Menikmati Tren Ubi Cream Cheese Viral: Antara Kelezatan Karamel dan Risiko Kesehatan yang Perlu Anda Tahu

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
16 Mei 2026, 11:26 WIB
Menikmati Tren Ubi Cream Cheese Viral: Antara Kelezatan Karamel dan Risiko Kesehatan yang Perlu Anda Tahu

SuaraInfo — Jagat media sosial belakangan ini tengah dihangatkan oleh kehadiran camilan yang menggugah selera: ubi cream cheese. Padu padan antara ubi jalar yang manis alami dengan olesan cream cheese yang gurih dan lumer, kemudian dipanggang hingga mencapai titik karamelisasi sempurna, memang sulit untuk ditolak. Aroma smoky yang menyeruak dari kulit ubi yang kecokelatan seringkali dianggap sebagai indikator kelezatan yang hakiki.

Di tengah gempuran aneka dessert kekinian yang didominasi oleh tepung terigu dan gula rafinasi, tren ubi cream cheese ini muncul sebagai alternatif yang dianggap lebih ‘bersahabat’ bagi tubuh. Namun, di balik tampilannya yang estetik dan rasanya yang memanjakan lidah, para ahli gizi memberikan catatan penting agar manfaat kesehatan dari ubi jalar tidak hilang begitu saja akibat proses pengolahan yang kurang tepat.

Mengapa Ubi Cream Cheese Begitu Digemari?

Ubi jalar, terutama jenis ubi cilembu atau ubi ungu, memiliki tekstur lembut dan rasa manis alami yang akan semakin keluar saat dipanaskan. Ketika dikombinasikan dengan cream cheese, tercipta harmoni rasa antara manis, gurih, dan sedikit asam yang sangat memuaskan indra perasa. Tidak heran jika banyak orang rela mengantre panjang demi mendapatkan seporsi camilan ini dalam kondisi hangat.

Baca Juga Kisah Perjuangan Jayrius Ong: Melawan Gagal Ginjal Stadium Akhir di Balik Kemudi Bus SMRT
Kisah Perjuangan Jayrius Ong: Melawan Gagal Ginjal Stadium Akhir di Balik Kemudi Bus SMRT

Secara nutrisi, ubi jalar memang merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik. Ia kaya akan serat, vitamin A (dalam bentuk beta-karoten), vitamin C, dan kalium. Serat dalam ubi membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan efek kenyang lebih lama. Namun, cara kita menyajikannya sangat menentukan apakah manfaat ini tetap terjaga atau justru tertutup oleh risiko kesehatan lainnya.

Saran Dokter Gizi: Cara Masak Menentukan Kualitas Nutrisi

Menanggapi fenomena ini, dokter spesialis gizi klinik, dr. Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa pada dasarnya ubi adalah bahan pangan yang sangat sehat. Kunci utamanya terletak pada bagaimana kita memperlakukan bahan tersebut di dapur. Beliau menekankan pentingnya menjaga agar proses memasak tidak menambah beban kalori yang berlebihan secara tidak perlu.

“Untuk cara masak, yang paling krusial adalah tidak menambahkan kalori berlebih seperti dengan cara digoreng (deep frying). Sebenarnya metode memasak seperti di dalam oven, dikukus, atau bahkan dibakar di atas arang secara tradisional itu relatif aman dan baik,” ungkap dr. Tjandra saat memberikan penjelasan kepada media. Penggunaan oven atau pemanggangan memungkinkan ubi matang merata tanpa perlu tambahan minyak jenuh yang sering ditemukan pada camilan gorengan.

Baca Juga Mengapa Perut Mulas Menjelang Race? Mengenal Pre-Race Anxiety dan Fenomena Runner’s Trot pada Pelari
Mengapa Perut Mulas Menjelang Race? Mengenal Pre-Race Anxiety dan Fenomena Runner’s Trot pada Pelari

Waspada Bahaya Akrilamid pada Bagian yang Gosong

Meskipun metode pemanggangan dianggap sehat, ada satu aspek estetika yang harus diwaspadai: bagian permukaan yang menghitam atau gosong. Banyak orang menyukai bagian ini karena dianggap memberikan tekstur renyah dan aroma smoky yang kuat. Namun, dr. Tjandra mengingatkan bahwa bagian yang hangus ini mengandung risiko yang tidak bisa disepelekan.

“Jika dibakar di atas arang atau di oven, pastikan jangan sampai gosong atau menghitam. Bagian yang hitam-hitam ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit berbahaya seperti kanker. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya senyawa akrilamid dalam kadar yang cukup tinggi saat bahan pangan berkarbohidrat dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi hingga hangus,” jelasnya lebih lanjut.

Akrilamid adalah senyawa kimia yang secara alami dapat terbentuk pada produk pangan berpati selama proses memasak suhu tinggi (seperti penggorengan, pemanggangan, dan pembakaran). Mengonsumsi bagian yang gosong secara terus-menerus dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan sel-sel dalam tubuh.

Baca Juga Selsun Hingga Madame Gie Masuk Daftar Hitam BPOM: PT Rohto Tarik Produk dan Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka
Selsun Hingga Madame Gie Masuk Daftar Hitam BPOM: PT Rohto Tarik Produk dan Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Menyeimbangkan Rasa dan Keamanan Pangan

Tujuan utama dari gaya hidup sehat bukanlah untuk melarang konsumsi makanan enak, melainkan untuk menikmatinya dengan cara yang lebih cerdas. Dalam konteks ubi cream cheese, mendapatkan tekstur karamel yang kecokelatan (reaksi Maillard) memang menambah cita rasa, namun kita harus bisa membedakan mana yang merupakan karamelisasi yang sehat dan mana yang merupakan hangus atau karbonisasi.

Karamelisasi yang tepat biasanya berwarna cokelat keemasan atau cokelat tua yang masih memiliki aroma manis. Sementara itu, bagian yang hangus akan berwarna hitam pekat, terasa pahit, dan memiliki aroma sangit yang menyengat. Bagian inilah yang sebaiknya disisihkan dan tidak ikut dikonsumsi demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Tips Menikmati Ubi Cream Cheese yang Lebih Sehat ala SuaraInfo

Agar Anda tetap bisa mengikuti tren kuliner ini tanpa merasa khawatir, berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:

  • Pilih Ubi Berkualitas: Pastikan ubi dalam kondisi segar, tidak busuk, dan sudah dicuci bersih sebelum diolah. Ubi cilembu biasanya menjadi pilihan terbaik karena kadar madu alaminya yang tinggi.
  • Kontrol Penggunaan Cream Cheese: Meskipun lezat, cream cheese mengandung lemak jenuh dan kalori yang cukup tinggi. Gunakan secukupnya sebagai pelengkap rasa, bukan sebagai bahan utama yang mendominasi.
  • Gunakan Suhu Oven yang Tepat: Jika memasak sendiri di rumah, gunakan suhu yang stabil (sekitar 180-200 derajat Celcius) dan pantau secara berkala agar ubi matang dengan warna cokelat keemasan tanpa menjadi hitam.
  • Jangan Melewatkan Jam Makan Utama: Seringkali karena antre terlalu lama demi camilan viral, seseorang sampai melewatkan makan siang atau makan malam. Pastikan asupan nutrisi seimbang Anda tetap terpenuhi dari makanan utama yang mengandung protein, serat sayuran, dan lemak sehat.
  • Perhatikan Porsi: Ingatlah bahwa ubi jalar adalah sumber karbohidrat. Jika Anda sudah makan ubi dalam porsi besar, kurangi porsi nasi atau sumber karbohidrat lainnya pada jadwal makan berikutnya agar keseimbangan kalori tetap terjaga.

Kesimpulan

Tren ubi cream cheese adalah bukti bahwa makanan tradisional bisa naik kelas dan menjadi sangat populer dengan sedikit inovasi. Secara keseluruhan, camilan ini jauh lebih baik dibandingkan makanan olahan pabrikan yang sarat akan pengawet dan pemanis buatan. Namun, kesadaran akan cara pengolahan dan batas konsumsi tetap menjadi kunci utama.

Baca Juga Rahasia Hidup Abadi: Menilik 10 Wilayah Blue Zone Baru dengan Harapan Hidup Hingga 100 Tahun
Rahasia Hidup Abadi: Menilik 10 Wilayah Blue Zone Baru dengan Harapan Hidup Hingga 100 Tahun

Dengan mengikuti saran dari para ahli gizi, kita bisa tetap memanjakan lidah dengan kuliner viral tanpa harus mengorbankan kesehatan. Ingatlah untuk selalu waspada terhadap bagian yang gosong dan tetap moderat dalam mengonsumsi segala sesuatu. Kesehatan adalah investasi jangka panjang, dan apa yang kita pilih untuk masuk ke dalam tubuh hari ini akan menentukan kualitas hidup kita di masa depan.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *