Pesona Sumatera Utara Memikat Eropa: Lonjakan Drastis Turis Prancis dan Belanda di April 2026

Dimas Pratama | SuaraInfo
05 Jun 2026, 11:26 WIB
Pesona Sumatera Utara Memikat Eropa: Lonjakan Drastis Turis Prancis dan Belanda di April 2026

SuaraInfo — Angin segar bertiup kencang ke arah sektor pariwisata di Sumatera Utara. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, provinsi yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya ini tengah mengalami tren positif dalam menarik minat pelancong dunia. Tidak sekadar angka, pergerakan wisatawan mancanegara ke wilayah ini menunjukkan pergeseran menarik, terutama dengan melonjaknya minat dari benua biru, Eropa.

Kabar menggembirakan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara melaporkan adanya kenaikan yang sangat signifikan pada angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), khususnya yang berasal dari Prancis dan Belanda sepanjang bulan April 2026. Jika dibandingkan dengan data pada bulan sebelumnya, yakni Maret, pertumbuhan ini bisa dikatakan sebagai sebuah lonjakan yang memberikan optimisme tinggi bagi para pelaku industri kreatif dan pariwisata Sumatera Utara.

Prancis dan Belanda: Primadona Baru dari Benua Biru

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, dalam keterangannya di Medan pada hari Selasa, mengungkapkan bahwa tren kunjungan dari Eropa memang sedang berada di jalur pendakian. “Wisatawan asing dari Eropa, khususnya Belanda dan Prancis, menunjukkan angka peningkatan yang sangat mencolok pada April 2026 ini,” ujar Asim dengan nada optimis. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi wisata ke mancanegara mulai membuahkan hasil yang manis.

Baca Juga Eksotisme Malam di Pecinan Glodok: Transformasi Surga Kuliner Betawi Memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta
Eksotisme Malam di Pecinan Glodok: Transformasi Surga Kuliner Betawi Memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta

Mari kita bedah datanya secara lebih mendalam. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, jumlah pelancong asal Prancis yang menginjakkan kaki di Bumi Deli melonjak drastis menjadi 496 orang. Padahal, pada bulan Maret, jumlahnya hanya berkisar di angka 218 orang. Ini berarti terjadi kenaikan lebih dari dua kali lipat hanya dalam rentang waktu satu bulan.

Setali tiga uang dengan Prancis, tren serupa juga menyelimuti kunjungan turis asal Belanda. Negara kincir angin ini mengirimkan 587 warganya untuk berwisata ke Sumatera Utara pada April 2026, sebuah lompatan besar dari angka 253 orang pada bulan sebelumnya. Kenaikan minat dari turis Belanda ini seringkali dikaitkan dengan faktor historis dan ketertarikan mendalam masyarakat Eropa terhadap wisata berbasis alam dan kebudayaan autentik yang melimpah di Sumatera Utara.

Pertumbuhan Kumulatif yang Menjanjikan

Secara keseluruhan, denyut nadi pariwisata di provinsi ini memang sedang berdetak kencang. Total kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara secara akumulatif pada April 2026 menyentuh angka 24.815 orang. Jika ditinjau dari sisi pertumbuhan bulanan (month-to-month/b-to-b), terdapat kenaikan sebesar 0,87 persen. Namun, angka yang jauh lebih impresif terlihat jika kita membandingkannya secara tahunan (year-on-year/y-on-y).

Baca Juga Panduan Lengkap Liburan Keluarga ke Malaysia: 5 Destinasi Ikonik yang Wajib Masuk List Anda
Panduan Lengkap Liburan Keluarga ke Malaysia: 5 Destinasi Ikonik yang Wajib Masuk List Anda

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, angka kunjungan ini melesat hingga 24,40 persen. Perbandingan ini menjadi indikator kuat bahwa daya tarik Sumatera Utara belum pudar, melainkan justru semakin berkilau di mata dunia internasional. Lonjakan hampir seperempat dari total tahun lalu memberikan sinyal kuat bahwa pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi telah bertransformasi menjadi fase pertumbuhan yang stabil.

“Peningkatan ini merupakan bukti konkret bahwa berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara tetap memiliki daya tawar yang tinggi bagi para pelancong internasional,” tambah Asim. Keberagaman opsi mulai dari wisata alam di Danau Toba, petualangan di Bukit Lawang, hingga wisata sejarah di Kota Medan, menjadi magnet yang sulit ditolak oleh para petualang global.

Dominasi Tetangga dan Motor Utama Pariwisata

Meskipun lonjakan turis Eropa mencuri perhatian, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa pasar Asia Tenggara masih menjadi tulang punggung utama pariwisata Sumatera Utara. Jarak geografis yang dekat serta kemudahan akses transportasi menjadikan negara-negara tetangga sebagai penyumbang angka terbesar dalam statistik kunjungan.

Baca Juga Misteri Waruga: Menelusuri Jejak Megalitikum dan Filosofi Kematian di Tanah Minahasa
Misteri Waruga: Menelusuri Jejak Megalitikum dan Filosofi Kematian di Tanah Minahasa

Wisatawan asal Malaysia tetap memegang kendali sebagai pasar paling dominan dengan kontribusi mencapai 52,43 persen dari total kunjungan. Kemudahan penerbangan langsung dari Kuala Lumpur dan Penang ke Medan menjadi faktor kunci stabilitas angka ini. Setelah Malaysia, posisi berikutnya diisi oleh Singapura dengan kontribusi 50,1 persen, disusul oleh Tiongkok sebesar 4,36 persen, dan Belanda yang menyelinap masuk ke posisi empat besar dengan angka 2,37 persen.

Keberhasilan menarik minat wisatawan dari berbagai wilayah ini menunjukkan diversifikasi pasar yang sehat. Sumatera Utara tidak lagi hanya bergantung pada satu negara sumber, melainkan mulai dikenal luas di berbagai belahan dunia, dari Asia Timur hingga Eropa Barat.

Gairah Industri Perhotelan dan Tingkat Okupansi

Melonjaknya arus kedatangan wisman ini secara langsung memberikan suntikan energi bagi industri perhotelan di Medan dan sekitarnya. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara mencatatkan kenaikan sebesar 0,43 persen dibandingkan bulan lalu. Secara tahunan, pertumbuhannya juga positif di angka 1,91 persen.

Yang menarik untuk dicermati adalah performa hotel berdasarkan kelasnya. Wisatawan mancanegara, terutama yang datang dari Eropa, tampaknya lebih cenderung memilih akomodasi kelas atas. Berikut adalah rincian performa okupansi hotel pada April 2026:

Baca Juga Awan Gelap di Langit Aviasi: Kebijakan Fuel Surcharge Baru dan Bayang-Bayang Kenaikan Tiket Pesawat
Awan Gelap di Langit Aviasi: Kebijakan Fuel Surcharge Baru dan Bayang-Bayang Kenaikan Tiket Pesawat
  • Hotel Bintang 5: Menjadi primadona dan paling diminati dengan TPK mencapai 58,41 persen. Angka ini melonjak cukup signifikan dari posisi 53,22 persen pada bulan Maret. Hal ini menandakan bahwa profil wisatawan yang berkunjung saat ini memiliki daya beli yang cukup kuat.
  • Hotel Bintang 4: Relatif stabil dan konsisten di angka 47,50 persen. Segmen ini biasanya diisi oleh wisatawan bisnis dan keluarga yang menginginkan kenyamanan dengan harga kompetitif.
  • Hotel Bintang 3: Mengalami kenaikan tipis menjadi 36,29 persen dari sebelumnya 36,19 persen di bulan Maret.

Data ini memberikan gambaran bagi para investor dan pelaku usaha bahwa pasar premium di Sumatera Utara tengah berkembang pesat, seiring dengan meningkatnya standar layanan yang diharapkan oleh wisatawan internasional.

Menjaga Momentum Pertumbuhan Pariwisata

Tantangan berikutnya bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan ini agar tidak sekadar menjadi tren sesaat. Peningkatan kualitas infrastruktur, kemudahan proses imigrasi di bandara, serta keamanan bagi para turis adalah hal-hal fundamental yang harus terus ditingkatkan.

Selain itu, pengembangan destinasi baru yang ramah lingkungan atau *eco-tourism* diyakini akan semakin memikat hati turis Eropa yang sangat peduli pada isu keberlanjutan. Sumatera Utara memiliki modal yang lebih dari cukup dengan hutan tropisnya yang rimbun dan ekosistem unik yang jarang ditemukan di belahan dunia lain. Dengan promosi yang tepat dan pelayanan yang tulus, bukan tidak mungkin angka kunjungan di bulan-bulan mendatang akan kembali memecahkan rekor baru.

Baca Juga Jejak Sejarah Pulau Natal: Bagaimana ‘Pulau Harta Karun’ di Selatan Jawa Jatuh ke Tangan Australia?
Jejak Sejarah Pulau Natal: Bagaimana ‘Pulau Harta Karun’ di Selatan Jawa Jatuh ke Tangan Australia?

Keberhasilan di bulan April 2026 ini bukan hanya tentang angka di atas kertas, melainkan tentang optimisme ribuan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata. Dari pemandu wisata di pegunungan hingga pengusaha suvenir di tepi danau, semuanya merasakan dampak positif dari kehadiran para tamu dunia ini ke tanah Sumatera Utara.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *