Sinergi Global BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang: Langkah Visioner Menjaga Warisan Biru Nusantara

Dimas Pratama | SuaraInfo
17 Jun 2026, 19:27 WIB
Sinergi Global BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang: Langkah Visioner Menjaga Warisan Biru Nusantara

SuaraInfo — Menjaga keberlangsungan ekosistem laut bukan sekadar tugas satu negara, melainkan tanggung jawab kolektif lintas batas negara. Semangat inilah yang melandasi langkah strategis BXSea Oceanarium dalam menjalin kemitraan internasional yang prestisius dengan YO-GYO Aquarium asal Jepang. Kolaborasi ini menandai babak baru dalam upaya penguatan konservasi laut, edukasi publik, serta pengembangan riset mendalam mengenai keanekaragaman biota laut di Indonesia.

Bertempat di area BXSea Oceanarium pada Sabtu (13/6/2026), prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan dengan khidmat. Momen ini bukan sekadar seremonial formal, melainkan realisasi dari visi panjang yang telah dirintis sejak pertemuan perdana kedua institusi di Jepang pada 15 Maret sebelumnya. Keduanya sepakat bahwa pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan kelautan global di masa depan.

Simbol Persahabatan: Kehadiran Sang Kuda Laut Perut Besar

Sebagai bukti konkret dari kemitraan ini, YO-GYO Aquarium memberikan hibah istimewa berupa beberapa bayi Pot-Bellied Seahorse atau kuda laut perut besar. Sejak akhir April 2026, penghuni baru ini telah menempati rumah barunya di Conservation Zone BXSea, tepatnya di area tematik Journey Seahorse Empires. Kehadiran spesies yang unik ini menjadi daya tarik utama sekaligus instrumen edukasi biota laut bagi para pengunjung.

Baca Juga Menelusuri Jejak Imperium Majapahit: Rahasia di Balik Nama Besar dan Buah Getir yang Legendaris
Menelusuri Jejak Imperium Majapahit: Rahasia di Balik Nama Besar dan Buah Getir yang Legendaris

Sri Agung Agus Putranto, Pimpinan Unit BXSea Oceanarium, menjelaskan bahwa pemilihan BXSea sebagai lokasi konservasi telah melalui proses kurasi dan kajian mendalam mengenai daya dukung habitat. Menurutnya, YO-GYO Aquarium dipilih sebagai mitra karena rekam jejak mereka yang luar biasa dalam pengelolaan dan pengembangbiakan spesies laut yang kompleks.

“Melalui kolaborasi strategis ini, kami mendapatkan akses langsung untuk bertukar pengetahuan dan teknologi terkini. Ini adalah kesempatan emas bagi BXSea untuk mengadopsi praktik terbaik dalam bidang konservasi dunia,” ujar Agung dengan nada optimis. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga membuka pintu bagi pengembangan program penelitian yang lebih masif serta peningkatan standar pengelolaan satwa agar selaras dengan protokol global.

Membangun Kemandirian Lewat Program Breeding

Visi BXSea tidak berhenti pada sekadar memamerkan biota. Agung memaparkan rencana jangka panjang yang lebih ambisius, yakni kemandirian dalam pengembangbiakan atau breeding. Dengan belajar langsung dari para ahli Jepang yang telah sukses membiakkan Pot-Bellied Seahorse, BXSea berharap dapat menghasilkan generasi baru kuda laut yang nantinya bisa dihibahkan kembali ke akuarium lain di Indonesia, bahkan ke mancanegara.

Baca Juga Kesuksesan Diplomasi Panda: Mengintip Pertumbuhan Mengagumkan Satrio Wiratama di Taman Safari Bogor
Kesuksesan Diplomasi Panda: Mengintip Pertumbuhan Mengagumkan Satrio Wiratama di Taman Safari Bogor

“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana pengetahuan tidak berhenti di satu tempat. Jika kita berhasil melakukan breeding di sini, kita bisa membantu mengisi kebutuhan pelestarian laut di tempat lain. Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami bagi keanekaragaman hayati masa depan,” tambah Agung.

Filosofi ‘Pintu Gerbang’ dari Negeri Sakura

Dukungan penuh juga datang dari Koji Ishigaki, Director Blue Corner, Inc yang menaungi YO-GYO Aquarium. Ia menceritakan bagaimana kedekatannya dengan BXSea bermula dari obrolan hangat tentang dunia ikan dua tahun silam saat ia pertama kali mengunjungi fasilitas ini. Dari diskusi tersebut, ditemukan sebuah kesamaan visi untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerahkan masyarakat.

“Hibah bayi kuda laut ini adalah simbol kepercayaan kami kepada BXSea. Kami percaya bahwa edukasi harus berbasis ilmiah, dan BXSea memiliki infrastruktur serta semangat untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkap Koji.

Senada dengan Koji, Karibu Suzuki selaku Kurator YO-GYO Aquarium memberikan perspektif menarik mengenai pentingnya menampilkan biota muda atau bayi ikan kepada publik. Di Jepang, akuarium mereka memang memiliki fokus khusus pada pemeliharaan ikan-ikan muda karena daya tariknya yang luar biasa bagi anak-anak dan remaja.

Baca Juga Banyuwangi Dibanjiri 47 Ribu Pelancong Saat Long Weekend, Sektor Perhotelan Capai Okupansi Maksimal
Banyuwangi Dibanjiri 47 Ribu Pelancong Saat Long Weekend, Sektor Perhotelan Capai Okupansi Maksimal

“Kuda laut muda memiliki bentuk yang sangat menggemaskan dan proses pertumbuhan yang sangat ajaib untuk dipelajari. Kami percaya bahwa ikan-ikan muda ini adalah ‘pintu masuk’ yang efektif untuk menumbuhkan rasa peduli masyarakat terhadap laut. Ketika mereka jatuh cinta pada pandangan pertama dengan bayi kuda laut, keinginan untuk menjaga rumah mereka, yakni laut, akan tumbuh secara alami,” papar Karibu.

Dukungan Pemerintah dan Sinergi Riset Nasional

Langkah progresif BXSea Oceanarium ini menuai apresiasi tinggi dari otoritas terkait. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut ambil bagian dengan menandatangani kerja sama yang mencakup aspek pengembangan kapasitas SDM dan riset teknologi kelautan.

Sarmintohadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, menilai bahwa kemitraan dengan pihak Jepang adalah momentum krusial bagi peneliti tanah air. “Ini adalah peluang besar untuk melakukan transfer teknologi. Kita bisa belajar bagaimana mengelola wisata bahari yang berbasis konservasi secara profesional dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Decky Indrawan Junaedi, menekankan bahwa konservasi modern tidak lagi hanya tentang ‘menjaga dari jauh’, tetapi juga tentang pemberdayaan yang bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa BRIN siap menjadi enabler atau fasilitator bagi para pemangku kepentingan yang ingin menjadikan riset sebagai landasan operasional mereka.

Baca Juga Badai Harga Avtur: Mengapa Tiket Pesawat Bakal Makin Mahal dan Maskapai Mulai ‘Angkat Tangan’?
Badai Harga Avtur: Mengapa Tiket Pesawat Bakal Makin Mahal dan Maskapai Mulai ‘Angkat Tangan’?

“BXSea adalah contoh nyata bagaimana keanekaragaman hayati dapat dikemas secara menarik melalui perpaduan wisata, edukasi lingkungan, dan penelitian. Kami akan mendukung penuh setiap upaya riset yang dilakukan di sini agar hasilnya dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan nasional,” tutup Decky.

Dengan adanya kolaborasi lintas negara dan dukungan kuat dari pemerintah, BXSea Oceanarium kini memposisikan diri bukan sekadar sebagai destinasi hiburan, melainkan sebagai pusat keunggulan konservasi laut di jantung kota. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program-program keberlanjutan dan koleksi biota laut lainnya, informasi lengkap dapat diakses melalui portal resmi BXSea.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *