Benarkah Golongan Darah Tertentu Lebih Rentan Kolesterol? Simak Fakta Medis dan Cara Mencegahnya

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
03 Jun 2026, 07:45 WIB
Benarkah Golongan Darah Tertentu Lebih Rentan Kolesterol? Simak Fakta Medis dan Cara Mencegahnya

SuaraInfo — Selama ini, perbincangan mengenai pemicu kolesterol tinggi selalu berputar pada lingkaran yang sama: konsumsi gorengan berlebih, makanan berlemak jenuh, hingga kebiasaan malas bergerak atau yang populer dengan istilah mager. Namun, tahukah Anda bahwa ada faktor internal yang tidak bisa kita ubah, yakni golongan darah, yang disinyalir memiliki peran dalam menentukan risiko kesehatan kardiovaskular seseorang?

Sebuah narasi menarik muncul dari studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. Penelitian tersebut mencoba membedah data perkembangan penyakit jantung koroner pada ribuan partisipan. Hasilnya cukup mengejutkan; para peneliti menemukan bahwa individu dengan golongan darah A, B, dan AB memiliki kecenderungan risiko masalah kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki golongan darah O. Pertanyaannya kemudian, apakah golongan darah bisa menjadi indikator absolut untuk memprediksi datangnya kolesterol tinggi?

Menguak Korelasi Antara Golongan Darah dan Lemak Darah

Meskipun temuan riset tersebut memberikan wawasan baru, dunia medis tidak lantas menjadikannya sebagai satu-satunya tolok ukur. Menanggapi fenomena ini, Dr. Raj Dasgupta, Kepala Penasihat Medis untuk Fortune Recommends, memberikan perspektif yang lebih komprehensif. Menurutnya, hubungan antara golongan darah dan kesehatan jantung memang sudah lama dipelajari, namun mekanisme pastinya belum sepenuhnya terpecahkan secara empiris.

Baca Juga Lawan si ‘Silent Killer’: Selain Jalan Kaki, 3 Kebiasaan Sederhana Ini Ampuh Jinakkan Hipertensi
Lawan si ‘Silent Killer’: Selain Jalan Kaki, 3 Kebiasaan Sederhana Ini Ampuh Jinakkan Hipertensi

Dr. Dasgupta menegaskan bahwa kadar kolesterol seseorang tidaklah bersifat deterministik hanya berdasarkan golongan darah. “Kadar kolesterol sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetika yang lebih luas, apa yang Anda konsumsi setiap hari, serta bagaimana gaya hidup Anda dijalankan,” ungkapnya dalam sebuah wawancara yang dilansir dari Health Digest.

Dalam kacamata medis, kolesterol terbagi menjadi dua kubu utama: High-Density Lipoprotein (HDL) yang dikenal sebagai kolesterol ‘baik’ dan Low-Density Lipoprotein (LDL) alias kolesterol ‘buruk’. Penumpukan LDL yang tidak terkendali dapat menyebabkan plak pada dinding arteri, sebuah kondisi yang menjadi cikal bakal penyumbatan pembuluh darah. Oleh karena itu, daripada terjebak dalam kecemasan mengenai golongan darah yang kita miliki, jauh lebih bijak untuk fokus pada variabel yang bisa kita kendalikan.

Lima Langkah Strategis Menjaga Kolesterol dari SuaraInfo

Terlepas dari apakah Anda bergolongan darah A, B, AB, atau O, menjaga profil lipid tetap stabil adalah kunci umur panjang. Dr. Dasgupta membagikan lima strategi praktis yang dapat diadopsi untuk memastikan gaya hidup sehat Anda benar-benar efektif dalam menekan angka kolesterol jahat.

Baca Juga Kisah Pilu Sariyati di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Kehilangan Limpa dan Perjuangan Menuntut Keadilan
Kisah Pilu Sariyati di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Kehilangan Limpa dan Perjuangan Menuntut Keadilan

1. Jadikan Serat sebagai Sahabat Utama

Serat bukan sekadar membantu pencernaan, tetapi juga berfungsi sebagai ‘pembersih’ alami di dalam tubuh. Dr. Dasgupta sangat merekomendasikan peningkatan asupan serat larut yang banyak ditemukan pada gandum (oat), kacang-kacangan, dan buah-buahan. Serat jenis ini bekerja dengan cara mengikat kolesterol di sistem pencernaan sebelum sempat diserap ke dalam aliran darah.

Beberapa pilihan makanan kaya serat yang mudah ditemukan antara lain apel, pisang, pir, brokoli, dan kacang polong. Namun, perlu diingat untuk tidak meningkatkan asupan serat secara drastis dalam satu waktu. Lakukan secara bertahap agar sistem pencernaan tidak kaget, yang berisiko memicu perut kembung atau diare.

2. Cermat Memilih Jenis Lemak

Tidak semua lemak diciptakan sama. Kesalahan umum masyarakat adalah memusuhi semua jenis lemak. Kuncinya terletak pada substitusi. Cobalah mengganti lemak jenuh yang banyak ditemukan pada daging merah atau mentega dengan lemak tak jenuh yang lebih ramah jantung.

Minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan adalah sumber lemak sehat yang dapat membantu menurunkan kadar LDL sekaligus menjaga elastisitas pembuluh darah. Perubahan kecil pada jenis minyak goreng atau pilihan camilan ini dapat memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang.

Baca Juga Potensi Emas Kuning Indonesia: Mengapa Temulawak dan Kunyit Mampu Melampaui Kejayaan Ginseng Korea Selatan
Potensi Emas Kuning Indonesia: Mengapa Temulawak dan Kunyit Mampu Melampaui Kejayaan Ginseng Korea Selatan

3. Aktivitas Fisik sebagai ‘Obat’ Alami

Olahraga bukan hanya tentang estetika tubuh, melainkan tentang metabolisme lemak. Aktivitas fisik secara teratur, seperti jalan cepat selama 30 menit beberapa kali dalam seminggu, terbukti ampuh meningkatkan kadar HDL. Saat jumlah HDL meningkat, ia akan membantu mengangkut LDL dari pembuluh darah kembali ke hati untuk diproses dan dibuang.

Sebuah studi tahun 2022 di Journal of the American Heart Association bahkan menekankan bahwa olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi secara konsisten dapat memperbaiki profil lipid secara signifikan. Bahkan, para ahli menyarankan agar olahraga diposisikan sebagai lini pertama pengobatan sebelum beralih ke obat-obatan farmasi.

4. Waspadai Gula dan Karbohidrat Olahan

Banyak yang tidak menyadari bahwa musuh kolesterol bukan hanya makanan berlemak, tetapi juga gula. Konsumsi gula berlebih dapat memicu hati untuk memproduksi lebih banyak LDL dan menurunkan HDL. Roti putih, kue manis, dan minuman bersoda adalah beberapa contoh karbohidrat olahan yang harus dibatasi.

Beralihlah ke karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi jalar yang memiliki indeks glikemik lebih rendah. Dengan menjaga stabilitas gula darah, Anda secara tidak langsung juga menjaga keseimbangan profil lemak darah Anda.

Baca Juga Jejak Mematikan Virus Andes: Mengungkap Misteri Hantavirus yang Mengguncang Kapal Pesiar dan Sejarah Kelam di Argentina
Jejak Mematikan Virus Andes: Mengungkap Misteri Hantavirus yang Mengguncang Kapal Pesiar dan Sejarah Kelam di Argentina

5. Menghentikan Kebiasaan Merokok

Langkah terakhir namun sangat krusial adalah berhenti merokok. Rokok mengandung zat kimia yang secara langsung merusak dinding pembuluh darah, membuatnya lebih mudah ditempeli oleh lemak. Selain itu, merokok menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) secara drastis. Berhenti merokok adalah salah satu cara tercepat untuk memperbaiki kesehatan jantung dan mengembalikan fungsi pembuluh darah ke kondisi optimal.

Kesimpulan: Kendali Ada di Tangan Anda

Meskipun riset mengenai keterkaitan golongan darah dan risiko kolesterol memberikan perspektif ilmiah yang menarik, hal tersebut bukanlah vonis mati. Genetika mungkin memberikan ‘peta’, namun gaya hidup adalah ‘kemudi’ yang menentukan arah kesehatan Anda. Dengan menerapkan pola makan tinggi serat, rutin berolahraga, dan menjauhi kebiasaan buruk, risiko kolesterol tinggi dapat ditekan seminimal mungkin, apa pun golongan darah yang Anda miliki.

Mari mulai peduli dengan kesehatan tubuh hari ini untuk masa depan yang lebih bugar. Ingatlah bahwa investasi terbaik bukanlah harta, melainkan raga yang sehat dan berfungsi dengan baik.

Baca Juga Tren Hyrox dan Risiko Henti Jantung: Mengapa Skrining Medis Jauh Lebih Penting daripada Sekadar FOMO
Tren Hyrox dan Risiko Henti Jantung: Mengapa Skrining Medis Jauh Lebih Penting daripada Sekadar FOMO
dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *