oleh sebuah momen yang cukup menggelitik sekaligus menunjukkan sisi lain dari rivalitas sengit di Premier League. Siapa yang menyangka bahwa Gary Neville, sosok yang selama belasan tahun dikenal sebagai kapten sekaligus ikon loyalitas Manchester United, akan memegang jersey merah kebanggaan Arsenal di markas latihan mereka sendiri? Pemandangan langka ini terjadi saat Neville mengunjungi pusat latihan Arsenal di London Colney untuk keperluan syuting podcast populer miliknya.

Kejutan tersebut datang langsung dari dua sosok sentral di balik kebangkitan Arsenal saat ini, yakni manajer Mikel Arteta dan sang pemilik klub, Josh Kroenke. Momen ini bukan sekadar pertemuan formal antara media dan narasumber, melainkan sebuah gestur penuh keakraban yang menunjukkan betapa cairnya hubungan antarpelaku sepak bola profesional di balik layar, meskipun di atas lapangan mereka seringkali terlibat dalam perdebatan panas.

Kejutan Manis di Tengah Podcast The Overlap

Kejadian unik ini bermula saat Gary Neville bersama legenda Arsenal, Ian Wright, sedang melakukan pengambilan gambar untuk program podcast “The Overlap”. Program ini memang dikenal sering menghadirkan sisi humanis dari para pemain dan pelatih Liga Inggris. Namun, kali ini giliran sang pembawa acara yang dibuat terkejut.

Baca Juga Misi Srikandi Indonesia di Semifinal Uber Cup 2026: Ulangan Laga Klasik Kontra Korea Selatan
Misi Srikandi Indonesia di Semifinal Uber Cup 2026: Ulangan Laga Klasik Kontra Korea Selatan

Di tengah sesi diskusi, Josh Kroenke tiba-tiba muncul dengan membawa sebuah bingkisan spesial. Sambil tersenyum lebar, putra dari Stan Kroenke tersebut menyerahkan hadiah itu kepada Neville di depan kamera. “Atas nama seluruh klub kami, kami memiliki hadiah kecil untukmu. Saya rasa kamu akan menyukainya, Gary. Saya pikir kamu harus membukanya sekarang di depan kamera,” ujar Kroenke dengan nada bercanda yang disambut tawa oleh semua orang di lokasi.

Saat bungkusan dibuka, ternyata isinya adalah jersey kandang Arsenal musim terbaru lengkap dengan nomor punggung 2—nomor yang identik dengan Neville selama kariernya di Old Trafford. Yang menarik perhatian adalah adanya pesan khusus yang dituliskan di atas jersey tersebut: “Untuk suporter terbaik kami”. Sebuah sindiran halus namun penuh rasa hormat dari pihak Arsenal kepada Neville yang belakangan ini memang sering memberikan pujian atas progres tim asuhan Mikel Arteta tersebut.

Tantangan dari Mikel Arteta: Berani Pakai?

Mikel Arteta yang mendampingi Kroenke pun tak mau ketinggalan memberikan bumbu pada momen tersebut. Manajer asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa pemberian jersey ini merupakan kelanjutan dari obrolan mereka beberapa pekan sebelumnya. Menurut Arteta, ia dan Neville sempat menghabiskan waktu bersama untuk sekadar minum kopi dan berdiskusi panjang mengenai perkembangan sepak bola modern.

Baca Juga Toni Kroos Blak-blakan Soal El Clasico: Real Madrid Kehilangan Taji dan Bermain Tanpa Harapan
Toni Kroos Blak-blakan Soal El Clasico: Real Madrid Kehilangan Taji dan Bermain Tanpa Harapan

“Gary ada di sini beberapa minggu yang lalu, kami menghabiskan waktu bersama, kami minum kopi, dan kami berdiskusi panjang lebar. Jadi saya memberinya kaus itu, dan saya berkata, ketika kami menang nanti, Anda harus memakainya,” kenang Arteta dengan mata berbinar. Tantangan ini tentu saja menjadi beban yang cukup berat bagi seorang Gary Neville yang darahnya sudah terlanjur merah United.

Ian Wright, sang legenda Arsenal yang kini menjadi rekan kerja Neville di dunia penyiaran, pun ikut memanaskan suasana. Ia bertanya kepada Arteta apakah Neville sempat menolak saat diberikan tantangan tersebut. Dengan cerdik, Arteta menjawab, “Tidak. Dia tidak bilang ya, dia juga tidak bilang tidak. Ini cuma saran saya saja agar dia merasakan bagaimana rasanya menjadi bagian dari kami,” selorohnya.

Simbol Transformasi Budaya di Arsenal

Momen pemberian hadiah ini bukan sekadar hiburan semata. Bagi banyak pengamat, kehadiran Josh Kroenke dan cara ia berinteraksi dengan figur seperti Neville menunjukkan adanya perubahan budaya yang signifikan di tubuh Arsenal. Selama bertahun-tahun, manajemen Meriam London sering dikritik karena terkesan tertutup dan dingin terhadap pihak luar.

Baca Juga Folarin Balogun Mengguncang Dunia: Rekor Dwigol Pertama di Pembukaan Piala Dunia 2026
Folarin Balogun Mengguncang Dunia: Rekor Dwigol Pertama di Pembukaan Piala Dunia 2026

Namun, di bawah kepemimpinan Arteta dan pengawasan langsung dari Josh Kroenke, Arsenal bertransformasi menjadi klub yang jauh lebih terbuka dan inklusif. Kroenke sendiri mengakui bahwa Arteta telah berhasil meruntuhkan budaya buruk yang sempat menghinggapi klub selama bertahun-tahun. Kini, ada rasa kebersamaan yang kuat, tidak hanya di antara pemain, tetapi juga dengan seluruh elemen pendukung klub.

Keterbukaan ini juga tercermin dari bagaimana mereka merangkul para kritikus. Neville, yang di awal masa kepemimpinan Arteta sering melontarkan kritik tajam terhadap strategi Arsenal, kini justru menjadi salah satu pundit yang paling mengapresiasi cara main Bukayo Saka dan kawan-kawan. Jersey tersebut adalah simbol bahwa rasa hormat (respect) berdiri di atas persaingan antarklub.

Respon Gary Neville: Pajangan di Rumah, Bukan untuk Dipakai

Lantas, apakah Gary Neville benar-benar akan memakai jersey Arsenal tersebut? Meski tampak menyeringai senang saat menerima hadiah itu, loyalitasnya kepada Setan Merah tampaknya belum goyah. Neville dengan diplomatis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas gestur luar biasa dari manajemen Arsenal.

Baca Juga Misi Pertahankan Takhta: Skuad Resmi Argentina untuk Piala Dunia 2026 Dirilis, Messi Siap Cetak Sejarah Baru
Misi Pertahankan Takhta: Skuad Resmi Argentina untuk Piala Dunia 2026 Dirilis, Messi Siap Cetak Sejarah Baru

Alih-alih memakainya untuk jogging atau santai di rumah, Neville memiliki rencana lain yang lebih aman bagi reputasinya sebagai legenda MU. Ia berencana untuk membingkai jersey bertanda tangan itu dan memajangnya di rumahnya sebagai kenang-kenangan profesional. Baginya, pemberian itu adalah bentuk apresiasi terhadap kariernya sebagai pengamat sepak bola, sekaligus bukti bahwa rivalitas di lapangan hijau bisa berubah menjadi persahabatan di luar lapangan.

Kisah ini menjadi pengingat bagi para penggemar sepak bola bahwa di balik ketegangan 90 menit pertandingan, terdapat hubungan antarmanusia yang saling menghargai. Bagi Arsenal, memberikan jersey kepada salah satu rival terbesar mereka di masa lalu adalah tanda kepercayaan diri yang tinggi. Bagi Neville, menerima jersey itu adalah pengakuan bahwa Premier League musim ini memang memiliki cerita yang sangat menarik untuk diikuti.

Menutup sesi tersebut, suasana di London Colney terasa begitu hangat. Persaingan memperebutkan gelar juara mungkin masih akan terus membara, namun momen seperti ini memberikan kesejukan tersendiri di tengah kerasnya kompetisi sepak bola kasta tertinggi Inggris.

Baca Juga Evolusi Toprak Razgatlioglu di MotoGP: Transformasi Gaya Balap Menuju Standar Fabio Quartararo
Evolusi Toprak Razgatlioglu di MotoGP: Transformasi Gaya Balap Menuju Standar Fabio Quartararo
Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *