Misteri Semburan Air di Lapangan Hijau: Mengapa Bintang Sepak Bola Dunia Tak Menelan Minumannya?

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
25 Jun 2026, 07:27 WIB
Misteri Semburan Air di Lapangan Hijau: Mengapa Bintang Sepak Bola Dunia Tak Menelan Minumannya?

SuaraInfo — Di tengah hingar-bingar perhelatan akbar Piala Dunia 2026, mata jutaan pasang penonton tidak hanya tertuju pada liukan bola atau strategi jenius para pelatih di pinggir lapangan. Ada sebuah fenomena unik yang kerap tertangkap kamera dan mengundang tanya: mengapa para pemain bintang seringkali hanya berkumur lalu menyemburkan kembali air minum mereka ke rumput stadion? Padahal, di bawah cuaca yang menyengat dan intensitas permainan yang menguras fisik, logika awam akan mengatakan bahwa menelan air adalah cara terbaik untuk mengembalikan kesegaran tubuh.

Tindakan yang sekilas terlihat seperti pemborosan cairan ini ternyata bukan sekadar kebiasaan tanpa makna atau sekadar membuang ludah. Dalam dunia medis dan sains olahraga modern, praktik ini dikenal dengan istilah teknis carbohydrate mouth rinse atau berkumur dengan larutan karbohidrat. Sebuah rahasia kecil yang dilakukan untuk menjaga performa olahraga agar tetap berada di level tertinggi tanpa membebani sistem pencernaan.

Sains di Balik Teknik Carbohydrate Mouth Rinse

Dokter spesialis olahraga ternama, dr. Andhika Raspati, SpKO, memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena ini. Menurutnya, praktik ini melibatkan penggunaan larutan yang mengandung karbohidrat atau gula yang dikumur di dalam mulut selama sekitar 5 hingga 10 detik, sebelum akhirnya dibuang kembali.

Baca Juga Mitos vs Fakta: Benarkah Gula Aren Lebih Sehat? Gen-Z Wajib Simak Rahasia di Balik Secangkir Kopi Kekinian
Mitos vs Fakta: Benarkah Gula Aren Lebih Sehat? Gen-Z Wajib Simak Rahasia di Balik Secangkir Kopi Kekinian

“Penelitian menunjukkan bahwa melakukan kumur-kumur dengan menggunakan cairan yang mengandung karbohidrat memang bisa membantu meningkatkan performa atlet,” ungkap dr. Dhika. Meskipun efeknya mungkin tidak terlihat drastis secara instan bagi penonton umum, bagi atlet profesional yang bermain di level kompetisi tertinggi, peningkatan sekecil apa pun dalam hal ketahanan dan fokus sangatlah krusial.

Menariknya, praktik ini tidak selalu harus menggunakan minuman olahraga khusus. Beberapa pemain terkadang hanya menggunakan air mineral biasa untuk sekadar membasahi rongga mulut yang kering akibat napas yang terengah-engah. Namun, ketika konteksnya adalah menjaga energi, larutan gula adalah kuncinya.

Bagaimana Mulut Bisa “Menipu” Otak?

Pertanyaan besarnya adalah: bagaimana mungkin hanya dengan berkumur tanpa menelan, tubuh bisa merasa lebih bertenaga? Jawabannya terletak pada keajaiban sistem saraf manusia. Di dalam rongga mulut kita terdapat reseptor khusus atau struktur sel yang sangat sensitif terhadap kehadiran karbohidrat.

“Begitu reseptor ini melakukan kontak dengan gula, meskipun gula tersebut tidak ditelan dan masuk ke perut, ia akan mengirimkan sinyal instan ke otak,” jelas dr. Dhika. Sinyal ini menuju pusat penghargaan (reward center) di otak yang memberikan persepsi bahwa tubuh baru saja mendapatkan asupan energi tambahan.

Baca Juga Transformasi Unik Mi Instan Menjadi Tempe: Eksperimen Sains Pangan yang Menggugah Rasa dan Nutrisi
Transformasi Unik Mi Instan Menjadi Tempe: Eksperimen Sains Pangan yang Menggugah Rasa dan Nutrisi

Respons otak terhadap sinyal ini sangat luar biasa. Otak akan memerintahkan tubuh untuk meningkatkan koordinasi gerak, membangkitkan semangat, serta meningkatkan motivasi untuk merekrut otot-otot yang diperlukan dalam permainan. Ini adalah bentuk manipulasi sistem saraf pusat untuk melawan rasa lelah yang mulai merayap di tengah pertandingan. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai kesehatan atlet untuk memahami betapa kompleksnya koordinasi tubuh manusia.

Menghindari Efek Samping Gastrointestinal

Mungkin muncul pertanyaan, mengapa tidak ditelan saja agar asupan energinya menjadi nyata? Di sinilah aspek nutrisi pemain bola menjadi sangat teknis. Dalam intensitas permainan yang sangat tinggi, lambung menjadi jauh lebih sensitif. Menelan cairan dalam jumlah banyak, terutama yang mengandung gula tinggi, berisiko menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung, mual, atau rasa tidak nyaman di perut (gastrointestinal distress).

Bayangkan seorang pemain harus melakukan sprint 40 meter dengan perut yang terasa penuh air dan terguncang-guncang. Tentu hal ini akan sangat mengganggu mobilitas mereka. Dengan teknik mouth rinse, pemain mendapatkan stimulasi otak untuk tetap bugar tanpa harus menanggung beban volume cairan di dalam lambung mereka.

Baca Juga Hati-hati! Kombinasi Makanan Ini Ternyata Hambat Penyerapan Zat Besi: Panduan Lengkap Hidup Lebih Berenergi
Hati-hati! Kombinasi Makanan Ini Ternyata Hambat Penyerapan Zat Besi: Panduan Lengkap Hidup Lebih Berenergi

Siapa yang Paling Membutuhkan Teknik Ini?

Meskipun terdengar sangat efektif, teknik ini tidak bisa diterapkan secara sembarangan di semua jenis aktivitas fisik. Dr. Dhika menjelaskan bahwa carbohydrate mouth rinse lebih cocok untuk durasi olahraga yang relatif singkat hingga menengah, yakni sekitar 30 hingga 60 menit. Pada rentang waktu tersebut, cadangan glikogen (gula otot) dalam tubuh biasanya masih mencukupi, sehingga strategi “memancing” otak masih sangat aman untuk dilakukan.

Namun, sepak bola adalah olahraga yang dinamis dengan durasi yang panjang. Bagaimana jika pertandingan masuk ke babak tambahan atau melewati batas 90 menit? Di sinilah strategi tersebut mulai mencapai batas efektivitasnya.

“Untuk olahraga yang durasinya di atas 90 menit, atlet benar-benar butuh mengganti cadangan gula yang hilang, bukan cuma membohongi atau memancing otak saja,” tegas dr. Dhika. Dalam kondisi kelelahan yang ekstrem dan deplesi glikogen yang nyata, menelan asupan karbohidrat menjadi sebuah keharusan agar pemain tidak mengalami collapsing atau penurunan performa yang drastis. Anda bisa mencari referensi mengenai teknik hidrasi yang tepat untuk memahami kapan waktu terbaik untuk benar-benar minum.

Baca Juga Menguak Sisi Lain Probiotik: Antara Kesehatan Pencernaan dan Jebakan Gula yang Tersembunyi
Menguak Sisi Lain Probiotik: Antara Kesehatan Pencernaan dan Jebakan Gula yang Tersembunyi

Evolusi Modern dalam Persiapan Atlet

Fenomena semburan air ini hanyalah puncak gunung es dari betapa canggihnya persiapan seorang pesepakbola profesional saat ini. Setiap detail, mulai dari apa yang mereka makan hingga bagaimana mereka membasahi mulut, telah melalui riset laboratorium yang ketat.

Selain faktor fisiologis, ada pula faktor psikologis. Rasa manis di mulut saat melakukan kumur memberikan efek segar yang instan bagi mental pemain yang sedang dalam tekanan tinggi. Ini membantu mereka untuk tetap tenang dan fokus dalam mengambil keputusan krusial di menit-menit akhir pertandingan.

Dengan demikian, saat Anda melihat pemain kesayangan Anda menyemburkan air di pinggir lapangan pada pertandingan berikutnya, Anda kini tahu bahwa ada sains yang bekerja di sana. Itu bukan sekadar aksi spontan, melainkan bagian dari strategi medis untuk memastikan bahwa setiap serat otot di tubuh mereka tetap bekerja pada kapasitas maksimal demi mengejar kemenangan bagi timnya.

Dunia sepak bola akan terus berkembang, dan seiring dengan itu, sains olahraga akan terus menemukan cara-cara baru yang unik—bahkan mungkin terlihat aneh bagi orang awam—untuk mendorong batas kemampuan manusia di atas lapangan hijau.

Baca Juga Lawan Ancaman Penyakit Kronis di Usia Muda, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run 2026 sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Lawan Ancaman Penyakit Kronis di Usia Muda, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run 2026 sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *