Fenomena Langka Savana Propok: Ketika Gunung Rinjani Menjelma Menjadi Negeri Es di Suhu 2 Derajat Celcius

Dimas Pratama | SuaraInfo
02 Jun 2026, 21:26 WIB
Fenomena Langka Savana Propok: Ketika Gunung Rinjani Menjelma Menjadi Negeri Es di Suhu 2 Derajat Celcius

SuaraInfo — Puncak-puncak tinggi di Indonesia kembali menunjukkan sisi magisnya yang tak terduga. Kali ini, perhatian dunia kepariwisataan tertuju pada Savana Propok yang terletak di kawasan legendaris Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Hamparan padang rumput yang biasanya berwarna hijau kekuningan tersebut secara mengejutkan berubah menjadi hamparan putih layaknya di negara empat musim. Fenomena embun beku atau kristal es menyelimuti permukaan tanah setelah suhu udara merosot tajam hingga menyentuh angka 2 derajat Celcius.

Hamparan Kristal di Atas Padang Rumput

Pemandangan yang tidak biasa ini mulai terlihat sejak fajar menyingsing dalam beberapa hari terakhir. Fenomena yang sering disebut masyarakat lokal sebagai ‘embun upas’ atau embun beku ini menutupi setiap helai rumput di Savana Propok, menciptakan kilauan kristal saat terkena sinar matahari pagi yang pertama. Keindahan ini tentu menjadi magnet luar biasa bagi para pencinta wisata alam yang ingin merasakan sensasi musim dingin di tengah iklim tropis Indonesia.

Rosidi Anwar, salah seorang pengelola di kawasan Savana Propok, memberikan kesaksian bahwa fenomena ini bukanlah kejadian yang muncul sekilas lalu. Menurut pengamatannya, kondisi ekstrem ini telah berlangsung selama sedikitnya tiga hari berturut-turut. Suhu udara yang menusuk tulang menjadi pertanda awal bahwa alam sedang mempersiapkan pertunjukan visualnya yang paling menakjubkan bagi para pendaki yang beruntung.

Baca Juga Drama ‘Last Dance’ Ronaldo dan Modric di Toronto: Lautan Fans Warnai Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Drama ‘Last Dance’ Ronaldo dan Modric di Toronto: Lautan Fans Warnai Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

“Setidaknya dalam tiga hari belakangan ini, kami menyaksikan fenomena es yang cukup intens. Pada dini hari hingga pagi hari, termometer menunjukkan angka yang cukup ekstrem, yakni berkisar antara 4 hingga 2 derajat Celcius,” ungkap Rosidi saat memberikan keterangan resmi kepada tim media pada Selasa (2/6/2026). Angka tersebut jauh di bawah rata-rata suhu normal di kawasan tersebut, yang biasanya masih berada di kisaran belasan derajat.

Suhu Ekstrem yang Memikat Hati Wisatawan

Meskipun cuaca dingin yang menyengat bisa menjadi tantangan fisik tersendiri, hal tersebut justru tidak menyurutkan nyali para pelancong. Sebaliknya, berita mengenai membekunya Savana Propok menyebar dengan cepat dan memicu gelombang kunjungan. Banyak wisatawan yang merasa penasaran ingin menyaksikan langsung butiran es yang menempel di sela-sela tenda dan permukaan tanaman.

Bagi para pendaki, momen ini dianggap sebagai bonus estetika yang jarang terjadi. Rosidi menambahkan bahwa adanya fenomena es ini menjadikan lanskap Savana Propok terlihat jauh lebih eksotis dibandingkan hari-hari biasanya. Kombinasi antara kabut tipis, hamparan rumput yang memutih, dan latar belakang megah Gunung Rinjani menciptakan komposisi foto yang sangat artistik bagi mereka yang gemar dengan fotografi alam.

Baca Juga Jejak Emas Kopi Jawa: Kisah Saat Secangkir ‘Java’ Menjadi Komoditas Termahal di Dunia
Jejak Emas Kopi Jawa: Kisah Saat Secangkir ‘Java’ Menjadi Komoditas Termahal di Dunia

“Dampaknya sangat terasa pada angka kunjungan. Pengunjung yang ingin melakukan camping atau berkemah mengalami peningkatan yang lumayan signifikan. Mereka ingin melihat keindahan kristal es yang menempel di rumput, bahkan ada juga kristal es yang terbentuk tebal di permukaan tenda-tenda pengunjung,” lanjutnya dengan nada antusias. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena alam yang unik selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk menggerakkan roda pariwisata daerah.

Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena ‘Negeri Es’ Rinjani

Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan kawasan tropis seperti Lombok bisa mengalami suhu yang begitu rendah hingga membekukan embun? Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo, memberikan penjelasan teknis mengenai kondisi atmosfer yang sedang terjadi. Menurutnya, fenomena ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan, melainkan sebuah siklus tahunan yang wajar.

Astekita menjelaskan bahwa saat ini wilayah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat, sedang memasuki masa transisi atau peralihan musim menuju kemarau. Pada masa ini, intensitas awan di langit cenderung sangat minim, sehingga radiasi panas bumi pada malam hari lepas ke atmosfer dengan sangat cepat tanpa ada penghalang. Hal inilah yang memicu penurunan suhu secara drastis di area dataran tinggi.

Baca Juga Satrio Wiratama: Kisah Bayi Panda Pertama Indonesia yang Siap Temui Penggemar di Taman Safari Bogor
Satrio Wiratama: Kisah Bayi Panda Pertama Indonesia yang Siap Temui Penggemar di Taman Safari Bogor

Selain faktor lokal, pengaruh dari skala global juga turut berperan. “Ini adalah fenomena yang memang biasa terjadi di daerah pegunungan tinggi saat memasuki musim kemarau. Selain itu, saat ini di Benua Australia sedang berlangsung musim dingin. Angin yang membawa massa udara dingin dan kering dari Australia bergerak menuju utara melewati wilayah kita, yang kemudian berdampak pada penurunan suhu udara secara signifikan di kawasan pegunungan seperti Rinjani,” terang Astekita secara mendalam.

Tantangan dan Persiapan Bagi Para Pendaki

Meskipun pemandangan es di Savana Propok menawarkan keindahan yang luar biasa, pihak pengelola tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi setiap individu yang berada di kawasan tersebut. Suhu 2 derajat Celcius bukanlah perkara main-main, terutama bagi mereka yang tidak memiliki persiapan fisik dan perlengkapan yang memadai. Risiko hipotermia menjadi salah satu hal yang paling diwaspadai oleh pihak TNGR.

Hingga saat ini, pintu jalur pendakian dan area perkemahan di Savana Propok masih dinyatakan terbuka untuk umum. Tidak ada penutupan jalur meskipun suhu sedang berada di titik terendahnya. Namun, ada protokol ketat dan himbauan keras yang harus dipatuhi oleh setiap calon pengunjung sebelum mereka menginjakkan kaki di tanah tinggi tersebut.

Baca Juga Menelusuri Jejak Hitam Nusakambangan: Dari Benteng Pertahanan Belanda Hingga Menjadi ‘Alcatraz’ Indonesia
Menelusuri Jejak Hitam Nusakambangan: Dari Benteng Pertahanan Belanda Hingga Menjadi ‘Alcatraz’ Indonesia

“Kami tidak menutup kawasan, namun kami memberikan peringatan dini yang sangat tegas bagi para calon pendaki. Sangat krusial bagi mereka untuk mempersiapkan diri jauh lebih baik dari biasanya. Terutama untuk menghadapi udara malam hingga pagi hari yang sangat dingin. Kami mewajibkan penggunaan jaket gunung yang standar, pakaian berlapis, serta sleeping bag dengan spesifikasi suhu rendah yang lebih tebal,” tegas Astekita. Persiapan ini sangat penting agar pengalaman menikmati pendakian gunung tidak berubah menjadi situasi darurat medis.

Melestarikan Keindahan di Tengah Perubahan Iklim

Munculnya fenomena es di Savana Propok juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga ekosistem pegunungan. Keindahan alam yang rapuh ini sangat bergantung pada keseimbangan lingkungan di sekitarnya. Para pengunjung diharapkan tidak hanya datang untuk sekadar berfoto, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak vegetasi yang sedang membeku tersebut.

Pihak pengelola terus mengimbau agar setiap pendaki membawa kembali sampah mereka dan mengikuti prinsip ‘Leave No Trace’. Dengan menjaga kelestarian alam, fenomena unik seperti embun beku ini diharapkan dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang sebagai salah satu kekayaan hayati dan fenomena geofisika yang membanggakan bagi pariwisata wisata Lombok dan Indonesia pada umumnya.

Baca Juga Menuju Puncak HUT Ke-499 Jakarta: Bundaran HI Bersiap Gelar Pesta Rakyat Akhir Pekan Ini
Menuju Puncak HUT Ke-499 Jakarta: Bundaran HI Bersiap Gelar Pesta Rakyat Akhir Pekan Ini

Bagi Anda yang berencana untuk berkunjung, pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima dan pastikan membawa perlengkapan thermal yang cukup. Pengalaman menyaksikan ‘Salju Rinjani’ di Savana Propok tentu akan menjadi cerita perjalanan yang tak terlupakan seumur hidup, asalkan dilakukan dengan persiapan yang matang dan rasa hormat yang tinggi terhadap alam bebas.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *