Inovasi Kebijakan BPOM: Registrasi Pangan Kini Gratis bagi UMKM, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Internasional

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
10 Jun 2026, 11:26 WIB
Inovasi Kebijakan BPOM: Registrasi Pangan Kini Gratis bagi UMKM, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Internasional

SuaraInfo — Angin segar kini berembus bagi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di sektor pangan olahan. Dalam sebuah langkah revolusioner untuk mendorong roda ekonomi kerakyatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) secara resmi mengumumkan kebijakan penggratisan biaya registrasi pangan olahan. Kebijakan ini menghapuskan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang selama ini sering kali dianggap sebagai beban administratif bagi para pengusaha pemula.

Keputusan strategis ini disampaikan langsung oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, dalam sebuah seremoni virtual yang penuh optimisme. Melalui sambutannya pada kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Lembaga Bantuan Manajemen (LBM) UMKM Tangguh Berkibar yang digelar di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Ikrar menegaskan bahwa negara hadir untuk memfasilitasi kreativitas masyarakat tanpa membebani mereka dengan biaya birokrasi.

“Masyarakat tidak perlu lagi merasa terbebani dengan biaya. Layanan ini sepenuhnya gratis bagi produsen dalam negeri yang masuk dalam kategori usaha mikro dan kecil. Pesan saya jelas: jangan pernah takut kepada BPOM. Mari kita bergandengan tangan untuk mengikuti standar yang ada demi kebaikan bersama,” ujar Taruna Ikrar dengan nada memotivasi. Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret dalam menciptakan ekosistem ekonomi nasional yang lebih inklusif dan kompetitif.

Baca Juga Mengenal ‘Bed Rotting’: Tren Rebahan Gen Z yang Berujung Bahaya Kesehatan Mental
Mengenal ‘Bed Rotting’: Tren Rebahan Gen Z yang Berujung Bahaya Kesehatan Mental

Dominasi UMKM dalam Peta Industri Pangan Nasional

Langkah BPOM ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Jika menilik data statistik, UMKM merupakan kelompok terbesar yang memanfaatkan layanan registrasi pangan olahan di Indonesia. Hingga Maret 2026, tercatat ada sekitar 15.034 perusahaan pangan olahan yang telah resmi terdaftar. Dari jumlah tersebut, sekitar 82 persen atau lebih dari 12 ribu di antaranya adalah pelaku UMKM. Angka ini membuktikan bahwa semangat berwirausaha di tingkat akar rumput sangatlah tinggi.

Tidak hanya itu, dominasi UMKM juga terlihat jelas dari jumlah izin edar yang diterbitkan. Sepanjang periode April 2021 hingga April 2026, sekitar 62 persen dari 193 ribu izin edar pangan olahan yang diterbitkan BPOM dimiliki oleh sektor UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa produk lokal hasil kreasi industri kecil kini semakin sadar akan pentingnya legalitas dan keamanan pangan demi menjangkau pasar yang lebih luas.

Di skala industri rumah tangga, antusiasmenya bahkan lebih masif lagi. Hingga akhir Mei 2026, tercatat sebanyak 647.865 Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) telah diterbitkan untuk 242.740 pelaku usaha. Data ini mencerminkan komitmen para pengusaha kecil untuk meningkatkan standar keamanan dan mutu produk mereka agar dapat bersaing di rak-rak ritel modern maupun platform digital.

Baca Juga Potensi Emas Kuning Indonesia: Mengapa Temulawak dan Kunyit Mampu Melampaui Kejayaan Ginseng Korea Selatan
Potensi Emas Kuning Indonesia: Mengapa Temulawak dan Kunyit Mampu Melampaui Kejayaan Ginseng Korea Selatan

Transformasi Lewat Pendampingan dan Edukasi Bertahap

Bagi BPOM, memberikan pembebasan biaya hanyalah salah satu instrumen pendukung. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa produk yang dihasilkan benar-benar aman dikonsumsi oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, BPOM telah menyiapkan berbagai program pendampingan yang komprehensif. Mulai dari asistensi regulatori, bimbingan teknis, hingga coaching clinic yang dirancang khusus untuk memandu UMKM dari nol hingga meraih izin edar.

Salah satu strategi unggulan yang diterapkan adalah skema penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) secara bertahap. Dengan skema ini, UMKM didorong untuk meningkatkan kualitas produksi mereka setapak demi setapak tanpa harus merasa terbebani oleh standar industri besar secara langsung. Hal ini memungkinkan usaha kecil untuk “naik kelas” secara alami dengan tetap menjunjung tinggi jaminan perlindungan kesehatan masyarakat.

“Kami tidak ingin UMKM merasa ditinggalkan sendirian dalam labirin regulasi. Bantuan pengujian produk dan layanan konsultasi gratis adalah bagian dari paket keberpihakan kami agar keamanan pangan tetap terjaga meskipun biayanya ditiadakan,” tambah Ikrar. Keberpihakan ini menjadi sangat krusial di tengah ketatnya persaingan produk makanan kemasan saat ini.

Baca Juga Rahasia Medis Benjamin Netanyahu: Perjalanan Sembunyi-sembunyi Melawan Kanker Prostat dan Pentingnya Deteksi Dini
Rahasia Medis Benjamin Netanyahu: Perjalanan Sembunyi-sembunyi Melawan Kanker Prostat dan Pentingnya Deteksi Dini

Program Orang Tua Angkat (OTA): Sinergi Industri Besar dan Kecil

Salah satu inisiatif yang paling menarik perhatian adalah program Orang Tua Angkat (OTA) UMKM. Program ini dirancang untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara industri pangan skala besar dengan pelaku UMK. Melalui program ini, perusahaan-perusahaan besar berkomitmen untuk memberikan transfer pengetahuan, penguatan fasilitas produksi, hingga pembukaan akses pasar bagi adik-adik angkat mereka di sektor UMKM.

Hingga laporan terbaru dirilis, tercatat ada 29 industri pangan besar yang telah berkomitmen menjadi OTA bagi 471 UMK pangan olahan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapasitas usaha kecil, sehingga mereka memiliki daya saing yang setara dengan produk-produk manufaktur besar. Sinergi ini juga menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan teknologi dan jangkauan pemasaran yang selama ini dialami oleh pengusaha lokal.

Kegiatan di Tangerang Selatan ini juga menjadi ajang bagi LBM UMKM Tangguh Berkibar untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Lembaga ini fokus pada pembinaan dan pelatihan agar produk-produk UMKM tidak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga memenuhi standar untuk diekspor ke mancanegara.

Baca Juga Menakar Indeks Glikemik: Panduan Lengkap Memahami Kecepatan Gula dalam Tubuh demi Kesehatan Jangka Panjang
Menakar Indeks Glikemik: Panduan Lengkap Memahami Kecepatan Gula dalam Tubuh demi Kesehatan Jangka Panjang

Harapan untuk Ekonomi yang Lebih Tangguh

Dewan Pembina LBM UMKM Tangguh Berkibar, Muhammad Qodari, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara regulator, lembaga bantuan manajemen, dan pelaku usaha adalah kunci utama kemajuan ekonomi. “Peran LBM adalah menyediakan jembatan konsultasi agar masyarakat pelaku ekonomi bisa meningkatkan kualitas dan memperluas pangsa pasar mereka,” jelas Qodari.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan Barras, yang juga hadir di lokasi, mengingatkan pentingnya integrasi antara izin edar BPOM dan sertifikasi halal. Sinergi antarlembaga ini bertujuan untuk mempermudah UMKM dalam mendapatkan seluruh aspek legalitas yang diperlukan dalam satu ekosistem yang terpadu.

Menutup sesi sosialisasinya, Taruna Ikrar menyampaikan harapannya yang besar agar UMKM Indonesia segera mendunia. Dengan biaya registrasi yang kini nol rupiah dan pendampingan yang intensif, tidak ada lagi alasan bagi pelaku usaha untuk menunda pengurusan izin. “UMKM kita harus maju, berkibar, dan naik kelas. Masa depan produk kita bukan hanya di pasar domestik, melainkan mampu menembus pasar global dan bersaing di kancah internasional,” pungkasnya optimis.

Baca Juga Beban Mental di Balik Skandal: Mengapa Maraknya Korupsi Picu Gelombang Depresi di Masyarakat?
Beban Mental di Balik Skandal: Mengapa Maraknya Korupsi Picu Gelombang Depresi di Masyarakat?

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran gratis ini, disarankan untuk segera mengakses kanal informasi resmi atau menghubungi kantor izin edar BPOM terdekat. Ini adalah momentum emas bagi pelaku usaha kecil untuk memformalkan bisnis mereka dan meraih kepercayaan konsumen yang lebih tinggi.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *