Gelombang Antusiasme di Kota Medan: Milo Activ Indonesia Race 2026 Pecahkan Rekor Peserta dan Hidupkan Semangat Olahraga

Aris Setiawan | SuaraInfo
11 Mei 2026, 07:25 WIB
Gelombang Antusiasme di Kota Medan: Milo Activ Indonesia Race 2026 Pecahkan Rekor Peserta dan Hidupkan Semangat Olahraga

SuaraInfo — Pagi yang cerah di jantung Kota Medan berubah menjadi hamparan warna hijau yang penuh energi. Ribuan pelari dari berbagai penjuru berkumpul di Lapangan Benteng untuk merayakan semangat kebugaran dalam ajang tahunan yang paling dinanti, Milo Activ Indonesia Race 2026. Sebagai kota kedua dalam rangkaian tur nasional tahun ini, Medan membuktikan diri sebagai episentrum antusiasme olahraga yang luar biasa di Pulau Sumatera.

Kemeriahan ini bukan sekadar rutinitas olahraga biasa, melainkan cerminan dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat. Sejak matahari belum menampakkan sinarnya secara penuh pada Minggu (10/5/2026), kerumunan pelari telah memadati area start, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat sekaligus penuh kegembiraan.

Medan Jadi Titik Sentral Antusiasme Pelari

Keputusan untuk kembali menunjuk Medan sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan yang kuat. Setelah kesuksesan besar pada tahun-tahun sebelumnya, tim penyelenggara melihat potensi yang sangat besar pada komunitas lari di kota ini. Karakter masyarakat Medan yang dinamis dan posisi strategis kota ini sebagai gerbang Sumatera menjadikannya panggung yang sempurna bagi Milo Activ Indonesia Race 2026.

Baca Juga Lamine Yamal Pilih ‘Puasa’ Bola Demi Piala Dunia 2026: Komitmen Sang Wonderkid Melawan Cedera Hamstring
Lamine Yamal Pilih ‘Puasa’ Bola Demi Piala Dunia 2026: Komitmen Sang Wonderkid Melawan Cedera Hamstring

Lonjakan jumlah peserta menjadi sorotan utama dalam edisi kali ini. Data mencatat lebih dari 7.300 pelari ikut ambil bagian, sebuah angka yang melampaui ekspektasi awal. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 ajang ini diikuti oleh sekitar 3.000 pelari, dan meningkat menjadi 4.200 pada tahun 2025. Lompatan ke angka 7.300 di tahun 2026 ini menunjukkan bahwa tren olahraga lari di Medan sedang berada di puncaknya.

Acara ini dibagi menjadi dua kategori utama yang mengakomodasi berbagai level kemampuan fisik: kategori 5K yang kompetitif dan Family Run 2,5K yang lebih santai namun edukatif. Pembagian ini memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, mulai dari atlet profesional hingga anak-anak, dapat merasakan keseruan berkompetisi di bawah bendera olahraga nasional.

Sinergi Pejabat Daerah dan Dukungan Sektor Swasta

Pelepasan ribuan peserta dilakukan dengan penuh seremonial oleh tokoh-tokoh penting daerah. Hadir di lokasi, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, M. Mahfullah Pratama Daulay, S.STP., M.AP. Tak ketinggalan, dukungan teknis diberikan oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumatera Utara, David Luther Lubis.

Baca Juga Misi Garuda Mengguncang Jakarta: Skuad Terbaik Timnas Indonesia Siap Ladeni Oman dan Mozambik di FIFA Matchday
Misi Garuda Mengguncang Jakarta: Skuad Terbaik Timnas Indonesia Siap Ladeni Oman dan Mozambik di FIFA Matchday

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan apresiasi yang mendalam terhadap komitmen penyelenggara. Menurutnya, ajang ini bukan hanya soal mengejar keringat, tetapi juga tentang mempromosikan wajah pariwisata Medan dan nilai-nilai sejarah yang tersimpan di sekitar Lapangan Benteng. Kota Medan kini semakin kukuh memposisikan diri sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) yang mumpuni.

Di sisi lain, Alaa Shaaban selaku Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, mengungkapkan rasa bangganya atas sambutan hangat warga Medan. Sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2010, program lari ini telah berhasil menggerakkan lebih dari 420.000 orang di seluruh Indonesia. Semangat kebersamaan yang tercipta di Medan tahun ini dianggap sebagai pencapaian monumental dalam sejarah penyelenggaraan acara tersebut.

Kisah Inspiratif dari Podium Juara

Di balik ribuan wajah yang berseri-seri, terdapat perjuangan fisik yang luar biasa di lintasan 5K. Arwan Zebua berhasil mengamankan gelar juara di kategori 5K Putra dengan catatan waktu yang impresif, yakni 15 menit 27 detik. Kecepatan dan ketahanan fisiknya di sepanjang rute jalanan Medan membuatnya sulit dikejar oleh kompetitor lain.

Baca Juga Benteng Tak Tertembus: Mengupas Strategi Keamanan Tiga Lapis Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026
Benteng Tak Tertembus: Mengupas Strategi Keamanan Tiga Lapis Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026

Namun, cerita yang paling mencuri perhatian datang dari kategori 5K Putri. Kesia berhasil naik ke podium tertinggi setelah mencatatkan waktu 18 menit 00 detik. Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Kesia, mengingat tahun lalu ia harus puas berada di posisi keempat. Kegagalan tersebut tidak membuatnya patah arang, melainkan menjadi bahan bakar untuk berlatih lebih keras.

“Tahun lalu saya finis di podium empat, jadi tahun ini saya benar-benar mempersiapkan diri lebih matang. Saya memperbanyak latihan lari di tanjakan dan latihan beban untuk meningkatkan endurance karena kelemahan saya tahun lalu ada di daya tahan,” ungkap Kesia dengan nada bangga. Keberhasilannya membuktikan bahwa dengan dedikasi dan evaluasi diri yang tepat, performa atletik seseorang dapat terus meningkat.

Lebih dari Sekadar Lari: Rekreasi Keluarga di Kids Corner

Milo Activ Indonesia Race 2026 juga dirancang sebagai ajang wisata keluarga. Melalui kategori Family Run 2,5K, para orang tua diajak untuk menularkan kebiasaan aktif kepada anak-anak mereka sejak dini. Salah satu peserta, Andina Ika Wulandari, berbagi pengalamannya tentang betapa berkesannya momen ini bagi keluarganya.

Baca Juga 120 Tahun Kiprah IMI: Menakar Masa Depan Sport Tourism Indonesia Melalui IMI Awards 2025
120 Tahun Kiprah IMI: Menakar Masa Depan Sport Tourism Indonesia Melalui IMI Awards 2025

Anak-anak tidak hanya berlari, tetapi juga dimanjakan dengan fasilitas Kids Corner yang interaktif. Di sana, mereka bisa bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya dalam lingkungan yang aman dan positif. Keunikan lain yang menjadi daya tarik tersendiri adalah medali yang dapat diukir dengan nama dan catatan waktu lari peserta. Sentuhan personal ini membuat medali tersebut bukan sekadar kepingan logam, melainkan sebuah pengingat akan perjuangan dan kenangan manis bersama keluarga.

Dampak Positif bagi Ekonomi dan Komunitas Lokal

Penyelenggaraan acara berskala besar seperti ini tentu membawa dampak domino bagi perekonomian lokal di Kota Medan. Hotel-hotel di sekitar pusat kota mengalami peningkatan okupansi, dan sektor UMKM kuliner pun turut kecipratan rezeki dari para pelari dan pendukung yang datang dari luar kota. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk menjadikan setiap kegiatan olahraga sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.

Selain itu, munculnya berbagai klub lari baru di Medan pasca-event ini diprediksi akan semakin memperkuat ekosistem gaya hidup aktif. Harapannya, semangat yang terpancar di Lapangan Benteng tidak hanya berhenti saat garis finis dilewati, tetapi terus berlanjut menjadi rutinitas harian yang menyehatkan bagi seluruh warga Sumatera Utara.

Baca Juga Drama Comeback di Turin: Inter Milan Buang Keunggulan Dua Gol Saat Hadapi Torino
Drama Comeback di Turin: Inter Milan Buang Keunggulan Dua Gol Saat Hadapi Torino

Dengan berakhirnya seri Medan, antusiasme kini bergeser ke kota-kota selanjutnya dalam rangkaian Milo Activ Indonesia Race 2026. Namun, satu hal yang pasti, Medan telah menetapkan standar yang sangat tinggi bagi penyelenggaraan ajang lari di masa depan, baik dari segi kuantitas peserta maupun kualitas pengalaman yang ditawarkan kepada masyarakat.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan minat besar pada taktik sepak bola dan otomotif. Menyajikan ulasan mendalam dari pinggir lapangan untuk pembaca Suara Sport.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *