Kilau Sejarah di Balik Tanah Magelang: Temuan Kepingan Emas dan Arca Dewa Surya di Candi Losari Terkonfirmasi Asli

Dimas Pratama | SuaraInfo
08 Jun 2026, 19:28 WIB
Kilau Sejarah di Balik Tanah Magelang: Temuan Kepingan Emas dan Arca Dewa Surya di Candi Losari Terkonfirmasi Asli

SuaraInfo — Tanah Magelang kembali membisikkan rahasia masa lalunya yang gemerlap melalui sebuah penemuan spektakuler di situs purbakala. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait temuan artefak di situs pemugaran Candi Losari. Logam kekuningan yang ditemukan oleh para pekerja di kedalaman tanah tersebut dipastikan bukan sekadar logam biasa, melainkan kepingan emas murni peninggalan era klasik.

Penemuan ini bermula dari aktivitas rutin pemugaran di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam. Petugas dari Disdikbud Magelang yang turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi menyeluruh terhadap benda-benda yang ditemukan. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap objek yang muncul ke permukaan selama proses ekskavasi dan rekonstruksi mendapatkan perlakuan arkeologis yang tepat dan sesuai standar pelestarian.

Verifikasi Resmi: Logam Kekuningan Itu Memang Emas

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang, Didik Muhamad Akbar, mengungkapkan bahwa kehadiran timnya di lokasi adalah respons cepat atas laporan masyarakat. Kabar mengenai ditemukannya benda berharga di area candi sempat memicu perhatian luas, sehingga verifikasi lapangan menjadi langkah krusial untuk menghindari spekulasi liar dan menjaga keamanan aset negara tersebut.

Baca Juga Polemik Kebaya di Kirab 1 Suro Mangkunegaran: Antara Ekspresi Pribadi dan Kesakralan Tradisi Jawa
Polemik Kebaya di Kirab 1 Suro Mangkunegaran: Antara Ekspresi Pribadi dan Kesakralan Tradisi Jawa

“Kami menanggapi laporan warga terkait dengan penemuan emas dan juga beberapa arca. Karena informasi awal masih bersifat lisan, kami segera melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan validitasnya,” ujar Didik saat ditemui di kompleks Candi Losari. Setelah melalui pemeriksaan awal yang teliti, pihaknya mengonfirmasi bahwa kepingan tersebut memang logam mulia yang menjadi bagian dari benda cagar budaya.

Kepastian ini menambah daftar panjang kekayaan arkeologis di wilayah Jawa Tengah, khususnya Magelang, yang dikenal sebagai pusat peradaban Mataram Kuno. Penemuan emas di lokasi candi bukanlah hal yang mengherankan bagi para ahli, namun tetap menjadi momen yang luar biasa karena memberikan gambaran tentang kemakmuran dan spiritualitas masyarakat di masa lampau.

Kronologi Penemuan: Dari Kedalaman 4 Meter hingga Arca Dewa Surya

Candi Losari sendiri memiliki karakteristik yang unik. Letaknya yang terbenam hingga kedalaman sekitar empat meter di bawah permukaan tanah membuatnya terlindungi dari tangan-tangan jahil selama berabad-abad. Kondisi geografis ini, menurut Didik, menjadi alasan utama mengapa benda-benda berharga seperti emas dan arca masih bisa ditemukan dalam kondisi yang relatif terjaga di situs tersebut.

Baca Juga Kebangkitan Sektor Pariwisata Premium: Okupansi Hotel Mewah di Indonesia Kembali ke Level Pra-Pandemi
Kebangkitan Sektor Pariwisata Premium: Okupansi Hotel Mewah di Indonesia Kembali ke Level Pra-Pandemi

“Hasil verifikasi menunjukkan temuan tersebut valid. Logam itu memang emas yang kemungkinan besar berasal dari bagian peripih candi. Karena posisi bangunan candi ini terbenam cukup dalam, sangat lumrah jika artefak emas atau arca masih tersimpan utuh di bawah sana,” tambahnya menjelaskan. Keberadaan emas di dalam candi biasanya berkaitan dengan ritual penyucian atau persembahan yang diletakkan saat bangunan suci tersebut didirikan.

Selain kepingan emas berbentuk persegi, tim di lapangan juga menemukan dua arca Dewa Surya. Dalam kosmologi Hindu-Buddha, Dewa Surya merupakan simbol cahaya dan kehidupan, yang sering kali ditempatkan di bagian tertentu candi sebagai penghormatan terhadap kekuatan matahari. Penemuan arca ini semakin mempertegas latar belakang keagamaan dan fungsi ritual dari Candi Losari di masa jayanya.

Mengenal Peripih: Wadah ‘Roh’ Bangunan Suci di Masa Lampau

Dalam dunia arkeologi, penemuan emas di dalam struktur candi sering kali merujuk pada apa yang disebut sebagai ‘peripih’. Peripih adalah semacam wadah atau kotak batu yang ditanam di bawah dasar candi atau di bagian pusat bangunan. Kotak ini biasanya berisi benda-benda simbolis seperti logam mulia, batu permata, dan biji-bijian yang melambangkan unsur-unsur alam semesta.

Baca Juga Mimpi Kebangkitan Bandara Husein Sastranegara: Strategi ‘Shortcut’ Pasteur-PTDI ala Muhammad Farhan
Mimpi Kebangkitan Bandara Husein Sastranegara: Strategi ‘Shortcut’ Pasteur-PTDI ala Muhammad Farhan

Kehadiran emas dalam peripih dipercaya sebagai cara untuk menanamkan ‘ruh’ atau kekuatan spiritual ke dalam bangunan candi. Penemuan kepingan emas di Candi Losari ini memberikan petunjuk teknis mengenai bagaimana nenek moyang kita melakukan prosesi pembangunan tempat ibadah. Saat ini, seluruh temuan berharga tersebut, termasuk dua arca Dewa Surya, telah dipindahkan ke Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X di Bugisan, Prambanan, Klaten, untuk penelitian lebih lanjut dan pengamanan.

Tantangan Restorasi: Perjuangan Melawan Arus Air yang Deras

Proses membangkitkan kembali kejayaan Candi Losari bukanlah tanpa kendala. Restu Hidayat, selaku Juru Pugar Candi Losari, memaparkan bahwa teknis pengerjaan di lapangan menuntut ketelitian tinggi dan strategi yang matang. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah kondisi hidrologi di lokasi situs. Lokasi candi yang berada di area rendah membuat debit air tanah sangat tinggi dan mengalir deras.

“Debit air yang terlalu deras menjadi kendala utama kami dalam proses rekonstruksi. Untuk mengatasi hal ini agar struktur tidak ambles, kami harus membuat lantai kerja yang kuat sebagai landasan,” jelas Restu. Pembuatan lantai kerja ini merupakan prosedur standar namun kompleks untuk memastikan bahwa setiap blok batu yang disusun kembali memiliki stabilitas yang permanen.

Baca Juga Transformasi Stasiun Gambir: Akankah Dominasi Manggarai Sebagai Hub Utama Tergeser?
Transformasi Stasiun Gambir: Akankah Dominasi Manggarai Sebagai Hub Utama Tergeser?

Hingga saat ini, proses pemugaran baru mencapai lapis kesatu. Target jangka pendek adalah menyelesaikan tahap awal ini hingga bulan Oktober 2026. Menurut Restu, bangunan candi tersebut diprediksi memiliki sekitar 14 hingga 15 lapis susunan batu. Mengingat kompleksitas struktur dan kendala alam, penyelesaian fisik candi hingga utuh diperkirakan baru bisa terwujud pada tahun kedua masa kerja atau lebih.

Langkah Strategis Pelestarian Warisan Budaya

Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Disdikbud berkomitmen untuk terus mengawal proses pemugaran ini hingga tuntas. Penemuan emas dan arca ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya. Setiap jengkal tanah di wilayah Salam berpotensi menyimpan fragmen sejarah yang belum terungkap.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan benda-benda yang dicurigai sebagai artefak purbakala di sekitar lingkungan mereka. Kerja sama antara warga, instansi pemerintah, dan tenaga ahli arkeologi sangat diperlukan agar kekayaan sejarah ini tidak hilang ditelan zaman atau jatuh ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penemuan di Candi Losari ini bukan sekadar tentang nilai material dari kepingan emas yang ditemukan, melainkan tentang nilai ilmu pengetahuan dan identitas bangsa yang terkandung di dalamnya. Dengan pemugaran yang dilakukan secara profesional oleh Balai Pelestarian Kebudayaan, diharapkan Candi Losari nantinya bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang edukatif bagi generasi mendatang, sekaligus menjadi bukti kebesaran peradaban masa lalu di tanah Jawa.

Baca Juga Antavaya Travel Fiesta 2026: Panduan Lengkap Berburu Promo Liburan Mewah dengan Harga Hemat
Antavaya Travel Fiesta 2026: Panduan Lengkap Berburu Promo Liburan Mewah dengan Harga Hemat
Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *