Risiko Tersembunyi di Balik Kenyamanan: Mengapa Pakar Penerbangan Melarang Penggunaan Legging Saat Terbang

Dimas Pratama | SuaraInfo
01 Mei 2026, 05:33 WIB
Risiko Tersembunyi di Balik Kenyamanan: Mengapa Pakar Penerbangan Melarang Penggunaan Legging Saat Terbang

SuaraInfo — Saat kita bersiap untuk melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat terbang, prioritas utama bagi sebagian besar orang adalah kenyamanan. Tidak mengherankan jika banyak penumpang memilih mengenakan pakaian santai seperti celana yoga atau legging yang elastis. Namun, di balik kemudahan bergerak yang ditawarkan oleh busana tersebut, tersimpan risiko keselamatan yang jarang disadari oleh para pelaku perjalanan udara.

Pakar penerbangan memperingatkan bahwa pilihan busana bukan sekadar masalah gaya, melainkan bisa menjadi penentu antara hidup dan mati dalam situasi darurat. Tren busana athleisure yang mendominasi bandara saat ini ternyata menyimpan bahaya laten, terutama jika terjadi insiden yang tidak diinginkan di dalam kabin atau saat proses evakuasi. Mari kita bedah lebih dalam mengapa Anda mungkin ingin memikirkan kembali pakaian yang Anda kenakan untuk penerbangan berikutnya demi menjaga keselamatan penerbangan Anda.

Bahaya Serat Sintetis dalam Situasi Darurat Kebakaran

Salah satu alasan paling krusial mengapa legging dianggap berbahaya adalah material pembuatnya. Penulis buku terkenal mengenai bencana udara, Christine Negroni, mengungkapkan sebuah fakta yang cukup mencengangkan bagi banyak orang. Menurutnya, sebagian besar legging yang ada di pasaran saat ini terbuat dari serat sintetis atau serat buatan manusia yang sangat mudah terbakar.

Baca Juga Pesona Moore River: Menemukan Kehangatan Komunitas WNI di Sudut Syahdu Australia Barat
Pesona Moore River: Menemukan Kehangatan Komunitas WNI di Sudut Syahdu Australia Barat

“Dalam situasi darurat di mana terjadi kebakaran di dalam kabin atau kebakaran pasca-kecelakaan di darat, material sintetis seperti spandex atau nilon akan bereaksi sangat buruk terhadap panas tinggi,” jelas Negroni. Berbeda dengan bahan alami, serat buatan cenderung meleleh saat terkena api atau panas ekstrem. Jika ini terjadi, material tersebut akan menempel langsung ke kulit penumpang, menyebabkan luka bakar yang jauh lebih parah dan sulit ditangani oleh tim medis.

Negroni menyarankan agar penumpang beralih ke pakaian yang terbuat dari serat alami seperti katun atau wol. Bahan-bahan ini memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap api dan tidak akan meleleh di tubuh Anda. Mengingat evakuasi harus dilakukan dalam hitungan detik, mengenakan pakaian yang tepat adalah langkah preventif yang sangat bijak bagi setiap traveler yang mengutamakan keselamatan.

Mengapa Anda Tidak Boleh Melepas Sepatu Saat Pesawat Mengudara

Kebiasaan lain yang sering terlihat di dalam kabin pesawat adalah penumpang yang melepas sepatu segera setelah duduk di kursi mereka. Meski terasa melegakan bagi kaki yang lelah, tindakan ini sangat tidak disarankan oleh para ahli keselamatan udara, terutama pada saat-saat kritis seperti lepas landas (take-off) dan mendarat (landing).

Baca Juga Kebangkitan Jalur Udara Legendaris: Lion Group Siap Operasikan Kembali Bandara Husein dan Adisutjipto
Kebangkitan Jalur Udara Legendaris: Lion Group Siap Operasikan Kembali Bandara Husein dan Adisutjipto

Christine Negroni menekankan pentingnya tetap memakai sepatu selama fase-fase kritis penerbangan tersebut. Alasannya sederhana namun logis: jika terjadi keadaan darurat yang mengharuskan evakuasi mendadak, Anda tidak akan memiliki waktu untuk mencari dan memakai kembali sepatu Anda. Bayangkan harus berlari keluar dari pesawat yang rusak menuju landasan pacu atau medan yang tidak menentu tanpa alas kaki.

“Lantai pesawat bisa menjadi sangat panas karena api, atau sebaliknya, sangat dingin. Mungkin juga permukaannya tertutup oleh tumpahan bahan bakar, oli, atau bahkan puing-puing tajam,” tambahnya. Penggunaan sepatu kets atau sepatu datar yang kokoh jauh lebih direkomendasikan daripada sepatu hak tinggi atau sandal jepit. Sepatu yang tepat akan memberikan stabilitas dan perlindungan maksimal saat Anda harus bergerak cepat menuju pintu darurat demi menjaga kesehatan saat terbang.

Ancaman Deep Vein Thrombosis (DVT) dan Pakaian Ketat

Selain risiko kebakaran, penggunaan pakaian yang terlalu ketat seperti skinny jeans juga membawa ancaman medis yang serius bagi penumpang pesawat. Molly Fergus, seorang pakar perjalanan, menjelaskan bahwa pakaian yang membatasi pergerakan dapat memperburuk kondisi fisik selama penerbangan jarak jauh. Salah satu risiko yang paling ditakuti adalah Deep Vein Thrombosis (DVT).

Baca Juga Kilau Sejarah di Balik Tanah Magelang: Temuan Kepingan Emas dan Arca Dewa Surya di Candi Losari Terkonfirmasi Asli
Kilau Sejarah di Balik Tanah Magelang: Temuan Kepingan Emas dan Arca Dewa Surya di Candi Losari Terkonfirmasi Asli

DVT adalah kondisi di mana terbentuk gumpalan darah di pembuluh darah vena dalam, biasanya di bagian kaki. Tekanan udara kabin yang rendah dikombinasikan dengan posisi duduk yang statis dalam waktu lama sudah cukup menjadi faktor risiko. Jika ditambah dengan pakaian ketat yang menghambat sirkulasi darah, risiko terjadinya penggumpalan darah akan meningkat secara signifikan. Gumpalan darah ini bisa sangat berbahaya jika terlepas dan mengalir menuju paru-paru.

Oleh karena itu, pilihlah pakaian yang memberikan ruang bagi kulit dan otot Anda untuk bernapas. Celana kain yang longgar atau celana dengan pinggang elastis yang tidak menekan perut sangat disarankan untuk menjaga kelancaran aliran darah selama perjalanan di atas awan.

Masalah Pencernaan Akibat Tekanan Udara

Pernahkah Anda merasa perut menjadi kembung atau begah saat pesawat mencapai ketinggian tertentu? Ini bukan sekadar perasaan Anda saja. Secara ilmiah, gas di dalam usus manusia akan mengembang sekitar 30 persen ketika kabin pesawat mencapai ketinggian jelajah normal. Andrea Fischbach, seorang pramugari dari maskapai ternama, menyatakan bahwa mengenakan pakaian ketat di area pinggang hanya akan memperburuk kondisi ini.

Baca Juga Mengenal Lebih Dekat KA Progo: Legenda Jalur Jakarta-Yogyakarta yang Kini Tampil Kian Mewah
Mengenal Lebih Dekat KA Progo: Legenda Jalur Jakarta-Yogyakarta yang Kini Tampil Kian Mewah

“Kembung adalah masalah nyata bagi semua orang di pesawat, termasuk awak kabin. Menggunakan pakaian dengan ikat pinggang yang kencang atau jeans yang tidak elastis akan membuat tekanan pada perut menjadi sangat tidak nyaman, bahkan menyakitkan,” tuturnya. Untuk menghindari rasa tidak nyaman ini, pastikan busana yang Anda pilih memiliki fleksibilitas di area perut untuk mengakomodasi perubahan biologis yang terjadi akibat tekanan udara dalam maskapai penerbangan.

Kebersihan Kabin: Mengapa Celana Pendek Harus Dihindari

Faktor terakhir yang sering luput dari perhatian adalah aspek higienitas. Seorang awak kabin yang populer di media sosial, Tommy Cimato, memperingatkan penumpang untuk menghindari penggunaan celana pendek atau rok mini saat terbang. Alasannya berkaitan langsung dengan standar kebersihan kursi pesawat yang tidak selalu terjamin.

Setiap harinya, kursi pesawat diduduki oleh ratusan orang yang berbeda. Meski ada proses pembersihan rutin, kita tidak pernah benar-benar tahu kuman atau bakteri apa yang menempel pada sandaran tangan atau permukaan kain kursi. Dengan mengenakan celana panjang, Anda menciptakan penghalang fisik antara kulit Anda dan kursi pesawat. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya iritasi kulit atau penularan bakteri yang mungkin ada di area kabin.

Baca Juga Pesona Cape Verde: Mengintip Rahasia Negara Kepulauan yang Menahan Imbang Raksasa Spanyol
Pesona Cape Verde: Mengintip Rahasia Negara Kepulauan yang Menahan Imbang Raksasa Spanyol

Menutup seluruh area kaki dengan pakaian yang tepat bukan hanya soal etika berpakaian, tetapi merupakan langkah preventif untuk menjaga kebersihan diri selama berada di ruang publik yang tertutup seperti kabin pesawat. Dengan memahami berbagai risiko ini, diharapkan para pembaca setia SuaraInfo dapat lebih bijak dalam menentukan pilihan busana saat akan melakukan perjalanan udara berikutnya. Ingatlah bahwa keselamatan dan kesehatan Anda jauh lebih berharga daripada sekadar tampil modis di dalam pesawat.

Kesimpulannya, saat Anda berkemas untuk perjalanan mendatang, pilihlah pakaian yang terbuat dari serat alami, berpotongan longgar, dan pasangkan dengan sepatu yang nyaman serta aman. Perjalanan yang tenang dimulai dari persiapan yang matang, termasuk apa yang Anda kenakan di badan Anda sendiri.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *