Skandal Facelift Ilegal: Mantan Puteri Indonesia Riau Terseret Kasus Malpraktik, Ini Penjelasan Ahli Bedah Plastik

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
30 Apr 2026, 13:26 WIB
Skandal Facelift Ilegal: Mantan Puteri Indonesia Riau Terseret Kasus Malpraktik, Ini Penjelasan Ahli Bedah Plastik

SuaraInfo — Dunia kecantikan tanah air kembali diguncang kabar kelam yang mencoreng citra industri estetika. Seorang mantan finalis Puteri Indonesia asal Riau, Jeni Rahmadial Fitri, kini harus berhadapan dengan hukum setelah diduga kuat mengoperasikan praktik facelift ilegal yang memakan banyak korban. Kasus ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sebuah tragedi medis yang mengakibatkan sejumlah pasien mengalami cacat permanen pada wajah mereka.

Penangkapan ini bermula dari serangkaian laporan warga yang merasa tertipu dan dirugikan secara fisik setelah menjalani prosedur di klinik kecantikan milik tersangka yang berlokasi di Pekanbaru. Alih-alih mendapatkan wajah yang kencang dan awet muda, para korban justru terjebak dalam mimpi buruk medis yang mengharuskan mereka menjalani perawatan pemulihan jangka panjang dengan biaya yang jauh lebih mahal daripada prosedur aslinya.

Kronologi dan Dampak Mengerikan Praktik Tanpa Izin

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa tersangka telah menjalankan bisnis berisiko tinggi ini sejak tahun 2019. Meski memiliki nama besar sebagai mantan kontestan ajang kecantikan bergengsi, hal tersebut ternyata tidak dibarengi dengan kompetensi medis yang mumpuni. Tersangka diduga hanya mengandalkan sertifikat pelatihan singkat yang tidak diakui untuk melakukan tindakan bedah invasif seperti facelift.

Baca Juga Mengapa Perut Mulas Menjelang Race? Mengenal Pre-Race Anxiety dan Fenomena Runner’s Trot pada Pelari
Mengapa Perut Mulas Menjelang Race? Mengenal Pre-Race Anxiety dan Fenomena Runner’s Trot pada Pelari

Salah satu korban menceritakan pengalaman pahitnya saat menjalani prosedur tersebut. Pasca tindakan, ia mengalami pendarahan hebat yang tak kunjung berhenti serta infeksi serius di area wajah. Dampaknya sangat fatal; jaringan kulit mengalami kerusakan parah hingga terjadi asimetri wajah yang permanen. Tidak sedikit korban yang akhirnya mengalami trauma psikologis mendalam akibat kehilangan rasa percaya diri setelah wajah mereka rusak akibat malpraktik medis tersebut.

Tarif yang dipatok oleh tersangka pun tidak bisa dibilang murah, yakni mencapai belasan juta rupiah per tindakan. Hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang masih terjebak dalam persepsi bahwa harga mahal dan sosok figur publik sebagai penjamin sudah pasti menjamin keamanan, padahal legalitas medis adalah poin utama yang tidak bisa ditawar.

Pandangan Ahli: Siapa yang Sebenarnya Berwenang?

Menanggapi fenomena yang mengkhawatirkan ini, Prof. Dr. dr. David S. Perdanakusuma, SpBPRE, Subsp, EL(K), tokoh senior dari kolegium bedah plastik Indonesia, memberikan penjelasan tegas. Menurutnya, minat masyarakat untuk tampil sempurna sering kali dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Kebutuhan untuk tampak lebih muda memang meningkat pesat, namun masyarakat harus paham bahwa prosedur seperti facelift masuk ke dalam ranah bedah invasif,” ujarnya.

Baca Juga Polemik Kasus dr. Ratna: Menkes Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Tak Ada Intervensi dalam Putusan Majelis Disiplin Profesi
Polemik Kasus dr. Ratna: Menkes Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Tak Ada Intervensi dalam Putusan Majelis Disiplin Profesi

Prof. David menekankan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, prosedur bedah estetika hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kewenangan klinis yang sah. Dalam hal ini, dokter spesialis bedah plastik adalah satu-satunya profesi yang memiliki kompetensi untuk melakukan operasi plastik wajah dengan standar keamanan yang ketat.

Risiko melakukan facelift di tangan yang salah sangatlah besar. Wajah manusia terdiri dari jaringan saraf yang sangat kompleks. Kesalahan sedikit saja dalam menyayat atau menarik jaringan dapat menyebabkan kelumpuhan saraf wajah (facial palsy), nekrosis jaringan (kematian jaringan kulit), hingga emboli yang mengancam nyawa. Inilah mengapa pendidikan spesialisasi yang memakan waktu bertahun-tahun sangat krusial dalam industri ini.

Lemahnya Pengawasan dan Menjamurnya Klinik Bodong

Masalah utama yang disoroti dalam kasus ini adalah masih lemahnya pengawasan terhadap klinik-klinik kecantikan yang menjamur di daerah-daerah. Banyak praktik kecantikan yang menyamarkan tindakan bedah dengan istilah-istilah pemasaran yang terdengar non-invasif, padahal tindakan yang dilakukan telah melampaui batas kewenangan klinis atau sering disebut overlap kompetensi.

Baca Juga Asah Otak dan Fokus: Uji Ketajaman Mata Anda Melalui Tantangan Pencarian Angka Tersembunyi Ini
Asah Otak dan Fokus: Uji Ketajaman Mata Anda Melalui Tantangan Pencarian Angka Tersembunyi Ini

Prof. David menyayangkan adanya celah pengawasan yang membuat individu tanpa latar belakang pendidikan kedokteran spesialis berani membuka praktik secara terang-terangan. Fenomena ini diperparah dengan tren media sosial di mana hasil instan sering kali dipamerkan tanpa menunjukkan risiko atau komplikasi yang mungkin terjadi. Masyarakat sering kali tergiur oleh foto before-after yang telah diedit tanpa memverifikasi kredibilitas sang praktisi.

“Pemerintah dan organisasi profesi harus bekerja lebih ekstra dalam melakukan penertiban. Pengawasan klinik kecantikan tidak boleh hanya sekadar urusan administrasi di awal, tetapi harus ada audit berkala terhadap jenis tindakan yang diberikan kepada pasien,” tambah Prof. David.

Panduan Aman Memilih Prosedur Estetika

Agar terhindar dari risiko malpraktik yang berujung pada kecacatan, SuaraInfo merangkum beberapa tips penting dari para ahli bagi Anda yang berencana melakukan perawatan estetika medis:

  • Cek Legalitas Klinik: Pastikan klinik memiliki Izin Operasional Klinik yang masih berlaku dan terpampang dengan jelas. Klinik yang melayani bedah harus memiliki standar fasilitas ruang operasi yang memadai.
  • Verifikasi Kompetensi Dokter: Jangan ragu untuk menanyakan gelar spesialisasi dokter yang akan menangani Anda. Anda dapat mengecek status keanggotaan dokter melalui situs resmi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) atau organisasi profesi terkait.
  • Pahami Prosedur dan Risiko: Dokter yang profesional akan menjelaskan secara detail mengenai prosedur, efek samping, hingga risiko komplikasi yang mungkin terjadi melalui proses informed consent yang jujur.
  • Jangan Tergiur Harga Murah: Alat medis, bahan implan, dan biaya keamanan prosedur bedah memiliki standar biaya yang cukup tinggi. Harga yang terlalu murah patut dicurigai sebagai penggunaan bahan ilegal atau tenaga medis non-ahli.
  • Waspada Testimoni Berlebihan: Testimoni di media sosial bisa dimanipulasi. Selalu utamakan bukti klinis dan rekam jejak dokter di dunia medis yang nyata.

Harapan untuk Masa Depan Industri Kecantikan

Kasus yang menimpa eks finalis Puteri Indonesia Riau ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan regulasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Kecantikan tidak seharusnya ditebus dengan nyawa atau kecacatan fisik. Kesehatan dan keamanan harus tetap menjadi prioritas utama di atas keinginan untuk mencapai standar kecantikan tertentu.

Baca Juga Waspada Siomay Ikan Sapu-sapu! Ini Panduan Lengkap Cara Membedakannya Menurut Ahli Gizi
Waspada Siomay Ikan Sapu-sapu! Ini Panduan Lengkap Cara Membedakannya Menurut Ahli Gizi

Pemerintah diharapkan lebih tegas dalam memberikan sanksi pidana bagi pelaku kecantikan ilegal agar memberikan efek jera. Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih proaktif dalam membekali diri dengan informasi yang benar sebelum memutuskan untuk menjalani tindakan medis apapun. Pendidikan mengenai kesehatan kulit dan prosedur estetika yang aman harus terus digalakkan agar tidak ada lagi korban-korban Jeni Rahmadial Fitri lainnya di masa mendatang.

Sebagai penutup, kecantikan sejati bermula dari kesehatan yang terjaga. Memilih jalur instan melalui praktik ilegal hanya akan membawa penyesalan seumur hidup. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tersertifikasi demi hasil yang maksimal dan yang terpenting, aman bagi kesehatan Anda.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *