Misi Mulia Pasutri Touring: Menjelajah 65.000 Km Demi Angkat Derajat UMKM Kuliner Indonesia

Citra Kirana | SuaraInfo
27 Apr 2026, 23:26 WIB
Misi Mulia Pasutri Touring: Menjelajah 65.000 Km Demi Angkat Derajat UMKM Kuliner Indonesia

SuaraInfo — Melakukan perjalanan jarak jauh atau touring bersama komunitas mungkin sudah menjadi hal yang lumrah bagi para pencinta roda dua. Namun, apa jadinya jika petualangan tersebut dilakukan secara konsisten bersama pasangan hidup, melintasi puluhan ribu kilometer, dengan misi besar di balik setiap putaran rodanya? Inilah yang dilakukan oleh pasangan penjelajah legendaris, Ricky Rinaldo dan Adriana Vonny Ramli, yang lebih akrab dikenal publik dengan sebutan Pasutri Touring.

Kisah mereka bukanlah sekadar tentang memacu adrenalin di jalanan. Pasutri ini telah mendedikasikan hidup mereka untuk menjelajahi lebih dari 65.000 kilometer, menyisir hampir seluruh pulau besar di Indonesia. Kini, mereka kembali bersiap untuk mengaspal dengan narasi yang jauh lebih bermakna: membangun dan mempromosikan UMKM Indonesia melalui sektor kuliner di pelosok negeri.

Kolaborasi Strategis: Maxdecal Foodie dan Visi Pariwisata

Dalam perjalanan terbaru mereka, Pasutri Touring tidak berjalan sendirian. Mereka menggandeng raksasa industri kreatif otomotif, Maxdecal, serta mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif RI. Kolaborasi ini melahirkan sebuah inisiatif segar bertajuk ‘Maxdecal Foodie’. Program ini dirancang untuk memadukan gairah eksplorasi dunia otomotif dengan aksi nyata dalam mempromosikan kekayaan rasa dari dapur-dapur lokal di berbagai penjuru daerah.

Baca Juga Operasi Patuh 2026: Strategi Baru Korlantas Polri dan Kembalinya Tilang Manual untuk Menindak Pelanggaran ‘Kasat Mata’
Operasi Patuh 2026: Strategi Baru Korlantas Polri dan Kembalinya Tilang Manual untuk Menindak Pelanggaran ‘Kasat Mata’

Nofian Hendra, selaku Project Director & RnD Maxdecal, mengungkapkan bahwa kerja sama ini lahir dari sebuah momentum yang sangat tepat. Menurutnya, kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan media promosi berjalan yang sangat efektif untuk memperkenalkan potensi daerah secara langsung kepada masyarakat luas.

“Kami melihat Pasutri Touring memiliki rencana perjalanan yang luar biasa besar, dan ini selaras dengan peluncuran program ‘Maxdecal Foodie’. Melalui gerakan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan kuliner nusantara bisa dipromosikan dengan cara yang lebih modern dan relevan dengan tren saat ini,” ujar Nofian saat menjelaskan visi di balik program tersebut.

Kuliner Sebagai Diplomasi Budaya

Langkah Pasutri Touring ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, memberikan penekanan bahwa kuliner Indonesia memiliki kekuatan yang sangat besar, tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai alat diplomasi budaya yang mampu menyatukan banyak orang.

“Makanan adalah bahasa universal. Di mana pun kita berada, kuliner selalu menjadi pemersatu. Indonesia sangat kaya akan rempah-rempah dan cerita di balik setiap masakannya. Melalui ‘Maxdecal Foodie’, saya berharap banyak ‘hidden gem’ kuliner lokal yang selama ini belum terjamah, bisa ditemukan dan dinikmati oleh para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri,” tutur Irene penuh optimisme.

Baca Juga Fenomena Xpeng G6 di Indonesia: Melaju Kencang di Segmen Premium, Catatkan Penjualan Ratusan Unit
Fenomena Xpeng G6 di Indonesia: Melaju Kencang di Segmen Premium, Catatkan Penjualan Ratusan Unit

Dengan dukungan pemerintah, misi ini diharapkan mampu meningkatkan standar dan visibilitas pelaku usaha kecil di daerah, sehingga mereka bisa bersaing di level yang lebih tinggi dan mendukung ekonomi kreatif secara nasional.

Rekam Jejak Pasutri Touring: Dari Sabang Hingga Malaysia

Ketangguhan Ricky dan Adriana dalam menaklukkan berbagai medan ekstrem sudah tidak diragukan lagi. Rekam jejak mereka mencatat perjalanan fenomenal, mulai dari rute Padang menuju perbatasan Timor Leste pada tahun 2021, hingga titik Nol Kilometer di Sabang. Mereka juga telah mengelilingi Sumatera, Sulawesi, mencicipi aspal Mandalika, hingga menembus belantara Kalimantan hingga menyeberang ke Brunei Darussalam dan Malaysia.

Setiap perjalanan yang mereka tempuh sering kali memakan waktu berbulan-bulan. Ketahanan fisik dan mental, serta konsistensi mereka dalam membagikan konten positif di media sosial, menjadikan mereka sosok inspiratif bagi komunitas motor di Indonesia. Hal inilah yang membuat Maxdecal yakin bahwa mereka adalah duta yang tepat untuk membawa pesan ‘Maxdecal Foodie’ ke seluruh pelosok negeri.

Menuju Timur: Eksotisme Larantuka dan Flores

Rute terbaru yang akan ditempuh dalam tajuk ‘Maxdecal Journey to the East’ akan difokuskan pada wilayah Indonesia Timur. Titik pembuka perjalanan ini dijadwalkan dimulai dari Larantuka, Flores, pada April 2026 mendatang. Pemilihan Larantuka bukan tanpa alasan; kota ini dianggap sebagai gerbang yang menyimpan perpaduan budaya, sejarah, dan lanskap alam yang masih sangat autentik.

Baca Juga Skandal Triliunan Motor Listrik Makan Bergizi Gratis: Menguak Jejak Intervensi Dadan Hindayana dan Misteri Vendor ‘Siluman’
Skandal Triliunan Motor Listrik Makan Bergizi Gratis: Menguak Jejak Intervensi Dadan Hindayana dan Misteri Vendor ‘Siluman’

“Perjalanan ke timur adalah perjalanan menuju dunia yang berbeda. Lebih sunyi, lebih alami, dan penuh kejujuran. Di sana, kami tidak hanya akan menikmati pemandangan, tetapi juga mendatangi para pelaku usaha kuliner lokal, mencicipi sajian mereka, dan mendokumentasikan cerita inspiratif di balik setiap hidangan untuk kami bagikan kepada publik,” tambah Nofian.

Rute ini diprediksi akan memberikan tantangan tersendiri, mengingat infrastruktur dan medan di wilayah timur sering kali lebih menantang dibandingkan wilayah barat. Namun, justru di situlah letak keindahan dari sebuah petualangan sejati.

Teknologi Perlindungan Kendaraan di Medan Ekstrem

Menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu, mulai dari panas terik, hujan badai, hingga debu jalanan yang ekstrem, Pasutri Touring membekali tunggangan mereka, Yamaha NMAX Turbo TechMax Ultimate, dengan perlindungan maksimal. Maxdecal menyematkan produk unggulan mereka, yaitu Maxdecal 9600 dan Paint Protection Film (PPF).

Nofian menjelaskan bahwa PPF memiliki peran krusial dalam menjaga tampilan kendaraan tetap estetis meskipun diterjang kondisi jalanan yang berat. Lapisan film ini berfungsi melindungi bodi motor dari goresan kerikil dan paparan sinar UV yang dapat memudarkan warna cat. Dengan daya rekat yang tinggi, material ini memastikan motor tetap terlihat prima sepanjang perjalanan ribuan kilometer.

Baca Juga Revolusi Keselamatan Aerotrans: Bagaimana Teknologi Geotab Memangkas Risiko Kecelakaan hingga 60% Bagi Awak Penerbangan
Revolusi Keselamatan Aerotrans: Bagaimana Teknologi Geotab Memangkas Risiko Kecelakaan hingga 60% Bagi Awak Penerbangan

Selain itu, dalam program ini, setiap gerai UMKM kuliner yang dikunjungi akan diberikan stiker eksklusif sebagai penanda bahwa mereka telah mendapatkan dukungan dari Maxdecal. Ini diharapkan menjadi identitas visual yang membantu meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap kualitas produk kuliner tersebut.

Dukungan Ekosistem Industri Lokal

Misi besar ‘Maxdecal Journey to the East’ ini didukung oleh ekosistem industri yang solid. Selain Maxdecal dan Kementerian Ekonomi Kreatif, sejumlah brand besar turut memberikan kontribusi nyata. Mulai dari sektor energi dan pelumas seperti My Pertamina, Pertamax Turbo, dan Pertamina Enduro, hingga sektor perlengkapan berkendara seperti Rabbit & Wheel, Respiro, dan JPX Helmet.

Tidak ketinggalan dukungan dari sektor teknologi dan bengkel spesialis seperti Axioo, Nikon, Extreme, dan AES (Biled). Kehadiran berbagai mitra ini menunjukkan bahwa sinergi antara hobi, industri otomotif, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Melalui perjalanan ini, Pasutri Touring membuktikan bahwa roda dua bisa menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan. Dari aspal jalanan, mereka merajut asa bagi para pelaku ekonomi lokal, memastikan bahwa setiap suapan kuliner di pelosok nusantara mendapatkan panggung yang layak di mata dunia.

Baca Juga Bongkar Estimasi Biaya Perawatan Suzuki Grand Vitara Selama 5 Tahun: Benarkah Teknologi Hybrid Menguras Kantong?
Bongkar Estimasi Biaya Perawatan Suzuki Grand Vitara Selama 5 Tahun: Benarkah Teknologi Hybrid Menguras Kantong?
Citra Kirana

Citra Kirana

Pengamat tren otomotif dan mobilitas. Fokus pada review kendaraan terbaru dan tips perawatan praktis bagi pengendara urban di Suara Oto.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *