Transformasi Hotel Sultan: Langkah Strategis Danantara Membangun Ikon Baru Pariwisata Dunia di Jantung Jakarta

Dimas Pratama | SuaraInfo
22 Jun 2026, 21:28 WIB
Transformasi Hotel Sultan: Langkah Strategis Danantara Membangun Ikon Baru Pariwisata Dunia di Jantung Jakarta

SuaraInfo — Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, tengah bersiap menyambut fajar baru dalam lanskap perkotaan Indonesia. Hotel Sultan, sebuah nama besar yang telah berdiri selama puluhan tahun sebagai saksi sejarah pertumbuhan ibu kota, kini berada di ambang transformasi besar-besaran. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, memberikan sinyal kuat bahwa lahan strategis di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) tersebut akan segera disulap menjadi ikon baru yang membanggakan bagi bangsa Indonesia.

Rencana ambisius ini bukan sekadar renovasi biasa, melainkan sebuah redesain komprehensif yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh potensi di kawasan Gelora Bung Karno. Rosan menegaskan bahwa masa depan lahan dan bangunan eks Hotel Sultan akan dikelola dengan visi yang jauh melampaui standar saat ini. Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rosan mengungkapkan bahwa ada kemungkinan besar struktur bangunan yang ada saat ini akan dirobohkan untuk memberikan jalan bagi konsep arsitektur yang lebih modern dan fungsional.

Baca Juga Unik! Mengapa Warga Kepulauan Talaud Enggan Terima Uang Logam? Simak Cerita dari Ujung Utara Nusantara
Unik! Mengapa Warga Kepulauan Talaud Enggan Terima Uang Logam? Simak Cerita dari Ujung Utara Nusantara

Langkah Besar Danantara dan Sinergi Injourney

Pengelolaan kawasan ini nantinya akan berada di bawah payung Danantara melalui Injourney, sebuah holding BUMN pariwisata yang telah terbukti andal dalam mengelola berbagai aset strategis negara. Setelah seluruh urusan administratif dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) rampung, operasional dan pengembangan lahan tersebut akan segera dieksekusi. Rosan menyebutkan nama Meru sebagai salah satu operator yang kemungkinan besar akan dilibatkan, mengingat rekam jejak mereka yang sangat positif dalam mengelola properti kelas atas.

“Kita memiliki Injourney dan juga Meru yang performanya sangat baik. Begitu proses di Mensekneg selesai, pengelolaan kawasan ini akan kita arahkan ke sana. Tujuannya jelas, kita ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dan berstandar internasional,” ujar Rosan dengan nada optimis. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar Investasi dan Hilirisasi untuk mengoptimalkan aset negara agar memberikan nilai tambah yang maksimal bagi perekonomian nasional.

Menuju Pusat Sport Tourism Berstandar Dunia

Salah satu poin krusial dalam rencana besar ini adalah pengembangan konsep sport tourism atau pariwisata olahraga. Kawasan GBK, yang luasnya mencapai sekitar 200 hektar, akan didesain ulang secara menyeluruh. Perubahan ini mencakup tidak hanya lahan bekas Hotel Sultan, tetapi juga area sekitarnya termasuk lapangan golf yang selama ini menjadi paru-paru hijau sekaligus area rekreasi terbatas di tengah kota Jakarta.

Baca Juga Mimpi Buruk di Mexico City: Kisah Tragis Turis Tiongkok Ditodong Pistol Menjelang Kick-off Piala Dunia 2026
Mimpi Buruk di Mexico City: Kisah Tragis Turis Tiongkok Ditodong Pistol Menjelang Kick-off Piala Dunia 2026

Meskipun masih dalam tahap awal perencanaan, Rosan menekankan bahwa visi utamanya adalah menciptakan sebuah kawasan yang mampu bersaing di level global. “Kita akan meningkatkan dan menyempurnakan seluruh aspek yang ada di GBK menjadi world-class standard. Kami ingin kawasan ini menjadi sentral ekonomi baru di Jakarta yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara melalui kekuatan sport tourism,” tambahnya. Fokus pengembangan akan mencakup peningkatan infrastruktur, logistik, kenyamanan, hingga aksesibilitas yang terintegrasi dengan moda transportasi modern di Jakarta.

Mandat Presiden Prabowo: Dampak Nyata bagi Rakyat

Pembangunan ikon baru ini tidak lepas dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Rosan mengungkapkan bahwa Presiden sangat menekankan agar pemanfaatan lahan negara ini dilakukan secara komprehensif dan tidak setengah-setengah. Ikon baru yang akan dibangun di eks lahan Hotel Sultan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Selain fasilitas olahraga dan ruang publik, kawasan ini nantinya tetap akan memiliki fasilitas akomodasi berupa hotel, namun dengan konsep yang lebih beragam dan terintegrasi. “Pesan Bapak Presiden sangat jelas: jadikan ini ikon baru untuk Indonesia. Perencanaannya harus matang agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat. Ini bukan hanya soal kemewahan, tapi soal bagaimana aset bangsa ini bekerja untuk kesejahteraan bersama,” tegas Rosan. Dengan visi ini, Danantara diharapkan dapat berperan aktif sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di masa depan.

Baca Juga Mengenal Poulet DG: Rahasia Kelezatan ‘Ayam CEO’ yang Menjadi Simbol Status di Kamerun
Mengenal Poulet DG: Rahasia Kelezatan ‘Ayam CEO’ yang Menjadi Simbol Status di Kamerun

Menilik Jejak Hukum dan Proses Eksekusi Lahan

Transformasi besar ini dimungkinkan setelah proses hukum panjang mengenai status lahan tersebut mencapai titik final. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat telah secara resmi menyerahkan lahan dan 15 bangunan Hotel Sultan kembali kepada pemerintah. Eksekusi ini menandai berakhirnya masa penguasaan pihak swasta atas lahan yang mencakup dua bidang tanah eks Hak Guna Bangunan (HGB), yakni HGB Nomor 26/Gelora seluas 53.709 meter persegi dan HGB Nomor 27/Gelora seluas 83.666 meter persegi.

Setidaknya ada 15 bangunan yang kini telah berada di bawah penguasaan penuh negara, mulai dari Main Tower, Garden Tower, Lagoon Tower, hingga berbagai fasilitas penunjang seperti apartemen, ballroom, dan pusat kebugaran. Proses transisi ini dipastikan berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, membuka jalan bagi pemerintah untuk segera memulai babak baru pembangunan di area emas Jakarta tersebut.

Membangun Masa Depan Pariwisata Indonesia

Dengan rencana besar yang tengah digodok, kawasan Senayan diprediksi akan menjadi magnet baru bagi investasi di sektor pariwisata dan gaya hidup. Sinergi antara pemerintah melalui Danantara dan sektor swasta diharapkan mampu melahirkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Pembangunan ikon baru ini juga diharapkan dapat membuka ribuan lapangan kerja baru, mulai dari tahap konstruksi hingga saat kawasan tersebut mulai beroperasi secara penuh.

Baca Juga Transformasi Aviasi Nasional: Mengulas Reaktivasi Bandara Husein-Adisutjipto dan Fenomena Alam Gunung Rinjani
Transformasi Aviasi Nasional: Mengulas Reaktivasi Bandara Husein-Adisutjipto dan Fenomena Alam Gunung Rinjani

Jakarta kini menatap masa depan di mana pusat kotanya bukan lagi sekadar hutan beton, melainkan sebuah kawasan terpadu yang memadukan semangat olahraga, kemewahan pariwisata, dan kemudahan akses bagi publik. Melalui transformasi eks Hotel Sultan, Indonesia sedang mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa negeri ini siap untuk berkompetisi dan menyediakan destinasi kelas dunia yang memiliki karakter unik dan berdaya saing tinggi.

Masyarakat kini menanti wujud nyata dari desain yang dijanjikan. Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan perencanaan yang presisi, bukan tidak mungkin kawasan Senayan akan segera sejajar dengan ikon-ikon pariwisata besar di kota-kota dunia seperti Marina Bay di Singapura atau Olympic Park di London. Era baru bagi jantung Jakarta telah dimulai.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *