Kisah Viral Sahriyah, Gadis Madura dengan Kondisi Brewok Langka: Perjuangan Melawan Tumor dan Kelumpuhan

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
02 Mei 2026, 19:32 WIB
Kisah Viral Sahriyah, Gadis Madura dengan Kondisi Brewok Langka: Perjuangan Melawan Tumor dan Kelumpuhan

SuaraInfo — Media sosial seringkali menjadi jendela bagi kita untuk melihat ragam kehidupan manusia yang unik dan penuh inspirasi. Belakangan ini, jagat maya dihebohkan oleh sosok seorang gadis muda asal Madura bernama Sahriyah. Melalui akun Instagram pribadinya, @theycallmesaah, gadis berusia 23 tahun ini membagikan sisi kehidupannya yang tak biasa: ia memiliki brewok layaknya seorang pria dewasa. Namun, di balik penampilannya yang mencuri perhatian tersebut, tersimpan sebuah narasi perjuangan medis yang mendalam dan cukup kompleks.

Sahriyah bukanlah sengaja menumbuhkan rambut di wajahnya demi sebuah tren. Ia didiagnosa mengidap suatu kondisi medis yang disebut dengan hirsutisme. Secara medis, hirsutisme adalah kondisi di mana perempuan mengalami pertumbuhan rambut yang berlebihan pada area tubuh yang biasanya didominasi oleh pria, seperti wajah, dada, dan punggung. Bagi Sahriyah, kondisi ini bukan sekadar masalah estetika atau penampilan semata, melainkan manifestasi dari gangguan kesehatan serius yang menyerang sistem hormonal tubuhnya.

Awal Mula Perubahan yang Mengejutkan

Perjalanan Sahriyah dimulai ketika ia memasuki masa pubertas. Kepada tim redaksi, ia mengisahkan bahwa gejala awal mulai muncul tak lama setelah ia mengalami menstruasi pertamanya di usia 12 tahun. Pada saat itu, ia menyadari adanya bulu-bulu halus yang tumbuh tidak wajar di sekitar wajahnya. Meski sejak kecil ia merasa memiliki bulu tubuh yang lebih banyak dibanding teman sebayanya, namun pertumbuhan jenggot dan brewok yang signifikan baru benar-benar terasa setelah ia beranjak remaja.

Baca Juga Mengupas Tuntas Kehalalan dan Keamanan Nata de Coco: Benarkah Mengandung Bahan Berbahaya?
Mengupas Tuntas Kehalalan dan Keamanan Nata de Coco: Benarkah Mengandung Bahan Berbahaya?

“Seiring bertambahnya usia, rambut di wajah ini tumbuh semakin tebal. Awalnya hanya kumis tipis, tapi setelah pubertas, jenggot mulai muncul dan semakin nyata,” ungkap Sahriyah. Fenomena ini tentu sempat membuatnya merasa berbeda. Di tengah standar kecantikan yang seringkali menuntut wanita memiliki kulit wajah yang mulus, Sahriyah harus berhadapan dengan kenyataan fisik yang sangat kontras. Namun, yang lebih mengkhawatirkan bukanlah apa yang terlihat di cermin, melainkan apa yang terjadi di dalam tubuhnya.

Dibalik Hirsutisme: Ancaman Tumor dan Ketidakseimbangan Hormon

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang intensif, Sahriyah akhirnya mendapatkan jawaban atas kondisi uniknya. Kondisi gangguan hormonal yang dialaminya berakar pada masalah serius di kelenjar adrenal dan pituitari. Dokter mendiagnosis adanya tumor yang memicu produksi hormon secara tidak terkendali. Kelenjar adrenal dan pituitari memiliki peran vital dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, dan karakteristik seksual dalam tubuh manusia.

Dalam kasus Sahriyah, hasil laboratorium menunjukkan kadar hormon testosteron yang sangat tinggi. Testosteron adalah hormon seks pria yang jika kadarnya berlebih pada wanita, dapat memicu pertumbuhan rambut wajah, perubahan suara, hingga gangguan siklus menstruasi. Namun, bukan hanya testosteron yang menjadi masalah. Kadar hormon aldosteron di tubuhnya juga melonjak drastis, yang membawa dampak buruk bagi kesehatan fisiknya secara menyeluruh.

Baca Juga Strategi Baru di Balik Pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional: Menjaga Amanah Makan Bergizi Gratis
Strategi Baru di Balik Pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional: Menjaga Amanah Makan Bergizi Gratis

Perjuangan Melawan Kelumpuhan dan Hipertensi

Dampak dari tumor tersebut ternyata jauh lebih mengerikan daripada sekadar tumbuhnya brewok. Sahriyah mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan hormon aldosteron menyebabkan ia sering mengalami kekurangan kalium yang ekstrem. Kondisi ini seringkali berujung pada episode kelumpuhan mendadak yang mengharuskannya dilarikan ke rumah sakit. Kelumpuhan tersebut bukan hanya terjadi pada anggota gerak, namun pernah mencakup seluruh tubuh dari kaki hingga kepala.

“Selain brewokan, saya juga sering mengalami lumpuh total karena kekurangan kalium. Ini adalah salah satu bagian tersulit dari kondisi saya,” ceritanya dengan nada tegar. Selain itu, sejak usia dini, Sahriyah juga harus bergelut dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit yang biasanya identik dengan orang dewasa ini sudah menyerangnya sejak kecil, seringkali memicu sakit kepala yang sangat hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Tantangan Diagnosis dan Harapan untuk Operasi

Mencari tahu penyebab pasti dari kondisi ini bukanlah perkara mudah. Sahriyah menceritakan bahwa pada awalnya, banyak dokter yang tidak menyadari adanya keterkaitan antara gejala kelumpuhan yang dialaminya dengan pertumbuhan brewok di wajahnya. Butuh waktu yang cukup lama dan pemeriksaan yang teliti hingga akhirnya ia bertemu dengan dokter subspesialis endokrin yang mampu menarik benang merah antara tumor kelenjar dan gejala-gejala fisik yang muncul.

Baca Juga Rahasia Stamina ‘Prince Harry’: Bedah Total Diet dan Nutrisi Harry Kane Menuju Puncak Performa
Rahasia Stamina ‘Prince Harry’: Bedah Total Diet dan Nutrisi Harry Kane Menuju Puncak Performa

Saat ini, kehidupan sehari-hari Sahriyah bergantung pada konsumsi obat-obatan rutin. Ia harus meminum suplemen kalium, obat jantung, hingga obat hipertensi untuk menjaga agar kondisi tubuhnya tetap stabil dan mencegah serangan kelumpuhan kembali terulang. Meski pengobatan jalan membantu mengontrol gejala, solusi permanen yang disarankan oleh tim medis adalah tindakan operasi untuk mengangkat tumor yang menjadi sumber masalah utama.

Namun, jalan menuju meja operasi tidaklah mulus. Biaya yang dibutuhkan untuk prosedur pembedahan yang kompleks tersebut sangat besar. Sahriyah mengaku saat ini ia masih berjuang keras mengumpulkan dana agar bisa menjalani operasi yang sangat ia butuhkan demi masa depannya. “Sebenarnya saya harus segera dioperasi, tapi saat ini prioritas saya adalah mengumpulkan biaya terlebih dahulu,” pungkasnya dengan penuh harapan.

Pentingnya Kesadaran terhadap Kesehatan Hormon

Kisah Sahriyah memberikan pelajaran berharga bagi kita semua mengenai pentingnya kepekaan terhadap sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuh. Kondisi fisik yang tidak biasa seperti pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme) seringkali hanyalah ‘puncak gunung es’ dari masalah kesehatan yang lebih dalam di dalam sistem metabolisme tubuh. Edukasi mengenai kesehatan endokrin perlu terus ditingkatkan agar deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat.

Baca Juga Mitos Nyeri Leher Belakang dan Kolesterol Tinggi: Bedah Fakta Medis Serta Tanda yang Jarang Disadari
Mitos Nyeri Leher Belakang dan Kolesterol Tinggi: Bedah Fakta Medis Serta Tanda yang Jarang Disadari

Dukungan moral bagi mereka yang berjuang dengan kondisi langka seperti Sahriyah juga sangat diperlukan. Keberaniannya untuk tampil apa adanya di media sosial bukan hanya sekadar untuk viral, melainkan bentuk penerimaan diri sekaligus edukasi bagi masyarakat luas agar tidak mudah memberikan stigma negatif terhadap fisik seseorang. Setiap individu memiliki perjuangan tersembunyi yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Mari kita doakan agar Sahriyah segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk menjalani operasinya. Semoga kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik setiap kekurangan fisik, seringkali terdapat kekuatan jiwa yang luar biasa besar dalam menghadapi ujian kehidupan. Kesehatan adalah aset yang paling berharga, dan mendengarkan keluhan tubuh sejak dini adalah langkah terbaik untuk menjaganya.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *