Banyuwangi Dibanjiri 47 Ribu Pelancong Saat Long Weekend, Sektor Perhotelan Capai Okupansi Maksimal

Dimas Pratama | SuaraInfo
18 Mei 2026, 09:29 WIB
Banyuwangi Dibanjiri 47 Ribu Pelancong Saat Long Weekend, Sektor Perhotelan Capai Okupansi Maksimal

SuaraInfo — Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai magnet utama pariwisata di ujung timur Pulau Jawa. Pada momentum libur panjang (long weekend) memperingati Kenaikan Isa Almasih tahun 2026 ini, kabupaten yang dijuluki ‘The Sunrise of Java’ tersebut mencatatkan lonjakan kunjungan yang sangat signifikan. Tak kurang dari 47 ribu wisatawan dilaporkan memadati berbagai titik destinasi wisata banyuwangi, memicu geliat ekonomi yang luar biasa di sektor perhotelan dan UMKM setempat.

Fenomena ‘serbuan’ wisatawan ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya, namun antusiasme masyarakat tetap melampaui ekspektasi. Berdasarkan data yang dihimpun secara berkala oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, tercatat sebanyak 47.478 orang telah berkunjung dalam kurun waktu empat hari, yakni sejak 14 hingga 17 Mei 2026. Angka ini mencakup perpaduan antara wisatawan domestik yang mendominasi, serta wisatwan mancanegara yang mulai kembali melirik pesona alam Banyuwangi.

Detail Kunjungan: Domestik Tetap Jadi Motor Utama

Dari total puluhan ribu kunjungan tersebut, mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik dengan jumlah mencapai 46.685 orang. Mereka datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Malang, hingga Bali. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 793 orang, sebuah angka yang menunjukkan bahwa daya tarik internasional Banyuwangi tetap terjaga pasca-pandemi dan di tengah persaingan pasar global.

Baca Juga Drama Logistik Piala Dunia 2026: Kemenangan Bersejarah Mesir yang Ternoda Pengusiran Keamanan
Drama Logistik Piala Dunia 2026: Kemenangan Bersejarah Mesir yang Ternoda Pengusiran Keamanan

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap seluruh elemen yang terlibat dalam menjaga ekosistem pariwisata indonesia di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan menarik puluhan ribu orang dalam waktu singkat ini merupakan buah dari konsistensi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga standar pelayanan, keamanan, dan kenyamanan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Banyuwangi tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu liburannya. Terima kasih kepada semua pihak, mulai dari pengelola destinasi, pelaku industri hotel, hingga masyarakat luas yang terus bahu-membahu memajukan pariwisata kita. Ini adalah penyemangat bagi kita semua untuk terus memberikan pengalaman wisata yang aman dan berkesan bagi siapa saja yang datang,” ujar Ipuk pada Minggu (17/5/2026).

Pesona Hutan De Djawatan dan Keeksotisan Pulau Merah

Salah satu titik yang paling banyak diserbu pengunjung adalah Hutan De Djawatan di Benculuk. Objek wisata yang sering disebut-sebut mirip dengan latar film Lord of the Rings karena keberadaan pohon trembesi raksasa berusia ratusan tahun ini sukses menarik 7.266 wisatawan. Suasana yang rindang, sejuk, dan estetika visual yang unik menjadikan tempat ini sebagai primadona bagi pemburu konten media sosial maupun keluarga yang ingin sekadar melepas penat.

Baca Juga The Setumbu Experience: Menemukan Kedamaian di Balik Kabut Bukit Menoreh Magelang
The Setumbu Experience: Menemukan Kedamaian di Balik Kabut Bukit Menoreh Magelang

Tidak kalah populer, Pantai Pulau Merah tetap menjadi destinasi unggulan bagi pencinta wisata bahari. Terkenal dengan pasirnya yang bersih dan panorama matahari terbenam (sunset) yang spektakuler, pantai ini dikunjungi oleh 5.636 wisatawan. Banyaknya pelancong yang membawa perlengkapan selancar dan tenda-tenda kecil di sepanjang bibir pantai memberikan pemandangan yang sangat hidup selama periode libur panjang tersebut.

Selanjutnya, Pantai Marina Boom yang terletak tidak jauh dari pusat kota juga mencatatkan angka kunjungan yang impresif sebesar 4.965 orang. Area ini kini telah bertransformasi menjadi kawasan dermaga marina yang modern namun tetap mempertahankan sisi historisnya, menjadikannya tempat favorit untuk berjalan santai di sore hari. Sementara itu, bagi mereka yang menyukai tantangan fisik, Kawah Ijen tetap menjadi magnet dengan 3.297 pengunjung, disusul oleh Pantai Mustika yang mencatat kehadiran 2.869 wisatawan.

Geliat Wisata Tengah Kota: Banyuwangi Park Jadi Primadona Baru

Selain wisata alam, objek wisata buatan di tengah kota juga tak luput dari keramaian. Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, menjelaskan bahwa kehadiran Banyuwangi Park telah memberikan variasi baru bagi pelancong yang ingin menikmati fasilitas hiburan modern tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pelosok.

Baca Juga Ritual Wingit Malam Satu Suro: Persiapan Kebo Bule Kyai Slamet Mengawal Tradisi Keraton Kasunanan Surakarta
Ritual Wingit Malam Satu Suro: Persiapan Kebo Bule Kyai Slamet Mengawal Tradisi Keraton Kasunanan Surakarta

“Banyuwangi Park di tengah kota ramai diserbu. Tercatat ada 4.050 pengunjung selama long weekend ini. Angka ini kemungkinan masih akan bertambah karena tren kunjungan masih stabil hingga sore hari di hari terakhir liburan,” jelas Hartono. Integrasi antara wisata alam dan wisata edukasi buatan seperti ini diakui menjadi kunci mengapa Banyuwangi mampu menahan wisatawan untuk tinggal lebih lama.

Sektor Perhotelan ‘Panen Raya’: Okupansi Tembus 100 Persen

Lonjakan jumlah pelancong secara otomatis membawa dampak positif yang sangat terasa pada sektor akomodasi hotel. Laporan dari berbagai penyedia jasa penginapan menunjukkan bahwa mayoritas hotel berbintang maupun villa di Banyuwangi mencatat tingkat hunian atau okupansi hingga 100 persen.

Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, misalnya, melaporkan bahwa seluruh kamar mereka telah dipesan habis sejak jauh-jauh hari. Sales Manager Aston Banyuwangi, Sari, menyebutkan bahwa puncaknya terjadi pada tanggal 14 hingga 15 Mei. “Okupansi kami naik drastis hingga 100 persen. Mayoritas tamu berasal dari luar kota yang memang sengaja memesan untuk menikmati liburan di Banyuwangi,” tuturnya.

Baca Juga Bonita Springs: Menjelajahi Surga Tropis dengan 300 Hari Sinar Matahari Sepanjang Tahun
Bonita Springs: Menjelajahi Surga Tropis dengan 300 Hari Sinar Matahari Sepanjang Tahun

Kondisi serupa dialami oleh Villa Solong, penginapan yang menawarkan eksklusivitas dengan pemandangan langsung menghadap Selat Bali. Executive Marketing Villa Solong, Imam Solehan, membenarkan bahwa permintaan kamar melonjak tajam. Antara tanggal 14 hingga 16 Mei, tidak ada satu pun kamar yang tersisa. Tamu-tamu yang menginap berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali, yang mencari suasana tenang namun tetap berkelas.

Dampak Multiplier Effect bagi Ekonomi Lokal

Penuhnya hotel dan ramainya tempat wisata bukan sekadar angka di atas kertas. Hal ini mencerminkan berjalannya roda ekonomi di tingkat bawah. Warung-warung makan, penyedia jasa transportasi (seperti sewa mobil dan motor), hingga toko oleh-oleh khas Banyuwangi turut kecipratan berkah. Permintaan akan kuliner khas seperti Nasi Tempong dan Rujak Soto meningkat pesat, yang berarti pendapatan bagi para pelaku usaha lokal juga meroket.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri terus berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur pendukung pariwisata. Dengan semakin mudahnya aksesibilitas menuju Banyuwangi, baik melalui jalur darat maupun udara, diharapkan tren positif ini tidak hanya terjadi saat libur panjang, tetapi juga secara konsisten sepanjang tahun. Strategi promosi digital dan penyelenggaraan event berkelas internasional dalam kalender Banyuwangi Festival juga diyakini akan terus memperkuat posisi daerah ini dalam peta persaingan wisata dunia.

Baca Juga Menyingkap Tabir Mistis Ronggeng Gunung: Antara Elegansi Tari dan Misi Balas Dendam Sang Dewi di Pangandaran
Menyingkap Tabir Mistis Ronggeng Gunung: Antara Elegansi Tari dan Misi Balas Dendam Sang Dewi di Pangandaran

Secara keseluruhan, libur panjang kali ini menjadi bukti nyata bahwa Banyuwangi memiliki daya tahan dan daya pikat yang luar biasa. Koordinasi yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam mengelola lonjakan wisatawan agar tetap tertib, aman, dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi setiap individu yang berkunjung ke ujung timur Pulau Jawa ini.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *