Mengenal Lebih Dekat Nanik S Deyang, Sosok Jurnalis Senior yang Kini Menjabat Kepala Badan Gizi Nasional

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
02 Jun 2026, 23:27 WIB
Mengenal Lebih Dekat Nanik S Deyang, Sosok Jurnalis Senior yang Kini Menjabat Kepala Badan Gizi Nasional

SuaraInfo — Dinamika kepemimpinan di level pemerintahan pusat kembali mengalami pergeseran strategis. Langkah besar diambil oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upayanya memperkuat fondasi kesehatan masyarakat melalui restrukturisasi di tubuh lembaga vital. Sosok Nanik Sudaryati Deyang, atau yang lebih dikenal dengan Nanik S Deyang, secara resmi ditunjuk untuk mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Dadan Hindayana.

Langkah Strategis di Balik Perombakan BGN

Pergantian nakhoda di lembaga ini bukan sekadar rotasi rutin biasa. Keputusan tersebut lahir dari proses monitoring dan evaluasi yang mendalam terhadap kinerja institusi yang bertanggung jawab atas asupan nutrisi bangsa. Pengumuman resmi mengenai pelantikan Nanik S Deyang disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sesi konferensi pers yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026.

Prasetyo menjelaskan bahwa langkah Presiden Prabowo ini merupakan respons terhadap berbagai masukan dari lintas sektor. Mulai dari kementerian teknis terkait hingga suara-suara dari masyarakat akar rumput yang menjadi penerima manfaat langsung dari program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah tampaknya ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga menyentuh substansi gizi yang optimal bagi anak-anak dan masyarakat luas.

Baca Juga Solusi Bijak Menghadapi Intoleransi Laktosa pada Anak: Jangan Buru-Buru Hentikan Konsumsi Susu
Solusi Bijak Menghadapi Intoleransi Laktosa pada Anak: Jangan Buru-Buru Hentikan Konsumsi Susu

“Presiden terus membuka telinga dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Evaluasi ini dilakukan demi memastikan bahwa keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ungkap Prasetyo Hadi di hadapan awak media.

Rekam Jejak Nanik S Deyang: Dari Ruang Redaksi ke Kursi Pemerintahan

Menilik profilnya, Nanik S Deyang bukanlah wajah baru di lingkungan lingkar dalam kekuasaan maupun dunia profesional Indonesia. Wanita kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968 ini memiliki latar belakang yang cukup unik sebelum akhirnya terjun ke ranah birokrasi. Karier profesionalnya bermula dari ketajaman pena sebagai seorang jurnalis. Pengalamannya mengolah informasi dan melakukan komunikasi di lapangan terasah tajam saat ia menjadi wartawati di Tabloid Bangkit.

Kemampuannya dalam melakukan pemetaan masalah dan komunikasi publik membawa Nanik melangkah lebih jauh. Sebelum menduduki kursi nomor satu di BGN, ia telah dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Di lembaga tersebut, Nanik banyak bersentuhan dengan strategi-strategi krusial untuk mengangkat derajat ekonomi masyarakat yang berada di garis kemiskinan. Pengalaman ini menjadi modal penting karena masalah gizi buruk sering kali berbanding lurus dengan masalah kesejahteraan ekonomi.

Baca Juga Waspada Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Ungkap Potensi Penularan Antarmanusia
Waspada Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Ungkap Potensi Penularan Antarmanusia

Perjalanan kariernya di sektor gizi dimulai secara resmi pada 17 September 2025, ketika ia dilantik menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Seiring dengan peningkatan tanggung jawabnya, ia diberhentikan secara hormat dari posisinya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan agar dapat memfokuskan seluruh energi dan pikirannya pada agenda besar kecukupan gizi nasional.

Kiprah Politik dan Kedekatan dengan Visi Presiden

Nama Nanik S Deyang mulai menarik perhatian publik secara luas ketika ia aktif dalam tim pemenangan nasional. Pada Pilpres 2019, ia memegang peran strategis sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Kedekatannya dengan visi dan misi Presiden Prabowo menjadikannya sosok yang dianggap memahami betul arah kebijakan yang diinginkan oleh kepala negara.

Loyalitas dan pemahamannya terhadap ideologi perjuangan pemerintah saat ini menjadi alasan kuat mengapa ia dipercaya untuk memimpin lembaga yang mengelola anggaran besar demi perbaikan gizi nasional. Di bawah kepemimpinannya, masyarakat menaruh harapan besar agar standardisasi nutrisi di Indonesia dapat mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan besar di tanah air.

Baca Juga Misteri Berat Badan: Mengapa Makan Sedikit Tetap Cepat Gemuk? Ini Tinjauan Medis Lengkapnya
Misteri Berat Badan: Mengapa Makan Sedikit Tetap Cepat Gemuk? Ini Tinjauan Medis Lengkapnya

Tantangan Besar di Pundak Kepala BGN yang Baru

Tugas Nanik S Deyang dipastikan tidak akan mudah. Sebagai Kepala BGN, ia mewarisi sejumlah pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh Dadan Hindayana. Salah satu isu hangat yang harus segera ditangani adalah terkait penangguhan operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Sebanyak 2.213 unit SPPG sebelumnya dikabarkan sempat terhenti operasinya karena berbagai alasan teknis dan administratif.

Nanik diharapkan mampu melakukan sinkronisasi antara pusat dan daerah agar fasilitas pemenuhan gizi tersebut dapat kembali beroperasi secara optimal. Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal membagikan makanan, melainkan tentang membangun rantai pasok pangan yang sehat, melibatkan petani lokal, hingga pengawasan kualitas makanan yang sampai ke tangan penerima manfaat.

Misi Besar Menuju Indonesia Emas

Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Gizi yang baik adalah fondasi utama bagi kecerdasan dan produktivitas bangsa. Jika persoalan gizi dapat diselesaikan sejak dini, maka beban negara di sektor kesehatan di masa depan diprediksi akan berkurang secara signifikan.

Baca Juga Membongkar Rahasia Nutrisi Telur Omega-3: Benarkah Lebih Rendah Kolesterol atau Sekadar Mitos?
Membongkar Rahasia Nutrisi Telur Omega-3: Benarkah Lebih Rendah Kolesterol atau Sekadar Mitos?

Publik kini menantikan langkah-langkah konkret dari Nanik dalam seratus hari pertama kepemimpinannya. Apakah ia akan melakukan perombakan internal di BGN? Atau justru melakukan akselerasi pada program-program yang sudah ada? Yang pasti, kehadirannya diharapkan membawa angin segar dan semangat baru dalam mewujudkan kedaulatan gizi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan latar belakang sebagai mantan jurnalis yang memiliki daya kritis tinggi serta pengalaman manajerial di lembaga pengentasan kemiskinan, Nanik S Deyang diyakini memiliki sensitivitas yang kuat terhadap kebutuhan masyarakat bawah. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis menjadi kunci utama bagi keberhasilannya di masa depan.

Keputusan Presiden Prabowo ini sekali lagi menegaskan bahwa pemerintah tidak ragu untuk melakukan evaluasi demi kepentingan publik yang lebih luas. Estafet kepemimpinan dari Dadan Hindayana kepada Nanik S Deyang diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan kualitas kesehatan nasional yang lebih merata dari Sabang hingga Merauke.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *