Ringgo Agus Rahman dan Rahasia ‘Untel-untelan’: Alasan Haru di Balik Kebiasaan Tidur Bareng Anak yang Tak Bisa Ditinggalkan

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
31 Mei 2026, 09:29 WIB
Ringgo Agus Rahman dan Rahasia 'Untel-untelan': Alasan Haru di Balik Kebiasaan Tidur Bareng Anak yang Tak Bisa Ditinggal

SuaraInfo — Dunia parenting selebriti tanah air selalu punya cerita unik untuk disimak, namun apa yang dibagikan oleh aktor kawakan Ringgo Agus Rahman baru-baru ini menyentuh sisi emosional yang sangat mendalam. Di balik citranya yang jenaka dan santai, Ringgo ternyata menyimpan kegalauan seorang ayah yang belum siap melepaskan masa-masa emas bersama buah hatinya. Pengakuan jujur ini terungkap saat ia berbicara mengenai kebiasaan tidur di rumahnya yang masih melibatkan seluruh anggota keluarga dalam satu ranjang.

Meski putra sulungnya, Bjorka, kini telah menginjak usia 10 tahun dan si bungsu, Mars, memasuki usia 5 tahun, Ringgo mengaku bahwa tradisi tidur bersama atau co-sleeping masih menjadi agenda wajib setiap malam. Menariknya, alasan di balik bertahannya kebiasaan ini bukanlah karena sang anak yang takut tidur sendiri, melainkan justru sang ayah yang merasa belum sanggup untuk berpisah kamar dengan mereka.

Ketidaksiapan Seorang Ayah Melepas Kemandirian Anak

Dalam sebuah acara bincang-bincang yang digelar di kawasan Tangerang Selatan beberapa waktu lalu, Ringgo Agus Rahman secara terbuka mengakui bahwa ego emosionalnya sebagai orang tua adalah alasan utama mengapa kedua anaknya belum tidur di kamar masing-masing. Menurutnya, transisi menuju kemandirian anak seringkali menjadi momen yang lebih berat bagi orang tua ketimbang bagi si anak itu sendiri.

Baca Juga Rahasia Vitalitas Betty Morris: Menelisik Filosofi Hidup dan Kebiasaan Sehat Sang Centenarian Berusia 101 Tahun
Rahasia Vitalitas Betty Morris: Menelisik Filosofi Hidup dan Kebiasaan Sehat Sang Centenarian Berusia 101 Tahun

“Masih (tidur bareng-bareng). Saya yang tidak siap, saya belum bisa,” tutur bintang film Keluarga Cemara tersebut dengan nada yang penuh perasaan. Bagi Ringgo, keberadaan Bjorka dan Mars di sisi kanannya dan kirinya saat memejamkan mata adalah bentuk terapi kebahagiaan yang sulit digantikan oleh kenyamanan apa pun di dunia ini.

Kecenderungan untuk tetap dekat dengan anak merupakan bagian dari pola asuh anak yang ia terapkan bersama sang istri, Sabai Dieter Morscheck. Mereka percaya bahwa kedekatan fisik di usia dini akan membangun fondasi kepercayaan yang kuat di masa depan, meskipun hal ini seringkali menabrak norma umum yang menyarankan anak tidur sendiri sejak usia balita.

Drama ‘Patah Hati’ Ringgo Saat Bjorka Ingin Tidur Sendiri

Ada satu fragmen cerita yang cukup menggelitik sekaligus mengharukan ketika Ringgo menceritakan upaya Bjorka untuk belajar mandiri. Suatu hari, Ringgo yang baru saja menyelesaikan pekerjaan di luar rumah dan pulang larut malam, mendapati pemandangan yang tak biasa di kamar utamanya. Biasanya, ia akan melihat dua sosok mungil yang sudah terlelap di antara dirinya dan Sabai.

Baca Juga Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Menkes Beri Sinyal Harga Obat Berpotensi Naik: Berapa Batas Wajarnya?
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Menkes Beri Sinyal Harga Obat Berpotensi Naik: Berapa Batas Wajarnya?

Namun malam itu, hanya ada Sabai dan si kecil Mars. Saat menanyakan keberadaan Bjorka, Sabai menjelaskan bahwa putra sulung mereka itu sedang mencoba sebuah tantangan baru: tidur di kamarnya sendiri. Mendengar hal tersebut, bukannya merasa bangga karena anaknya sudah berani, Ringgo justru merasa ada sesuatu yang hilang dari hatinya.

Tanpa pikir panjang, Ringgo kemudian menyelinap masuk ke kamar Bjorka dan diam-diam merebahkan diri di sebelah anaknya. Pagi harinya, Bjorka terbangun dengan raut wajah kecewa karena usahanya untuk mandiri ‘digagalkan’ oleh sang ayah. Ringgo pun dengan gaya khasnya membujuk sang anak dengan kalimat manis, “Udah lah Bjorka, kamu kan sudah bisa membuktikan (bisa tidur sendiri). Jadi ayo tidur bareng lagi.”

Filosofi ‘Untel-untelan’ dan Kedekatan Emosional

Istilah ‘untel-untelan’ menjadi kata kunci yang sering digunakan Ringgo untuk menggambarkan momen bermesraan dengan anak-anaknya di atas kasur. Baginya, momen sebelum tidur adalah waktu yang paling sakral untuk membangun hubungan ayah dan anak yang berkualitas. Di sanalah terjadi dialog-dialog jujur, candaan ringan, hingga sesi curhat yang mungkin tidak akan terjadi di siang hari yang sibuk.

Baca Juga Aroma Sebagai Mesin Waktu: Menguak Alasan Ilmiah Mengapa Bau Tertentu Memicu Nostalgia Mendalam
Aroma Sebagai Mesin Waktu: Menguak Alasan Ilmiah Mengapa Bau Tertentu Memicu Nostalgia Mendalam

“Kenapa saya ingin lanjutin? Karena tidurnya itu adalah momen yang lagi indah-indahnya yang saya pengin lanjutin sampai kapanpun saya bisa,” cerita Ringgo. Ia menggambarkan suasana malam hari yang hangat, di mana sebelum tidur, keluarga kecil ini akan berkumpul, saling bercerita tentang apa yang terjadi sepanjang hari, dan menutupnya dengan doa bersama.

Ritual ini diakhiri dengan ucapan kasih sayang yang konsisten. “Ada tangan berdoa, berdoa bareng. Saling ngucapin goodnight, I love you,” tambahnya. Bagi Ringgo, kata-kata sederhana tersebut adalah pengikat batin yang akan diingat oleh anak-anaknya hingga mereka dewasa nanti, menciptakan rasa aman yang permanen dalam jiwa mereka.

Menjadikan Orang Tua Sebagai ‘Tempat Aman’ bagi Anak

Lebih dari sekadar tidur bersama, Ringgo memiliki visi jangka panjang mengenai kesehatan mental keluarga. Ia ingin memposisikan dirinya dan Sabai sebagai ‘safe place’ atau tempat paling aman bagi anak-anak untuk bercerita tentang apa saja. Dengan menciptakan kenyamanan fisik lewat tidur bersama, ia berharap hambatan komunikasi antara orang tua dan anak bisa diminimalisir.

Baca Juga Waspada! Inilah Daftar Minuman Pemicu Sel Kanker yang Sering Dikonsumsi Sehari-hari
Waspada! Inilah Daftar Minuman Pemicu Sel Kanker yang Sering Dikonsumsi Sehari-hari

Di era digital seperti sekarang, tantangan orang tua bukan hanya soal fisik, melainkan bagaimana tetap hadir secara emosional. Ringgo sadar betul bahwa waktu berjalan sangat cepat. Suatu saat nanti, anak-anaknya pasti akan memiliki dunianya sendiri, teman-temannya sendiri, dan ruang privasinya sendiri. Sebelum masa itu tiba, ia ingin mengumpulkan sebanyak mungkin ‘cadangan’ kenangan manis.

Kisah Ringgo ini seolah menjadi pengingat bagi banyak orang tua di luar sana yang mungkin terlalu terburu-buru ingin mendewasakan anak-anak mereka. Bahwa terkadang, tidak ada salahnya untuk sedikit egois demi mempertahankan kehangatan di dalam rumah, selama hal itu didasari oleh cinta dan kasih sayang yang tulus.

Perspektif Pakar: Kapan Waktu yang Tepat untuk Tidur Sendiri?

Meskipun Ringgo memilih jalan untuk tetap tidur bersama, banyak orang tua yang penasaran mengenai perspektif tips parenting modern terkait kemandirian tidur. Sejatinya, tidak ada aturan baku yang berlaku untuk setiap keluarga, karena setiap anak dan orang tua memiliki kesiapan emosional yang berbeda-beda.

Baca Juga Mengenal Gaslighting dan Dampak Ngerinya bagi Mental: Belajar dari Kasus Viral Cerdas Cermat MPR
Mengenal Gaslighting dan Dampak Ngerinya bagi Mental: Belajar dari Kasus Viral Cerdas Cermat MPR

Beberapa pakar menyebutkan bahwa tidur bersama atau co-sleeping bisa memberikan dampak positif pada regulasi emosi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang penuh dukungan. Namun, perlahan-lahan anak memang perlu diperkenalkan dengan konsep ruang pribadi untuk melatih kepercayaan diri mereka. Bagi Ringgo, tantangan ini akan ia hadapi ketika saatnya benar-benar tiba, namun untuk saat ini, ia memilih untuk menikmati setiap detik ‘untel-untelan’ yang tersisa.

Kesimpulannya, apa yang dilakukan oleh Ringgo Agus Rahman adalah refleksi dari cinta kasih seorang ayah yang menyadari betapa singkatnya masa kanak-kanak. Ia mengingatkan kita bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, tempat ternyaman adalah pelukan keluarga, dan tidak ada salahnya menunda kemandirian fisik demi memperkuat ikatan batin yang abadi.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai dinamika keluarga selebriti atau tips mengasuh anak, Anda dapat mencari berbagai informasi relevan lainnya melalui fitur pencarian di situs kami dengan kata kunci parenting selebriti untuk mendapatkan inspirasi harian.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *