Bandung ‘Reborn’: Bandara Husein Sastranegara Kembali Sambut Pesawat Jet di Bawah Arahan Prabowo
SuaraInfo — Setelah sekian lama hiruk-pikuk mesin jet meredup di langit Kota Kembang, angin segar akhirnya berhembus dari Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan lampu hijau untuk menghidupkan kembali operasional pesawat jet komersial di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Kebijakan ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengembalikan denyut nadi pariwisata dan ekonomi Jawa Barat yang sempat terdampak akibat pengalihan operasional ke bandara lain.
Langkah progresif ini segera ditindaklanjuti oleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), atau yang kini lebih dikenal dengan brand InJourney Airports. Sebagai pengelola, mereka kini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan infrastruktur bandara siap bersolek menyambut kembali pesawat jet komersial yang selama ini dirindukan oleh warga Bandung maupun para pelancong mancanegara. Keputusan ini tertuang dalam surat resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026.
Visi Presiden dan Kebangkitan Konektivitas Udara Bandung
Keputusan Presiden Prabowo Subianto ini seolah menjawab kerinduan publik akan kemudahan akses menuju pusat mode dan kuliner Indonesia tersebut. Selama ini, operasional Bandara Husein Sastranegara dibatasi hanya untuk pesawat jenis propeller atau baling-baling dengan rute-rute pendek di intra Pulau Jawa. Namun, dengan kebijakan baru ini, pintu gerbang udara Bandung akan kembali terbuka lebar untuk penerbangan niaga berjadwal maupun tidak berjadwal, baik rute domestik maupun internasional.
Artinya, pesawat-pesawat besar sekelas Boeing 737 atau Airbus A320 akan kembali mendarat di landasan pacu Husein Sastranegara. Hal ini diprediksi akan meningkatkan angka kunjungan wisatawan secara signifikan, mengingat akses langsung ke jantung kota Bandung jauh lebih efisien bagi banyak segmen pelancong dibandingkan harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang dari bandara alternatif.
Persiapan Matang Lewat Tim ORAT
Menanggapi arahan tersebut, InJourney Airports tidak ingin main-main. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang dinamakan Operational Readiness Activation and Transition (ORAT). Tim ini memiliki tugas berat untuk memastikan transisi operasional berjalan mulus tanpa mengabaikan standar keselamatan penerbangan internasional.
“Persiapan yang kami lakukan mengacu sepenuhnya pada regulasi Dirjen Perhubungan Udara. Fokus utama kami adalah tiga pilar: keamanan, keselamatan, dan pelayanan. Semua aspek ini harus mencapai standar optimal sebelum operasional jet benar-benar dibuka kembali,” jelas Pahlevi dalam keterangan resminya kepada SuaraInfo.
Koordinasi lintas sektoral pun diperketat. InJourney Airports secara intensif menjalin komunikasi dengan Danlanud TNI AU Husein Sastranegara, maskapai penerbangan, operator ground handling, hingga instansi Bea Cukai dan Imigrasi. Sinergi ini krusial karena Bandara Husein Sastranegara berbagi area dengan pangkalan militer, sehingga protokol keamanan ganda harus diterapkan secara harmonis.
Peningkatan Standar Keselamatan: Fokus pada ARFF
Salah satu syarat mutlak agar pesawat jet bisa beroperasi kembali adalah peningkatan kapasitas Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) atau tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Saat ini, fasilitas pemadam kebakaran di Husein Sastranegara berada di kategori 5. Namun, untuk melayani pesawat jet berukuran besar, standar tersebut wajib dinaikkan menjadi kategori 7.
Peningkatan ini bukan sekadar soal angka. InJourney Airports tengah mendatangkan armada tambahan berupa Foam Tender terbaru, yakni kendaraan siaga khusus yang mampu menyemprotkan busa pemadam dalam jumlah besar dengan tekanan tinggi. Fasilitas ini sangat vital di sisi udara untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat jika terjadi situasi darurat. Selain armada, kualifikasi personel pemadam kebakaran bandara juga ditingkatkan melalui pelatihan intensif agar siap menghadapi karakteristik mesin jet yang berbeda dengan pesawat propeller.
Infrastruktur Sisi Udara dan Keamanan Berlapis
Tidak hanya soal pemadam kebakaran, wajah landasan pacu pun mulai diperbaiki. InJourney Airports tengah melaksanakan proyek pelapisan ulang atau overlay runway pada beberapa sektor strategis. Langkah ini diambil agar landasan pacu mampu menahan beban (PCN – Pavement Classification Number) yang lebih berat dari pesawat jet.
“Kami memastikan setiap jengkal taxiway dan apron parkir pesawat dalam kondisi prima. Kelancaran pergerakan pesawat di darat sangat memengaruhi ketepatan waktu penerbangan atau On-Time Performance (OTP),” tambah Pahlevi. Di sisi keamanan, sistem deteksi juga diperkuat. Keamanan bandara akan didukung oleh tambahan personel Aviation Security (AvSec) yang dibekali perangkat canggih seperti handheld metal detector, walkthrough metal detector, dan peningkatan jangkauan pengawasan melalui CCTV di titik-titik blind spot.
Rejuvenasi Terminal: Kenyamanan Penumpang Jadi Prioritas
Bagi penumpang, perubahan yang paling terasa nantinya adalah pada area terminal. Proses perapihan atau beautifikasi terminal domestik dan internasional kini tengah berlangsung. Konsep visual interior dan eksterior akan diperbarui agar memberikan kesan yang lebih modern namun tetap membawa nuansa lokal Bandung yang khas.
Ruang tunggu atau boarding lounge akan didesain ulang untuk menghadirkan kenyamanan ekstra. Fasilitas umum seperti toilet, mushola, hingga area komersial akan ditata ulang agar arus penumpang lebih mengalir. InJourney Airports berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sejak penumpang menginjakkan kaki di area check-in hingga memasuki pintu pesawat.
Dampak Ekonomi Bagi Jawa Barat
Kehadiran kembali pesawat jet di Bandung diyakini akan menjadi katalisator ekonomi. Industri perhotelan, UMKM, hingga sektor kreatif di Bandung telah lama menantikan kemudahan akses udara ini. Dengan kembalinya penerbangan internasional, pasar wisatawan dari Malaysia dan Singapura diprediksi akan kembali membanjiri pasar-pasar tekstil dan destinasi wisata di Bandung Utara dan Selatan.
Keberhasilan aktivasi kembali Bandara Husein Sastranegara ini merupakan buah kolaborasi besar antara pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan, TNI AU, Kementerian BUMN, hingga Danantara. Semua pihak sepakat bahwa optimalisasi infrastruktur yang sudah ada adalah kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di masa kepemimpinan Presiden Prabowo.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Bandara Husein Sastranegara siap kembali menjadi ikon kebanggaan warga Bandung. Langit Bandung akan kembali dihiasi oleh kepakan sayap burung-burung besi raksasa, membawa pesan bahwa pariwisata Jawa Barat telah siap kembali terbang tinggi.