Menelusuri Jejak Giovanni Francesco Gemelli Careri: Kisah Pengacara Napoli yang Menjadi Backpacker Pertama di Dunia
SuaraInfo — Tren traveling dengan gaya minimalis atau yang lebih populer dengan istilah backpacker kini telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup global. Anak muda dari berbagai penjuru dunia berlomba-lomba memanggul ransel besar, mencari destinasi wisata tersembunyi, dan hidup sehemat mungkin demi bisa melihat dunia lebih lama. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, siapakah sosok pemberani yang pertama kali mempopulerkan cara bepergian ini di masa ketika dunia belum mengenal paspor digital ataupun aplikasi navigasi?
Mengenal Akar Kata dan Filosofi Backpacker
Sebelum kita menyelami sejarah tokoh utamanya, mari kita bedah terlebih dahulu apa itu sebenarnya backpacking. Secara etimologi, kata ini merujuk pada kegiatan mendaki atau bepergian dengan hanya mengandalkan sebuah tas punggung (ransel). Dalam kacamata sosiologi modern, backpacker digambarkan sebagai subkultur pelancong yang memiliki fleksibilitas tinggi. Mereka bukan sekadar turis yang mencari kenyamanan hotel berbintang, melainkan petualang yang membawa seluruh dunianya di dalam satu tas.
Para backpacker didorong oleh rasa haus akan petualangan autentik. Mereka kerap mengabaikan kemewahan dan lebih memilih berinteraksi langsung dengan penduduk lokal di tempat-tempat yang benar-benar terpencil. Bagi mereka, perjalanan adalah tentang pengalaman, bukan sekadar pamer kemewahan di media sosial. Gaya hidup ini menuntut ketangguhan fisik dan mental, karena mereka seringkali harus menerima akomodasi yang sangat sederhana atau berbagi kamar tidur demi menghemat pengeluaran selama berada di perjalanan panjang.
Giovanni Francesco Gemelli Careri: Sang Pelopor dari Napoli
Dunia patut berterima kasih kepada seorang pria asal Italia bernama Giovanni Francesco Gemelli Careri. Ia bukanlah seorang penjelajah profesional yang dibayar oleh kerajaan, melainkan seorang pengacara sukses yang memutuskan untuk meninggalkan rutinitasnya. Di abad ke-17, ketika perjalanan lintas benua dianggap sebagai misi yang mempertaruhkan nyawa, Careri justru memilih untuk berkeliling dunia dengan caranya sendiri.
Lahir pada tahun 1651, Careri mencapai titik jenuh dalam karier hukumnya di Napoli. Pada tahun 1693, ia membuat keputusan yang dianggap gila oleh rekan-rekan sejawatnya: berhenti bekerja dan memulai perjalanan global selama lima tahun. Menariknya, Careri melakukan perjalanan ini tanpa sponsor. Ia membiayai semuanya dari kantong pribadinya, sebuah konsep yang sangat asing pada masa itu di mana penjelajah biasanya dikirim untuk misi diplomatik, perdagangan, atau menyebarkan agama.
Melawan Arus Zaman dengan Sebuah Ransel
Apa yang membuat Careri dijuluki sebagai backpacker pertama adalah metodenya. Ia tidak membawa rombongan besar atau perlengkapan mewah. Careri hanya mengandalkan tas punggung dengan dua tali bahu—sebuah benda yang kini kita kenal sebagai ransel. Ia menjadi orang biasa pertama yang menjelajahi dunia demi kepuasan pribadi dan rasa ingin tahu semata, bukan karena tugas negara atau keuntungan dagang.
Pada zaman itu, orang-orang Eropa yang keluar dari benua mereka biasanya adalah misionaris yang ingin menyebarkan kepercayaan, pedagang yang mencari rempah-rempah, atau diplomat yang membawa pesan raja. Namun Careri berbeda; ia adalah seorang turis mandiri dalam bentuknya yang paling murni. Ia ingin melihat dunia, mendokumentasikannya, dan membuktikan bahwa seorang warga sipil biasa pun bisa menaklukkan jarak yang ribuan mil jauhnya hanya dengan kaki dan ransel di punggung.
Rute Legendaris Sang Pengelana
Perjalanan Careri bukanlah perjalanan singkat ke negara tetangga. Ia melintasi batas-batas geografi yang sangat luas. Dimulai dari wilayah Turki, ia melanjutkan langkah kakinya ke Persia (sekarang Iran), lalu menuju India yang eksotis. Tidak berhenti di situ, ia menembus daratan Cina yang pada saat itu sangat tertutup bagi orang asing, kemudian menyeberang ke Filipina.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia menumpang kapal Manila Galleon milik Spanyol untuk menyeberangi Samudra Pasifik menuju Meksiko. Perjalanan laut ini dikenal sangat berbahaya karena risiko badai dan serangan bajak laut. Setelah mendarat di Amerika Latin dan menjelajahi Meksiko, ia kembali menumpang kapal menuju Cadiz, Spanyol, sebelum akhirnya menempuh jalur darat kembali ke kota kelahirannya, Napoli, pada tahun 1699.
Warisan Literasi: Voyage Around the World
Sekembalinya dari pengembaraan panjang selama enam tahun tersebut, Careri tidak hanya membawa kenangan. Ia menghabiskan waktu enam bulan berikutnya untuk menyusun catatan perjalanannya ke dalam enam jilid buku yang komprehensif. Karya monumentalnya ini diberi judul Giro del Mondo, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Voyage Around the World.
Buku ini menjadi sensasi di seluruh Eropa. Orang-orang terpukau dengan deskripsi Careri tentang kehidupan di Asia dan Amerika. Ia menulis dengan gaya yang sangat detail, mulai dari adat istiadat setempat, sistem pemerintahan, hingga flora dan fauna yang ia temui. Meskipun sempat ada keraguan dari beberapa pihak yang tidak percaya bahwa seorang individu bisa melakukan perjalanan sejauh itu sendirian, sejarah membuktikan bahwa catatan Careri adalah salah satu dokumen paling autentik tentang kondisi dunia di akhir abad ke-17.
Inspirasi Bagi Jules Verne dan Generasi Mendatang
Tahukah Anda bahwa kisah perjalanan Careri ini pula yang menjadi salah satu inspirasi besar bagi penulis legendaris Jules Verne? Kabarnya, Verne terinspirasi dari keberanian dan rute yang ditempuh Careri saat ia menulis novel klasiknya yang terkenal, Around the World in Eighty Days. Careri telah membuktikan bahwa dunia ini luas, namun bisa dijelajahi oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat dan sebuah tas di punggung.
Kisah Careri mengajarkan kita bahwa esensi dari traveling bukanlah tentang seberapa mahal tiket pesawat yang kita beli atau seberapa mewah hotel tempat kita menginap. Esensi sebenarnya adalah tentang keberanian untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi ketidakpastian, dan menyerap kearifan dari setiap tempat yang disinggahi. Careri adalah bapak dari jutaan pelancong mandiri saat ini yang masih terus mencari makna hidup di balik jalanan-jalanan berdebu di berbagai belahan dunia.
Backpacking di Era Modern: Mengenang Careri
Kini, di era digital di mana informasi begitu mudah didapat, semangat Giovanni Francesco Gemelli Careri tetap relevan. Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan ala backpacker, ingatlah bahwa Anda sedang mengikuti jejak seorang pengacara Napoli yang tiga abad lalu berani mendobrak norma sosial demi melihat matahari terbit di negeri-negeri jauh.
Apakah Anda sudah siap untuk mengemas ransel Anda dan menjadi bagian dari sejarah panjang para pengelana dunia? Pastikan Anda membawa semangat Careri: rasa ingin tahu yang besar, keterbukaan pikiran, dan tentu saja, sebuah ransel yang siap menemani setiap langkah kaki Anda menyusuri keindahan bumi ini.