Kekecewaan Wisatawan di Kuningan: Niat Ngopi Estetik Malah Terjebak Gelap Akibat Pemadaman PLN

Dimas Pratama | SuaraInfo
21 Jun 2026, 21:28 WIB
Kekecewaan Wisatawan di Kuningan: Niat Ngopi Estetik Malah Terjebak Gelap Akibat Pemadaman PLN

SuaraInfo — Harapan para pelancong untuk menyesap hangatnya kopi sembari menatap gemerlap lampu kota dari ketinggian kaki Gunung Ciremai harus sirna seketika. Suasana romantis yang dibayangkan para pengunjung di kawasan wisata Kuningan berubah menjadi gulita setelah PT PLN (Persero) melakukan kebijakan pemadaman listrik bergilir. Kejadian ini tidak hanya memicu keluhan dari warga lokal, tetapi juga meninggalkan kesan pahit bagi wisatawan yang sengaja datang dari jauh demi menikmati keindahan alam Jawa Barat ini.

Ironi Wisata Malam Tanpa Cahaya di Kaki Ciremai

Kabupaten Kuningan selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit bagi warga Jawa Barat dan sekitarnya untuk melepas penat. Udara yang sejuk dan pemandangan yang memukau menjadi magnet utama. Namun, pada Sabtu (20/6/2026), pemandangan tersebut mendadak hilang. Sejauh mata memandang, hanya kegelapan yang menyelimuti kawasan perbukitan tersebut akibat terhentinya aliran listrik secara mendadak.

Kondisi ini paling dirasakan di objek wisata Talaga Surian, Kecamatan Cigugur. Berdasarkan pantauan langsung di Sagof Coffee, salah satu kedai kopi populer di area tersebut, para pengunjung tampak kebingungan saat lampu tiba-tiba padam. Aktivitas wisata Kuningan yang seharusnya penuh keceriaan mendadak berubah menjadi suasana darurat. Tanpa penerangan lampu taman atau dekorasi kedai, para wisatawan terpaksa merogoh ponsel mereka untuk menyalakan fitur lampu kilat (flash) agar tetap bisa melihat satu sama lain.

Baca Juga Menelisik Keunikan Dukuh Mao di Klaten: Dusun Tiga Huruf dengan Makna ‘Sang Penguasa Hutan’ yang Melegenda
Menelisik Keunikan Dukuh Mao di Klaten: Dusun Tiga Huruf dengan Makna ‘Sang Penguasa Hutan’ yang Melegenda

Pemadaman ini dilaporkan terjadi karena adanya kendala teknis operasional pada unit pembangkit listrik. Hal ini memicu penurunan kapasitas suplai yang memaksa PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah titik strategis di Kuningan. Sayangnya, manajemen beban ini bertepatan dengan waktu puncak kunjungan wisatawan (peak hour) di akhir pekan.

Keluhan Wisatawan: Jauh-Jauh dari Bekasi Hanya untuk Gelap-Gelapan

Ali (24), seorang wisatawan asal Bekasi, menjadi salah satu sosok yang paling merasa kecewa. Ia mengaku telah menempuh perjalanan jauh berjam-jam demi bisa bersantai di Kuningan atas rekomendasi teman-temannya. Namun, apa yang ia dapatkan justru jauh dari ekspektasi.

“Sangat disayangkan sekali. Saya jauh-jauh dari Bekasi, kebetulan direkomendasikan teman ke tempat ini karena katanya pemandangan atau view-nya sangat bagus. Eh, malah mati lampu,” ujar Ali dengan nada masygul saat ditemui pada Sabtu malam. Ia menambahkan bahwa jika pemadaman terjadi di siang hari, mungkin dampaknya tidak akan sedrastis ini. Namun, karena terjadi saat transisi sore ke malam, pengalaman menikmati lanskap kota Kuningan dari ketinggian pun gagal total.

Baca Juga Akses Menuju Jantung Jambi Semakin Dekat: Batik Air Resmi Operasikan Rute Langsung Jakarta ke Muara Bungo
Akses Menuju Jantung Jambi Semakin Dekat: Batik Air Resmi Operasikan Rute Langsung Jakarta ke Muara Bungo

Keluhan serupa datang dari Hafidz, pengunjung lainnya yang merasa pemadaman ini sangat mengganggu aspek keamanan. Mengingat kontur tanah di kawasan wisata kaki gunung tidaklah rata, ketiadaan cahaya permanen membuat mobilitas pengunjung menjadi berisiko. “Tadi saja untuk jalan ke meja atau ke arah parkiran harus pakai senter HP. Sangat mengganggu karena jalannya tidak rata. Belum lagi kami tidak bisa memesan kopi yang harus menggunakan mesin listrik,” tuturnya. Pemadaman listrik ini benar-benar melumpuhkan kenyamanan pengunjung.

Operasional Kedai Lumpuh: Kopi Barista yang Gagal Disajikan

Dampak ekonomi dari pemadaman ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Agus, pengelola Sagof Coffee, menjelaskan bahwa bisnis kedai kopi modern sangat bergantung pada kestabilan daya listrik. Tanpa listrik, mesin espresso, grinder (penggiling kopi), hingga perangkat pemanas air tidak dapat berfungsi.

“Ya pasti sangat terganggu. Otomatis operasional kami terhambat. Kopi olahan barista jadi tidak bisa dibuat sama sekali karena mesinnya mati. Pengunjung akhirnya hanya bisa memesan makanan atau minuman yang tidak memerlukan proses pengolahan mesin listrik,” jelas Agus. Baginya, situasi ini sangat merugikan, terutama di malam Minggu yang seharusnya menjadi momentum meraup omzet maksimal.

Baca Juga Drama Ketinggian dan Cuaca Ekstrem: Mengapa FIFA Tak Ubah Jadwal Inggris vs Meksiko di Piala Dunia 2026?
Drama Ketinggian dan Cuaca Ekstrem: Mengapa FIFA Tak Ubah Jadwal Inggris vs Meksiko di Piala Dunia 2026?

Agus berharap agar pihak PLN lebih memperhatikan stabilitas pasokan listrik di kawasan destinasi wisata. Ia menilai, Kuningan yang sedang gencar mempromosikan pariwisata harus didukung oleh infrastruktur dasar yang mumpuni. “Harapannya jangan sering-seringlah terjadi seperti ini. Padahal kan tidak ada saingan PLN, seharusnya pelayanannya bisa lebih handal lagi,” pungkasnya dengan harapan agar citra pariwisata daerah tidak tercoreng.

Daftar Wilayah Terdampak Manajemen Beban PLN

Berdasarkan informasi resmi, kebijakan manajemen beban ini dilakukan mulai pukul 17:30 hingga estimasi pukul 20:30 WIB. Cakupan wilayah yang terdampak cukup luas, meliputi pusat keramaian hingga pemukiman padat penduduk. Beberapa wilayah tersebut antara lain:

  • Pasar Baru Kuningan dan Perumahan Bojong
  • Kamuning Golden Residence dan Bojong Serang
  • Cigadung, Windujanten, dan Cipondok
  • Perumahan Buana Cigadung Regency
  • STIKES Kadugede dan Perumahan Panorama Babatan
  • Babakan Cigadung, Nangka, Bingbin, dan Cibinuang
  • Citangtu, Bayuning, Tinggar, dan Ciherang
  • Cisukadana, Karangsari, Sagarahiang, dan Cikadu
  • Jambar, Kadugede, Windusari, dan Kertayuga
  • Sindangjawa, Margabakti, dan Nusaherang
  • Objek Wisata Waduk Darma dan Jagara Eko Park

Pemadaman yang merambah hingga ke area objek wisata populer seperti Waduk Darma dan Jagara Eko Park menunjukkan betapa luasnya dampak dari gangguan teknis pada pembangkit tersebut. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan penyedia jasa listrik guna memastikan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata tidak terus-menerus menjadi korban.

Baca Juga Update Gerbang Langit Nusantara: Daftar 17 Bandara Internasional di Indonesia Tahun 2026 dan Strategi Efisiensi Nasional
Update Gerbang Langit Nusantara: Daftar 17 Bandara Internasional di Indonesia Tahun 2026 dan Strategi Efisiensi Nasional

Masa Depan Pariwisata Kuningan dan Tantangan Infrastruktur

Kejadian pemadaman ini menjadi pengingat bahwa daya tarik alam saja tidak cukup untuk memajukan industri pariwisata. Infrastruktur pendukung seperti listrik dan aksesibilitas merupakan fondasi utama. Ketika seorang wisatawan seperti Ali harus pulang dengan rasa kecewa, ada potensi kehilangan promosi positif (word of mouth) yang sangat berharga bagi perkembangan daerah.

Para pelaku usaha di Kuningan berharap ada solusi jangka panjang, seperti penyediaan gardu cadangan atau prioritas aliran listrik untuk kawasan strategis pariwisata. Dengan demikian, meskipun terjadi kendala teknis, kawasan yang menjadi wajah dari pariwisata Gunung Ciremai tetap bisa bercahaya dan memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu yang datang dari berbagai penjuru kota.

Kuningan memiliki potensi besar untuk bersaing dengan destinasi lain seperti Bandung atau Bogor. Namun, stabilitas layanan publik akan selalu menjadi barometer utama bagi wisatawan sebelum memutuskan untuk kembali berkunjung. Semoga kegelapan di Sabtu malam tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pemangku kepentingan untuk berbenah demi Kuningan yang lebih terang dan menarik.

Baca Juga Misteri Dukuh Mao Klaten: Kampung Subur yang Dihantui Kutukan Larangan Menanam Pohon Pisang
Misteri Dukuh Mao Klaten: Kampung Subur yang Dihantui Kutukan Larangan Menanam Pohon Pisang
Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *